Oleh: gloria

Rektor UGM, Prof. Ir .Panut Mulyono M.Eng., D.Eng., didampingi beberapa pimpinan universitas, seperti Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D., serta Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni, Dr. Paripurna, S.H., M.Hum., LL.M., memenuhi panggilan Ombudsman RI Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (ORI DIY), Selasa (8/1).

Dalam pertemuan yang berlangsung secara tertutup, Panut memberikan penjelasan terkait kasus dugaan pemerkosaan yang melibatkan mahasiswa UGM.

“Pak Rektor dan jajaran memenuhi panggilan ORI untuk memberikan penjelasan berkaitan dengan penanganan persoalan yang terkait dengan dugaan pelecehan seksual di tempat KKN. Pak Rektor sangat terbuka memberikan semua informasi yang dibutuhkan. Saya apresiasi itu,” tutur Kepala Ombudsman Perwakilan DIY, Budhi Masturi.

Budhi memaparkan, dalam pertemuan ini pihaknya mengajukan tujuh pertanyaan seputar peran Rektor dalam penanganan kasus serta langkah-langkah yang telah dilakukan. Dari para pimpinan UGM, ia mengaku memperoleh informasi-informasi yang dinilai sangat penting bagi pihaknya untuk mendalami proses tersebut.

“Kehadiran Pak Rektor hari ini membantu kita untuk segera bisa melengkapi hasil investigasi kami dan menyusun beberapa kesimpulan dan saran tindakan korektif untuk nantinya berkontribusi meningkatkan kualitas pelayanan di UGM,” terangnya.

Sementara itu, Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, menegaskan pihaknya kooperatif dengan memenuhi panggilan ORI. Kehadiran Rektor dan Wakil Rektor ke kantor ORI DIY, menurutnya, menunjukkan iktikad baik dari UGM untuk memenuhi panggilan dari ORI.

“Kami tidak menolak panggilan. UGM menghormati institusi apa pun. Kita sama-sama institusi negara yang harus menjalankan tugas sebaik-baiknya,” jelas Panut.

Terkait tujuh poin pertanyaan yang diajukan oleh Kepala ORI DIY, ia menerangkan bahwa pertanyaan tersebut berkaitan dengan informasi-informasi tambahan yang belum dimiliki ORI, dan seluruh informasi tersebut telah dilengkapi oleh pihaknya.

“Kami tadi sudah berdiskusi dan menjelaskan hal-hal yang ditanyakan dan semuanya sudah terjelaskan dengan baik. Pak kepala masih kekurangan informasi mengenai tanggal sehingga seperti ada kekosongan, tapi kami sudah jelaskan dan semuanya sudah clear,” jelas Panut. (Humas UGM/Gloria)