Oleh: Ika

Fakultas Biologi UGM menjalin kerja sama dengan PT. Sinde Budi Sentosa dan Institut Pertanian (Instiper) Yogyakarta.

Kesepakatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama oleh Dekan Fakultas Biologi UGM,  Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Coorporate Secretary PT. Sinde Budi Sentosa, Herman Notolegowo, dan Wakil Rektor Bidang Adminsitrasi Umum Instiper, Dr. Ir. Agatha Ayiek Sih Sayekti, M.P., Kamis (19/9) dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-64 Fakultas Biologi UGM.

Fakultas Biologi UGM dan PT. Sinde Budi Sentosa sepakat melakukan kerja sama dalam bidang penelitian dan hilirisasi hasil penelitian. Selain itu, juga terkait penyiapan sarana dan prasarana fasilitas Biology Student Hub (BIOS) yang menjadi co-working space untuk menunjang kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara kerja sama Fakultas Biologi UGM dengan Instiper dilakukan dalam lingkup pendidikan, terutama dalam penyelenggaraan pendidikan program S2 dan S3 melalui program bibit unggul kemitraan (PBUK).

Ditemui usai penandatanganan nota kesepahaman bersama, Budi menjelaskan kerja sama dengan PT. Sinde Budi Sentosa merupakan upaya hilirisasi riset di fakultasnya agar lebih dekat dengan industri. Dalam waktu dekat juga akan dilakukan kerja sama dalam meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas durian dan buah tropika lainnya yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia.

“Dalam jangka pendek kerja sama dalam budi daya melon yang selanjutnya digunakan untuk berbagai kepentingan industri PT. Sinde baik untuk industri jamu maupun industri lainnya,” terangnya.

Sementara Herman mengungkapkan kerja sama ini menjadi langkah PT. Sinde Budi Sentosa untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap jamu yang telah melalui penelitian di perguruan tinggi. Sebab, selama ini masyarakat mengenal jamu tanpa adanya dukungan penelitian di perguruan tinggi sehingga jamu mulai ditinggalkan.

“Padahal, jamu ini adalah harta karun yang sudah diakui dunia. Lewat kerja sama ini kita berusaha mengangkat pamor jamu dan kepercayaan masyarakat karena didukung bukti secara saintifik,”jelasnya.

Sedangkan terkait fasilitas BIOS, dia menyampaikan nantinya sarana tersebut dapat dimanfaatkan sivitas akademia Fakultas Biologi UGM, terutama mahasiswa sebagai tempat parktik keilmuan yang diperoleh di kelas. Selain itu, sebagai tempat pelatihan bagi mahasiswa dalam mengelola tanaman dan menghasilkan produk serta mengelola bisnis.

“Jadi, BIOS ini sebagai awal bagi mahasiswa berlatih mengelola bisnis,” tuturnya. (Humas UGM/Ika)