Oleh: Ika

Kebutuhan untuk melakukan standarisasi peta gua dan merumuskan draf standar peta gua di Indonesia dinilai perlu segera dilakukan.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi Standarisasi Pemetaan Gua di Indonesia #1 yang berlangsung di Fakultas Geografi UGM yang menjadi rangkaian kegiatan UGM Speleo Expo 2019 pada 2-3 Februari 2019 lalu.

Dalam diskusi yang diikuti akademisi, komunitas, pelaku bisnis, masyarakat dan pemerintah tersebut juga menguat dorongan pengakuan peta gua sebagai bagian informasi geospaisal yang diakui negara. Pasalnya selama ini, dalam UU No. 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial yang di dalamnya secara keseluruhan belum ada satu pun yang membahas mengenai peta goa atau peta bawah permukaan bumi. Karenanya memasukan peta gua sebagai bagian informasi geospasial penting terlebih dengan semakin meningkatnya kegiatan eksplorasi dan eksploitasi bawah tanah di Tanah Air.

Sekretaris MAPAGAMA, Hajar Lutviah menyebutkan selain diskusi tentang Standarisasi Pemetaan Gua di Indonesia, dalam UGM Speleo Expo 2019 turut digelar seminar ilmiah “Ilmu Speleologi Dari Perspektif Lain”, seminar hasil eksplorasi Mapala UGM Raya dan himpunan maupun kelompok studi,serta lokakarya pengolahan peta goa dan self rescue. Disamping itu juga pameran foto “Kegiatan Penelusuran Gua UGM dari Masa ke Masa” yang menampilkan foto dari tahun 90an hingga.

UGM Speleo Expo 2019 diselenggarakan oleh Mapala UGM Raya yang terdiri dari MAPAGAMA mapala tingkat Universitas, MAGMAGAMA dari Fakultas Teknik Jurusan Geologi, GEGAMA dari Fakultas Geografi, SATU BUMI dari Fakultas Teknik dan SILVAGAMA dari Fakultas Kehutanan, Kelompok Studi Karst Fakultas Geografi dan komunitas speleology yaitu Stasiun Nol Festival.

 “UGM Speleo Expo 2019 digelar sebagai bagian dari implementasi tri dhrama perguruan tinggi yakni penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa pecinta alam (mapala) UGM terutama terkait speleologi,” jelasnya dalam rilis yang diterima Rabu (6/2).

Kegiatan tersebut menjadi wadah antar komunitas speleologis untuk saling bertukar pengalaman dan informasi dan menyebarluaskan hasil penelitian dalam pengembangan keilmuan speleologi dan pelestarian kawasan karst dan gua. Selain itu juga untuk mempromoskan kegiatan speleologi pada masyarakat. (Humas UGM/Ika)