BERITA

Cerita Berdampak

Kisah nyata dan inspiratif kegiatan kemanusiaan telah mengubah kehidupan individu, komunitas & lingkungan

Lanjut Baca

Penyaluran Dana Bantuan dari Masjid Jogokariyan Untuk 18 Mahasiswa FIB UGM yang Terdampak Bencana Banjir Sumatera

Yogyakarta, 8 Januari 2025 - Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Masjid Jogokariyan untuk penyerahan donasi kepada 18 mahasiswa FIB UGM asal Sumatera yang terdampak bencana banjir. Penyerahan bantuan ini menjadi wujud kepedulian dan solidaritas berbagai elemen masyarakat terhadap mahasiswa yang terdampak langsung bencana alam. Kegiatan ini dihadiri oleh empat perwakilan mahasiswa terdampak bencana dari Sumatra, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Prof. Dr. Setiadi, M.Si., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, Dr. Mimi Savitri, M.A., Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Suray Agung Nugroho, S.S., M.A., Ph.D., Paksi Raras Alit selaku Ketua Kagama FIB, Alit Jevi Prabangkoro selaku  perwakilan seniman penggalangan dana Jogja Hanyengkuyung Sumatra, Muhammad Rizqi Rahim dan rekan-rekan, serta perwakilan dari Masjid Jogokariyan. Paksi Raras Alit menyampaikan bahwa pada Selasa, 23 Desember 2025, telah dilaksanakan kegiatan Jogja Hanyengkuyung Sumatra sebagai bentuk solidaritas para musisi, penggiat event, relawan, dan masyarakat Yogyakarta untuk membantu saudara-saudara di Sumatra yang terdampak bencana banjir. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kagama dan Kagama Care untuk pembangunan fasilitas MCK di wilayah terdampak, yang saat ini telah mulai berjalan. Penggalangan donasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Masjid Jogokariyan yang dikenal memiliki sistem pengelolaan dana yang transparan dan terpercaya, sehingga diharapkan bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran. Perwakilan relawan menyampaikan bahwa kehadiran mereka di FIB UGM juga menjadi momentum silaturahmi dan diharapkan dapat menjadi awal dari kerja sama lanjutan dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Sementara itu, perwakilan pengurus Masjid Jogokariyan menjelaskan bahwa pihaknya menerima amanah dari panitia Jogja Hanyengkuyung Sumatra serta rekomendasi dari Kagama FIB untuk menyalurkan bantuan kepada mahasiswa FIB UGM yang terdampak bencana di Sumatra. Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM, Prof. Dr. Setiadi, M.Si., menyampaikan bahwa FIB UGM sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi, khususnya yang berkaitan dengan pendampingan masyarakat dan kegiatan pengabdian. Ia juga menegaskan dukungannya terhadap sinergi antara perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan bersama. Donasi yang disalurkan oleh Masjid Jogokariyan kepada mahasiswa FIB UGM terdampak bencana Sumatra sebesar Rp3.000.000 per mahasiswa. Penyaluran donasi diberikan setiap bulan sekali, bantuan disalurkan melalui Fakultas Ilmu Budaya UGM Kegiatan penyaluran donasi ini tidak hanya bertujuan untuk meringankan beban ekonomi mahasiswa terdampak bencana, tetapi juga menjadi upaya menjaga keberlanjutan pendidikan serta memperkuat semangat gotong royong dan kemitraan lintas komunitas. Melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, komunitas keagamaan, seniman, relawan, dan alumni, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya dalam pengentasan dampak sosial pascabencana, pemenuhan akses pendidikan yang inklusif, serta penguatan kemitraan untuk pembangunan yang berkelanjutan. [Humas FIB UGM, Alma Syahwalani]

Lanjut Baca

Participation of Women in Renewable Energy [POWERE]: Keterlibatan Antropologi Mengawal Energi Terbarukan dari Pesisir Negeri

Laboratorium Antropologi untuk Riset dan Aksi (LAURA) menjadi perwakilan UGM yang terlibat dalam proyek Participation of Women in Renewable Energy (POWERE). Proyek ini memperoleh hibah dari UKRI Ayrton Challenge, melibatkan beberapa universitas seperti University of Sussex, Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. Proyek POWERE menyoroti isu ketidakmerataan akses dan dampak perubahan iklim di kawasan pulau dan pesisir. Menawarkan inovasi melalui pendayagunaan FPV (floating photovoltaic) atau panel surya apung sebagai alternatif energi terbarukan turut menaruh perhatian pada aspek gender, dan ekonomi masyarakat pesisir-luar jaringan (off-grid). Proyek POWERE ini tak hanya berfokus pada penciptaan infrastuktur fisik, namun juga infrastruktur sosial yang ditempuh melalui penguatan inklusivitas gender dalam ekonomi rumput laut di kawasan pesisir dan kepulauan di Sulawesi Selatan. Tim POWERE dipimpin oleh Prof. Raminder Kaur (US), Dr. Muhammad Zamzam Fauzanafi (UGM), Dr. Mia Siscawati (UI), Dr. Bradley Parrish (US), Prof. Peter Newell (US) menjadi proyek kolaborasi multidisiplin yang ‘utuh’ dalam topik energi terbarukan.  Sejak pertengahan tahun ini, tim POWERE melakukan kajian awal menyasar beberapa lokasi seperti Rannu, Katingting, Biawasa dan mempresentasikannya di World Conference on Governance and Social Sciences Universitas Hasanuddin pada 11-12 November 2025 lalu. Beragam topik dari kajian awal didiskusikan diantaranya desain infrastruktur berbasis komunitas, sensory ethnography, telaah hubungan gender-perubahan iklim-resiliensi perempuan dari perspektif feminis, energi terbarukan-infrastruktur sosial, dan tantangan adaptasi iklim bagi perempuan petani rumput laut. Keluasan topik yang muncul dari solar energy dan konsekuensi sosial yang mulai disadari menjadi tantangan kedepan dari proyek POWERE. Disamping Project Lead, proyek ini turut melibatkan peneliti post-doc seperti Dr. Diah Irawaty, Dr. Runavia Mulyasari, Dr. Chu Chun Yu, Dr. Agung Iswadi dan Monika Swastyastu, M.A. dalam riset lanjutan selama proyek ini berlangsung. Proyek POWERE mendapat dukungan berbagai lembaga non-pemerintah maupun pemerintah seperti CARE Indonesia, Aquatera, Development Finance International, Auroville Consulting dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia sebagai mitra finansial maupun pembuat kebijakan. Memijaki tahapan awal dari tiga tahun program kerja, tim POWERE telah menerbitkan Newsletter dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang dapat diakses melalui laman University of Sussex serta Departemen Antropologi. Untuk mendapat perkembangan terbaru akan proyek POWERE, pembaca bisa mengikuti akun instagram resmi @powere.women yang secara berkala membagikan foto dan video kegiatan selama proyek berlangsung.  Penulis: Okky Chandra Baskoro

Selengkapnya

Bakti Sosial Fakultas Peternakan UGM: Edukasi dan Donasi untuk Santri dan Siswa Taman Siswa

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana Fakultas Peternakan kembali melaksanakan kegiatan Bakti Sosial  dalam rangka Dies Natalis ke-56 Fapet di Pondok Pesantren Ki Hajar Dewantara, kawasan Sekolah Taman Siswa, Ngempak, Sleman, Rabu (12/11). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sivitas akademika terhadap masyarakat pendidikan, khususnya dalam mendukung pembelajaran dan kemandirian generasi muda di bidang pertanian dan peternakan. Pondok Pesantren Ki Hajar Dewantara berdiri di atas lahan milik Sekolah Taman Siswa dan menampung sekitar 40 santri serta 30 siswa SMP–SMA Taman Siswa, dibimbing oleh 12 guru dan 5 pengurus pondok. Sekolah ini memberikan pendidikan gratis bagi siswa yang kurang mampu dan berupaya menumbuhkan jiwa mandiri melalui kegiatan pertanian dan peternakan. Dalam kegiatan bakti sosial tahun ini, sebanyak satu paket donasi uang tunai dari para donatur disalurkan, disertai bingkisan dari sponsor yang berisi ayam segar dari PT Ciomas Adisatwa, telur konsumsi dari PT Japfa Comfeed Tbk, tepung bumbu serbaguna dari PT Mulia Inti Pangan, susu pasteurisasi dan telur cage-free dari Pusat Pengembangan Ternak Fapet UGM, serta produk susu dan makanan ringan dari Savoria Group. “Ada donasi uang tunai dan sekitar 160 paket bingkisan kita salurkan,”papar perwakilan DWP Fapet UGM, Sri Hastuti, S.Pt., M.P. Seluruh donasi dan bingkisan disalurkan kepada santri pondok pesantren, siswa SMP–SMA Taman Siswa, para guru, dan pengurus pondok pesantren. Selain kegiatan penyerahan donasi, acara juga diisi dengan penyuluhan dan pelatihan praktis di bidang peternakan unggas. Materi disampaikan oleh Dr. Heru Sasongko dengan topik Pengenalan Penetasan Telur Ayam, dan Fauzan Rifqi Giska Putra, S.Pt. dengan topik Pembuatan Pakan Ayam Sederhana. Sebagai tambahan, tim Asisten Laboratorium Ilmu Ternak Unggas Fapet UGM turut berpartisipasi dengan mengenalkan mesin tetas manual kepada para santri dan siswa. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung mengenai proses penetasan telur secara sederhana dan aplikatif. Melalui kegiatan ini, Fapet UGM berharap dapat memberikan edukasi, inspirasi, dan dukungan nyata bagi generasi muda agar lebih mengenal serta tertarik terhadap sektor pertanian dan peternakan sebagai bidang yang penting dan berpotensi menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan. Dharma Wanita Persatuan Fapet UGM juga berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antara dunia akademik, industri, dan masyarakat, serta menumbuhkan semangat kepedulian sosial di lingkungan kampus.   Sumber: Rima Amalia Editor: Satria Foto: Tim Media Center Fapet