Oleh: Satria

Indonesia sebagai Zamrud Khatulistiwa dianugerahi panorama alam yang dapat dimanfaatkan menjadi objek wisata yang sangat menarik. Objek-objek wisata ini memiliki keunikan masing-masing sehingga menarik perhatian wisatawan dan menjadi sumber pendapatan baru yang dapat mendongkrak kemakmuran masyarakat. Salah satunya adalah Wisata Tebing Breksi yang berada di Sambirejo, Prambanan, Sleman. Objek wisata ini memiliki keunikan karena perpaduan eksotisme batuan di masa lalu dan pemandangannya yang menawan.

Wisata Tebing Breksi menjadi salah satu objek wisata baru yang tengah populer di Yogyakarta. Hal itu terbukti dalam sehari wisatawan yang datang berkunjung ke sana dapat mencapai angka 1.000 wisatawan di hari Senin-Jumat dan meningkat menjadi 5.000 wisatawan saat weekend.

Dengan kondisi tersebut, tak heran jika saat ini sebagian masyarakat sekitar menjadikan Tebing Breksi sebagai ladang rezeki untuk menunjang perekonomian mereka. Namun, hal itu masih sebatas berjualan makanan dan suvenir serta belum maksimal. Padahal, masyarakat Desa Sambirejo memiliki kerajinan khas yang dapat dimanfaatkan dan menjadi suvenir khas dari Wisata Tebing Breksi yaitu Batik Jumputan. Saat ini Batik Jumputan warga Desa Sambirejo masih sebatas dalam bentuk kain dan masih dapat dikembangkan lagi..

Berangkat dari fakta tersebut, lima Mahasiswa UGM melalui hibah Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) Ristekdikti tahun 2019 berupaya membantu masyarakat Desa Sambirejo dalam mengkreasikan dan menginovasikan Batik Jumputan Tebing Breksi. Tim yang terdiri dari Habil Abdillah (FT), M. Nashirul Haq (FT), Nadia Ayu Setiyaningbudi (FIB), Bagaskara Wahyu Purnomo P (FT), dan Robby Rizal (FIB) ini berusaha mengkreasikan produk itu melalui kegiatan workshop produksi dan manajemen.

Kegiatan workshop produksi tersebut telah mereka laksanakan pada akhir Mei. Selanjutnya, pada akhir Juni lalu mereka juga telah menggelar workshop mengenai akuntansi kepada ibu-ibu di Rumah Ketua Kelompok POKDARWIS Desa Sambirejo. Kegiatan tersebut terdiri atas workhsop produksi totebag, syal, kemeja dan manajemen akuntansi.

Rencananya, kelompok PKM-M yang didampingi oleh dosen FT, Agus Hendratno, S.T., M.T, ini akan meneruskan kegiatan workshop secara bertahap. Pada bulan Juli ini mereka berencana melaksanakan workshop manajerial organisasi Batik Jumputan Tebing Breksi.

Hasil dari seluruh kegiatan ini diharapkan bisa menjadikan Batik Jumputan Tebing Breksi menjadi ikon suvenir Wisata Tebing Breksi. Dengan demikian, hal itu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar Wisata Tebing Breksi. (Humas UGM/Hakam)