BERITA

Cerita Berdampak

Kisah nyata dan inspiratif kegiatan kemanusiaan telah mengubah kehidupan individu, komunitas & lingkungan

Lanjut Baca

FK-KMK UGM Buka Hibah Terintegrasi AHS 2026 untuk Penguatan Sistem Kesehatan

FK-KMK UGM. Sistem Kesehatan Akademik (Academic Health System/AHS) UGM menyelenggarakan program Hibah Terintegrasi AHS periode tahun 2026 sebagai upaya memperkuat sinergi antara institusi pendidikan, rumah sakit pendidikan, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjawab permasalahan prioritas kesehatan di masyarakat. Program ini dirancang untuk mendorong lahirnya inovasi serta rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan berkelanjutan. Pengumuman penerimaan proposal hibah ini disampaikan pada 30 Maret 2026, dengan cakupan pelaksanaan program di wilayah kerja AHS UGM. Hibah Terintegrasi AHS UGM merupakan instrumen strategis yang mengedepankan pendekatan kolaboratif lintas sektor. Setiap kegiatan yang diusulkan diharapkan melibatkan masyarakat sasaran secara aktif agar program yang dijalankan memiliki keberlanjutan dan dampak nyata. Selain itu, proposal wajib menunjukkan keterlibatan berbagai institusi, termasuk perguruan tinggi, rumah sakit anggota AHS UGM beserta jejaringnya, pemerintah daerah, serta stakeholder lain yang relevan dengan isu kesehatan yang diangkat. Dalam skema pendanaan, FK-KMK UGM menyediakan dana hibah maksimal sebesar Rp30.000.000 sebagai stimulan awal. Pengusul juga diberikan kesempatan untuk memperoleh tambahan pendanaan dari sumber lain yang sah, seperti mitra institusi maupun pemerintah daerah. Dukungan kolaboratif tersebut menjadi nilai tambah dalam proses seleksi proposal, karena mencerminkan kekuatan sinergi antar pihak dalam implementasi program. Setiap proposal diwajibkan menyusun Rencana Anggaran Biaya secara rinci yang mencakup seluruh sumber pendanaan yang digunakan. Mekanisme penyaluran dana hibah dilakukan secara penuh di awal melalui rekening Ketua Tim Pengusul. Sementara itu, wilayah implementasi program difokuskan pada area kerja AHS UGM yang meliputi Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, Klaten, Kabupaten Magelang, Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, dan Wonosobo. Batas akhir pengumpulan proposal ditetapkan pada 25 April 2026 pukul 23.59 WIB melalui email resmi AHS UGM. Melalui program ini, FK-KMK UGM menegaskan perannya sebagai institusi akademik yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga berkontribusi langsung dalam penguatan sistem kesehatan daerah. Integrasi antara akademisi, layanan kesehatan, dan pemerintah menjadi kunci dalam menghasilkan intervensi yang tepat sasaran dan berbasis kebutuhan masyarakat. Program hibah ini juga berkontribusi terhadap pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan intervensi kesehatan berbasis bukti yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan dan menurunkan beban penyakit di masyarakat, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan adanya inovasi dalam program hibah yang dilaksanakan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai karena adanya kolaborasi antara institusi pendidikan, rumah sakit, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merancang dan melaksanakan program kesehatan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Panduan Hibah dapat diakses melalui tautan berikut ini: ugm.id/PanduanHibahAHS2026 (Kontributor: Ayu Hamida Aprilia).

Lanjut Baca

Mengubah Air Hujan Menjadi Sumber Kehidupan: Strategi Adaptasi Perubahan Iklim di Indonesia dan Pengurangan Emisi Karbon

Perubahan iklim bukan lagi sekadar wacana ilmiah, melainkan realitas yang mengetuk pintu kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Pola curah hujan yang tidak menentu dan penurunan muka air tanah menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup. Menjawab tantangan ini, tim peneliti dari Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dipimpin oleh Prof. Dr-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN.Eng, merilis hasil penelitian krusial di tahun 2025 ini. Bertajuk "Studi Pilihan dalam Memanfaatkan Air Tanah dan Memanen Air Hujan untuk Peningkatan Kesehatan dan Kesejahteraan terhadap Perubahan Iklim di Indonesia", riset ini menyoroti dua lokasi strategis dengan karakteristik hidrologi yang kontras namun menghadapi tantangan serupa: Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Semarang. Paradigma Baru: Jangan Buang Air ke Laut Selama bertahun-tahun, paradigma pengelolaan air konvensional berfokus pada drainase—membuang air hujan secepat mungkin ke sungai dan laut. Riset ini mengadvokasi perubahan fundamental menuju konsep Pemanenan Air Hujan (PAH). "Air hujan adalah berkah, bukan musibah. Dengan teknologi tepat guna, air hujan dapat dikelola menjadi sumber air bersih yang melimpah, mendukung kesehatan masyarakat, dan bahkan kebutuhan peternakan." Di Kabupaten Gunungkidul, yang kerap diasosiasikan dengan kekeringan saat kemarau, dan Kabupaten Semarang yang mewakili wilayah peri-urban, tim peneliti melakukan survei mendalam serta dialog partisipatif dengan pemerintah dan kelompok masyarakat. Dokumentasi lapangan menunjukkan antusiasme warga dalam mengadopsi teknologi PAH. Selain itu, penggunaan PAH juga dapat menghemat listrik dan menurunkan kadar emisi karbon. Hal ini menjadi salah satu luaran dari penelitian yang dilakukan tahun 2025 ini.   Integrasi Nyata dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Penelitian ini tidak hanya berhenti pada tataran teknis, tetapi secara langsung berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Berikut adalah tiga pilar utama dampak penelitian ini: Air Bersih & Sanitasi (SDGs 6) Mengurangi ketergantungan pada air tanah yang semakin dalam dan terkadang mengandung kapur tinggi, menggantinya dengan air hujan yang telah difiltrasi dan layak konsumsi. Penanganan Perubahan Iklim (SDGs 13) Meningkatkan ketahanan masyarakat (resiliensi) terhadap cuaca ekstrem. Saat hujan, air disimpan untuk mencegah banjir; saat kemarau, cadangan air tersedia. Kehidupan Sehat & Sejahtera (SDGs 3) Ketersediaan air bersih berkorelasi langsung dengan penurunan risiko penyakit. Di lokasi penelitian Kabupaten Semarang, air hujan bahkan dimanfaatkan untuk sanitasi peternakan, menciptakan lingkungan yang lebih higienis dan produktif. Menuju Kemandirian Air Nasional Laporan akhir hibah penelitian ini merekomendasikan replikasi model PAH di berbagai wilayah Indonesia. Tim peneliti yang beranggotakan Prof. Himawan Tri Bayu Murti Petrus, Muhammad Sulaiman, D.Eng., serta peneliti muda Adnin Musadri, Daniel Wolo, dan Pratama Tirza, optimis bahwa pendekatan berbasis komunitas adalah kunci. "Masyarakat tidak lagi menjadi objek pasif yang menunggu bantuan air tangki saat kemarau, melainkan menjadi aktor aktif yang memanen, mengolah, dan memanajemen air mereka sendiri.”

Selengkapnya

MBA SA Care: Berbagi Kebahagiaan Ramadan Bersama Anak Panti Asuhan

Program Studi Master of Business Administration Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MBA FEB UGM) melalui MBA Student Association (MBA SA) menyelenggarakan kegiatan sosial “BERBAGI: Buka Bersama, bagi Kasih, Kebahagiaan, dan Kepedulian untuk Sesama”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026 di Leadership Hall MBA FEB UGM Yogyakarta sebagai bagian dari rangkaian kegiatan berbagi di bulan suci Ramadan. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara MBA Student Association (MBA SA) 20.0, FORKIS, dan KMK, yang bertujuan menghadirkan momen kebersamaan melalui acara buka puasa bersama dengan anak-anak dari Panti Asuhan Sayap Ibu. Melalui kegiatan ini, mahasiswa MBA FEB UGM tidak hanya berbagi hidangan berbuka, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan yang penuh kehangatan, kebahagiaan, dan kepedulian. Menjelang pelaksanaan acara, panitia membuka periode donasi pada 22 Februari hingga 3 Maret 2026. Donasi dihimpun dari berbagai pihak yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan berbagi ini. Antusiasme para donatur cukup tinggi, tercermin dari 42 donatur yang berkontribusi, baik secara individu maupun kolektif. Dari proses penggalangan dana tersebut, panitia berhasil mengumpulkan total Rp11.500.000. Dalam kesempatan tersebut, Deputy Director of MBA FEB UGM Yogyakarta, Luluk Lusiantoro, S.E., M.Sc., Ph.D., turut menyampaikan sambutan sekaligus memberikan motivasi kepada anak-anak panti asuhan. Ia berharap anak-anak yang hadir tetap semangat belajar dan berani meraih cita-cita. Dalam sambutannya ia menyampaikan, “Siapa tahu nanti teman-teman bisa bergabung bersama kami, sekolah di sini. Aamiin ya. Mudah-mudahan kakak-kakak dan adik-adik semua di sini menjadi pemimpin yang bermanfaat dan juga bermanfaat untuk sesama,” ujar Luluk. Sementara itu, Muhammad Nadhif Daffa Priyansa, selaku CEO MBA SA 20.0, menyampaikan rasa senang dan apresiasinya atas kehadiran anak-anak dari Panti Asuhan Sayap Ibu. Dalam sambutannya, ia berharap kegiatan kolaborasi ini dapat menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan serta menumbuhkan semangat berbagi di bulan Ramadan. “Senang sekali saya dapat berdiri di sini menyambut teman-teman, terutama dari Panti Sayap Ibu. Saya berharap melalui event kolaborasi ini kita dapat bersama-sama berdonasi, berbuka puasa bersama, dan merayakan kebahagiaan di bulan suci ini. Saya juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus terjaga dan dilaksanakan di masa mendatang,” ujar Nadhif. Feri Rahmawan, M.A., selaku Kepala Panti 3 – Panti Disabilitas Kemandirian Terlantar Yayasan Sayap Ibu Cabang DIY, turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas undangan serta perhatian yang diberikan kepada anak-anak panti dalam kegiatan tersebut. “Saya mewakili Ketua Umum Panti Asuhan Sayap Ibu mengucapkan banyak terima kasih karena kami diundang pada kesempatan sore hari ini. Sekali lagi terima kasih, semoga anak-anakku semua tetap semangat mengikuti acaranya,” ujar Feri. Kegiatan MBA SA Care diisi dengan berbagai rangkaian acara yang menghadirkan suasana hangat dan penuh keceriaan seperti mengikuti beragam games seru yang melibatkan interaksi antara mahasiswa dan anak-anak panti asuhan, sehingga menciptakan momen kebersamaan yang dipenuhi tawa dan kegembiraan. Selain itu, juga ada pembacaan ayat suci Al-Quran. Acara ini juga turut dimeriahkan dengan tausiah dongeng inspiratif yang disampaikan oleh Mohammad Johari, S.Pd. Reporter : Fitrianti Rizqi A, Raina Satmika D Editor : Ayu Aprilia