BERITA

Cerita Berdampak

Kisah nyata dan inspiratif kegiatan kemanusiaan telah mengubah kehidupan individu, komunitas & lingkungan

Lanjut Baca

8 Dokter Muda Palestina Program SHEMIND FK-KMK UGM Ucap Janji Koas untuk Jalankan Misi Kemanusiaan

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program Scholarship for Health and Medical Development by Indonesian AID (SHEMIND) melaksanakan medical student oath atau janji koas di Grha Wiyata FK-KMK UGM. Berlangsung pada Jumat (02/10), janji koas ini diikuti oleh delapan dokter muda dari Al-Azhar University Gaza yang akan menjalani studi profesi di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM.  Dalam sambutannya, dr. Ahmad Hamim Sadewa., Ph.D selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM mengucapkan selamat kepada delapan mahasiswa yang sebelumnya menempuh studi di Gaza tersebut. Menurutnya, janji koas ini merupakan persiapan tahap akhir setelah mereka mendapatkan pengetahuan dan keterampilan klinis di FK-KMK UGM selama beberapa bulan. “Hari ini kita mencapai akhir dari program persiapan tersebut. Anda harus melangkah maju ke tempat profesi di rumah sakit,” ujar dr. Hamim. Sementara itu, Kepala Bagian Akademik dan Riset RSA UGM, dr. Nurwestu Rusetiyanti, M.Kes., Sp.D.V.E, Subsp.Ven., mengatakan bahwa janji koas SHEMIND bukan sekadar pendidikan keterampilan klinis semata. Upacara ini ditujukan agar kedelapan mahasiswa memiliki empati, integritas, dan rasa profesionalisme sebagai dokter. Sebab, menurut dr. Nurwestu, mereka tengah menjalankan misi yang berakar pada solidaritas global dan martabat kemanusiaan. “Di rumah sakit, Anda akan menemui pasien pada momen-momen paling rentan mereka,” ujarnya. Sejalan dengan misi tersebut, dr. Mohammad Zughbur selaku Dekan Faculty of Medicine Al Azhar University Gaza menasehati kedelapan mahasiswa agar menjalankan pendidikan profesi dengan rasa kemanusiaan. Terlebih, bekal ilmu kesehatan ini akan sangat berguna bagi korban terdampak genosida di Gaza, Palestina. “Kami berharap suatu hari nanti kalian kembali untuk melayani rakyat kalian dan berkontribusi dalam membangun kembali sistem pelayanan kesehatan di Gaza,” tuturnya. Janji koas SHEMIND menjadi bukti komitmen kelembagaan FK-KMK UGM terhadap misi kemanusiaan global. “Melalui program kolaboratif ini, UGM menegaskan kembali komitmennya terhadap etika kedokteran, layanan kemanusiaan, dan tanggung jawab sosial dalam skala internasional,” ujar dr. Nurwestu. Oleh sebab itu, agenda ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) berupa SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17: Kemitraan untuk mencapai tujuan. (Reporter: Aghits Azka)

Lanjut Baca

Rayakan HPTT ke-80, FT UGM Perkuat Komitmen Lingkungan melalui Penanaman Pohon

Dalam semangat merayakan 80 tahun Hari Pendidikan Tinggi Teknik (HPTT), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melaksanakan kegiatan peduli lingkungan melalui penanaman pohon di kawasan Taman Raya, pada Jumat, 9 Januari 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Senat, Dekan, Wakil Dekan, Kepala Departemen, Ketua HPTT, tenaga pendidik, serta mahasiswa FT UGM. Kawasan Taman Raya sendiri berlokasi di kawasan lereng selatan lingkar FT UGM. Dalam kegiatan tersebut, FT UGM menanam berbagai varietas tanaman sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan serta upaya mitigasi pemanasan global. Adapun tanaman yang ditanam meliputi pisang abaka (Musa textilis), tarum (Indigofera tinctoria), dan bambu petung (Dendrocalamus asper). Pisang abaka (Musa textilis) merupakan sumbangan dari Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada. Tanaman ini dikenal sebagai penghasil serat alami bernilai tinggi yang berpotensi mendukung pengembangan material ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta merupakan tanaman asli Filipina. Sementara itu, tarum (Indigofera tinctoria), yang disumbangkan oleh Prof. Edia Rahayu, merupakan tanaman penghasil pewarna alami indigo. Tanaman ini memiliki peran penting dalam pengembangan wastra Nusantara serta mendukung pertumbuhan industri kreatif berbasis bahan alam. Adapun bambu petung (Dendrocalamus asper), sumbangan dari Dr. Inggar Septhia, dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam penelitian bambu laminasi. Penelitian tersebut diarahkan untuk mengembangkan bambu petung sebagai material struktural alternatif yang kuat, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Tanaman-tanaman yang ditanam diproyeksikan akan mulai tumbuh dan berbuah dalam jangka waktu sekitar tiga bulan. Untuk mendukung pertumbuhan yang optimal, tanaman diberi pupuk KATRILI yang merupakan sumbangan dari Dr. Pri Utami. KATRILI merupakan booster cair berbahan dasar silika dari panas bumi yang bermanfaat untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan pupuk kandang, meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman, mengurangi bau pupuk kandang, serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Sementara itu, sumber air untuk pengairan tanaman berasal dari Selokan Mataram yang dialirkan menggunakan teknologi elevasi, mengingat posisi elevasi Selokan Mataram lebih rendah dibandingkan lokasi Taman Raya. Kegiatan penanaman pohon ini ditutup dengan doa yang mencerminkan harapan akan kebermanfaatan lingkungan, “Segeralah subur tanamanku, segeralah bermanfaat untuk lingkunganku,” penanda berakhirnya kegiatan penanaman pohon (9/1/2025). (Humas FT: Radaeva/ Dokumentasi: Opal)