Oleh: Ika

Universitas Gadjah Mada dan PT. Harmoni Panca Utama (HPU) menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kesepakatan kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama antara Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng.,D.Eng., dan Presdir PT. Harmoni Panca Utama, Ahmad Kharis, Selasa (26/3) di Ruang Sidang Kantor Pusat Fakultas Teknik UGM.

Ahmad Kharis mengatakan pentingnya kerja sama antara perguruan tinggi dengan dunia industri. Pasalnya, perguruan tinggi tidak hanya dituntut untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat saja. Namun, juga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar lagi bagi kemajuan bangsa.

“Yang sering ditanyakan adalah link and match antara perguruan tinggi dengan industri. Oleh karena itu, melalui forum ini diharapkan dapat mendorong perguruan tinggi dan industri meningkatkan riset guna kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

Melalui kerja sama antara perguruan tinggi dengan industri, lanjutnya, diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurai persoalan bangsa. Salah satunya terkait usaha pemerintah untuk mengurangi impor. Dia menyebutkan Indonesia saat ini menjadi salah satu negara importir minyak terbesar di Asia Tenggara. Guna menekan laju impor tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan sumber daya alam yang ada dengan mengembangkan  energi baru dan terbarukan.

“Mari kita bersama-sama membantu pemerintah secepatnya mengurangi impor dengan mengembangkan energi terbarukan. HPU akan terus berkontribusi pada negara dengan menambang batu bara secara efisien menjadi energi yang bagus bagi negara,” paparnya.

Rektor UGM, Panut Mulyono, menyampaikan apresiasi kepada PT. HPU atas kerja sama yang telah dijalin. Dia berharap kerja sama ini nantinya dapat semakin menguatkan kedua belah pihak dalam kiprahnya berkontribusi untuk membangun bangsa dan negara.

“Sinergi antara perguruan tinggi, dunia bisnis, serta pemerintah selalu diusahakan agar institusi bisa saling menguatkan dan mendekatkan sehingga yang dikerjakan benar-benar relevan dengan dunia industri,” katanya.

Panut menyebutkan Indonesia merupakan negara yang dikenal dengan kekayaan alamnya. Namun, kekayaan alam yang ada belum mampu menyejahterakan masyarakatnya. Kondisi tersebut berbeda dengan Jepang, Korea Selatan, maupun Singapura yang tidak memiliki kekayaan alam melimpah, tetapi memiliki perekonomian yang lebih baik.

“Kenapa itu bisa terjadi? Jawabannya karena Jepang, Korea Selatan, dan Singapura sangat kuat dalam mendidik anak bangsa menjadi SDM andal. Jadi, kuncinya adalah pendidikan yang menghasilkan SDM andal,” ucapnya.

Usai penandatanganan MoU dilanjutkan dengan CEO Talk Series: Change Your Mindset to Mining Services! dengan pembicara utama Presdir PT. Harmoni Panca Utama, Ahmad Kharis. Kegiatan tersebut diikuti puluhann mahasiswa Fakulas Teknik UGM.

Dekan Fakultas Teknik UGM, Nizam, Ph.D., turut menyampaikan ucapan terima kasih atas inisiatif PT. HPU untuk bersinergi dengan perguruan tinggi salah satunya melalui kegiatan CEO Talk Series. Dia berharap sinergi yang ada tidak hanya menyiapkan para mahasiswa menuju profesi, tetapi juga terkait riset dan pengembangan.

“Perguruan tinggi sebagai tempat menumbuhkan inovasi akan sangat baik kalau produknya tidak hanya menjadi paper, tetapi masuk ke industri. Mudah-mudahan ini menjadi awal kerja sama yang lebih erat di masa depan,” tuturnya. (Humas UGM/Ika; foto: Firsto).