Oleh: Ika

Fakultas Biologi mendapatkan kunjungan dari perusahaan perdagangan internasional produk-produk pertanian Selandia Baru, Shafers Ltd, yang diwakili oleh Brin Thorington pada akhir Desember 2018 lalu.

“Kunjungan dari pengusaha Selandia Baru ini sebagai tindak lanjut dalam memperkuat kerja sama yang telah dilakukan sebelumnya,” kata Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., baru-baru ini.

Dalam kesempatan tersebut, Budi memaparkan hasil pengembangan riset yang dilakukan peneliti Fakultas Biologi UGM, terutama di bidang budi daya buah melon. Serangan penyakit begomovirus dan powdery mildew merupakan persoalan yang sering terjadi dalam budi daya melon. Ditambah dengan cuaca yang tidak lagi bisa diprediksi membuat para petani melon kesulitan dalam melakukan budi daya melon terutama menanggulangi penyakit.

Namun, pihaknya telah mengembangkan varietas melon yang memiliki sejumlah keunggulan, termasuk dalam ketahanan penyakit. Dengan begitu, budi daya melon tetap bisa berjalan dengan baik di berbagai kondisi cuaca.

“Dengan adanya tukar pikiran dalam budi daya pertanian diharapkan mendapatkan hasil yang optimal dengan kondisi cuaca yang tidak menentu”, kata Budi.

Sementara Brin Thorington menyampaikan pengalaman dalam budi daya tanaman pertanian di Selandia Baru, termasuk menghadapi cuaca yang tidak terprediksi. Dia juga menyebutkan Selandia Baru memanfaatkan dan memaksimalkan saluran irigasi dalam mengoptimalkan hasil pertanian terutama holtikultura.

Di akhir kegiatan, Dr. Budi Setiadi Daryono dan Brin Thorington mengunjungi Biomart. Produk Biomart merupakan hasil inovasi dan penelitian dosen, mahasiswa dan mitra Fakultas Biologi UGM.(Humas UGM/Ika)