Oleh: Ika

Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 6th International Conference on Pharmacy and Advanced Pharmaceutical Sciences (ICPAPS 2019) pada 14-15 November 2019 di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta.

Konferensi mengangkat tema “Exploring the Local Wisdom for Advanced Pharmacy Education and Research”. Diselenggarakan sebagai wadah yang memfasilitasi pertemuan para ahli, peneliti, praktisi, industri dan akademisi di bidang farmasi untuk saling berbagi ide dan gagasan terkait pengembangan riset dan pendidikan kefarmasian.

 “Melalui konferensi ini kami juga ingin menunjukkan kearifan lokal bangsa Indonesia, khususnya DIY yang unggul,” jelas Dekan Fakultas Farmasi UGM, Prof. Agung Endro Nugroho, M.Si., Ph.D., Apt., Selasa (13/11) pada wartawan saat konferensi pers di Kantor Humas UGM.

Oleh sebab itu, selain menggelar konferensi, dalam kesempatan itu pihaknya juga sekaligus mengadakan Festival Jamu Internasional yang akan berlangsung mulai 14-17 November di Hotel Royal ambarrukmo Yogyakarta. Dalam festival itu nantinya akan menampilkan berbagai produk jamu dari UMKM yang dikemas secara modern.

Melalui festival tersebut tidak hanya dijadikan sebagai ajang untuk memamerkan produk-produk jamu olahaan UMKM tanah air. Namun, juga diharapkan dapat membangun sebuah eksosistem yang bisa memberikan manfaat bagi kelangsungan UMKM kedepan.

Sementara koordinator ICPAPS 2019, Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt., menjelaskan penyelenggaraan ICPAS 2019 sekaligus dibarengkan dengan konferensi internasional ASEAN PharmNET 2019. Diikuti tidak kurang dari 350 peserta dari sejumlah negara di ASEAN , seperti Malaysia, Filipina, Thailand, Kamboja, Vietnam, serta Indonesia.

Acara itu menghadirkan pembicara kunci Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti dari Kemenristekdikti. Selain itu, turut mengundang sejumlah narasumber dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Asian Association of Schools of  Pharmacy, ASEAN PharmNET Representative, dan praktisi di bidang industri farmasi. (Humas UGM/Ika; foto Firsto)