BERITA

Cerita Berdampak

Kisah nyata dan inspiratif kegiatan kemanusiaan telah mengubah kehidupan individu, komunitas & lingkungan

Lanjut Baca

Sains Menjawab Tantangan Pertanian, FMIPA UGM Perkuat Kapasitas Petani Gunungkidul

Laboratorium Kimia Organik mempertemukan kepakaran lintas lembaga untuk mendukung pertanian produktif dan berkelanjutan melalui program desa binaan. Gunungkidul, 24 Oktober 2026 — Laboratorium Kimia Organik, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM), menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Pangan dan Hortikultura di Balai Kalurahan Wunung, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (24/10). Melalui pemaparan ahli lintas lembaga, kegiatan ini membekali petani dan pekebun dari Kalurahan Wunung, Duwet, dan Mulo dengan pengetahuan untuk mengenali gangguan tanaman serta menentukan pengendalian yang tepat dan berkelanjutan. Diketuai oleh Dr. Deni Pranowo, S.Si., M.Si., kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Desa Binaan Laboratorium Kimia Organik FMIPA UGM. Program ini mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan kepakaran akademik untuk membantu menjaga produktivitas pertanian dan mendukung kesejahteraan petani. Membawa Pengetahuan Ilmiah ke Persoalan Sehari-hari Bagi masyarakat Wunung, Duwet, dan Mulo, pertanian dan perkebunan merupakan sumber penghidupan penting. Padi, kacang tanah, jagung, cabai, bawang merah, alpukat, dan mangga menjadi bagian dari potensi setempat. Namun, serangan hama dan penyakit dapat mengurangi hasil panen sekaligus menekan pendapatan keluarga. Menjawab tantangan tersebut, kegiatan menghadirkan Dr. Suputa, S.P., M.P., ahli hama dari Fakultas Pertanian UGM, serta Dr. Sri Wahyuni Budiarti, S.P., M.Si., peneliti penyakit tanaman dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Materi mencakup pengenalan hama dan penyakit, pemahaman gejala serangan, serta strategi pencegahan dan pengendalian sesuai karakteristik tanaman dan kondisi lapangan. Pengetahuan ini diharapkan membantu petani melakukan deteksi dini dan memilih tindakan berdasarkan penyebab gangguan. Prinsipnya sederhana: mengenali masalah dengan tepat menjadi dasar untuk menentukan penanganan yang sesuai. Melalui pengelolaan organisme pengganggu tanaman secara terpadu, petani didorong mempertimbangkan kondisi pertanaman dan keberlanjutan lingkungan dalam mengambil keputusan. Menghubungkan Perlindungan Tanaman dan Konservasi Selain hama dan penyakit tanaman, masyarakat menghadapi gangguan monyet pada lahan pertanian dan perkebunan. Persoalan ini membutuhkan perhatian terhadap perlindungan hasil pertanian, keselamatan warga, dan konservasi satwa liar. Edi Warsito dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Daerah Istimewa Yogyakarta wilayah Gunungkidul memberikan informasi mengenai persoalan tersebut beserta kendala penanganannya. Pemaparan ini memperlihatkan pentingnya koordinasi masyarakat, pemerintah kalurahan, dan instansi berwenang dalam menyusun langkah yang terarah. Kehadiran narasumber dari UGM, BRIN, dan BKSDA menunjukkan pendekatan lintas keahlian yang dibutuhkan untuk memahami persoalan pertanian secara menyeluruh. FMIPA UGM mengambil peran sebagai penghubung antara pengetahuan ilmiah, pengalaman masyarakat, dan kewenangan lembaga terkait. Kontribusi Nyata bagi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Kegiatan ini mendukung SDGs Poin 2: Tanpa Kelaparan, terutama melalui penguatan pengetahuan untuk menjaga produktivitas dan mendukung sistem pertanian berkelanjutan. Kemampuan mengenali gangguan tanaman sejak dini diharapkan membantu mengurangi risiko kehilangan hasil panen. Dukungan terhadap SDGs Poin 4: Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui akses pembelajaran bagi masyarakat di luar ruang kuliah. Kepakaran perguruan tinggi dan lembaga penelitian diterjemahkan menjadi pengetahuan praktis yang relevan dengan pekerjaan petani. Pembahasan gangguan satwa liar juga sejalan dengan SDGs Poin 15: Ekosistem Daratan, dengan menempatkan perlindungan tanaman dalam pertimbangan konservasi. Sementara itu, keterlibatan berbagai lembaga dan masyarakat mencerminkan SDGs Poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kontribusi tersebut merupakan arah yang didukung program; dampak jangka panjangnya memerlukan penerapan dan evaluasi berkelanjutan.   Menumbuhkan Kemitraan, Memperluas Manfaat Sains Kepala Laboratorium Kimia Organik, Dr. Endang Astuti, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian tahunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lurah Wunung, Sudarto, berharap pengetahuan yang dibagikan dapat membantu petani dan pekebun mengatasi persoalan di lapangan. Pelaksanaan program didukung seluruh dosen dan karyawan Laboratorium Kimia Organik. Kerja bersama ini memperlihatkan peran sivitas akademika dan tenaga kependidikan dalam menghadirkan manfaat perguruan tinggi di tengah masyarakat. Bagi alumni, kegiatan ini menjadi alasan untuk terus bangga dan terlibat dalam kontribusi almamater. Bagi calon mahasiswa, program tersebut memperlihatkan bahwa belajar sains membuka kesempatan untuk memahami dan menjawab persoalan nyata. Bagi mitra, kegiatan ini memperlihatkan ruang kolaborasi berbasis kepakaran dan kebutuhan masyarakat. Ke depan, kesinambungan pendampingan dan evaluasi penerapan pengetahuan menjadi langkah penting agar manfaat program semakin kuat. Dari desa binaan, FMIPA UGM meneguhkan kontribusi lokal menuju tujuan pembangunan global: pertanian yang tangguh, lingkungan yang terjaga, dan masyarakat yang semakin berdaya. Penulis: Deni Pranowo Editor: Robby Noor Cahyono Fotografer: Robby Noor Cahyono Tags:SDGs SDG 2: Tanpa Kelaparan SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 15: Ekosistem Daratan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Lanjut Baca

Juara Greenovate 2026, Tim UGM Kembangkan Limbah TKKS Menjadi Material Elektroda Inovatif

Mahasiswa Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM kembali meraih prestasi, kali ini dalam event Greenovate 2026 yang diadakan di Senayan, DKI Jakarta pada 3-5 Agustus 2026. Dalam kompetisi yang diadakan oleh TBS Foundation ini, Tim UGM dengan nama ”Powerhart” beranggotakan 2 Pratiwi Putri Hasibuan (Teknik Industri 2024), Arsi Cahyani (Teknik Kimia 2024), dan Hayya Majida Amani (Teknik Kimia 2024) meraih juara 3.  Sebagai latar belakang, Tim Powerhart mengangkat permasalahan melimpahnya limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang pemanfaatannya saat ini masih didominasi oleh aplikasi bernilai tambah relatif rendah, seperti mulsa dan pembenah tanah. ”Berdasarkan permasalahan tersebut, kami mengusulkan pemanfaatan TKKS sebagai bahan baku material elektroda karbon hibrida untuk superkapasitor,” tutur Putri. Ide yang diusulkan tim berupa inovasi material berbasis tandan kosong kelapa sawit sebagai alternatif material berbasis karbon untuk elektroda superkapasitor, dengan penambahan katalis feldspar sebagai salah satu bagian dari proses rekayasa material. Inovasi ini menargetkan pemanfaatan limbah TKKS yang belum optimal sekaligus mengurangi ketergantungan pada material karbon bernilai tinggi seperti grafena. ”Dengan demikian, gagasan kami tidak hanya berfokus pada pengembangan material baru, tetapi juga menghubungkan aspek teknologi, pemanfaatan limbah, dan keberlanjutan,” jelas Putri. Putri menjelaskan bahwa kebaruan gagasan tersebut terletak pada rekayasa material secara bertahap, dimulai dari karbonisasi TKKS dengan penambahan Fe dan feldspar untuk membantu menghasilkan struktur karbon yang lebih grafitik dan konduktif, kemudian mengombinasikannya dengan MnO₂ dan PANI. Karbon TKKS berperan menyimpan muatan pada permukaannya, sementara MnO₂ dan PANI memberikan tambahan penyimpanan muatan melalui reaksi elektrokimia. “Dengan pendekatan ini, kami tidak hanya mengubah limbah TKKS menjadi karbon, tetapi juga merancangnya menjadi material elektroda bernilai tambah tinggi yang berpotensi meningkatkan performa elektrokimia sekaligus mendukung pemanfaatan limbah dan pengembangan teknologi penyimpanan energi yang lebih berkelanjutan,” ujar Putri. Karya Powerhart tersebut memukau dewan juri yang terdiri dari Roderick Purwana (Managing Partner, East Ventures); Gita Sjahrir (Managing Director for Investor Relations, TBS); dan Iwan Syahril (Former Director General of Education, Indonesia) sehingga dinilai pantas untuk menjadi salah satu juara. Pada seleksi awal, tim Powerhart mengumpulkan ide yang mencakup identifikasi masalah, solusi yang ditawarkan, serta aspek kelayakan finansial dalam bentuk presentasi PPT. Setelah lolos ke babak final, Powerhart mengikuti sesi mentoring bersama Triana Krisandini, SVP Sustainability PT TBS Energi Utama Tbk., untuk mempersiapkan presentasi. ”Selama mentoring, kami mendapatkan banyak masukan, terutama dalam membangun storytelling yang kuat dan menyampaikan data secara lebih menarik bagi audiens. Salah satu contohnya adalah bagaimana mengubah data emisi yang berupa angka menjadi perbandingan atau gambaran yang lebih mudah dibayangkan, sehingga dampak dari permasalahan yang kami angkat dapat lebih dirasakan oleh audiens,” papar Putri.  Dalam proses meraih juara, tantangan utama yang dihadapi Powerhart adalah penerjemahan gagasan yang cukup teknis menjadi konsep yang mudah dipahami sekaligus menarik dari sisi bisnis. ”Kami perlu menjelaskan proses rekayasa material dan keunggulan elektroda tanpa membuat materi terlalu kompleks bagi audiens,” tutur Putri. Lebih jelas lagi, tim harus memastikan bahwa gagasan yang ditawarkan tidak hanya memiliki potensi keuntungan ekonomi, tetapi juga memiliki nilai keberlanjutan yang jelas melalui pemanfaatan limbah TKKS dan pengembangan material untuk teknologi penyimpanan energi. Seluruh aspek tersebut, mulai dari permasalahan, solusi, kebaruan, potensi bisnis, hingga aspek keberlanjutan, harus disampaikan dalam durasi presentasi yang hanya 7 menit. ”Oleh karena itu, kami perlu menyusun materi secara ringkas, terstruktur, dan didukung oleh storytelling yang kuat,” tutur Putri.  Dari kompetisi Greenovate 2026, Putri menyatakan mereka belajar bahwa sebuah ide tidak hanya harus menarik, tetapi juga harus bisa menjawab masalah yang ada dan punya nilai dari sisi teknologi, bisnis, maupun keberlanjutan. Kami juga belajar bagaimana menyampaikan ide yang cukup teknis dengan cara yang lebih sederhana dan menarik melalui storytelling,” tutur Putri. Selain itu, tambah Putri, lomba ini memberikan pengalaman bekerja dalam tim dengan latar belakang yang berbeda, menerima masukan, dan lebih percaya diri dalam menyampaikan serta mempertahankan ide di depan juri. Dr. Akmal Irfan Majid sebagai perwakilan DTMI yang turut menghadiri penyerahan juara menyatakan bahwa kompetisi ini merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa karena kasus yang diangkat oleh Greenovate layak untuk dikembangkan menjadi sebuah bisnis dan memperoleh bimbingan dari para prominent figures perusahaan-perusahaan terbaik. “Hal ini tentu mengasah soft skill dan kemampuan analisis untuk mendekatkan mata kuliah di kampus dengan solusi praktis dari industri yang prominent,” tuturnya.

Selengkapnya

8 Dokter Muda Palestina Program SHEMIND FK-KMK UGM Ucap Janji Koas untuk Jalankan Misi Kemanusiaan

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program Scholarship for Health and Medical Development by Indonesian AID (SHEMIND) melaksanakan medical student oath atau janji koas di Grha Wiyata FK-KMK UGM. Berlangsung pada Jumat (02/10), janji koas ini diikuti oleh delapan dokter muda dari Al-Azhar University Gaza yang akan menjalani studi profesi di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM.  Dalam sambutannya, dr. Ahmad Hamim Sadewa., Ph.D selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM mengucapkan selamat kepada delapan mahasiswa yang sebelumnya menempuh studi di Gaza tersebut. Menurutnya, janji koas ini merupakan persiapan tahap akhir setelah mereka mendapatkan pengetahuan dan keterampilan klinis di FK-KMK UGM selama beberapa bulan. “Hari ini kita mencapai akhir dari program persiapan tersebut. Anda harus melangkah maju ke tempat profesi di rumah sakit,” ujar dr. Hamim. Sementara itu, Kepala Bagian Akademik dan Riset RSA UGM, dr. Nurwestu Rusetiyanti, M.Kes., Sp.D.V.E, Subsp.Ven., mengatakan bahwa janji koas SHEMIND bukan sekadar pendidikan keterampilan klinis semata. Upacara ini ditujukan agar kedelapan mahasiswa memiliki empati, integritas, dan rasa profesionalisme sebagai dokter. Sebab, menurut dr. Nurwestu, mereka tengah menjalankan misi yang berakar pada solidaritas global dan martabat kemanusiaan. “Di rumah sakit, Anda akan menemui pasien pada momen-momen paling rentan mereka,” ujarnya. Sejalan dengan misi tersebut, dr. Mohammad Zughbur selaku Dekan Faculty of Medicine Al Azhar University Gaza menasehati kedelapan mahasiswa agar menjalankan pendidikan profesi dengan rasa kemanusiaan. Terlebih, bekal ilmu kesehatan ini akan sangat berguna bagi korban terdampak genosida di Gaza, Palestina. “Kami berharap suatu hari nanti kalian kembali untuk melayani rakyat kalian dan berkontribusi dalam membangun kembali sistem pelayanan kesehatan di Gaza,” tuturnya. Janji koas SHEMIND menjadi bukti komitmen kelembagaan FK-KMK UGM terhadap misi kemanusiaan global. “Melalui program kolaboratif ini, UGM menegaskan kembali komitmennya terhadap etika kedokteran, layanan kemanusiaan, dan tanggung jawab sosial dalam skala internasional,” ujar dr. Nurwestu. Oleh sebab itu, agenda ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) berupa SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17: Kemitraan untuk mencapai tujuan. (Reporter: Aghits Azka)

Selengkapnya

Schneider Indonesia Hibahkan Panel Listrik untuk Dukung Pengembangan Fasilitas FT UGM

PT Schneider Indonesia menghibahkan satu unit panel listrik PIX12 2500A kepada Fakultas Teknik (FT) UGM sebagai bagian dari hibah tiga unit panel listrik kepada Universitas Gadjah Mada senilai Rp778 juta. Hibah panel listrik tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan industri terhadap pengembangan sarana kelistrikan di lingkungan UGM. Bagi FT UGM, keberadaan panel PIX12 2500A diharapkan dapat mendukung kebutuhan fasilitas kelistrikan sekaligus menunjang kegiatan pendidikan dan pengembangan riset. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM Arief Setiawan Budi Nugroho, Ph.D., menyampaikan bahwa hibah tersebut sejalan dengan kebutuhan perguruan tinggi untuk terus mengembangkan teknologi dan sarana kelistrikan. “Isu persoalan energi di Indonesia ini sedang umum terjadi sehingga kerja sama ini merupakan wujud dari upaya menjawab persoalan nyata tersebut,” ujar Arief di Gedung Pusat UGM, Jumat (18/9). Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat fasilitas kelistrikan di FT UGM, tetapi juga membuka peluang pengembangan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri, khususnya dalam bidang energi, otomasi, dan teknologi.

Selengkapnya

Halal Bi Halal Kamipagama, Memperkuat Sinergi Alumni dan FMIPA UGM dalam Penyelesaian Isu-isu Nasional

Kegiatan Halal Bi Halal (HBH) Keluarga Alumni FMIPA UGM (KAMIPAGAMA) ini merupakan agenda rutin tahunan dari Kamipagama untuk memperkuat sinergi antar alumni dari berbagai angkatan. Pada tahun 2026 ini, acara HBH dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026 di Karinda Cafe and Resto, Jakarta. Kegiatan HBH tahun 2026 ini dihadiri lebih dari 80 alumni FMIPA yang tersebar dari berbagai angkatan, mulai dari alumni angkatan 1964 sampai dengan alumni angkatan 2021. Kegiatan ini sekaligus merupakan HBH dengan jumlah peserta terbanyak dan sebaran angkatan yang paling lengkap dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam sambutannya, Ketua Kamipagama, Daniel Oscar Baskoro, memaparkan berbagai kegiatan dan capaian dari Kamipagama selama periode kepengurusan dari tahun 2021 hingga tahun 2026 ini.  Testimoni dari beberapa mahasiswa yang menerima bantuan beasiswa dari alumni melalui program BAKPHIA juga disampaikan dalam bentuk video yang sekaligus sebagai laporan kepada para alumni yang telah menyisihkan sebagian dananya untuk membantu biaya dari para mahasiswa yang memiliki kendala dari sisi ekonomi dalam studinya. Selain itu, pada acara ini seperti biasa, Dekan FMIPA UGM selaku representasi dari Fakultas MIPA memberikan sharing berupa update informasi tentang perkembangan Fakultas MIPA saat ini dan beberapa agenda yang perlu mendapatkan dukungan dari Alumni sebagai salah satu pemangku kepentingan dari Fakultas. Beberapa kontribusi FMIPA untuk mendukung penyelesaian isu-isu nasional dari sisi scientific, seperti pengembangan berbagai teknologi untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), dan beberapa program lainnya dijelaskan dengan cukup detil kepada para alumni, yang sekaligus sebagai ajakan kepada Alumni untuk ikut berkontribusi dan mendukung kegiatan tersebut. Kegiatan diakhiri dengan silaturahmi dan ramah tamah agar lebih guyub, rukun, dan migunani. Penulis: Fajar Adi Kusumo Editor: Inna Mutifah Fotografer: Muhamad Muhibudin Zayn Tags:SDGs SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Selengkapnya

Rayakan HPTT ke-80, FT UGM Perkuat Komitmen Lingkungan melalui Penanaman Pohon

Dalam semangat merayakan 80 tahun Hari Pendidikan Tinggi Teknik (HPTT), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melaksanakan kegiatan peduli lingkungan melalui penanaman pohon di kawasan Taman Raya, pada Jumat, 9 Januari 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Senat, Dekan, Wakil Dekan, Kepala Departemen, Ketua HPTT, tenaga pendidik, serta mahasiswa FT UGM. Kawasan Taman Raya sendiri berlokasi di kawasan lereng selatan lingkar FT UGM. Dalam kegiatan tersebut, FT UGM menanam berbagai varietas tanaman sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan serta upaya mitigasi pemanasan global. Adapun tanaman yang ditanam meliputi pisang abaka (Musa textilis), tarum (Indigofera tinctoria), dan bambu petung (Dendrocalamus asper). Pisang abaka (Musa textilis) merupakan sumbangan dari Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada. Tanaman ini dikenal sebagai penghasil serat alami bernilai tinggi yang berpotensi mendukung pengembangan material ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta merupakan tanaman asli Filipina. Sementara itu, tarum (Indigofera tinctoria), yang disumbangkan oleh Prof. Edia Rahayu, merupakan tanaman penghasil pewarna alami indigo. Tanaman ini memiliki peran penting dalam pengembangan wastra Nusantara serta mendukung pertumbuhan industri kreatif berbasis bahan alam. Adapun bambu petung (Dendrocalamus asper), sumbangan dari Dr. Inggar Septhia, dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam penelitian bambu laminasi. Penelitian tersebut diarahkan untuk mengembangkan bambu petung sebagai material struktural alternatif yang kuat, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Tanaman-tanaman yang ditanam diproyeksikan akan mulai tumbuh dan berbuah dalam jangka waktu sekitar tiga bulan. Untuk mendukung pertumbuhan yang optimal, tanaman diberi pupuk KATRILI yang merupakan sumbangan dari Dr. Pri Utami. KATRILI merupakan booster cair berbahan dasar silika dari panas bumi yang bermanfaat untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan pupuk kandang, meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman, mengurangi bau pupuk kandang, serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Sementara itu, sumber air untuk pengairan tanaman berasal dari Selokan Mataram yang dialirkan menggunakan teknologi elevasi, mengingat posisi elevasi Selokan Mataram lebih rendah dibandingkan lokasi Taman Raya. Kegiatan penanaman pohon ini ditutup dengan doa yang mencerminkan harapan akan kebermanfaatan lingkungan, “Segeralah subur tanamanku, segeralah bermanfaat untuk lingkunganku,” penanda berakhirnya kegiatan penanaman pohon (9/1/2025). (Humas FT: Radaeva/ Dokumentasi: Opal)

Selengkapnya

Sinergi Industri–Kampus: CNGR Hibahkan Peralatan ICP-MS untuk Laboratorium FT UGM

Rabu, 19 November 2025, Fakultas Teknik UGM (FT UGM) secara resmi menerima hibah peralatan laboratorium NexION 1100 ICP-MS dari CNGR. Penandatanganan berita acara serah terima berlangsung di Auditorium SGLC FT UGM dan disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, MBA., M.M.T. Berita acara serah terima ditandatangani oleh Mr. Chen Hailei selaku Direktur PT Eco Energi Perkasa/Vice President CNGR Indonesia dan Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, dan disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, MBA., M.M.T., Direktur Penelitian UGM, Prof. Mirwan Ushada, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset. dan Sumber Daya Manusia FT UGM, Prof. Muslikhin Hidayat, dan Chairman ERIC FT UGM, Prof Tumiran. Hibah ICP-MS ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi kampus, khususnya terkait pengembangan material maju dan teknologi berkelanjutan. Instrumen tersebut akan melengkapi fasilitas laboratorium yang sudah ada, mendukung pembelajaran, penelitian, hingga program hilirisasi produk berbasis riset di FT UGM. FT UGM memberikan apresiasi kepada PT Eco Energi Perkasa/CNGR Indonesia dan seluruh mitra industri yang telah berkontribusi dalam memperkuat kolaborasi riset nasional. Kerja sama ini dinilai bukan sekadar transfer teknologi, tetapi bentuk sinergi positif antara perguruan tinggi dan dunia industri. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Danang Sri Hadmoko juga melaporkan perkembangan inovasi lain di FT UGM, termasuk teknologi coal upgrading untuk meningkatkan nilai batubara muda, yang telah diadopsi oleh BUMN. Rangkaian acara dilanjutkan dengan penandatanganan akrilik sebagai simbol serah terima, disaksikan Menko Airlangga, dan ditutup dengan sesi foto bersama. Dengan ini, hibah resmi diterima oleh Fakultas Teknik UGM sebagai penguatan fasilitas riset material maju dan energi untuk mendukung kemandirian teknologi nasional.