Oleh: Ika

Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian ( DTPB FTP) UGM mengenalkan teknologi biodigester kepada masyarakat di Desa Laksana, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara.

Kegiatan yang dilakukan oleh DTPB FTP UGM pada bulan Desember 2018 lalu merupakan rangkaian kegiatan Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Education for Sustainable Development (EfSD) oleh PSBA UGM Tim EfSD terdiri dari Dr. Ngadisih dan Dr. Joko Nugroho dari DTPB FTP dan Dr. Hatma Suryatmojo dan M. Chrisna Satriagasa, M.Sc dari Fakultas Kehutanan.

Melalui kegiatan itu disampaikan penjelasan operasional dan perawatan digester. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung keberlanjutan program.

Ngadisih mengatakan pihaknya telah membangun 1 instalasi biogas di Desa Laksana. Digester yang dibangun memiliki volume 4 m3   dan berbahan fiber. Pemilihan bahan fiber ini diharapkan bisa meminimalkan potensi kerusakan akibat pergerakan lereng atau longsor. Sebab, Desa Laksana merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana tanah longsor.

“Instalasi biogas ini dibangun sebagai percontohan dan digunakan untuk 1 keluarga dengan ternak sapi 3 ekor,” jelasnya belum lama ini.

Teknologi biodigester diaplikasikan untuk menghasilkan gas metan yang digunakan penduduk sebagai energi  untuk memasak di skala rumah tangga. Selain itu, penggunaan biodigester menjadikan sanitasi lingkungan yang lebih baik, mengurangi pencemaran bau limbah kotoran ternak, serta ampas biogas sebagai pupuk. (Humas UGM/Ika)