Oleh: Ika

Universitas Gadjah Mada membuka kelas internasional untuk program sarjana (International Undergraduate Program) Prodi Biologi.

Kelas internasional ini dibuka sebagai bentuk respons UGM terhadap kebutuhan biolog di pasar global sekaligus menciptakan tenaga biolog yang profesional. Kelas internasional ini telah dimulai sejak  bulan Maret 2019.

“Kelas IUP ini merupakan program internasional pertama kali untuk program sarjana bidang biologi di Indonesia,” jelas Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof.Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Kamis (19/9) saat memaparkan Laporan Tahunan Dekan Fakultas Biologi UGM 2019 yang disampaikan dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-64 Fakultas Biologi UGM.

Dia mengungkapkan bahwa minat siswa mendaftar IUP cukup tinggi. Dalam pembukaan pertama lalu tercatat sebanyak 142 orang yang mendaftar dan dari jumlah tersebut 11 diantaranya dinyatakan memenuhi syarat diterima di IUP pada semester gasal tahun ajaran 2019/2020.

Dalam kesempatan itu, Budi mengatakan Fakultas Biologi memiliki visi menjadi fakultas yang diakui secara internasional sebagai pusat pendidikan, pengembangan penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam biologi, terutama biologi tropis yang berorientasi pada kepentingan bangsa dan Pancasila. Guna mencapai visi itu tahun 2018 lalu Fakultas Biologi melalui program sarjana prodi biologi telah mendapatkan akreditasi internasional ASIIN dari Jerman.

Sementara internasionalisasi bidang akademik program master biologi dimulai tahun 2019 ini dengan mendaftarkan sertifikasi AUN-QA. Sedangkan program doktor telah dilakukan inisiasi joint doctorate degree program dengan The Graduate School of Integrative Biology, the Uiversity of Monpellier, Perancis pada semester genap tahun ajaran 2018/2019.

Sebagai institusi pendidikan yang menyelenggarakan program studi biologi tertua di Indonesia, Budi menyebutkan pihaknya terus berupaya melakukan evaluasi penjaminan mutu dan pengembangan kurikulum. Sistem penilaian berbasis capaian pembelajaran yang diterapkan di 2018 dilanjutkan sebagai sistem penilaian yang diterapkan oleh akreditasi internasional, termasuk ASIIN.

Untuk meningkatkan kualitas pengajaran Fakultas Biologi juga terus mendorong studi lanjut bagi para dosen. Saat ini fakultasnya memiliki 71 orang dosen dengan 36 orang bergelar master dan 35 orang bergelar doktor. Sementara dosen dengan jabatan guru besar sebanyak 5 orang.

Lebih lanjut Budi menjelaskan pada bidang penelitian terjadi kenaikan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Jumlah penelitian pada periode ini sebanyak 133 penelitian, sementara dalam dua periode sebelumnya secara berurutan sebanyak 93 dan 83 penelitian. Sedangkan bidang publikasi, terdapat 176 artikel penelitian yang berhasil terindeks scopus.

“Hal ini menunjukkan bahwa kinerja dosen dalam publikasi sangat tinggi, bahkan rasio jumlah publikasi dengan jumlah dosen menunjukkan rasio sekitar 2,9 yang berarti setiap dosen rata-rata menghasilkan 3 artikel per tahun,”terangnya.

Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng.,D.Eng., IPU., menyampaikan harapan dalam peringatan dies Fakultas Biologi kali ini agar bisa memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pembangunan nasional serta pencapian tujuan SDGs. Menurutnya, Fakultas Biologi mempunyai potensi besar untuk menjadi rujukan dunia dengan luasnya cakupan ilmu yang dipelajari terkait keanekargaman hayati Indonesia.

Usai penyampaian laporan tahunan dekan dilakukan pembacaan pidato ilmiah oleh Direktur Program Pascasarjana Managemen Perkebunan Instiper, Pro.Dr. Kadarwati Budiharjo, SU. Dia membacakan orasi berjudul Peran Biologi Dalam Pengembangan Biotropika Komoditi Kelapa Sawit Indonesia Untuk Menghadapi Dampak Perubahan Iklim Global dan Serangan Black Campaign Dari Komisi Uni Eropa. (Humas UGM/Ika)