BERITA

Cerita Berdampak

Kisah nyata dan inspiratif kegiatan kemanusiaan telah mengubah kehidupan individu, komunitas & lingkungan

Lanjut Baca

UGM Bergerak Cepat Tangani Banjir di Pati, DERU DPkM dan Mahasiswa KKN-PPM Turun ke Lapangan

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggerakkan Disaster Responses Unit (DERU) bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) unit JT-159 untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga yang terdampak banjir di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah (16/1). Inisiatif ini merupakan bagian dari program UGM Peduli Bencana Banjir Jawa Tengah 2026, yang mencerminkan komitmen universitas terhadap tanggung jawab sosial dan dukungan kepada masyarakat di saat bencana. Penyaluran bantuan dilakukan di salah satu posko desa yang terdampak banjir, kebutuhan logistik dasar disalurkan, termasuk bahan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan darurat lainnya yang diperlukan oleh warga selama masa tanggap darurat. Tim DERU berkoordinasi dengan pejabat pemerintah setempat, relawan komunitas, TNI, Polri, dan lembaga penanganan bencana untuk memastikan bantuan tersalurkan secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dr. Djoko Santosa, Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat yang mengelola DERU UGM, menekankan bahwa kehadiran UGM di lokasi bencana adalah manifestasi nyata dari komitmen universitas terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. "UGM berusaha untuk hadir tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang merasakan dan membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,"ungkapnya. Kepala Desa Kedung Pancing, Didik Narwadi, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian UGM terhadap warganya di tengah masa sulit ini. Ia menjelaskan bahwa banjir mulai melanda wilayahnya sejak Sabtu lalu dan berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. "Saya dan seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Saat ini hampir 197 rumah terendam banjir dengan sekitar 750 jiwa terdampak. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi warga kami yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan tidak bisa melaut karena debit air yang terus meningkat serta arus yang deras," terang Didik. Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Dewi Riani, Ketua Tim Relawan Desa Tluwah. Ia memaparkan kondisi terkini banjir di desanya yang masih cukup memprihatinkan, dengan 362 rumah terdampak, 392 Kepala Keluarga, dan total 1.083 jiwa, dengan ketinggian air berkisar antara 5 hingga 145 sentimeter. "Kebutuhan utama warga saat ini adalah sembako dan kebutuhan sehari-hari. Idealnya kami membuka dapur umum, namun karena kondisi belum memungkinkan, sementara ini dapur umum baru tersedia di tingkat kecamatan. Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan, termasuk dari UGM. Semoga membawa berkah bagi warga kami," jelas Dewi. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena sejumlah program kerja mahasiswa KKN-PPM belum dapat berjalan optimal akibat situasi darurat bencana. Selain menyalurkan bantuan berupa bahan makanan, obat-obatan, dan perlengkapan pendukung evakuasi, mahasiswa KKN-PPM UGM juga terlibat langsung dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Mereka membantu proses evakuasi warga, pendistribusian logistik, serta pendampingan masyarakat di posko-posko siaga bencana. Muhammad Reza Oktavian, Koordinator Mahasiswa Subunit Kedungpancing, mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. "Kami sangat berterima kasih kepada UGM atas dukungan yang diberikan. Selama banjir, kami membantu evakuasi, penyaluran makanan, obat-obatan, dan logistik lainnya. Dari peristiwa ini, kami belajar tentang pentingnya rasa syukur, kerja sama, serta saling tolong-menolong dalam menghadapi situasi sulit," ujarnya. Sementara itu, Dimas Satria Utama, Koordinator Mahasiswa Subunit Desa Tluwah, menjelaskan bahwa sejak banjir melanda pada Minggu lalu, mahasiswa telah aktif berada di posko untuk membantu warga. "Kami membantu penyaluran bantuan ke RT 2 Desa Tluwah, termasuk donasi dari alumni SMP dan Badan Amil Zakat. Selain itu, kami juga melakukan pendampingan masyarakat dan pembentukan posko siaga bencana," jelasnya. Dimas menambahkan, pengalaman menghadapi banjir menjadi pembelajaran berharga bagi mahasiswa. "Kami belajar tentang solidaritas dan kerja sama, baik dengan warga maupun relawan, dalam proses evakuasi dan penanganan banjir. Ini juga menjadi pengalaman pertama bagi kami, sehingga ke depan kami lebih siap dan dapat mendorong upaya-upaya preventif," ungkapnya. Koordinator Mahasiswa Unit Desa Tluwah, Lara Daniswara, turut menambahkan bahwa banjir menjadi pengalaman baru yang membuka wawasan bagi mahasiswa. "Kami sempat kaget karena unit kami belum pernah mengalami banjir. Namun dari sini kami belajar dari masyarakat bagaimana cara menanggulangi bencana, tetap tenang, serta memahami kebutuhan warga," tuturnya. Prof. Ir. Nanung Agus Fitriyanto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM, selaku Kepala Sub Direktorat Pengelolaan KKN-PPM UGM, menyampaikan bahwa bencana tidak dapat dipahami semata sebagai angka dan data. Menurutnya, di balik setiap laporan terdapat keluarga yang kehilangan rasa aman dan aktivitas harian masyarakat yang terhenti. “Kehadiran mahasiswa KKN-PPM di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga menghadirkan empati, kepedulian, dan semangat kebersamaan bagi warga terdampak sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat,”pungkasnya. Penulis/Editor: DnHalimah&Ainun/Dn Halimah, Sumber/Foto: Tim Humas DPkM UGM

Lanjut Baca

 UGM Bersama KLUB Wujudkan Kebermanfaatan akan Masyarakat Luas Melalui Penyerahan Donasi Kegiatan UUCR 2025 

UGM bersama KAGAMA Lari untuk Berbagi (KLUB) melaksanakan penyerahan dana donasi sebesar Rp500.202.576,00 yang terhimpun melalui kegiatan UGM Ultra 76K Charity Run (UUCR) 2025 dalam rangka Dies Natalis Ke-76 UGM Tahun 2025. Kegiatan penyerahan dana berlangsung pada Kamis (22/01) di Ruang Sidang Pimpinan, Gedung Pusat UGM, dan dihadiri oleh 12 peserta. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, serta Budi Susilo selaku Ketua Panitia UUCR 2025. Dalam pemaparannya, Budi Susilo menjelaskan bahwa UUCR 2025 diikuti oleh 287 pelari dengan keterlibatan peserta dari berbagai latar belakang. Kegiatan yang dipersiapkan selama tiga bulan ini berhasil menghimpun dana donasi yang dialokasikan untuk berbagai program, antara lain bantuan beasiswa bagi mahasiswa terdampak bencana, program beasiswa reguler UGM, serta dana abadi UGM. Ia berharap pada pelaksanaan kegiatan selanjutnya, jumlah donasi dapat meningkat hingga mencapai target Rp1 miliar, seiring dengan peningkatan profesionalisme penyelenggaraan acara dan strategi penggalangan peserta serta donasi. “Diharapkan ke depan acara bisa lebih profesional dan terus di-improve. Meskipun pendaftarannya bersifat internal, upaya teman-teman dalam mengumpulkan peserta perlu diapresiasi dan terus ditingkatkan,” ujarnya. Apresiasi terhadap kegiatan ini disampaikan oleh Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si. Ia menegaskan bahwa KLUB merupakan komunitas alumni yang secara konsisten berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan sehingga UGM berkomitmen untuk terus mendukung berbagai inisiatif yang dilakukan oleh KLUB. Menurutnya, komunitas lari tidak hanya menjadi wadah aktivitas olahraga, tetapi juga ruang ekspresi, kolaborasi, dan inovasi yang dapat terus dikembangkan untuk memberikan dampak yang lebih luas. “Dalam komunitas lari ada banyak ekspresi yang bisa dikembangkan. Ke depan komunitas ini akan terus tumbuh, dan tentu masih banyak hal yang dapat diperbaiki dan ditingkatkan,” pungkasnya. Kegiatan penyerahan dana ini ditutup dengan sesi foto bersama serta diskusi terkait evaluasi dan rencana pengembangan kegiatan KLUB ke depan. Melalui kegiatan ini, UGM dan KLUB menegaskan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung penguatan kualitas pendidikan serta keberlanjutan program beasiswa bagi mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan, melalui sinergi antara universitas dan KLUB dalam mendorong kebermanfaatan bagi masyarakat.   [Kantor Alumni: Hansel, Foto: Nandik]

Selengkapnya

Satu Rasa, Satu Keluarga: Tanda Kasih Radiologi UGM untuk Saudara di Sumatera

YOGYAKARTA – Musibah banjir yang melanda beberapa wilayah di Sumatera beberapa waktu lalu turut dirasakan kepedihannya oleh keluarga besar Departemen Radiologi FK-KMK UGM. Bencana ini tidak hanya berdampak pada masyarakat umum di sana, namun juga menimpa keluarga dari beberapa rekan Peserta Program Dokter Spesialis (PPDS) Radiologi. Merespons kondisi tersebut, rasa empati segera terwujud menjadi aksi nyata. Segenap civitas akademika, mulai dari staf pengajar, tenaga kependidikan, alumni, hingga sesama residen, bahu-membahu menggalang donasi untuk meringankan beban rekan sejawat. Penyerahan tali asih tersebut dilangsungkan di Ruang Pertemuan Departemen Radiologi FK-KMK UGM, dimana Kepala Departemen Radiologi FK-KMK UGM, dr. Yana Supriatna, Ph.D, Sp.Rad., Subsp. RI (K), menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan residen yang terdampak. Momen kebersamaan ini menjadi pengingat hangat bahwa pendidikan spesialis bukan hanya perjalanan akademik menuntut ilmu, melainkan juga tentang membangun ikatan persaudaraan yang kokoh. Upaya gotong royong ini secara esensial selaras dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs). Bantuan yang diberikan diharapkan turut berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan dasar pasca-bencana, sejalan dengan cita-cita tanpa kelaparan (SDGs 2), terjaminnya air bersih dan sanitasi (SDGs 6), kehidupan yang sehat dan sejahtera (SDGs 3), serta dukungan terhadap kota dan pemukiman yang berkelanjutan (SDGs 11). Bantuan yang disalurkan diharapkan tidak semata dinilai dari nominalnya, tetapi dimaknai sebagai pesan moral bahwa tidak ada residen yang berjalan sendirian saat menghadapi masa sulit. Dukungan psikososial dari "rumah kedua" di departemen ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan (resiliensi) rekan sejawat dan keluarganya, sehingga dapat segera bangkit dan beraktivitas kembali secara optimal. Semoga tali asih ini dapat sedikit meringankan beban keluarga di Sumatera dan semakin mempererat rasa kekeluargaan di lingkungan Radiologi FK-KMK UGM. (PL,MY)

Selengkapnya

78 Tahun FKG UGM ‘Meretas’ Air Hujan Menjadi Air Minum, Dorong Kampus Hijau Ramah Lingkungan

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) menandai Dies Natalis ke-78 dengan langkah yang melampaui seremoni akademik. Pada perayaan tahun ini, FKG UGM meluncurkan sistem panen air hujan yang diolah menjadi air layak konsumsi, sebuah inovasi yang menggabungkan sains kesehatan, teknologi lingkungan, dan komitmen keberlanjutan kampus. Peresmian dilakukan dalam rangkaian pembukaan Dies Natalis yang dihadiri Wakil Rektor UGM Bidang Perencanaan, Aset & Sistem Informasi Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., Dekan FKG UGM Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia (SDM)FKG UGM  drg. Margareta Rinastiti, M.Kes., Sp.KG. Subsp.KR(K)., Ph.D, sivitas akademika FKG UGM, mitra industri, serta perwakilan fakultas kluster kesehatan UGM. Dalam sambutannya, Dekan FKG UGM menegaskan bahwa usia 78 tahun bukan sekadar penanda historis, melainkan momentum refleksi atas peran fakultas dalam menjawab tantangan masa depan, khususnya krisis lingkungan dan efisiensi sumber daya air. DARI PENGELOLAAN SAMPAH KE PANEN AIR HUJAN FKG UGM sebelumnya dikenal sebagai salah satu fakultas yang konsisten mengelola sampah berbasis pemilahan dan daur ulang. Sampah anorganik seperti botol plastik dan kertas tidak hanya dipisahkan, tetapi juga dimanfaatkan untuk program donasi dan pengelolaan berkelanjutan. Tahun ini, pendekatan tersebut dikembangkan lebih jauh melalui pengelolaan air hujan. Air yang ditampung tidak langsung digunakan, melainkan melalui serangkaian proses teknologi: filtrasi, pengendapan, sterilisasi ultraviolet (UV), hingga reverse osmosis (RO). Hasil akhirnya adalah air dengan tingkat kemurnian tinggi yang aman untuk dikonsumsi serta berpotensi digunakan dalam kebutuhan klinik kedokteran gigi “Inovasi ini bukan sekadar memanen hujan lalu diminum. Ada tahapan ilmiah yang ketat agar air benar-benar steril dan aman,”, papar Dekan FKG UGM. “Keberadaan inovasi pemberdayaan air hujan ini, sebagai penanda komitmen terhadap inovasi serta keberlanjutan, hari ini juga kita kuatkan dengan agenda Peresmian Air Minum RO (Reverse Osmosis) dari air tadah hujan FKG UGM, sebagai langkah nyata menghadirkan kampus yang lebih sehat, adaptif, dan ramah lingkungan, ungkap Ketua Panitia Dies Natalis FKG UGM ke 78, Dr, drg. Bramasto Purbo Sejati, Sp.B.M.M., Subsp. T.M.T.M.J.(K), dalam sambutannya. Wakil Rektor UGM & Dekan FKG UGM mengamati instalasi air minum berbasis air hujan RELEVANSI MEDIS: AIR MURNI UNTUK PRAKTIK KEDOKTERAN GIGI Berbeda dari program lingkungan pada umumnya, sistem panen air hujan FKG UGM dirancang dengan orientasi medis. Air hasil RO memiliki konduktivitas listrik yang sangat rendah karena bebas dari partikel terlarut. Kondisi ini dinilai ideal untuk mendukung penggunaan alat-alat kedokteran gigi seperti bur dan ultrasonic scaler, karena dapat mengurangi risiko rasa ngilu pada pasien serta meningkatkan kenyamanan tindakan klinis Ke depan, fakultas berencana memanfaatkan menara penampungan air di area sekitar musala, Dental Learning Center, serta gedung OECF sebagai bagian dari sistem terpadu panen air hujan. JEJAK KARBON DAN BUDAYA INTROSPEKSI LINGKUNGAN Selain air, Dies Natalis ke-78 juga menjadi titik awal pengembangan penghitungan jejak karbon (carbon footprint) di lingkungan FKG UGM. Melalui indikator ini, setiap aktivitas sivitas akademika—mulai dari penggunaan kendaraan, listrik, hingga kebiasaan merokok akan dipetakan kontribusinya terhadap kerusakan lingkungan. Pendekatan ini bertujuan membangun budaya introspeksi kolektif. Fakultas berharap kesadaran lingkungan tidak berhenti pada slogan, tetapi terwujud dalam perubahan perilaku sehari-hari. APRESIASI UGM DAN HARAPAN REPLIKASI KE FAKULTAS LAIN Pimpinan universitas yang hadir menyebut FKG UGM sebagai contoh konkret bahwa inovasi lingkungan dapat lahir dari fakultas kesehatan, bukan hanya dari rumpun teknik atau sains murni. Inisiatif panen air hujan dan penghitungan jejak karbon dinilai berpotensi direplikasi oleh fakultas lain di UGM. “Acara besar tidak selalu identik dengan sampah berserakan. Apa yang dilakukan FKG UGM menunjukkan bahwa keberlanjutan bisa menjadi bagian dari budaya akademik,” ujar Wakil Rektor UGM Bidang Perencanaan, Aset & Sistem Informasi Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D. SIMBOL PERUBAHAN DI USIA 78 TAHUN Perayaan Dies Natalis ditutup dengan simbolisasi minum air hasil olahan hujan oleh pimpinan universitas dan fakultas. Aksi tersebut menegaskan pesan utama perayaan tahun ini: inovasi, keberanian ilmiah, dan tanggung jawab ekologis. Di usia ke-78, FKG UGM tidak hanya merayakan masa lalu sebagai salah satu cikal bakal UGM, tetapi juga menegaskan arah masa depan—menjadi institusi pendidikan kedokteran gigi yang unggul, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan global. (Reporter: Andri Wicaksono, Fotografi: Fajar Budi Harsakti)

Selengkapnya

Penyaluran Dana Bantuan dari Masjid Jogokariyan Untuk 18 Mahasiswa FIB UGM yang Terdampak Bencana Banjir Sumatera

Yogyakarta, 8 Januari 2025 - Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Masjid Jogokariyan untuk penyerahan donasi kepada 18 mahasiswa FIB UGM asal Sumatera yang terdampak bencana banjir. Penyerahan bantuan ini menjadi wujud kepedulian dan solidaritas berbagai elemen masyarakat terhadap mahasiswa yang terdampak langsung bencana alam. Kegiatan ini dihadiri oleh empat perwakilan mahasiswa terdampak bencana dari Sumatra, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Prof. Dr. Setiadi, M.Si., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, Dr. Mimi Savitri, M.A., Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Suray Agung Nugroho, S.S., M.A., Ph.D., Paksi Raras Alit selaku Ketua Kagama FIB, Alit Jevi Prabangkoro selaku  perwakilan seniman penggalangan dana Jogja Hanyengkuyung Sumatra, Muhammad Rizqi Rahim dan rekan-rekan, serta perwakilan dari Masjid Jogokariyan. Paksi Raras Alit menyampaikan bahwa pada Selasa, 23 Desember 2025, telah dilaksanakan kegiatan Jogja Hanyengkuyung Sumatra sebagai bentuk solidaritas para musisi, penggiat event, relawan, dan masyarakat Yogyakarta untuk membantu saudara-saudara di Sumatra yang terdampak bencana banjir. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kagama dan Kagama Care untuk pembangunan fasilitas MCK di wilayah terdampak, yang saat ini telah mulai berjalan. Penggalangan donasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Masjid Jogokariyan yang dikenal memiliki sistem pengelolaan dana yang transparan dan terpercaya, sehingga diharapkan bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran. Perwakilan relawan menyampaikan bahwa kehadiran mereka di FIB UGM juga menjadi momentum silaturahmi dan diharapkan dapat menjadi awal dari kerja sama lanjutan dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Sementara itu, perwakilan pengurus Masjid Jogokariyan menjelaskan bahwa pihaknya menerima amanah dari panitia Jogja Hanyengkuyung Sumatra serta rekomendasi dari Kagama FIB untuk menyalurkan bantuan kepada mahasiswa FIB UGM yang terdampak bencana di Sumatra. Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM, Prof. Dr. Setiadi, M.Si., menyampaikan bahwa FIB UGM sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi, khususnya yang berkaitan dengan pendampingan masyarakat dan kegiatan pengabdian. Ia juga menegaskan dukungannya terhadap sinergi antara perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan bersama. Donasi yang disalurkan oleh Masjid Jogokariyan kepada mahasiswa FIB UGM terdampak bencana Sumatra sebesar Rp3.000.000 per mahasiswa. Penyaluran donasi diberikan setiap bulan sekali, bantuan disalurkan melalui Fakultas Ilmu Budaya UGM Kegiatan penyaluran donasi ini tidak hanya bertujuan untuk meringankan beban ekonomi mahasiswa terdampak bencana, tetapi juga menjadi upaya menjaga keberlanjutan pendidikan serta memperkuat semangat gotong royong dan kemitraan lintas komunitas. Melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, komunitas keagamaan, seniman, relawan, dan alumni, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya dalam pengentasan dampak sosial pascabencana, pemenuhan akses pendidikan yang inklusif, serta penguatan kemitraan untuk pembangunan yang berkelanjutan. [Humas FIB UGM, Alma Syahwalani]

Selengkapnya

Baksos Besar 2025: Komitmen Departemen Radiologi FK-KMK UGM dalam Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Cangkringan

Sebagai institusi akademik yang menjunjung tinggi tridarma perguruan tinggi, Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada terus memperkuat kontribusinya dalam pengabdian kepada masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui Radiocare, sebuah program pengabdian resmi yang menjadi wadah kegiatan sosial dan edukasi kesehatan yang dilaksanakan secara terstruktur setiap tahunnya. Pada tahun 2025, Radiocare kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan puncak yang dikenal sebagai Baksos Besar Radiocare 2025. Dengan mengusung tema “Radiologi Mengabdi: Sehatkan Diri, Berdayakan Potensi, Ceriakan Hati”, acara ini memadukan kegiatan edukatif, pemeriksaan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu rangkaian terpadu. Tiga kegiatan utama dilaksanakan di tiga lokasi berbeda, yaitu Balai Desa Argomulyo, Puskesmas Cangkringan, dan Panti Asuhan Al Hikmah Sejalan Cangkringan. Rangkaian kegiatan dimulai di Balai Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Lokasi ini memiliki potensi besar pada komoditas hasil bumi, terutama singkong, yang menjadi bahan pangan khas dan melimpah. Potensi tersebut kemudian diangkat dalam kegiatan demo masak dan edukasi pangan sehat sebagai bentuk pemberdayaan pangan lokal dan peningkatan literasi gizi. Acara dibuka secara resmi oleh dr. Torana, Sp.Onk.Rad, selaku penanggung jawab Baksos Besar Radiocare 2025. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri, salah satunya melalui pilihan makanan bergizi dari bahan lokal yang mudah diperoleh. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai manfaat ketela untuk kesehatan oleh dr. Vincent, Ph.D, staf pengajar Departemen Radiologi FK-KMK UGM. Beliau menjelaskan berbagai kandungan penting dalam singkong, seperti serat, vitamin, dan indeks glikemiknya yang relatif rendah. Selain itu, ketela juga memiliki potensi sebagai alternatif pangan sehat yang mampu mendukung program diversifikasi pangan nasional. Acara selanjutnya yang ditunggu tunggu oleh para peserta yang merupakan  ibu-ibu PKK dan para kader kesehatan dari lingkungan Desa Argomulyo, adalah demo pembuatan “Cassava Pastel”, sebuah kreasi pangan sehat berbahan dasar singkong yang dipandu langsung oleh pelaku UMKM lokal Singkong Anak Tani. Melalui aktivitas langsung seperti melihat, mencicipi, hingga mempraktikkan pembuatan pastel singkong, peserta dapat memperoleh pengalaman nyata tentang pengolahan makanan sehat dan berbeda dari kebiasaan sehari-hari. Kepala Desa Cangkringan, Bapak Danang Hendri Bintoro, S.E., turut memberikan sambutan positif terhadap kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi bersama institusi pendidikan tinggi seperti departemen radiologi FK-KMK UGM ini sangat membantu desa dalam memaksimalkan potensi lokal, terutama dalam hal edukasi kesehatan dan ekonomi kreatif berbasis pangan. Kegiatan kedua Baksos Besar Radiocare 2025 menggandeng Puskesmas Cangkringan untuk melaksanakan pelayanan kesehatan berupa penyuluhan awam dan skrining USG payudara. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran dan deteksi dini penyakit payudara pada wanita, terutama kanker payudara yang masih menjadi salah satu penyebab terbesar angka kesakitan di Indonesia. Kepala Puskesmas Cangkringan, dr. Lilis Setyaningkrum, MARS, menyambut baik kegiatan ini dan menekankan bahwa edukasi kesehatan masyarakat mengenai kanker payudara sangatlah penting, mengingat banyak pasien datang ke fasilitas kesehatan ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut. Hadirnya skrining USG secara gratis tentu memberi kesempatan bagi warga untuk melakukan pemeriksaan dini secara akurat. Sesi penyuluhan mengenai kanker payudara disampaikan oleh dr. Zakia Ftirani, Sp.PD dan dr. Devina Yudistiarta, M.Sc., Sp.Rad. Materi mencakup anatomi payudara, faktor risiko, tanda-tanda bahaya, cara pencegahan, hingga pentingnya deteksi dini. Penyampaian yang komunikatif dan menggunakan bahasa awam membuat peserta lebih mudah memahami dan aktif bertanya mengenai masalah yang sering mereka hadapi. Setelah penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan USG payudara bagi 30 peserta yang telah mendaftar melalui Puskesmas Cangkringan. Pemeriksaan USG ini disupervisi langsung oleh dr. Devina Yudistiarta, M.Sc., Sp.Rad dan dr. Naela Himayati Afifah, Sp.Rad., M.Sc, sementara pelaksanaannya dilakukan oleh para peserta pendidikan dokter spesialis radiologi FK-KMK UGM. Pemeriksaan berjalan tertib, nyaman, dan sesuai standar protokol radiologi. Banyak peserta menyampaikan rasa bersyukur karena dapat mengikuti skrining yang biasanya membutuhkan biaya tidak sedikit. Beberapa peserta mengaku bahwa ini merupakan pengalaman USG breast pertama mereka, sehingga sangat membantu dalam memberikan pemahaman tentang kondisi kesehatan payudara masing-masing. Sebagai penutup rangkaian Baksos Besar Radiocare 2025, Departemen Radiologi FK-KMK UGM juga melakukan kegiatan sosial di Panti Asuhan Al Hikmah Sejalan Cangkringan. Kegiatan di panti asuhan ini sudah menjadi agenda rutin Radiocare, termasuk layanan pengobatan gratis dan penyuluhan kesehatan untuk anak-anak panti. Pada kegiatan puncak tahun 2025 ini, Radiocare tidak hanya memberikan donasi kebutuhan pokok dan perlengkapan anak-anak, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang menyenangkan dan edukatif dengan membawa anak-anak berekreasi ke Taman Pintar, Kota Yogyakarta. Di Taman Pintar, anak-anak panti dapat belajar sains dengan cara yang menyenangkan melalui permainan interaktif, percobaan sederhana, dan eksplorasi berbagai wahana edukatif. Kegiatan rekreasi edukatif ini bertujuan memperluas wawasan anak-anak panti asuhan, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta memotivasi mereka untuk terus belajar dan bermimpi mengenai masa depan. Interaksi hangat antara staf Departemen Radiologi FK-KMK UGM, para residen, dan anak-anak panti menciptakan suasana ceria yang menjadi makna dari tagline Radiocare: menyehatkan, memberdayakan, sekaligus menceriakan. Seluruh rangkaian kegiatan ini berada di bawah supervisi dan arahan dr. Yana Supriana, Sp.Rad., Ph.D, selaku Kepala Departemen Radiologi FK-KMK UGM. Melalui tiga pilar kegiatan yang telah dilaksanakan, yaitu peningkatan gizi berbasis potensi desa, deteksi dini penyakit, serta pemberdayaan dan edukasi generasi muda, Bakti Sosial Radiocare 2025 menanamkan pesan bahwa kesehatan tidak terpisahkan dari kesejahteraan dan masa depan. Dengan semangat “Sehatkan Diri, Berdayakan Potensi, Ceriakan Hati”, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlangsung dan berkembang pada tahun-tahun berikutnya. Radiocare menunjukkan bahwa ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan kepedulian, maka pengabdian bukan hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga panggilan nurani untuk membangun masyarakat yang lebih sehat dan berdaya. Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Departemen Radiologi FK-KMK UGM dalam menjalankan SDGs 1 "No poverty", SDGs 2 “Zero hunger” dan SDGs 10 “Reduced inequality”  dengan memberikan bantuan dan kepedulian pada Panti Asuhan Al Hikmah sejalan dan kegiatan pemberdayaan diri di Desa Argomulyo, serta SDGs 3 “Good health and well-being” dengan melakukan screening USG dan seminar awam pada Puskesmas Cangkringan. Kontributor : Aulia, Karsa, Nisa, Ridwan

Selengkapnya

Participation of Women in Renewable Energy [POWERE]: Keterlibatan Antropologi Mengawal Energi Terbarukan dari Pesisir Negeri

Laboratorium Antropologi untuk Riset dan Aksi (LAURA) menjadi perwakilan UGM yang terlibat dalam proyek Participation of Women in Renewable Energy (POWERE). Proyek ini memperoleh hibah dari UKRI Ayrton Challenge, melibatkan beberapa universitas seperti University of Sussex, Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. Proyek POWERE menyoroti isu ketidakmerataan akses dan dampak perubahan iklim di kawasan pulau dan pesisir. Menawarkan inovasi melalui pendayagunaan FPV (floating photovoltaic) atau panel surya apung sebagai alternatif energi terbarukan turut menaruh perhatian pada aspek gender, dan ekonomi masyarakat pesisir-luar jaringan (off-grid). Proyek POWERE ini tak hanya berfokus pada penciptaan infrastuktur fisik, namun juga infrastruktur sosial yang ditempuh melalui penguatan inklusivitas gender dalam ekonomi rumput laut di kawasan pesisir dan kepulauan di Sulawesi Selatan. Tim POWERE dipimpin oleh Prof. Raminder Kaur (US), Dr. Muhammad Zamzam Fauzanafi (UGM), Dr. Mia Siscawati (UI), Dr. Bradley Parrish (US), Prof. Peter Newell (US) menjadi proyek kolaborasi multidisiplin yang ‘utuh’ dalam topik energi terbarukan.  Sejak pertengahan tahun ini, tim POWERE melakukan kajian awal menyasar beberapa lokasi seperti Rannu, Katingting, Biawasa dan mempresentasikannya di World Conference on Governance and Social Sciences Universitas Hasanuddin pada 11-12 November 2025 lalu. Beragam topik dari kajian awal didiskusikan diantaranya desain infrastruktur berbasis komunitas, sensory ethnography, telaah hubungan gender-perubahan iklim-resiliensi perempuan dari perspektif feminis, energi terbarukan-infrastruktur sosial, dan tantangan adaptasi iklim bagi perempuan petani rumput laut. Keluasan topik yang muncul dari solar energy dan konsekuensi sosial yang mulai disadari menjadi tantangan kedepan dari proyek POWERE. Disamping Project Lead, proyek ini turut melibatkan peneliti post-doc seperti Dr. Diah Irawaty, Dr. Runavia Mulyasari, Dr. Chu Chun Yu, Dr. Agung Iswadi dan Monika Swastyastu, M.A. dalam riset lanjutan selama proyek ini berlangsung. Proyek POWERE mendapat dukungan berbagai lembaga non-pemerintah maupun pemerintah seperti CARE Indonesia, Aquatera, Development Finance International, Auroville Consulting dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia sebagai mitra finansial maupun pembuat kebijakan. Memijaki tahapan awal dari tiga tahun program kerja, tim POWERE telah menerbitkan Newsletter dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang dapat diakses melalui laman University of Sussex serta Departemen Antropologi. Untuk mendapat perkembangan terbaru akan proyek POWERE, pembaca bisa mengikuti akun instagram resmi @powere.women yang secara berkala membagikan foto dan video kegiatan selama proyek berlangsung.  Penulis: Okky Chandra Baskoro

Selengkapnya

KAFEGAMA Gelar Konser Amal untuk Bantu Korban Bencana Sumatra dan Beasiswa Mahasiswa FEB

Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) dan FEB UGM menyelenggarakan Konser Amal KAFEGAMA untuk penggalangan dana beasiswa sekaligus dana kemanusian bagi korban bencana di Sumatra. Konser berlangsung Sabtu malam, 6 Desember 2025 di Grand Pacific Hotel, Yogyakarta.  Pada momen tersebut, KAFEGAMA menyerahkan donasi beasiswa sebesar Rp 250 juta  ke FEB UGM. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Pengurus Pusat KAFEGAMA, Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., kepada Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA.  Sementara itu, penggalangan dana kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatera yang telah dibuka sejak 1 Desember 2025 telah berhasil menghimpun Rp 525.800.000. Adapun donasi masih terus dibuka hingga 10 Desember 2025.  Ketua Pengurus Pusat KAFEGAMA, Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., menjelaskan bahwa konser amal ini menjadi seruan untuk berempati dan bertindak nyata membantu masyarakat yang tertimpa musibah di wilayah Sumatra.  Ia pun secara khusus mengajak seluruh keluarga besar FEB UGM untuk berdonasi guna meringankan beban para korban bencana banjir dan longsor, khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.  "Acara ini tidak memiliki arti apabila kita tidak berempati atas apa yang terjadi kepada Saudara kita yang sedang dilanda bencana. Mari kita berdoa agar proses pemulihan pasca bencana berjalan aman dan lancar, serta masyarakat di wilayah terdampak senantiasa dilimpahkan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan," ujar Kiki, sapaan akrab Friderica. Bukti aksi kemanusiaan dan dampak nyata konser amal ini menegaskan komitmen KAFEGAMA untuk menjadi organisasi yang "Migunani" atau bermanfaat. Kiki mengungkapkan dampak kemanfaatan yang telah dihasilkan alumni yaitu aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan senilai Rp80 juta kepada 400 penerima manfaat melalui  sinergi aktif dengan tujuh cabang Pengurus Daerah KAFEGAMA. Lalu, KAFEGAMA menyalurkan bantuan beasiswa sebesar Rp250 juta untuk mahasiswa FEB UGM. Upaya ini menjadi investasi alumni untuk memastikan bibit-bibit unggul masa depan tidak terhalang oleh kendala finansial dalam meraih prestasi. “Acara ini merupakan realisasi dari motto organisasi "Guyub Rukun Migunani". Di usia ke-10, KAFEGAMA membutuhkan energi, gagasan, dan kontribusi dari kita semua untuk melangkah menuju dekade berikutnya," jelas  Kiki.  Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA., mengucapkan terima kasih atas kontribusi alumni dalam mendukung mahasiswa FEB UGM melalui program beasiswa. Ia menegaskan bahwa dukungan alumni berperan penting dalam menjaga keberlanjutan studi mahasiswa FEB UGM. Menurutnya, kolaborasi antara fakultas dan alumni merupakan pilar penting dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan. “Terima kasih atas dukungan dari alumni selama ini baik melalui program beasiswa maupun magang bagi mahasiswa,” ucapnya. Didi menambahkan bahwa Konser Amal KAFEGAMA ini tidak hanya menjadi sarana penggalangan dana beasiswa, tetapi juga bentuk kepedulian bersama untuk membantu korban bencana di Sumatera. Menurutnya, inisiatif ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara alumni dan institusi dapat menghadirkan manfaat luas, baik bagi dunia pendidikan maupun masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang terus memperkuat jaringan alumni sekaligus memperluas impak sosial FEB UGM. Ketua Panitia Konser Amal KAFEGAMA, Tur Nastiti, M.Si., Ph.D., menyampaikan konser yang menghadirkan Sheila on 7 dan Jikustik ini menjadi salah satu upaya untuk menggalang dana. Dana yang diperoleh digunakan untuk beasiswa bagi mahasiswa FEB UGM dan disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. “Seluruh dana donasi dialokasikan sepenuhnya untuk mahasiswa dan Saudara-saudara kita yang dilanda musibah di Sumatera,” jelasnya. Acara yang dihadiri lebih dari 3.000 peserta merupakan  perayaan Dies Natalis rangkaian penutup perayaan Dies Natalis ke-70, Lustrum XIV FEB UGM dan Satu Dekade KAFEGAMA,. Konser digelar secara gratis untuk keluarga besar FEB UGM, termasuk alumni lintas angkatan, dosen, staf profesional, mahasiswa, dan pengurus KAFEGAMA, serta  memfasilitasi kebutuhan peserta disabilitas. Dalam penyelenggaraannya, konser ini turut melibatkan 16 UMKM dari Yogyakarta dan Malang serta mahasiswa sebagai bagian dari panitia dan pelaksanaan acara. Sebelumnya, setiap Pengurus Daerah (Pengda) KAFEGAMA di berbagai daerah juga telah mengadakan kegiatan bakti sosial di wilayah masing-masing guna memperkuat semangat berbagi. Reportase: Kurnia Ekaptiningrum Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)  

Selengkapnya

Dua Dekade Berlalu, Alumni FKG UGM Angkatan 2005 Pulang ke Kampus: Serahkan Donasi Pendidikan & Tanam Pohon

Yogyakarta, 29 November 2025— Setelah 20 tahun menempuh jalan masing‑masing, Alumni Fakultas Kedokteran Gigi UGM Angkatan 2005 akhirnya kembali berkumpul di kampus tempat mereka dulu tumbuh bersama. Suasana haru, tawa, dan nostalgia terasa kuat sejak para alumni mulai berdatangan pada reuni yang digelar 29–30 November 2025. Yang membuat reuni ini istimewa bukan hanya temu kangen atau cerita masa lalu, tetapi juga niat tulus untuk memberikan sesuatu bagi almamater. Para alumni telah mengumpulkan Donasi Beasiswa Pendidikan sebesar Rp 30.002.005—angka yang unik, sekaligus simbol kebersamaan angkatan 2005. Dana itu berasal dari sumbangan sukarela, baik dari alumni yang hadir maupun yang berada jauh di luar kota dan luar negeri. “Kami ingin generasi berikutnya merasakan dukungan yang mungkin dulu belum kami miliki,”, kata drg. Fimma Naritasari, MDSc salah satu alumni FKG UGM 2005. Tak hanya itu, mereka juga melakukan penanaman pohon mangga di lingkungan FKG UGM. Pemilihan pohon mangga memiliki makna tersendiri: ia tumbuh perlahan, berakar kuat, dan kelak memberikan buah untuk dinikmati bersama — sebuah simbol tentang perjalanan hidup para alumni itu sendiri. Kebahagiaan reuni makin lengkap dengan hadirnya keluarga: pasangan, anak-anak, bahkan balita yang ikut berlarian di sela-sela kegiatan. Total hampir 100 orang memenuhi ruang kampus, menciptakan suasana hangat seperti “pulang ke rumah”. Beberapa alumni kini berprofesi sebagai dosen di FKG UGM sehingga turut mempermudah penyelenggaraan reuni. Ada pula yang datang jauh dari Malaysia demi kembali bertemu teman seangkatan. Semua itu menjadi bukti bahwa jarak dan waktu tak benar-benar memisahkan persahabatan yang telah terjalin sejak 2005. Dalam sambutannya, Ketua POTMAGI Prof. Dr. drg. Siti Sunarintyas, M.Kes menyampaikan apresiasi atas donasi pendidikan yang akan diberikan untuk mahasiswa yang membutuhkan. Harapannya, kontribusi seperti ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Reuni 20 Tahun FKG UGM Angkatan 2005 bukan tentang mengenang kisah lalu semata, tetapi juga turut merawat masa depan—baik bagi para alumni, maupun bagi generasi yang akan melanjutkan jejak mereka. (Reporter: Andri Wicaksono, S.Sos., M.I.Kom, Foto: Arsip  drg. Fimma Naritasari, MDSc)

Selengkapnya

After Movie Biak Elok 2024 Tuai Apresiasi di Yogyakarta

Pemutaran After Movie Biak Elok 2024 di Empire XXI Yogyakarta, Sabtu silam (15/11), menjadi ruang refleksi atas perjalanan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM di Biak Numfor, Papua. Acara ini mendapat respons positif dari para penonton karena film tersebut bukan semata dokumentasi kegiatan mahasiswa, melainkan medium untuk menampilkan kembali kedekatan, keberagaman budaya, serta dinamika sosial masyarakat Papua yang selama ini jarang tersampaikan melalui karya visual mahasiswa. Film ini mengajak penonton menyelami aktivitas sehari-hari masyarakat Biak Numfor melalui kisah budaya, relasi sosial, hingga kondisi ekologis yang ditemui selama penugasan mahasiswa. Melalui pendekatan visual yang hangat dan autentik, After Movie Biak Elok 2024 membingkai hubungan mahasiswa dengan warga lokal melalui edukasi pengelolaan sampah, inisiatif pemberdayaan pesisir, serta aktivitas pelestarian pariwisata berkelanjutan. Keindahan lanskap laut Biak, kehidupan pesisir, dan tradisi masyarakat menjadi dasar penceritaan film ini. Koordinator Mahasiswa Unit (Kormanit) KKN Biak Elok 2024, Anugrah Amin Ignatius Julio yang akrab disapa Wejai, membuka acara dengan membagikan refleksi tentang proses lahirnya film tersebut. Ia menekankan bahwa After Movie Biak Elok 2024 merupakan perjalanan batin yang terbangun dari kedekatan mahasiswa dengan warga Biak. Wejai juga menuturkan bagaimana plakat KKN UGM di kampung halamannya dulu memotivasinya hingga ia meraih beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi dan dapat berkuliah di UGM. Ia berharap kesempatan serupa dapat dinikmati generasi muda di Biak. “Kesuksesan ini harus bisa dinikmati semua anak di sana. Karena itu kami menginisiasi KKN Biak Elok bersama teman-teman,” ungkapnya. Ia kemudian menambahkan bahwa dokumenter tersebut tumbuh dari pengalaman hidup mahasiswa selama tinggal bersama masyarakat Biak. Menurutnya, film ini menjadi wujud pendekatan yang penuh cerita dan sukacita sebagaimana nilai yang dijunjung UGM. “Saya berharap film ini bisa menjadi tanda prasasti bagi kemajuan Papua yang berangkat dari rasa dan potensi yang ada di sana,” ucapnya. Direktur Pengabdian Kepada Masyarakat UGM, Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., hadir dan memberikan pandangannya. Ia melihat film ini sebagai penanda penting yang memperkuat kontribusi KKN UGM di berbagai daerah. “Film ini menjadi inspirasi bagi kita semua bagaimana kita melihat Indonesia dengan keberagamannya, terdiri dari banyak suku, bahasa, keindahan, hingga potensi,” jelasnya. Apresiasi juga disampaikan Gubernur DIY melalui Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Dr. Sukamto. Ia menilai After Movie Biak Elok 2024 sebagai karya yang menunjukkan kreativitas dan kepedulian anak muda. “Saya bangga melihat semangat dan kreativitas generasi muda dalam mengolah realitas menjadi karya yang berkarakter, bermakna, dan berintegritas,” katanya. Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, memberikan penghargaan mendalam atas dedikasi tim KKN Biak Elok 2024 dalam menghasilkan film ini. Ia menyebut bahwa film tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat Biak. “Kalian adalah jawaban doa-doa orang Biak,” ujarnya. Sutradara After Movie Biak Elok 2024, Fauzy Ash Siddiqiy, turut menjelaskan bahwa film ini merupakan hasil kolaborasi tim yang mengerahkan energi, pemikiran, dan waktu demi menampilkan wajah Biak secara jujur. Ia menyebut film ini sebagai ruang yang membuka kesempatan bagi publik untuk mengenal Biak secara lebih dekat. “Premis awal film ini adalah menghadirkan orang-orang yang tidak pernah mengenal tanah Papua agar bisa masuk ke dunia Biak,” jelasnya. Ia menutup dengan penegasan bahwa, di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan, film ini diselesaikan dengan pendekatan murni tanpa dukungan AI. “Bukan berarti kita tidak mendukung industri AI di Indonesia. Tetapi kita mencoba untuk memberikan audience how it feels like to be there, yang benar-benar nyata adanya,” pungkasnya. Penulis: Cyntia Noviana Foto: Ika Editor: Triya Andriyani