S
umber foto: Dokumentasi Penulis 2026

Keterbatasan akses air bersih masih menjadi tantangan bagi masyarakat di kawasan karst Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisi geografis yang membuat air sulit tersimpan di permukaan maupun di dalam tanah menyebabkan sejumlah wilayah menghadapi kendala dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari, terutama ketika musim kemarau. Situasi tersebut turut dirasakan oleh masyarakat Padukuhan Banyumanik dan Padukuhan Piyuyon, Kalurahan Pacarejo, yang bergantung pada air hujan dan pasokan air dari truk tangki untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Salah satu upaya yang telah diterapkan untuk menghadapi persoalan tersebut adalah Instalasi Pemanenan Air Hujan (IPAH) GAMA Rain Filter. Teknologi ini dirancang untuk menampung dan menyaring air hujan agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber air alternatif. Penerapannya di Kalurahan Pacarejo sejak 2023 membuka peluang untuk meningkatkan ketahanan air rumah tangga sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pembelian air dari luar wilayah.

Namun, keberadaan teknologi pemanenan air hujan tidak serta-merta menjelaskan seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Selain ketersediaan air, penerapan teknologi ini perlu ditinjau dari sisi sosial dan ekonomi, termasuk waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh air, pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan air, serta peluang pemanfaatan air bagi kegiatan produktif.

Berangkat dari persoalan tersebut, Dra. Ike Yuli Andjani, M.Si dari Departemen Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada mengkaji dampak sosial ekonomi penerapan GAMA Rain Filter di Kalurahan Pacarejo. Penelitian ini diarahkan untuk memahami apakah pemanfaatan teknologi tersebut berkaitan dengan perubahan kondisi rumah tangga, baik dalam memenuhi kebutuhan dasar maupun dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Kajian ini juga memiliki relevansi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Ketersediaan air yang memadai merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, penelitian ini berkaitan dengan SDG 6, yaitu Air Bersih dan Sanitasi Layak, yang menekankan pentingnya akses air serta pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

Melalui kajian ini, penerapan GAMA Rain Filter diharapkan dapat dipahami bukan hanya sebagai inovasi teknologi untuk menampung air hujan, tetapi juga sebagai upaya yang perlu dievaluasi berdasarkan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemahaman tersebut penting untuk mendukung pengembangan program penyediaan air yang sesuai dengan kebutuhan rumah tangga, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air.

Referensi:

Campisano, A., Butler, D., Ward, S., Burns, M. J., Friedler, E., DeBusk, K., Fisher-Jeffes, L. N., Ghisi, E., Rahman, A., Furumai, H., & Han, M. (2017). Urban rainwater harvesting systems: Research, implementation and future perspectives. Water Research, 115, 195–209. https://doi.org/10.1016/j.watres.2017.02.056

Leonard, D., & Gato-Trinidad, S. (2021). Effect of rainwater harvesting on residential water use: Empirical case study. Journal of Water Resources Planning and Management, 147(4). https://doi.org/10.1061/(ASCE)WR.1943-5452.0001354

Maryono, A., Nuranto, S., Sembada, P. T. S., & Petrus, H. T. B. M. (2022). GAMA-RainFilter: A modified rainwater harvesting technique to meet the demand of clean water in Indonesia. International Journal of Hydrology Science and Technology, 13(1), 1–22. https://doi.org/10.1504/IJHST.2022.119272

Berita asli dapat dilihat melalui tautan ini