Oleh: gloria

Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat UGM kembali mengadakan workshop untuk peningkatan pelayanan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Direktur Pengabdian Kepada Masyarakat UGM, Prof. Irfan Dwija Prijambada, mengungkapkan bahwa workshop yang diselenggarakan saat ini adalah media untuk uji coba penerapan Key Performance Indicators (KPI’s) UMKM.

“KPI’s UMKM yang telah disusun selama 6 bulan terakhir ini menjadi alat untuk memotret kinerja atau performa UMKM,” tuturnya.

Workshop yang diselenggarakan pada hari Rabu, 27 Februari 2019 ini bertujuan untuk memperkenalkan alat deteksi bagi pengelolaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Alat deteksi yang meliputi 11 indikator pengukuran kunci diujicobakan bagi para pelaku UMKM dan pengelola BUMDes di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Irfan mengemukakan bahwa indikator pengukuran kunci yang telah disusun oleh para tenaga ahli di bidang pengabdian kepada masyarakat di UGM tersebut meliputi aspek produksi, good manufacturing practice, pengendalian mutu, pengemasan, branding dan labelling, pemasaran, manajemen keuangan, kelembagaan, permodalan dan literasi keuangan, sumber daya manusia, karakter dan perilaku, perizinan, serta pengelolaan BUMDes.

Workshop ini diikuti sebanyak 63 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM dan 5 pengelola BUMDes, yaitu BUMDes Tirta Mandiri Ponggok, BUMDes Karang Tengah, BUMDes Panggung Harjo Sewon, Bantul, BUMDes Wanurejo Borobudur dan BUMDes Ngawis GunungKidul. Dalam kegiatan ini, para peserta diminta untuk mengisi borang indikator pengukuran kinerja UMKM dan BUMDes, untuk kemudian data tersebut diolah dan disajikan dalam bentuk potret diri atau profil KPI’s UMKM.   

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, DPKM nantinya akan menyusun sebuah buku tentang KPI’s UMKM.

“Buku ini akan dapat digunakan sebagai acuan standar minimal pengelolaan UMKM dan BUMDes secara nasional,” terang Irfan.

Berkaitan dengan rencana ini, DPKM akan terus mengadakan penyempurnaan pada berbagai aspek dan indikator pengukuran kunci sehingga dapat dihasilkan buku standar yang diharapkan akan bermanfaat secara nasional. (Humas UGM/Gloria)