BERITA

Cerita Berdampak

Kisah nyata dan inspiratif kegiatan kemanusiaan telah mengubah kehidupan individu, komunitas & lingkungan

Lanjut Baca

Charity Run MENEFEST 2026, Angkat Semangat Olarhraga dan Kepedulian Sosial

Charity run MENEFEST 2026 telah sukses diselenggarakan dengan meriah yang diikuti oleh 450 pelari dari berbagai kalangan pada Sabtu, (23/05/2026). Charity run ini merupakan salah satu rangkaian acara Management Festival (MENEFEST) 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Mahasiswa Manajemen (IKAMMA) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM). Mengusung tema “Endorphins: Steps We Take, Light We Create”, acara ini diharapkan dapat membawa semangat, inspirasi, serta harapan melalui olahraga dan aksi sosial yang dilakukan bersama-sama. Ketua panitia MENEFEST 2026, Dhafa Novendra (Manajemen 2025), mengatakan bahwa charity run tahun ini menghadirkan 2 kategori, yakni 5K dan 10K. Kemudian, acara ini juga menghadirkan seorang guest star, yakni Sabian Tama, seorang influencer pelari di media sosial. Dalam kesempatan ini, Sabian turut berbagi pengalaman dan tips bagi para pelari pemula. Selain meramaikan hari ulang tahun Manajemen FEB UGM melalui perayaan olahraga, MENEFEST 2026 juga mengadakan aksi sosial dengan menyalurkan donasi dari hasil charity run tersebut. Dana yang terkumpul tersebut didonasikan kepada SD Negeri Karangwuni 1 di Depok, Sleman pada Jum'at (29/05/2026). “Hasil charity run ini kami sampaikan kepada pihak SD Negeri Karangwuni 1. Selain itu, kami juga memberikan edukasi gizi kepada para siswa di sana,” terang Dhafa. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan manfaat kesehatan dari olahraga, tetapi juga dapat turut berkontribusi dalam kegiatan sosial bagi masyarakat. “Harapannya, setiap orang yang ikut secara tidak langsung juga  berkontribusi kepada kegiatan charity-nya. Jadi, tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga dapat memberikan dampak sosial bagi orang lain,” tutup Dhafa. Reportase: Najwa Anggi Namira Foto: Dokumentasi Panitia Menefest Editor: Kurnia Ekaptiningrum Sustainable Development Goals    

Lanjut Baca

IMAGRO Selenggarakan GEMATI x Petani Mengajar 2026 untuk Kenalkan Pertanian kepada Anak Panti Asuhan

BANTUL – Ikatan Mahasiswa Agronomi (IMAGRO) menyelenggarakan kegiatan GEMATI (Gerakan Bantu Petani) x Petani Mengajar (PM) 2026 sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak panti asuhan sejak dini. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (24/4/2026) di Panti Asuhan Mustika Tama. Kegiatan diawali dengan penyerahan donasi hasil penggalangan dana kepada pihak panti asuhan sebagai bentuk dukungan dan kepedulian sosial dari mahasiswa. Selain itu, panitia juga memberikan plakat sebagai kenang-kenangan kepada pihak panti asuhan atas kerja sama yang telah terjalin dalam kegiatan tersebut. Melalui program Petani Mengajar, anak-anak diajak mengenal dunia pertanian melalui penyampaian materi sederhana yang dikemas secara santai dan interaktif. Mahasiswa IMAGRO memperkenalkan pentingnya pertanian dalam kehidupan sehari-hari serta mengajak peserta untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan tanaman. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aktivitas kreatif berupa menghias pot menggunakan cat akrilik dan menanam tanaman sukulen bersama. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, terlebih dengan adanya berbagai sesi ice breaking yang membuat suasana semakin hangat dan menyenangkan. Melalui kegiatan GEMATI x Petani Mengajar 2026, IMAGRO berharap anak-anak panti asuhan dapat memperoleh pengalaman baru yang edukatif dan menyenangkan, sekaligus menumbuhkan kreativitas, rasa peduli, dan ketertarikan terhadap dunia pertanian sejak usia dini. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui kegiatan edukasi interaktif, SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui lingkungan belajar yang positif dan menyenangkan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Penulis : Nurul Ahati Editor : Niken Nabilaputri Pranaasri, S.P., M.Agr. Foto : IMAGRO

Selengkapnya

MBA SA Care: Berbagi Kebahagiaan Ramadan Bersama Anak Panti Asuhan

Program Studi Master of Business Administration Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MBA FEB UGM) melalui MBA Student Association (MBA SA) menyelenggarakan kegiatan sosial “BERBAGI: Buka Bersama, bagi Kasih, Kebahagiaan, dan Kepedulian untuk Sesama”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026 di Leadership Hall MBA FEB UGM Yogyakarta sebagai bagian dari rangkaian kegiatan berbagi di bulan suci Ramadan. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara MBA Student Association (MBA SA) 20.0, FORKIS, dan KMK, yang bertujuan menghadirkan momen kebersamaan melalui acara buka puasa bersama dengan anak-anak dari Panti Asuhan Sayap Ibu. Melalui kegiatan ini, mahasiswa MBA FEB UGM tidak hanya berbagi hidangan berbuka, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan yang penuh kehangatan, kebahagiaan, dan kepedulian. Menjelang pelaksanaan acara, panitia membuka periode donasi pada 22 Februari hingga 3 Maret 2026. Donasi dihimpun dari berbagai pihak yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan berbagi ini. Antusiasme para donatur cukup tinggi, tercermin dari 42 donatur yang berkontribusi, baik secara individu maupun kolektif. Dari proses penggalangan dana tersebut, panitia berhasil mengumpulkan total Rp11.500.000. Dalam kesempatan tersebut, Deputy Director of MBA FEB UGM Yogyakarta, Luluk Lusiantoro, S.E., M.Sc., Ph.D., turut menyampaikan sambutan sekaligus memberikan motivasi kepada anak-anak panti asuhan. Ia berharap anak-anak yang hadir tetap semangat belajar dan berani meraih cita-cita. Dalam sambutannya ia menyampaikan, “Siapa tahu nanti teman-teman bisa bergabung bersama kami, sekolah di sini. Aamiin ya. Mudah-mudahan kakak-kakak dan adik-adik semua di sini menjadi pemimpin yang bermanfaat dan juga bermanfaat untuk sesama,” ujar Luluk. Sementara itu, Muhammad Nadhif Daffa Priyansa, selaku CEO MBA SA 20.0, menyampaikan rasa senang dan apresiasinya atas kehadiran anak-anak dari Panti Asuhan Sayap Ibu. Dalam sambutannya, ia berharap kegiatan kolaborasi ini dapat menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan serta menumbuhkan semangat berbagi di bulan Ramadan. “Senang sekali saya dapat berdiri di sini menyambut teman-teman, terutama dari Panti Sayap Ibu. Saya berharap melalui event kolaborasi ini kita dapat bersama-sama berdonasi, berbuka puasa bersama, dan merayakan kebahagiaan di bulan suci ini. Saya juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus terjaga dan dilaksanakan di masa mendatang,” ujar Nadhif. Feri Rahmawan, M.A., selaku Kepala Panti 3 – Panti Disabilitas Kemandirian Terlantar Yayasan Sayap Ibu Cabang DIY, turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas undangan serta perhatian yang diberikan kepada anak-anak panti dalam kegiatan tersebut. “Saya mewakili Ketua Umum Panti Asuhan Sayap Ibu mengucapkan banyak terima kasih karena kami diundang pada kesempatan sore hari ini. Sekali lagi terima kasih, semoga anak-anakku semua tetap semangat mengikuti acaranya,” ujar Feri. Kegiatan MBA SA Care diisi dengan berbagai rangkaian acara yang menghadirkan suasana hangat dan penuh keceriaan seperti mengikuti beragam games seru yang melibatkan interaksi antara mahasiswa dan anak-anak panti asuhan, sehingga menciptakan momen kebersamaan yang dipenuhi tawa dan kegembiraan. Selain itu, juga ada pembacaan ayat suci Al-Quran. Acara ini juga turut dimeriahkan dengan tausiah dongeng inspiratif yang disampaikan oleh Mohammad Johari, S.Pd. Reporter : Fitrianti Rizqi A, Raina Satmika D Editor : Ayu Aprilia

Selengkapnya

Peneliti CHBP FK-KMK UGM Dorong Akses Air Minum Aman di Nusa Tenggara Timur

Komitmen terhadap pencapaian Sustainable Development Goals kembali diwujudkan melalui langkah nyata di wilayah timur Indonesia. Dr. Daniel, M.Sc., peneliti dari Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) memperoleh hibah internasional dari Kurita Water and Environment Foundation (KWEF) Jepang untuk melakukan penelitian terkait penggunaan Klorinasi untuk air minum aman pedesaan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Penelitian ini bekerja sama dengan LSM Way Mitra Indonesia / WMI (disebut juga Water Mission) yang berasal dari Amerika Serikat.  Dalam rangkaian kegiatan penelitian, Dr. Daniel mengunjungi empat desa intervensi WMI di Kabupaten Kupang. Di lokasi tersebut, ia melakukan survei rumah tangga kepada para pengguna air minum berklorinasi untuk menggali persepsi dan perilaku masyarakat terhadap penggunaan air yang telah melalui proses klorinasi. Pendekatan ini penting untuk memahami bahwa keberhasilan teknologi air bersih tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh faktor sosial dan perilaku. Selain survei kuantitatif, dilakukan pula wawancara mendalam dengan para pengelola sistem air di desa-desa tersebut. Sebagai pelengkap, tim Dr. Daniel juga melakukan kunjungan lapangan ke beberapa desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan, untuk melihat penyediaan air bersih di wilayah-wilayah pelosok dan sulit air.  Rangkaian kegiatan penelitian ditutup dengan workshop dan diskusi kebijakan mengenai tata kelola serta pembiayaan layanan air minum di NTT yang melibatkan perwakilan pemerintah provinsi dan organisasi non-pemerintah. Workshop dibuka oleh Kepala Bapperida Provinsi NTT, Dr. Alfonsus Theodorus, S.T., M.T., dan ditutup oleh Direktur Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Kementerian PPN/Bappenas, Mahatmi Parwitasari Saronto, ST, MSIE. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyinergikan temuan riset dengan perencanaan pembangunan daerah, sehingga hasil penelitian tidak berhenti pada tataran akademik, melainkan terintegrasi dalam kebijakan publik. Secara substansial, kajian ini diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas dan keberlanjutan layanan air minum di wilayah-wilayah terpencil, khususnya di NTT. Upaya yang dilakukan selaras dengan SDG 6 yang menargetkan akses universal dan merata terhadap air minum yang aman dan terjangkau bagi semua. Lebih jauh, akses air minum yang layak juga beririsan dengan SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, dimana ketersediaan air bersih berperan penting dalam mencegah penyakit berbasis lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui kolaborasi lintas negara dan lintas sektor, riset yang dilakukan Dr. Daniel menjadi bukti bahwa penguatan sistem air minum pedesaan adalah fondasi penting bagi pembangunan kesehatan yang berkelanjutan. (Ragil Suciningsih/Nia Lestari Muqarohmah)

Selengkapnya

After Movie Biak Elok 2024 Tuai Apresiasi di Yogyakarta

Pemutaran After Movie Biak Elok 2024 di Empire XXI Yogyakarta, Sabtu silam (15/11), menjadi ruang refleksi atas perjalanan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM di Biak Numfor, Papua. Acara ini mendapat respons positif dari para penonton karena film tersebut bukan semata dokumentasi kegiatan mahasiswa, melainkan medium untuk menampilkan kembali kedekatan, keberagaman budaya, serta dinamika sosial masyarakat Papua yang selama ini jarang tersampaikan melalui karya visual mahasiswa. Film ini mengajak penonton menyelami aktivitas sehari-hari masyarakat Biak Numfor melalui kisah budaya, relasi sosial, hingga kondisi ekologis yang ditemui selama penugasan mahasiswa. Melalui pendekatan visual yang hangat dan autentik, After Movie Biak Elok 2024 membingkai hubungan mahasiswa dengan warga lokal melalui edukasi pengelolaan sampah, inisiatif pemberdayaan pesisir, serta aktivitas pelestarian pariwisata berkelanjutan. Keindahan lanskap laut Biak, kehidupan pesisir, dan tradisi masyarakat menjadi dasar penceritaan film ini. Koordinator Mahasiswa Unit (Kormanit) KKN Biak Elok 2024, Anugrah Amin Ignatius Julio yang akrab disapa Wejai, membuka acara dengan membagikan refleksi tentang proses lahirnya film tersebut. Ia menekankan bahwa After Movie Biak Elok 2024 merupakan perjalanan batin yang terbangun dari kedekatan mahasiswa dengan warga Biak. Wejai juga menuturkan bagaimana plakat KKN UGM di kampung halamannya dulu memotivasinya hingga ia meraih beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi dan dapat berkuliah di UGM. Ia berharap kesempatan serupa dapat dinikmati generasi muda di Biak. “Kesuksesan ini harus bisa dinikmati semua anak di sana. Karena itu kami menginisiasi KKN Biak Elok bersama teman-teman,” ungkapnya. Ia kemudian menambahkan bahwa dokumenter tersebut tumbuh dari pengalaman hidup mahasiswa selama tinggal bersama masyarakat Biak. Menurutnya, film ini menjadi wujud pendekatan yang penuh cerita dan sukacita sebagaimana nilai yang dijunjung UGM. “Saya berharap film ini bisa menjadi tanda prasasti bagi kemajuan Papua yang berangkat dari rasa dan potensi yang ada di sana,” ucapnya. Direktur Pengabdian Kepada Masyarakat UGM, Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., hadir dan memberikan pandangannya. Ia melihat film ini sebagai penanda penting yang memperkuat kontribusi KKN UGM di berbagai daerah. “Film ini menjadi inspirasi bagi kita semua bagaimana kita melihat Indonesia dengan keberagamannya, terdiri dari banyak suku, bahasa, keindahan, hingga potensi,” jelasnya. Apresiasi juga disampaikan Gubernur DIY melalui Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Dr. Sukamto. Ia menilai After Movie Biak Elok 2024 sebagai karya yang menunjukkan kreativitas dan kepedulian anak muda. “Saya bangga melihat semangat dan kreativitas generasi muda dalam mengolah realitas menjadi karya yang berkarakter, bermakna, dan berintegritas,” katanya. Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, memberikan penghargaan mendalam atas dedikasi tim KKN Biak Elok 2024 dalam menghasilkan film ini. Ia menyebut bahwa film tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat Biak. “Kalian adalah jawaban doa-doa orang Biak,” ujarnya. Sutradara After Movie Biak Elok 2024, Fauzy Ash Siddiqiy, turut menjelaskan bahwa film ini merupakan hasil kolaborasi tim yang mengerahkan energi, pemikiran, dan waktu demi menampilkan wajah Biak secara jujur. Ia menyebut film ini sebagai ruang yang membuka kesempatan bagi publik untuk mengenal Biak secara lebih dekat. “Premis awal film ini adalah menghadirkan orang-orang yang tidak pernah mengenal tanah Papua agar bisa masuk ke dunia Biak,” jelasnya. Ia menutup dengan penegasan bahwa, di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan, film ini diselesaikan dengan pendekatan murni tanpa dukungan AI. “Bukan berarti kita tidak mendukung industri AI di Indonesia. Tetapi kita mencoba untuk memberikan audience how it feels like to be there, yang benar-benar nyata adanya,” pungkasnya. Penulis: Cyntia Noviana Foto: Ika Editor: Triya Andriyani

Selengkapnya

MBA SA Care 7.0: Kolaborasi Mahasiswa MBA FEB UGM untuk Menguatkan Kepedulian Sosial

Mahasiswa Master of Business Administration Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MBA FEB UGM) melaksanakan kegiatan sosial MBA SA Care Collaboration Charity 7.0 pada Sabtu, 15 November 2025, di Rumah Pengasuhan Anak Terlantar Wiloso, Jetis, Yogyakarta. Kegiatan bertema “CFC: Collab for Care, Melangkah Bersama untuk Sesama” ini merupakan bentuk kolaborasi antara MBA SA 19.0, KMK, dan FORKIS yang berupaya menghadirkan nilai solidaritas, kepedulian, dan toleransi di lingkungan mahasiswa. MBA SA Care 7.0 bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat empati, dan mendorong semangat berbagi sebagai bagian dari pembelajaran karakter kepemimpinan. “Saya sangat senang karena kegiatan ini tidak hanya berfokus pada agenda akademik, tetapi juga memberi ruang untuk berbagi dengan teman-teman yang membutuhkan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menghadirkan lebih banyak kebaikan,” ujar Andreas, selaku Ketua KMK sekaligus panitia kegiatan. Sebagai wujud kepedulian, mahasiswa menyerahkan bantuan sembako dan donasi kepada anak-anak panti. Kegiatan ini disambut baik oleh pihak pengurus panti. “Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan kepedulian mahasiswa. Kegiatan ini membawa manfaat positif bagi lembaga dan anak-anak di sini. Semoga empati dan kebaikan ini terus berlanjut,” ungkap Anissusilohadi, S.P, selaku Kepala Sub Bagian DUUPT Rumah Pengasuhan Anak Wilosoprojo. Sementara itu, salah satu peserta sekaligus anak panti, Kristia Arsi (16 tahun) juga menyampaikan kesan positifnya. “Acara ini sangat menyenangkan dan panitianya kompak. Semoga ke depan kegiatan seperti ini terus ada dan semakin baik dalam memberikan pengalaman bagi anak-anak panti,” tuturnya. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pengembangan kepemimpinan mahasiswa tidak hanya dilakukan melalui proses akademik, tetapi juga melalui kontribusi nyata kepada masyarakat. Melalui MBA SA Care 7.0, mahasiswa diharapkan terus termotivasi menguatkan nilai kemanusiaan, rasa saling peduli, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial. Reporter: Daniswara Rafi R Editor: Ayu Aprilia

Selengkapnya

Bupati Purworejo Resmikan Sumur Bor Bantuan SPs UGM

[metaslider id="1520314"] Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan mendukung terwujudnya kampus yang berdampak bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat berupa penyelidikan sumber air dan pembangunan enam sumur bor untuk irigasi serta kebutuhan air bersih di Kabupaten Purworejo. Adapun enam sumur bor tersebut tersebar di Desa Girimulyo (Kecamatan Kemiri), Desa Mendiro (Kecamatan Ngombol), Desa Purwodadi (Kecamatan Purwodadi), serta Desa Bagelen (Kecamatan Bagelen). Dalam sambutannya, Bupati Purworejo menyampaikan apresiasi atas kontribusi SPs UGM. Menurutnya, program ini sangat membantu pemerintah daerah dalam penyediaan sumber daya air bersih sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Program ini bukan hanya menyediakan air, tetapi juga mendukung peningkatan hasil pertanian seperti padi dan cabai, sehingga berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan. Kami titipkan agar sumur bor ini dirawat dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya saat meresmikan ke-6 sumur bor di Balai Desa Purwodadi, Jumat (31/10). Sementara itu, Dekan SPs UGM menyampaikan bahwa program ini memiliki nilai khusus karena melibatkan berbagai pihak. “Program ini sangat unik karena merupakan kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, pemerintah daerah, hingga mitra luar negeri. Namun, kolaborasi ini juga menghadirkan tantangan tersendiri, yaitu bagaimana memastikan penggunaan air secara bijaksana dan menjaga keberlanjutan program,” ungkapnya. Ia berharap sinergi ini dapat terus berjalan pada tahun-tahun mendatang. Program ini merupakan bagian dari Hibah Pengabdian kepada Masyarakat SPs UGM yang dipimpin oleh Dr. Sudaryatno dan telah berjalan sejak tahun 2022. Dalam perjalanannya, program ini berhasil menggandeng berbagai mitra strategis seperti Pemerintah Jepang, PDAM Purworejo, PP KAGAMA, Alumni Muda Ganesha (SMAN 1 Purworejo), dan Alumni SMP 8 Purworejo. Kolaborasi lintas lembaga ini didedikasikan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan akses air bersih yang lebih baik. (Suronokarti)