Oleh: Ika

Tututan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas kian meningkat dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut menuntut penyedia layanan kesehatan untuk terus meningkatkan mutu layanannya. Para profesional, manajer, dan pimpinan lembaga pelayanan kesehatan harus dapat mengambil keputusan tepat berdasarkan informasi yang memadai. Penelitian kualitatif merupakan salah satu metode penelitian untuk menghasilkan bukti yang relevan.

Guru Besar FKKMK UGM, Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., MPH., Ph.D., menyampaikan tuntutan tersebut bisa dipenuhi dengan dukungan berbagai strategi penelitian untuk mencari pemecahan dari persoalan-persoalan yang muncul seiring peningkatan kompleksitas sistem pelayanan kesehatan. Di bidang kesehatan, penelitian kualitatif merupakan metode yang bisa dikedepankan untuk mengeksplorasi, serta memahami mengapa dan bagaimana suatu permasalahan dapat terjadi berikut implikasinya. Penelitian kualitatif juga andal untuk mengidentifikasi potensi pemecahan masalah hingga penyebab kegagalan suatu intervensi.

“Dengan metode kualitatif, para pembuat kebijakan, praktisi kesehatan, manajer, penyedia layanan, dan konsultan dapat memahami kompleksitas pelayanan kesehatan,” jelasnya, Kamis (20/2) di kampus setempat dalam peluncuran bukunya yang berjudul Tak Kenal maka Tak Sayang: Penelitian Kualitatif dalam Pelayanan Kesehatan.

Buku yang ditulis Prof. Uut ini hadir dengan ilustrasi yang spesifik. Buku ini memaparkan secara detail berbagai hal terkait penelitian kualitatif mulai dari prinsip dasar penelitian kualitatif, merancang penelitian kualitatif, mengumpulkan data, serta menyajikan temuan penelitian kualitatif.

Uut mengatakan buku ini diterbitkan dengan harapan dapat berkontribusi dalam memajukan penelitian kualitatif dan memanfaatkan temuan kualitatif di pelayanan kesehatan. Sementara itu, bagi pembaca, para peneliti, manajer, konsultan di manajemen pelayanan kesehatan, mahasiswa sarjana dan pascasarjana, buku ini menyediakan uraian yang dilengkapi berbagai contoh yang relevan, baik yang bersumber penelitian lain maupun pengalamannya sendiri.

“Buku ini harapannya bisa menambah referensi penelitian kualitatif dan perbaikan di bidang pelayanan kesehatan,” tuturnya.

Buku Tak Kenal maka Tak Sayang ini merupakan buku ke-4 yang ditulis Uut. Buku pertama berjudul Hospital Management (2009); buku kedua mengungkapkan sisi kehidupan di bidang musik, berjudul Akademisi yang Merayakan Musik (2018); dan buku ketiga ditulis bersama tim penelitian World Mosquito Program Yogyakarta berjudul Besanan Nyamuk (2019).

Dalam kesempatan tersebut turut mengundang dua narasumber, yakni Dr. dr. Lucia Kris Dinarti, Sp.PD, Sp.JP(K) dari RSUP Dr Sardjito dan FKKMK UGM dan Dr. dr. Viera Wardhani, M.Kes, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Dr. Lucia hadir sebagai klinisi pemberi pelayanan kesehatan dan peneliti yang akan memberikan masukan mengenai peluang dan relevansi penelitian kualitatif di setting klinis. Sedangkan dr. Viera akan mempertajam kompleksitas pelayanan kesehatan dan kontribusi penelitian kualitatif di bidang manajemen pelayanan kesehatan.

Penulis: Ika