Oleh: Satria

Fakultas Peternakan (Fapet) UGM berduka. Salah satu guru besarnya, Prof. Ir. Jafendi Hasoloan Purba Sidadolog, telah meninggal dunia pada Minggu (3/2) di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Pada Selasa (5/2), UGM melaksanakan penghormatan terakhir kepada mendiang di Balairung, Gedung Pusat UGM. Jenazah mendiang kemudian disemayamkan di Pemakaman Sawitsari UGM.

Pria kelahiran Pematang Siantar 71 tahun lalu ini telah aktif menjadi dosen sejak tahun 1975. Ia juga merupakan lulusan dari Fakultas Peternakan UGM pada 1976. Selain mengajar, almarhum juga aktif melakukan penelitian pemuliaan ternak, utamanya unggas.

Banyak dari penelitian tersebut yang telah mendiang publikasikan. Total selama karier akademisnya, beliau telah memubikasikan 42 judul buku, 20 judul penelitian, dan 1 buku. Kerja kerasnya tersebut juga yang membuatnya diserahi jabatan sebagai Kepala Departemen Produksi Ternak UGM dari tahun 2010 hingga 2017.

Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., dalam pidato penghormatannya menyatakan bahwa sumbangsih mendiang Prof. Jafendi bagi bidang peternakan Indonesia begitu besar. Salah satunya pengembangan ayam leher gundul sebagai sumber daya genetik ayam lokal Indonesia. Bahkan menurutnya, Departemen Pemuliaan dan Reproduksi Ternak UGM yang lahir pada 2015 hadir untuk mengenang jasa beliau.

“Sifat kerja keras dan gigih beliau telah membawa hasil yang bermanfaat bagi dunia ternak Indonesia. Kami akan melanjutkan semangat beliau dan mewariskannya kepada para mahasiswa di Fapet untuk kedepannya,” ujarnya.

Pengabdiannya dalam memajukan ternak Indonesia itulah yang membawa mendiang meraih gelar guru besar pada 1 Oktober 2010. Pada pengukuhannya, beliau menyampaikan pidato yang berjudul “Pemuliaan sebagai Sarana Pelestarian dan Pengembangan Ayam Lokal”.

Prof. Ir. Panut Mulyono, D.Eng., M.Eng., yang turut hadir menyampaikan bahwa sosok Prof. Jafendi yang ia kenal merupakan pribadi yang gigih dan memiliki jiwa kepemimpinan. Oleh karenanya, ia berjanji akan meneruskan semangat kepemimpinannya tersebut kepada seluruh sivitas akademika UGM ke depannya.

“Atas nama keluarga besar UGM, saya sampaikan turut berbelasungkawa kepada keluarga mendiang. Semoga diberi ampunan atas segala kesalahannya, dilipat gandakan amal perbuatannya, dan diberi tempat terbaik di sisi Tuhan YME. Untuk selamanya mendiang akan dikenang sebagai guru, pendidik, dan peneliti bagi UGM,” pungkas Rektor UGM. (Humas UGM/Hakam;foto: Vino)