Oleh: Ika

Sebanyak 26 mahasiswa asing dari delapan negara dunia mengikuti “The 4th Summer Course Program: Integrated Food Security in ASEAN” di Fakultas Peternakan UGM.

Mulai 22 hingga 31 Juli 2019 para mahasiswa dari Kamboja, Malaysia, Filipina, Thailand, Korea Selatan, Timor Leste, dan Ethiopia tersebut akan belajar bersama mahasiswa Indonesia terkait persoalan keamanan pangan di ASEAN.

Dekan Peternakan UGM, Prof.Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., mengatakan kegiatan summer course ini diharapkan bisa menjadi ajang bagi para mahasiswa dari berbagai negara untuk saling bertukar gagasan dan pengalaman khususnya di bidang pertanian dan peternakan. Hal tersebut penting dilakukan mengingat kondisi saat ini dunia menghadapi tantangan keamanan pangan. 

"Manusia membutuhkan pangan dan keilmuan bidang pertanian termasuk peternakan merupakan salah satu bagian penting dalam menyediakan pangan," terangnya saat membuka acara di Auditorium Fakultas Peternakan UGM, Senin (22/7).

Oleh sebab itu, lewat kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi dalam membangun produksi pangan di masa mendatang. Selain itu, nantinya juga dapat berkontribusi dalam membangun dunia akademik yang lebih produktif, terutama bidang peternakan. 

"Lewat kegiatan ini mahasiswa tidak hanya belajar ilmu peternakan saja, tetapi juga dapat belajar seni dan budaya Jawa," sebutnya.

Peserta summer course nantinya akan mengikuti  sejumlah kegiatan baik di dalam maupun di luar kelas. Untuk perkuliahan, peserta akan mengikuti 17 kelas yang akan diisi beberapa dosen dari berbagai negara dengan tema peternakan, keamanan pangan, serta pertanian. Selain itu, juga praktik di laboratorium untuk pembuatan pakan fermentasi dengan teknologi silase dan pembuatan es krim.

Para mahasiswa juga diberikan kesempatan melakukan kunjungan ke sejumlah kelompok ternak di DIY. Disamping itu, nantinya akan diajak untuk belajar bermain angklung dan membatik.

Summer Course kali ini merupakan tahun penyelenggaraan ke-4 yang diadakan Fakultas Peternakan UGM  sejak 2016 silam. Tahun ini diikuti 26 mahasiswa asing dan 10 mahasiswa Indonesia dari 17 universitas serta 1 institusi bidang peternakan.

Universitas yang berpartisipasi dalam program ini adalah University of the Philippines Los Banos, Prince of Songkhla University, Maejo University, Vietnam National University of Agriculture, Royal University of Agriculture Cambodia, Tra Vinh University Vietnam, Seoul National University, Universidade Nacional Timor-Lorosa'e, dan Universiti Malaysia Terengganu. Berikutnya,  Universiti Putra Malaysia, Universiti Sains Malaysia, International Islamic University Malaysia, Bahir Dar University Ethiopia, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Tidar, Core Gateway College, Philippines, dan Universitas Gadjah Mada. (Humas UGM/Ika)