Oleh: Gusti

Sebanyak sepuluh orang mahasiswa lintas prodi dari dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), melaksanakan program Community Family Health Care (CFHC) pada warga Dusun Karangbajang, Desa Tlogoadi, Kecamatan Mlati, Sleman. Seperti diketahui, Desa Tlogoadi di Kecamatan Mlati, Sleman, sempat menjadi daerah zona merah Covid-19 per Juni 2020 dengan 1 orang warga yang terdeteksi positif Covid-19 dan telah sembuh saat kegiatan ini dilakukan.

Angelika Rizki Natasya selaku anggota tim CFHC mengatakan pihaknya melakukan edukasi dan memberi pendampingan masyarakat dalam menyiapkan diri dan keluarganya menghadapi adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Selama dua pekan mulai 14 Juni hingga 28 Juni 2020, mahasiswa dari angkatan 2017 ini secara berkelompok melaksanakan kegiatan pendidikan sekaligus pengabdian masyarakat. “Kita memberikan materi edukasi meliputi penjelasan mengenai new normal di DIY serta apa saja yang harus dilakukan oleh keluarga mitra dalam menghadapi new normal disesuaikan dengan pekerjaannya masing-masing,” kata Angelika Rizki dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (15/7).

Mahasiswa terbagi dalam dua kelompok yakni Kelompok 59 dan 60 CFHC. Masing-masing beranggotakan lima orang mahasiswa dengan dosen pembimbing Ika Ratna Palupi, M.Sc, memberikan edukasi kepada 11 keluarga mitra yang ditentukan sebagai sasaran edukasi berdasarkan rekomendasi Ari Purwandari, SKM selaku petugas Pelayanan Promosi Kesehatan Puskesmas Mlati II.

Menurut Angelika, edukasi pun dilakukan oleh mahasiswa yang berada di tempat tinggal masing-masing di dalam maupun luar DIY dengan aplikasi WhatsApp group. Waktu penyampaian materi adalah pukul 19.30 – 21.00 WIB malam ketika sebagian besar keluarga sudah tidak memiliki kesibukan bekerja.  Prinsip adaptasi kebiasaan baru yang ditekankan yaitu memakai masker, menjaga jarak fisik, mencuci tangan, istirahat yang cukup dan tidak panik. “Keluarga mitra merespons dengan aktif,” katanya.

Dosen pembimbing, Ika Ratna Palupi, M.Sc, mengatakan kegiatan ini mendorong persiapan keluarga menghadapi adaptasi kebiasaan baru. Sekitar lebih dari 80 persen peserta memahami materi edukasi serta mendapatkan solusi dari pertanyaan mereka. Sebelum mengakhiri kegiatan, kata Palupi, mahasiswa juga mendistribusikan new normal kit kepada masing-masing keluarga mitra yang berisi masker, sabun, hand sanitizer, madu botol, tisu basah antiseptik, vitamin C beserta petunjuk pemakaian, poster cuci tangan dan stiker kampanye melawan Covid-19.

Penulis : Gusti Grehenson