Oleh: Agung

Sebanyak 29 pegawai Direktorat Kerja Sama Bisnis dan Manajemen Aset Komersial, Institut Pertanian Bogor (IPB), melakukan kunjungan ke UGM. Kunjungan dalam rangka pengembangan usaha dan pengelolaan bisnis di PTN-BH ini diterima Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi, Dr. Hargo Utomo, M.B.A, di ruang Multimedia II UGM, Kamis (10/1).

Direktur Kerja Sama Bisnis dan Manajemen Aset Komersial, Institut Pertanian Bogor, Dr. Jaenal Effendi, mengatakan kunjungan dilakukan dalam rangka belajar bersama antara IPB dan UGM terkait Penataan dan Pengelolaan Bisnis dan Aset Komersial di PTN-BH, diantaranya soal satuan usaha bisnis yang dilakukan UGM, seperti di bidang kesehatan, travel, hotel, wisata dan lain-lain.

Jaenal mengakui meski telah melakukan lompatan kemajuan dari pengelolaan sebelumnya, Direktorat Kerja Sama Bisnis dan Manajemen Aset Komersial, IPB merasa perlu melakukan studi banding ke UGM. Disamping itu, ia berharap kunjungan ini bisa membuka peluang kerja sama bisnis bersama.

“Ke depan kita berharap apa yang bisa dikelola bersama antara IPB dan UGM, terutama terkait IT, membuka semacam Bukalapak misalnya, atau  kerja sama-kerja sama bisnis lain yang bisa disandingkan," katanya.

Dr. Hargo Utomo menyatakan inti bisnis UGM adalah human capital. Artinya, segala sesuatu yang dilakukan UGM adalah untuk membangun sumber daya manusia agar lebih kompetitif.

“Makanya dalam pengelolaan usaha dan bisnis, kita tidak mencari uang, tapi biarlah uang yang mencari kita. Meskipun begitu dari berbagai usaha dan bisnis yang dilakukan UGM tetap harus ada Sisa Hasil Usaha, syukur-syukur besar," ungkapnya.

Hargo menuturkan antara IPB dan UGM sama-sama mengalami masa transformasi dan menjadi PTN-BH yang merdeka. Oleh karena itu, dalam pengelolaan usaha dan bisnis diharapkan menjadi penopang tridarma perguruan tinggi.

“Apa-apa yang dilakukan mestinya mendukung kegiatan pendidikan, riset dan pengabdian pada masyarakat, dan muaranya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kualitas belajar karena apa-apa yang ada di dalam kampus itu bisa menjadi subjek dan objek," tuturnya. (Humas UGM/ Agung; Foto : Firsto)