BERITA

Cerita Berdampak

Kisah nyata dan inspiratif kegiatan kemanusiaan telah mengubah kehidupan individu, komunitas & lingkungan

Lanjut Baca

Satu Rasa, Satu Keluarga: Tanda Kasih Radiologi UGM untuk Saudara di Sumatera

YOGYAKARTA – Musibah banjir yang melanda beberapa wilayah di Sumatera beberapa waktu lalu turut dirasakan kepedihannya oleh keluarga besar Departemen Radiologi FK-KMK UGM. Bencana ini tidak hanya berdampak pada masyarakat umum di sana, namun juga menimpa keluarga dari beberapa rekan Peserta Program Dokter Spesialis (PPDS) Radiologi. Merespons kondisi tersebut, rasa empati segera terwujud menjadi aksi nyata. Segenap civitas akademika, mulai dari staf pengajar, tenaga kependidikan, alumni, hingga sesama residen, bahu-membahu menggalang donasi untuk meringankan beban rekan sejawat. Penyerahan tali asih tersebut dilangsungkan di Ruang Pertemuan Departemen Radiologi FK-KMK UGM, dimana Kepala Departemen Radiologi FK-KMK UGM, dr. Yana Supriatna, Ph.D, Sp.Rad., Subsp. RI (K), menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan residen yang terdampak. Momen kebersamaan ini menjadi pengingat hangat bahwa pendidikan spesialis bukan hanya perjalanan akademik menuntut ilmu, melainkan juga tentang membangun ikatan persaudaraan yang kokoh. Upaya gotong royong ini secara esensial selaras dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs). Bantuan yang diberikan diharapkan turut berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan dasar pasca-bencana, sejalan dengan cita-cita tanpa kelaparan (SDGs 2), terjaminnya air bersih dan sanitasi (SDGs 6), kehidupan yang sehat dan sejahtera (SDGs 3), serta dukungan terhadap kota dan pemukiman yang berkelanjutan (SDGs 11). Bantuan yang disalurkan diharapkan tidak semata dinilai dari nominalnya, tetapi dimaknai sebagai pesan moral bahwa tidak ada residen yang berjalan sendirian saat menghadapi masa sulit. Dukungan psikososial dari "rumah kedua" di departemen ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan (resiliensi) rekan sejawat dan keluarganya, sehingga dapat segera bangkit dan beraktivitas kembali secara optimal. Semoga tali asih ini dapat sedikit meringankan beban keluarga di Sumatera dan semakin mempererat rasa kekeluargaan di lingkungan Radiologi FK-KMK UGM. (PL,MY)

Lanjut Baca

Penyaluran Dana Bantuan dari Masjid Jogokariyan Untuk 18 Mahasiswa FIB UGM yang Terdampak Bencana Banjir Sumatera

Yogyakarta, 8 Januari 2025 - Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Masjid Jogokariyan untuk penyerahan donasi kepada 18 mahasiswa FIB UGM asal Sumatera yang terdampak bencana banjir. Penyerahan bantuan ini menjadi wujud kepedulian dan solidaritas berbagai elemen masyarakat terhadap mahasiswa yang terdampak langsung bencana alam. Kegiatan ini dihadiri oleh empat perwakilan mahasiswa terdampak bencana dari Sumatra, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Prof. Dr. Setiadi, M.Si., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, Dr. Mimi Savitri, M.A., Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Suray Agung Nugroho, S.S., M.A., Ph.D., Paksi Raras Alit selaku Ketua Kagama FIB, Alit Jevi Prabangkoro selaku  perwakilan seniman penggalangan dana Jogja Hanyengkuyung Sumatra, Muhammad Rizqi Rahim dan rekan-rekan, serta perwakilan dari Masjid Jogokariyan. Paksi Raras Alit menyampaikan bahwa pada Selasa, 23 Desember 2025, telah dilaksanakan kegiatan Jogja Hanyengkuyung Sumatra sebagai bentuk solidaritas para musisi, penggiat event, relawan, dan masyarakat Yogyakarta untuk membantu saudara-saudara di Sumatra yang terdampak bencana banjir. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kagama dan Kagama Care untuk pembangunan fasilitas MCK di wilayah terdampak, yang saat ini telah mulai berjalan. Penggalangan donasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Masjid Jogokariyan yang dikenal memiliki sistem pengelolaan dana yang transparan dan terpercaya, sehingga diharapkan bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran. Perwakilan relawan menyampaikan bahwa kehadiran mereka di FIB UGM juga menjadi momentum silaturahmi dan diharapkan dapat menjadi awal dari kerja sama lanjutan dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Sementara itu, perwakilan pengurus Masjid Jogokariyan menjelaskan bahwa pihaknya menerima amanah dari panitia Jogja Hanyengkuyung Sumatra serta rekomendasi dari Kagama FIB untuk menyalurkan bantuan kepada mahasiswa FIB UGM yang terdampak bencana di Sumatra. Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM, Prof. Dr. Setiadi, M.Si., menyampaikan bahwa FIB UGM sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi, khususnya yang berkaitan dengan pendampingan masyarakat dan kegiatan pengabdian. Ia juga menegaskan dukungannya terhadap sinergi antara perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan bersama. Donasi yang disalurkan oleh Masjid Jogokariyan kepada mahasiswa FIB UGM terdampak bencana Sumatra sebesar Rp3.000.000 per mahasiswa. Penyaluran donasi diberikan setiap bulan sekali, bantuan disalurkan melalui Fakultas Ilmu Budaya UGM Kegiatan penyaluran donasi ini tidak hanya bertujuan untuk meringankan beban ekonomi mahasiswa terdampak bencana, tetapi juga menjadi upaya menjaga keberlanjutan pendidikan serta memperkuat semangat gotong royong dan kemitraan lintas komunitas. Melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, komunitas keagamaan, seniman, relawan, dan alumni, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya dalam pengentasan dampak sosial pascabencana, pemenuhan akses pendidikan yang inklusif, serta penguatan kemitraan untuk pembangunan yang berkelanjutan. [Humas FIB UGM, Alma Syahwalani]

Selengkapnya

Baksos Besar 2025: Komitmen Departemen Radiologi FK-KMK UGM dalam Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Cangkringan

Sebagai institusi akademik yang menjunjung tinggi tridarma perguruan tinggi, Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada terus memperkuat kontribusinya dalam pengabdian kepada masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui Radiocare, sebuah program pengabdian resmi yang menjadi wadah kegiatan sosial dan edukasi kesehatan yang dilaksanakan secara terstruktur setiap tahunnya. Pada tahun 2025, Radiocare kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan puncak yang dikenal sebagai Baksos Besar Radiocare 2025. Dengan mengusung tema “Radiologi Mengabdi: Sehatkan Diri, Berdayakan Potensi, Ceriakan Hati”, acara ini memadukan kegiatan edukatif, pemeriksaan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu rangkaian terpadu. Tiga kegiatan utama dilaksanakan di tiga lokasi berbeda, yaitu Balai Desa Argomulyo, Puskesmas Cangkringan, dan Panti Asuhan Al Hikmah Sejalan Cangkringan. Rangkaian kegiatan dimulai di Balai Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Lokasi ini memiliki potensi besar pada komoditas hasil bumi, terutama singkong, yang menjadi bahan pangan khas dan melimpah. Potensi tersebut kemudian diangkat dalam kegiatan demo masak dan edukasi pangan sehat sebagai bentuk pemberdayaan pangan lokal dan peningkatan literasi gizi. Acara dibuka secara resmi oleh dr. Torana, Sp.Onk.Rad, selaku penanggung jawab Baksos Besar Radiocare 2025. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri, salah satunya melalui pilihan makanan bergizi dari bahan lokal yang mudah diperoleh. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai manfaat ketela untuk kesehatan oleh dr. Vincent, Ph.D, staf pengajar Departemen Radiologi FK-KMK UGM. Beliau menjelaskan berbagai kandungan penting dalam singkong, seperti serat, vitamin, dan indeks glikemiknya yang relatif rendah. Selain itu, ketela juga memiliki potensi sebagai alternatif pangan sehat yang mampu mendukung program diversifikasi pangan nasional. Acara selanjutnya yang ditunggu tunggu oleh para peserta yang merupakan  ibu-ibu PKK dan para kader kesehatan dari lingkungan Desa Argomulyo, adalah demo pembuatan “Cassava Pastel”, sebuah kreasi pangan sehat berbahan dasar singkong yang dipandu langsung oleh pelaku UMKM lokal Singkong Anak Tani. Melalui aktivitas langsung seperti melihat, mencicipi, hingga mempraktikkan pembuatan pastel singkong, peserta dapat memperoleh pengalaman nyata tentang pengolahan makanan sehat dan berbeda dari kebiasaan sehari-hari. Kepala Desa Cangkringan, Bapak Danang Hendri Bintoro, S.E., turut memberikan sambutan positif terhadap kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi bersama institusi pendidikan tinggi seperti departemen radiologi FK-KMK UGM ini sangat membantu desa dalam memaksimalkan potensi lokal, terutama dalam hal edukasi kesehatan dan ekonomi kreatif berbasis pangan. Kegiatan kedua Baksos Besar Radiocare 2025 menggandeng Puskesmas Cangkringan untuk melaksanakan pelayanan kesehatan berupa penyuluhan awam dan skrining USG payudara. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran dan deteksi dini penyakit payudara pada wanita, terutama kanker payudara yang masih menjadi salah satu penyebab terbesar angka kesakitan di Indonesia. Kepala Puskesmas Cangkringan, dr. Lilis Setyaningkrum, MARS, menyambut baik kegiatan ini dan menekankan bahwa edukasi kesehatan masyarakat mengenai kanker payudara sangatlah penting, mengingat banyak pasien datang ke fasilitas kesehatan ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut. Hadirnya skrining USG secara gratis tentu memberi kesempatan bagi warga untuk melakukan pemeriksaan dini secara akurat. Sesi penyuluhan mengenai kanker payudara disampaikan oleh dr. Zakia Ftirani, Sp.PD dan dr. Devina Yudistiarta, M.Sc., Sp.Rad. Materi mencakup anatomi payudara, faktor risiko, tanda-tanda bahaya, cara pencegahan, hingga pentingnya deteksi dini. Penyampaian yang komunikatif dan menggunakan bahasa awam membuat peserta lebih mudah memahami dan aktif bertanya mengenai masalah yang sering mereka hadapi. Setelah penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan USG payudara bagi 30 peserta yang telah mendaftar melalui Puskesmas Cangkringan. Pemeriksaan USG ini disupervisi langsung oleh dr. Devina Yudistiarta, M.Sc., Sp.Rad dan dr. Naela Himayati Afifah, Sp.Rad., M.Sc, sementara pelaksanaannya dilakukan oleh para peserta pendidikan dokter spesialis radiologi FK-KMK UGM. Pemeriksaan berjalan tertib, nyaman, dan sesuai standar protokol radiologi. Banyak peserta menyampaikan rasa bersyukur karena dapat mengikuti skrining yang biasanya membutuhkan biaya tidak sedikit. Beberapa peserta mengaku bahwa ini merupakan pengalaman USG breast pertama mereka, sehingga sangat membantu dalam memberikan pemahaman tentang kondisi kesehatan payudara masing-masing. Sebagai penutup rangkaian Baksos Besar Radiocare 2025, Departemen Radiologi FK-KMK UGM juga melakukan kegiatan sosial di Panti Asuhan Al Hikmah Sejalan Cangkringan. Kegiatan di panti asuhan ini sudah menjadi agenda rutin Radiocare, termasuk layanan pengobatan gratis dan penyuluhan kesehatan untuk anak-anak panti. Pada kegiatan puncak tahun 2025 ini, Radiocare tidak hanya memberikan donasi kebutuhan pokok dan perlengkapan anak-anak, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang menyenangkan dan edukatif dengan membawa anak-anak berekreasi ke Taman Pintar, Kota Yogyakarta. Di Taman Pintar, anak-anak panti dapat belajar sains dengan cara yang menyenangkan melalui permainan interaktif, percobaan sederhana, dan eksplorasi berbagai wahana edukatif. Kegiatan rekreasi edukatif ini bertujuan memperluas wawasan anak-anak panti asuhan, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta memotivasi mereka untuk terus belajar dan bermimpi mengenai masa depan. Interaksi hangat antara staf Departemen Radiologi FK-KMK UGM, para residen, dan anak-anak panti menciptakan suasana ceria yang menjadi makna dari tagline Radiocare: menyehatkan, memberdayakan, sekaligus menceriakan. Seluruh rangkaian kegiatan ini berada di bawah supervisi dan arahan dr. Yana Supriana, Sp.Rad., Ph.D, selaku Kepala Departemen Radiologi FK-KMK UGM. Melalui tiga pilar kegiatan yang telah dilaksanakan, yaitu peningkatan gizi berbasis potensi desa, deteksi dini penyakit, serta pemberdayaan dan edukasi generasi muda, Bakti Sosial Radiocare 2025 menanamkan pesan bahwa kesehatan tidak terpisahkan dari kesejahteraan dan masa depan. Dengan semangat “Sehatkan Diri, Berdayakan Potensi, Ceriakan Hati”, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlangsung dan berkembang pada tahun-tahun berikutnya. Radiocare menunjukkan bahwa ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan kepedulian, maka pengabdian bukan hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga panggilan nurani untuk membangun masyarakat yang lebih sehat dan berdaya. Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Departemen Radiologi FK-KMK UGM dalam menjalankan SDGs 1 "No poverty", SDGs 2 “Zero hunger” dan SDGs 10 “Reduced inequality”  dengan memberikan bantuan dan kepedulian pada Panti Asuhan Al Hikmah sejalan dan kegiatan pemberdayaan diri di Desa Argomulyo, serta SDGs 3 “Good health and well-being” dengan melakukan screening USG dan seminar awam pada Puskesmas Cangkringan. Kontributor : Aulia, Karsa, Nisa, Ridwan

Selengkapnya

Participation of Women in Renewable Energy [POWERE]: Keterlibatan Antropologi Mengawal Energi Terbarukan dari Pesisir Negeri

Laboratorium Antropologi untuk Riset dan Aksi (LAURA) menjadi perwakilan UGM yang terlibat dalam proyek Participation of Women in Renewable Energy (POWERE). Proyek ini memperoleh hibah dari UKRI Ayrton Challenge, melibatkan beberapa universitas seperti University of Sussex, Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. Proyek POWERE menyoroti isu ketidakmerataan akses dan dampak perubahan iklim di kawasan pulau dan pesisir. Menawarkan inovasi melalui pendayagunaan FPV (floating photovoltaic) atau panel surya apung sebagai alternatif energi terbarukan turut menaruh perhatian pada aspek gender, dan ekonomi masyarakat pesisir-luar jaringan (off-grid). Proyek POWERE ini tak hanya berfokus pada penciptaan infrastuktur fisik, namun juga infrastruktur sosial yang ditempuh melalui penguatan inklusivitas gender dalam ekonomi rumput laut di kawasan pesisir dan kepulauan di Sulawesi Selatan. Tim POWERE dipimpin oleh Prof. Raminder Kaur (US), Dr. Muhammad Zamzam Fauzanafi (UGM), Dr. Mia Siscawati (UI), Dr. Bradley Parrish (US), Prof. Peter Newell (US) menjadi proyek kolaborasi multidisiplin yang ‘utuh’ dalam topik energi terbarukan.  Sejak pertengahan tahun ini, tim POWERE melakukan kajian awal menyasar beberapa lokasi seperti Rannu, Katingting, Biawasa dan mempresentasikannya di World Conference on Governance and Social Sciences Universitas Hasanuddin pada 11-12 November 2025 lalu. Beragam topik dari kajian awal didiskusikan diantaranya desain infrastruktur berbasis komunitas, sensory ethnography, telaah hubungan gender-perubahan iklim-resiliensi perempuan dari perspektif feminis, energi terbarukan-infrastruktur sosial, dan tantangan adaptasi iklim bagi perempuan petani rumput laut. Keluasan topik yang muncul dari solar energy dan konsekuensi sosial yang mulai disadari menjadi tantangan kedepan dari proyek POWERE. Disamping Project Lead, proyek ini turut melibatkan peneliti post-doc seperti Dr. Diah Irawaty, Dr. Runavia Mulyasari, Dr. Chu Chun Yu, Dr. Agung Iswadi dan Monika Swastyastu, M.A. dalam riset lanjutan selama proyek ini berlangsung. Proyek POWERE mendapat dukungan berbagai lembaga non-pemerintah maupun pemerintah seperti CARE Indonesia, Aquatera, Development Finance International, Auroville Consulting dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia sebagai mitra finansial maupun pembuat kebijakan. Memijaki tahapan awal dari tiga tahun program kerja, tim POWERE telah menerbitkan Newsletter dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang dapat diakses melalui laman University of Sussex serta Departemen Antropologi. Untuk mendapat perkembangan terbaru akan proyek POWERE, pembaca bisa mengikuti akun instagram resmi @powere.women yang secara berkala membagikan foto dan video kegiatan selama proyek berlangsung.  Penulis: Okky Chandra Baskoro

Selengkapnya

KAFEGAMA Gelar Konser Amal untuk Bantu Korban Bencana Sumatra dan Beasiswa Mahasiswa FEB

Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) dan FEB UGM menyelenggarakan Konser Amal KAFEGAMA untuk penggalangan dana beasiswa sekaligus dana kemanusian bagi korban bencana di Sumatra. Konser berlangsung Sabtu malam, 6 Desember 2025 di Grand Pacific Hotel, Yogyakarta.  Pada momen tersebut, KAFEGAMA menyerahkan donasi beasiswa sebesar Rp 250 juta  ke FEB UGM. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Pengurus Pusat KAFEGAMA, Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., kepada Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA.  Sementara itu, penggalangan dana kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatera yang telah dibuka sejak 1 Desember 2025 telah berhasil menghimpun Rp 525.800.000. Adapun donasi masih terus dibuka hingga 10 Desember 2025.  Ketua Pengurus Pusat KAFEGAMA, Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., menjelaskan bahwa konser amal ini menjadi seruan untuk berempati dan bertindak nyata membantu masyarakat yang tertimpa musibah di wilayah Sumatra.  Ia pun secara khusus mengajak seluruh keluarga besar FEB UGM untuk berdonasi guna meringankan beban para korban bencana banjir dan longsor, khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.  "Acara ini tidak memiliki arti apabila kita tidak berempati atas apa yang terjadi kepada Saudara kita yang sedang dilanda bencana. Mari kita berdoa agar proses pemulihan pasca bencana berjalan aman dan lancar, serta masyarakat di wilayah terdampak senantiasa dilimpahkan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan," ujar Kiki, sapaan akrab Friderica. Bukti aksi kemanusiaan dan dampak nyata konser amal ini menegaskan komitmen KAFEGAMA untuk menjadi organisasi yang "Migunani" atau bermanfaat. Kiki mengungkapkan dampak kemanfaatan yang telah dihasilkan alumni yaitu aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan senilai Rp80 juta kepada 400 penerima manfaat melalui  sinergi aktif dengan tujuh cabang Pengurus Daerah KAFEGAMA. Lalu, KAFEGAMA menyalurkan bantuan beasiswa sebesar Rp250 juta untuk mahasiswa FEB UGM. Upaya ini menjadi investasi alumni untuk memastikan bibit-bibit unggul masa depan tidak terhalang oleh kendala finansial dalam meraih prestasi. “Acara ini merupakan realisasi dari motto organisasi "Guyub Rukun Migunani". Di usia ke-10, KAFEGAMA membutuhkan energi, gagasan, dan kontribusi dari kita semua untuk melangkah menuju dekade berikutnya," jelas  Kiki.  Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA., mengucapkan terima kasih atas kontribusi alumni dalam mendukung mahasiswa FEB UGM melalui program beasiswa. Ia menegaskan bahwa dukungan alumni berperan penting dalam menjaga keberlanjutan studi mahasiswa FEB UGM. Menurutnya, kolaborasi antara fakultas dan alumni merupakan pilar penting dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan. “Terima kasih atas dukungan dari alumni selama ini baik melalui program beasiswa maupun magang bagi mahasiswa,” ucapnya. Didi menambahkan bahwa Konser Amal KAFEGAMA ini tidak hanya menjadi sarana penggalangan dana beasiswa, tetapi juga bentuk kepedulian bersama untuk membantu korban bencana di Sumatera. Menurutnya, inisiatif ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara alumni dan institusi dapat menghadirkan manfaat luas, baik bagi dunia pendidikan maupun masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang terus memperkuat jaringan alumni sekaligus memperluas impak sosial FEB UGM. Ketua Panitia Konser Amal KAFEGAMA, Tur Nastiti, M.Si., Ph.D., menyampaikan konser yang menghadirkan Sheila on 7 dan Jikustik ini menjadi salah satu upaya untuk menggalang dana. Dana yang diperoleh digunakan untuk beasiswa bagi mahasiswa FEB UGM dan disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. “Seluruh dana donasi dialokasikan sepenuhnya untuk mahasiswa dan Saudara-saudara kita yang dilanda musibah di Sumatera,” jelasnya. Acara yang dihadiri lebih dari 3.000 peserta merupakan  perayaan Dies Natalis rangkaian penutup perayaan Dies Natalis ke-70, Lustrum XIV FEB UGM dan Satu Dekade KAFEGAMA,. Konser digelar secara gratis untuk keluarga besar FEB UGM, termasuk alumni lintas angkatan, dosen, staf profesional, mahasiswa, dan pengurus KAFEGAMA, serta  memfasilitasi kebutuhan peserta disabilitas. Dalam penyelenggaraannya, konser ini turut melibatkan 16 UMKM dari Yogyakarta dan Malang serta mahasiswa sebagai bagian dari panitia dan pelaksanaan acara. Sebelumnya, setiap Pengurus Daerah (Pengda) KAFEGAMA di berbagai daerah juga telah mengadakan kegiatan bakti sosial di wilayah masing-masing guna memperkuat semangat berbagi. Reportase: Kurnia Ekaptiningrum Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)  

Selengkapnya

MBA SA Care 7.0: Kolaborasi Mahasiswa MBA FEB UGM untuk Menguatkan Kepedulian Sosial

Mahasiswa Master of Business Administration Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MBA FEB UGM) melaksanakan kegiatan sosial MBA SA Care Collaboration Charity 7.0 pada Sabtu, 15 November 2025, di Rumah Pengasuhan Anak Terlantar Wiloso, Jetis, Yogyakarta. Kegiatan bertema “CFC: Collab for Care, Melangkah Bersama untuk Sesama” ini merupakan bentuk kolaborasi antara MBA SA 19.0, KMK, dan FORKIS yang berupaya menghadirkan nilai solidaritas, kepedulian, dan toleransi di lingkungan mahasiswa. MBA SA Care 7.0 bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat empati, dan mendorong semangat berbagi sebagai bagian dari pembelajaran karakter kepemimpinan. “Saya sangat senang karena kegiatan ini tidak hanya berfokus pada agenda akademik, tetapi juga memberi ruang untuk berbagi dengan teman-teman yang membutuhkan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menghadirkan lebih banyak kebaikan,” ujar Andreas, selaku Ketua KMK sekaligus panitia kegiatan. Sebagai wujud kepedulian, mahasiswa menyerahkan bantuan sembako dan donasi kepada anak-anak panti. Kegiatan ini disambut baik oleh pihak pengurus panti. “Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan kepedulian mahasiswa. Kegiatan ini membawa manfaat positif bagi lembaga dan anak-anak di sini. Semoga empati dan kebaikan ini terus berlanjut,” ungkap Anissusilohadi, S.P, selaku Kepala Sub Bagian DUUPT Rumah Pengasuhan Anak Wilosoprojo. Sementara itu, salah satu peserta sekaligus anak panti, Kristia Arsi (16 tahun) juga menyampaikan kesan positifnya. “Acara ini sangat menyenangkan dan panitianya kompak. Semoga ke depan kegiatan seperti ini terus ada dan semakin baik dalam memberikan pengalaman bagi anak-anak panti,” tuturnya. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pengembangan kepemimpinan mahasiswa tidak hanya dilakukan melalui proses akademik, tetapi juga melalui kontribusi nyata kepada masyarakat. Melalui MBA SA Care 7.0, mahasiswa diharapkan terus termotivasi menguatkan nilai kemanusiaan, rasa saling peduli, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial. Reporter: Daniswara Rafi R Editor: Ayu Aprilia

Selengkapnya

Bakti Sosial Fakultas Peternakan UGM: Edukasi dan Donasi untuk Santri dan Siswa Taman Siswa

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana Fakultas Peternakan kembali melaksanakan kegiatan Bakti Sosial  dalam rangka Dies Natalis ke-56 Fapet di Pondok Pesantren Ki Hajar Dewantara, kawasan Sekolah Taman Siswa, Ngempak, Sleman, Rabu (12/11). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sivitas akademika terhadap masyarakat pendidikan, khususnya dalam mendukung pembelajaran dan kemandirian generasi muda di bidang pertanian dan peternakan. Pondok Pesantren Ki Hajar Dewantara berdiri di atas lahan milik Sekolah Taman Siswa dan menampung sekitar 40 santri serta 30 siswa SMP–SMA Taman Siswa, dibimbing oleh 12 guru dan 5 pengurus pondok. Sekolah ini memberikan pendidikan gratis bagi siswa yang kurang mampu dan berupaya menumbuhkan jiwa mandiri melalui kegiatan pertanian dan peternakan. Dalam kegiatan bakti sosial tahun ini, sebanyak satu paket donasi uang tunai dari para donatur disalurkan, disertai bingkisan dari sponsor yang berisi ayam segar dari PT Ciomas Adisatwa, telur konsumsi dari PT Japfa Comfeed Tbk, tepung bumbu serbaguna dari PT Mulia Inti Pangan, susu pasteurisasi dan telur cage-free dari Pusat Pengembangan Ternak Fapet UGM, serta produk susu dan makanan ringan dari Savoria Group. “Ada donasi uang tunai dan sekitar 160 paket bingkisan kita salurkan,”papar perwakilan DWP Fapet UGM, Sri Hastuti, S.Pt., M.P. Seluruh donasi dan bingkisan disalurkan kepada santri pondok pesantren, siswa SMP–SMA Taman Siswa, para guru, dan pengurus pondok pesantren. Selain kegiatan penyerahan donasi, acara juga diisi dengan penyuluhan dan pelatihan praktis di bidang peternakan unggas. Materi disampaikan oleh Dr. Heru Sasongko dengan topik Pengenalan Penetasan Telur Ayam, dan Fauzan Rifqi Giska Putra, S.Pt. dengan topik Pembuatan Pakan Ayam Sederhana. Sebagai tambahan, tim Asisten Laboratorium Ilmu Ternak Unggas Fapet UGM turut berpartisipasi dengan mengenalkan mesin tetas manual kepada para santri dan siswa. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung mengenai proses penetasan telur secara sederhana dan aplikatif. Melalui kegiatan ini, Fapet UGM berharap dapat memberikan edukasi, inspirasi, dan dukungan nyata bagi generasi muda agar lebih mengenal serta tertarik terhadap sektor pertanian dan peternakan sebagai bidang yang penting dan berpotensi menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan. Dharma Wanita Persatuan Fapet UGM juga berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antara dunia akademik, industri, dan masyarakat, serta menumbuhkan semangat kepedulian sosial di lingkungan kampus.   Sumber: Rima Amalia Editor: Satria Foto: Tim Media Center Fapet