Oleh: Agung

Fakultas Peternakan UGM bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung mengembangkan aplikasi pencatat hewan ternak. Aplikasi yang diberi nama Sipedet (Sistem Pengembangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Terpadu), merupakan sistem informasi pertama di Indonesia yang membantu pendataan ternak di wilayah Kabupaten Tana Tidung.

Galuh Adi Insani, S.Pt., M.Sc., dosen Fakultas Peternakan UGM, menjelaskan aplikasi Sipedet dapat diakses melalui komputer atau HP tanpa harus membuka web browser karena telah didukung fitur progressive webapp. Dengan menggunakan aplikasi ini peternak dapat menyimpan berbagai data mengenai ternak, antara lain data identitas ternak, distribusi ternak, stock opname ternak, kesehatan ternak, dan undang-undang mengenai peternakan.

“Kita membuat aplikasi ini  mengingat kondisi kelompok ternak di Kabupaten Tana Tidung tersebar dan lokasinya sangat berjauhan sehingga untuk melaporkan hasil recording ke dinas mengalami banyak kendala secara geografis dan tidak bersifat real time," ucap Galuh, di Fakultas Peternakan UGM, Jumat (11/10).

Sebagai salah satu tim pengembangan aplikasi Sipedet, ia menuturkan ketika data ternak telah diinput secara lengkap, peternak dapat mengetahui data silsilah ternak secara otomatis, mengetahui lokasi keberadaan ternak unggul (yaitu melalui data sebaran kelompok ternak yang dihubungkan dengan data kepemilikan ternak), mengetahui persebaran dan mutasi ternak, menentukan lokasi kelompok ternak yang dapat dijadikan target pemberian bantuan dan lokasi penyuluhan peternakan serta otomatisasi surat ternak. Adapun yang saat ini sedang dikembangkan adalah menentukan perangkingan ternak berdasarkan data performa yang telah diinputkan ke dalam sistem.

Dengan aplikasi Sipedet, kata Galuh, dapat memberikan keuntungan bagi peternak dalam proses jual beli ternak. Ketika peternak akan menjual ternaknya, kepercayaan pembeli akan meningkat karena performa ternak telah tercatat.

“Data ternak yang masuk ke dalam sistem tersebut otomatis akan mempunyai semacam KTP ternak dengan QR code di dalamnya. Ketika dipindai, QR code tersebut akan segera mengarah ke data performa ternak. Dengan demikian, peternak hanya perlu membawa surat ternak untuk dipindai QR codenya saat menjual ternaknya," ujarnya.

Aplikasi ini juga mempermudah peternak dalam pengurusan izin usaha peternakan, salah satunya pembuatan izin SIUP, Surat Keterangan Kesehatan Hewan, Surat Gaduhan, TDUP, Arsip Surat, SK, dll. Setiap data yang diinput ketika akan dicetak sudah berbentuk format baku, termasuk di dalamnya urutan surat telah tersusun secara otomatis.

Sistem tersebut pada dasarnya dapat digunakan untuk mencatat semua jenis ternak untuk memberikan informasi pasar harga komoditas suatu produk peternakan. Sedangkan untuk recording lebih diarahkan ke sapi karena memiliki rentang umur yang relatif lebih lama dibandingkan dengan kambing atau ayam.

“Nantinya, diharapkan semua peternak dapat memasukkan data ke sistem tersebut, tetapi agar standarisasi dan kontinuitas pengisian terjaga, untuk sementara sistem dikelola oleh dinas," tuturnya.

Ada beberapa fitur utama dalam Sipedet, yaitu Sikambing (Sistem Informasi Perkembangan Recording), Sisapi (Sistem Informasi Sarana Pelayanan Dan Distribusi), Siopname (Sistem Informasi Stock Opname), Sidomba (Sistem Informasi Dokumentasi Barang), Sikawan (Sistem Pelayanan Perizinan Peternakan Dan Kesehatan Hewan), dan Sipudang (Sistem Informasi Perundang-undangan).

Software inipun telah diperkenalkan oleh Ir. Nanung Agus Fitriyanto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM. selaku wakil dari Direktur Pengabdian Kepada Masyarakat dan Dekan Fakultas Peternakan UGM pada puncak kegiatan Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2019 Kabupaten Tana Tidung, Kamis (3/10).

Dalam kegiatan tersebut, tim Fakultas Peternakan UGM yang terdiri dari Ir. Nanung Agus Fitriyanto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM., Galuh Adi Insani, S.Pt., M.Sc., dan Jati Pikukuh, Amd memberikan pelatihan singkat pemanfaatan aplikasi recording ternak online SIPEDET. Dalam kesempatan ini, aplikasi juga telah dipergunakan untuk menilai pada kegiatan pemilihan ternak sapi unggul dan pemilihan kelompok tani berprestasi. (Humas UGM/ Agung)