BERITA

Cerita Berdampak

Kisah nyata dan inspiratif kegiatan kemanusiaan telah mengubah kehidupan individu, komunitas & lingkungan

Lanjut Baca

FMIPA UGM Salurkan 10 Tangki Air Bersih untuk Bantu Warga Kamal Hadapi Kekeringan

Pengabdian Laboratorium Kimia Organik menghubungkan kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga dengan penguatan pengetahuan pertanian di Gunungkidul. Gunungkidul, 24 Oktober 2026 — Laboratorium Kimia Organik, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM), menyalurkan bantuan 10 tangki air bersih bagi warga Padukuhan Kamal, Kalurahan Wunung, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (24/10). Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih sekitar 150 kepala keluarga atau kurang lebih 500 jiwa yang menghadapi keterbatasan pasokan air pada musim kemarau. Penyaluran bantuan menjadi bagian dari rangkaian pengabdian kepada masyarakat Laboratorium Kimia Organik FMIPA UGM di Kalurahan Wunung, Duwet, dan Mulo. Melalui kegiatan ini, dosen dan tenaga kependidikan merespons kebutuhan mendesak masyarakat sekaligus memperkuat hubungan perguruan tinggi dengan warga di wilayah pendampingan. Membantu Memenuhi Kebutuhan Dasar Warga Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang memengaruhi berbagai kegiatan rumah tangga. Bagi warga yang mengalami keterbatasan sumber air selama kemarau, tambahan pasokan diharapkan dapat meringankan beban dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Prof. Tutik Dwi Wahyuningsih, M.Si., Dr. Yehezkiel Steven K., M.Eng., dan Dr. Sugeng Triono, M.Si., yang mewakili tim dosen dan tenaga kependidikan Laboratorium Kimia Organik FMIPA UGM. Kegiatan tersebut menempatkan kepedulian sosial sebagai bagian dari pelaksanaan pengabdian perguruan tinggi. Kehadiran tim di tengah warga menjadi kesempatan untuk memahami bahwa kebutuhan masyarakat perlu menjadi pertimbangan penting dalam menentukan bentuk kontribusi kampus. Bantuan air bersih ini merupakan respons terhadap kebutuhan saat ini. Keberlanjutan akses air tetap menjadi persoalan yang memerlukan perhatian bersama, sehingga manfaat bantuan perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya yang lebih luas dalam mendukung ketahanan masyarakat menghadapi musim kemarau. Pengabdian yang Menjangkau Air Bersih dan Pertanian Pada hari yang sama, tim Laboratorium Kimia Organik juga menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Pangan dan Hortikultura di Balai Kalurahan Wunung. Kegiatan tersebut memberikan pembekalan bagi petani dan pekebun dari Wunung, Duwet, dan Mulo untuk mengenali gangguan tanaman serta memahami langkah pengendalian yang sesuai. Kedua kegiatan menjangkau kebutuhan masyarakat yang saling berkaitan. Pasokan air membantu kebutuhan dasar rumah tangga, sementara pembelajaran pertanian diharapkan memperkuat kemampuan warga dalam menjaga tanaman dan mengurangi risiko kehilangan hasil panen. Dalam rangkaian pengabdian ini, FMIPA UGM menghubungkan kepedulian sosial dengan pemanfaatan kepakaran. Bantuan air diberikan sesuai kebutuhan warga, sedangkan pengetahuan ilmiah dihadirkan melalui pembekalan teknis pertanian yang relevan dengan kondisi setempat. Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Penyaluran bantuan air bersih sejalan dengan SDGs Poin 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, khususnya aspek akses terhadap air bersih. Kontribusi kegiatan ini terletak pada penyediaan tambahan pasokan bagi warga yang membutuhkan, tanpa menyamakan bantuan sementara dengan penyelesaian menyeluruh persoalan akses air. Sementara itu, bimbingan teknis pertanian mendukung SDGs Poin 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan pengetahuan untuk menjaga produktivitas pangan. Materi pengelolaan gangguan tanaman secara berkelanjutan juga berkaitan dengan SDGs Poin 15: Ekosistem Daratan. Memperkuat Budaya Akademik yang Peduli Keterlibatan dosen dan tenaga kependidikan memperlihatkan bahwa kontribusi kampus dapat hadir melalui kepakaran maupun tindakan sosial. Bagi alumni, kegiatan ini menjadi ruang untuk melihat keberlanjutan peran almamater di masyarakat. Bagi calon mahasiswa, pengabdian tersebut menunjukkan kesempatan untuk belajar memahami persoalan kehidupan melalui keterlibatan langsung. Ke depan, hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat dapat menjadi landasan pengembangan kolaborasi bersama mitra. Dengan mendengarkan kebutuhan warga dan mengevaluasi manfaat kegiatan, FMIPA UGM dapat terus memperluas kontribusi pengabdian yang relevan, terarah, dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan global dari tingkat lokal. Penulis : Deni Pranowo Editor: Robby Noor Cahyono Foto : Yehezkiel Steven Kurniawan Tags:SDGs SDG 2: Tanpa Kelaparan SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak SDG 15: Ekosistem Daratan

Lanjut Baca

Sains Menjawab Tantangan Pertanian, FMIPA UGM Perkuat Kapasitas Petani Gunungkidul

Laboratorium Kimia Organik mempertemukan kepakaran lintas lembaga untuk mendukung pertanian produktif dan berkelanjutan melalui program desa binaan. Gunungkidul, 24 Oktober 2026 — Laboratorium Kimia Organik, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM), menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Pangan dan Hortikultura di Balai Kalurahan Wunung, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (24/10). Melalui pemaparan ahli lintas lembaga, kegiatan ini membekali petani dan pekebun dari Kalurahan Wunung, Duwet, dan Mulo dengan pengetahuan untuk mengenali gangguan tanaman serta menentukan pengendalian yang tepat dan berkelanjutan. Diketuai oleh Dr. Deni Pranowo, S.Si., M.Si., kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Desa Binaan Laboratorium Kimia Organik FMIPA UGM. Program ini mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan kepakaran akademik untuk membantu menjaga produktivitas pertanian dan mendukung kesejahteraan petani. Membawa Pengetahuan Ilmiah ke Persoalan Sehari-hari Bagi masyarakat Wunung, Duwet, dan Mulo, pertanian dan perkebunan merupakan sumber penghidupan penting. Padi, kacang tanah, jagung, cabai, bawang merah, alpukat, dan mangga menjadi bagian dari potensi setempat. Namun, serangan hama dan penyakit dapat mengurangi hasil panen sekaligus menekan pendapatan keluarga. Menjawab tantangan tersebut, kegiatan menghadirkan Dr. Suputa, S.P., M.P., ahli hama dari Fakultas Pertanian UGM, serta Dr. Sri Wahyuni Budiarti, S.P., M.Si., peneliti penyakit tanaman dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Materi mencakup pengenalan hama dan penyakit, pemahaman gejala serangan, serta strategi pencegahan dan pengendalian sesuai karakteristik tanaman dan kondisi lapangan. Pengetahuan ini diharapkan membantu petani melakukan deteksi dini dan memilih tindakan berdasarkan penyebab gangguan. Prinsipnya sederhana: mengenali masalah dengan tepat menjadi dasar untuk menentukan penanganan yang sesuai. Melalui pengelolaan organisme pengganggu tanaman secara terpadu, petani didorong mempertimbangkan kondisi pertanaman dan keberlanjutan lingkungan dalam mengambil keputusan. Menghubungkan Perlindungan Tanaman dan Konservasi Selain hama dan penyakit tanaman, masyarakat menghadapi gangguan monyet pada lahan pertanian dan perkebunan. Persoalan ini membutuhkan perhatian terhadap perlindungan hasil pertanian, keselamatan warga, dan konservasi satwa liar. Edi Warsito dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Daerah Istimewa Yogyakarta wilayah Gunungkidul memberikan informasi mengenai persoalan tersebut beserta kendala penanganannya. Pemaparan ini memperlihatkan pentingnya koordinasi masyarakat, pemerintah kalurahan, dan instansi berwenang dalam menyusun langkah yang terarah. Kehadiran narasumber dari UGM, BRIN, dan BKSDA menunjukkan pendekatan lintas keahlian yang dibutuhkan untuk memahami persoalan pertanian secara menyeluruh. FMIPA UGM mengambil peran sebagai penghubung antara pengetahuan ilmiah, pengalaman masyarakat, dan kewenangan lembaga terkait. Kontribusi Nyata bagi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Kegiatan ini mendukung SDGs Poin 2: Tanpa Kelaparan, terutama melalui penguatan pengetahuan untuk menjaga produktivitas dan mendukung sistem pertanian berkelanjutan. Kemampuan mengenali gangguan tanaman sejak dini diharapkan membantu mengurangi risiko kehilangan hasil panen. Dukungan terhadap SDGs Poin 4: Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui akses pembelajaran bagi masyarakat di luar ruang kuliah. Kepakaran perguruan tinggi dan lembaga penelitian diterjemahkan menjadi pengetahuan praktis yang relevan dengan pekerjaan petani. Pembahasan gangguan satwa liar juga sejalan dengan SDGs Poin 15: Ekosistem Daratan, dengan menempatkan perlindungan tanaman dalam pertimbangan konservasi. Sementara itu, keterlibatan berbagai lembaga dan masyarakat mencerminkan SDGs Poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kontribusi tersebut merupakan arah yang didukung program; dampak jangka panjangnya memerlukan penerapan dan evaluasi berkelanjutan.   Menumbuhkan Kemitraan, Memperluas Manfaat Sains Kepala Laboratorium Kimia Organik, Dr. Endang Astuti, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian tahunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lurah Wunung, Sudarto, berharap pengetahuan yang dibagikan dapat membantu petani dan pekebun mengatasi persoalan di lapangan. Pelaksanaan program didukung seluruh dosen dan karyawan Laboratorium Kimia Organik. Kerja bersama ini memperlihatkan peran sivitas akademika dan tenaga kependidikan dalam menghadirkan manfaat perguruan tinggi di tengah masyarakat. Bagi alumni, kegiatan ini menjadi alasan untuk terus bangga dan terlibat dalam kontribusi almamater. Bagi calon mahasiswa, program tersebut memperlihatkan bahwa belajar sains membuka kesempatan untuk memahami dan menjawab persoalan nyata. Bagi mitra, kegiatan ini memperlihatkan ruang kolaborasi berbasis kepakaran dan kebutuhan masyarakat. Ke depan, kesinambungan pendampingan dan evaluasi penerapan pengetahuan menjadi langkah penting agar manfaat program semakin kuat. Dari desa binaan, FMIPA UGM meneguhkan kontribusi lokal menuju tujuan pembangunan global: pertanian yang tangguh, lingkungan yang terjaga, dan masyarakat yang semakin berdaya. Penulis: Deni Pranowo Editor: Robby Noor Cahyono Fotografer: Robby Noor Cahyono Tags:SDGs SDG 2: Tanpa Kelaparan SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 15: Ekosistem Daratan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Selengkapnya

VKTR dan DTM SV UGM Jajaki Co-Lab Bengkel Perawatan Kendaraan Listrik untuk Pembelajaran Mahasiswa

YOGYAKARTA – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menyatakan antusiasmenya untuk membuka kolaborasi dengan Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DTM SV UGM) dalam membangun laboratorium kolaborasi (co-lab) berupa bengkel perawatan (maintenance workshop) kendaraan listrik di DTM SV UGM. Gagasan ini mengemuka dalam kunjungan VKTR ke DTM SV UGM pada Selasa, 20 Oktober 2026. VKTR diwakili oleh Y. Leonardi, Deputy Vice President, Aftersales & Account Management, dan M. Nurkhozin, Manager, Aftersales & Warranty. Fasilitas ini ditujukan sebagai sarana belajar bagi mahasiswa, khususnya Program Studi Sarjana Terapan Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat (TPPAB), untuk mempelajari perawatan unit-unit VKTR secara langsung. Calon lokasinya berada di area Laboratorium Perawatan Mesin Industri (Alat Berat) DTM SV UGM, di kompleks Fakultas Teknik UGM, Jalan Grafika, Yogyakarta. Rencana co-lab ini akan dibahas lebih lanjut oleh kedua pihak. Mengapa co-lab bengkel perawatan? Seiring bertambahnya armada bus, truk, dan alat berat listrik VKTR, kebutuhan akan teknisi dan rekayasawan perawatan yang memahami sistem kendaraan listrik juga meningkat. Dengan co-lab bengkel perawatan di DTM SV UGM, mahasiswa dapat berlatih pada unit dan komponen nyata, mulai dari inspeksi berkala, diagnosis sistem kelistrikan dan tegangan tinggi (high-voltage/HV), hingga perawatan sistem rem, suspensi, dan penggerak. Pembelajaran itu berlangsung di bawah standar keselamatan dan prosedur VKTR. Fasilitas ini juga relevan dengan armada yang sudah ada di UGM. Pada Mei 2024, Kementerian Investasi/BKPM menghibahkan tiga unit bus listrik produksi VKTR kepada UGM untuk mendukung mobilitas sivitas akademika dan program kampus hijau. Dalam kunjungan ini, tim VKTR bersama DTM SV UGM meninjau langsung bus listrik VKTR milik UGM beserta stasiun pengisian dayanya. Ke depan, co-lab di DTM SV UGM berpotensi mendukung perawatan unit-unit tersebut sekaligus menjadikannya media belajar mahasiswa. Apa saja yang akan dibahas lebih lanjut? Lingkup co-lab yang akan dijajaki bersama meliputi: Area perawatan kendaraan listrik untuk praktik inspeksi, diagnosis, dan perbaikan unit VKTR. Area pelatihan keselamatan tegangan tinggi (HV safety) bagi mahasiswa, teknisi VKTR, dan guru SMK. Pembelajaran berbasis unit nyata yang terintegrasi dengan Kurikulum 2026 (K26) TPPAB, termasuk magang, capstone project, dan sertifikasi kompetensi. Solution engineering untuk model perawatan dan remanufacturing komponen di bagian purnajual VKTR. Rencana ini sejalan dengan Peta Jalan Keunggulan TPPAB, yang menargetkan hadirnya laboratorium kerja sama industri pada periode 2025–2030. “Kami menyambut baik gagasan co-lab bengkel perawatan di DTM SV UGM. Fasilitas ini dapat menjadi tempat mahasiswa belajar langsung merawat unit-unit VKTR,” ujar Y. Leonardi. Melengkapi langkah DTMI FT UGM Inisiatif ini sejalan dengan penjajakan kolaborasi yang lebih dahulu dilakukan Departemen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik UGM (DTMI FT UGM) dengan PT VKTR Sakti Industries di Magelang pada Juli 2026. Kedua departemen mengambil peran yang saling melengkapi: DTMI FT UGM berfokus pada riset dan pengembangan produk, seperti baterai, sistem pendingin, powertrain, telematika, dan material komposit. DTM SV UGM, melalui TPPAB, berfokus pada operasi armada, perawatan, purnajual, dan penyiapan teknisi bersertifikat. Dengan begitu, UGM hadir di sepanjang siklus hidup kendaraan listrik VKTR, dari rancang bangun hingga perawatan di lapangan. Dukungan terhadap SDGs SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: fasilitas praktik perawatan kendaraan listrik untuk mahasiswa vokasi. SDG 7 – Energi Bersih dan Terjangkau: dukungan pada operasi armada listrik yang andal. SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi: teknisi dan rekayasawan perawatan siap kerja. SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur: co-lab industri–kampus sebagai infrastruktur pembelajaran. SDG 11 – Kota dan Permukiman Berkelanjutan: mendukung bus listrik kampus hijau UGM. SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan: kemitraan UGM–VKTR lintas departemen.

Selengkapnya

Tim Pengabdian DBSMB SV UGM Gelar Pelatihan Promosi Digital dan Storytelling AI di Demangrejo

Kulonprogo - Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Inggris, Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (DBSMB), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), menyelenggarakan pelatihan bertajuk “UMKM Desa Naik Kelas: Promosi Digital & Inovasi Storytelling dengan AI” di Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi UGM dengan judul “Sosialisasi Literasi Digital dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Warga Demangrejo”. [caption id="attachment_18043" align="aligncenter" width="634"] Gambar 1. Tim Pengabdian DBSMB bersama pembicara[/caption] Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas literasi digital masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemuda, serta kelompok perempuan, agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara aman, etis, dan produktif. Melalui penguasaan keterampilan digital, masyarakat diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mengembangkan peluang ekonomi berbasis potensi desa. Pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis mengenai strategi pemasaran digital, pembuatan katalog produk, pemanfaatan WhatsApp Business, dan pencatatan transaksi usaha sederhana. Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk mengembangkan ide konten kreatif dan menyusun narasi promosi (storytelling) yang menarik. Aspek keamanan digital turut menjadi perhatian melalui edukasi mengenai perlindungan data pribadi dan pencegahan penipuan daring. Perkuat Kapasitas Digital Masyarakat Desa Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sesi foto bersama. Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Tim Pengabdian, Dr. Erizal Lugman, M.A., yang menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat menghadapi perkembangan teknologi digital. Pendampingan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mendorong penerapan teknologi secara berkelanjutan dalam kegiatan ekonomi produktif. Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Karang Taruna dan organisasi pemuda Kalurahan Demangrejo, serta Kepala Kalurahan Demangrejo, Heriyanto. Pemerintah kalurahan menyambut baik pelaksanaan program ini sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengembangan usaha dan perekonomian lokal. Kepala Kalurahan Demangrejo sekaligus membuka kegiatan pelatihan secara resmi. Sesi inti pelatihan menghadirkan Satria Agung Nugraha, S.Si., M.IST., sebagai narasumber. Melalui dua sesi materi interaktif, peserta memperoleh penjelasan dan kesempatan praktik menggunakan perangkat AI sederhana untuk mendukung aktivitas promosi usaha. Peserta dipandu untuk menemukan ide konten yang relevan dengan karakteristik produk, menyusun caption promosi yang menarik, serta merancang katalog digital yang dapat digunakan untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen. Pemanfaatan AI dalam pelatihan ini diarahkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kreativitas dan efisiensi produksi konten, bukan sebagai pengganti pengetahuan dan identitas lokal pelaku usaha. Dengan mengintegrasikan teknologi dan cerita mengenai produk, peserta diharapkan mampu membangun komunikasi pemasaran yang lebih menarik, autentik, dan sesuai dengan karakteristik usaha masing-masing. Di samping keterampilan promosi, penguatan literasi digital juga mencakup pemahaman tentang penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Pengetahuan mengenai keamanan data pribadi dan kewaspadaan terhadap penipuan daring menjadi bekal penting bagi masyarakat agar dapat menjalankan aktivitas ekonomi digital dengan lebih aman. Sebagai penutup sesi pelatihan, Tim Pengabdian menyerahkan sertifikat dan cinderamata kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada masyarakat Kalurahan Demangrejo. Dorong Keberlanjutan melalui Modul dan Kader Digital Program pengabdian ini diketuai oleh Dr. Erizal Lugman, M.A., dengan anggota tim dosen Ummul Hasanah, S.S., M.A., Nabilla Kusuma Vardhani, S.I.P., M.A., Erlin Estiana Yuanti, S.S., M.A., dan Ahmad Mu’am, S.S., M.Sc. Pelaksanaan program juga melibatkan mahasiswa Excel Ardiansyah Pratama Tampubolon dan Nadhifa Rechti De Wijaya. Untuk mendukung keberlanjutan manfaat program, tim pengabdian menyusun Modul Literasi Digital Ekonomi Warga serta menyediakan templat katalog digital dan pencatatan transaksi sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM. Tim juga melakukan pendampingan dalam pembentukan kader digital lokal di Kalurahan Demangrejo. Keberadaan kader digital diharapkan dapat membantu masyarakat menerapkan pengetahuan yang diperoleh sekaligus mendorong penyebaran keterampilan digital secara berkelanjutan di lingkungan setempat. Melalui pendekatan yang menggabungkan edukasi, praktik, dan pendampingan, program ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian masyarakat dalam mengelola promosi usaha, meningkatkan kualitas komunikasi pemasaran, serta membuka peluang pemanfaatan teknologi digital yang lebih luas bagi pengembangan ekonomi desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mendukung pencapaian beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) diwujudkan melalui peningkatan akses masyarakat terhadap pengetahuan dan keterampilan literasi digital. SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) didukung melalui penguatan kapasitas pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan daya saing usaha. Selanjutnya, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) tercermin dalam pengenalan dan penerapan teknologi digital serta AI untuk mendukung inovasi pemasaran produk lokal. Sementara itu, SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) diwujudkan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, komunitas pemuda, dan pelaku UMKM dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Melalui kegiatan ini, DBSMB SV UGM menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia, penerapan inovasi teknologi, dan penguatan kemitraan. Pendampingan literasi digital di Kalurahan Demangrejo diharapkan menjadi langkah awal bagi tumbuhnya ekosistem ekonomi desa yang adaptif, kreatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Selengkapnya

Tim Pengabdian DTMI FT UGM Hadirkan Teknologi Air Bersih Siap Minum bagi Warga Kampung Terban

Yogyakarta, 13 Oktober 2026 – Akses terhadap air minum yang aman dan layak konsumsi menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang perlu terus diperkuat. Menjawab kebutuhan tersebut, Tim Pengabdian Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) mengimplementasikan teknologi pengolahan air bersih siap minum bagi masyarakat RW 05 Kampung Terban, Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Implementasi teknologi tersebut menjadi bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dipimpin Dr. Ir. Orchida Dianita, S.T., MBA, M.Sc. Kegiatan sekaligus dipantau melalui monitoring dan evaluasi (monev) FT UGM yang dilaksanakan pada Selasa (13/10). Kegiatan monev dihadiri oleh Tim Monev FT UGM, yaitu Prof. Rochim Bakti Cahyono, Dr. Dwi Joko Suroso, I Gde Budi Indrawan, Ph.D.,  Angga Fajar Setiawan, Ph.D., serta Dr.  Nur Abdillah Siddiq selaku Manajer Layanan Kerjasama, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni FT UGM. Kehadiran tim disambut oleh Ketua RW 05 Kampung Terban, Supriyanto, S.Sos., bersama sejumlah warga. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk melihat langsung implementasi teknologi sekaligus mendengarkan pengalaman dan kebutuhan masyarakat setelah program dilaksanakan. Program pengabdian DTMI FT UGM dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan yang meliputi sosialisasi, workshop, implementasi instalasi pengolahan air, pengujian fungsi, serta pelatihan kepada masyarakat. Dr. Orchida Dianita menjelaskan, kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya penyediaan air minum yang memenuhi standar kesehatan. Masyarakat kemudian diberikan pemahaman mengenai prinsip kerja instalasi dan tata cara pengoperasiannya melalui workshop. “Tim melakukan pemasangan instalasi pengolahan air minum yang menggunakan sistem filtrasi bertingkat untuk menghilangkan partikel dan kontaminan. Sistem tersebut kemudian dilengkapi teknologi penyinaran ultraviolet (UV) sebagai tahap akhir desinfeksi untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme penyebab penyakit,” jelasnya. Menurut Dr. Orchida, keberlanjutan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Karena itu, setelah proses implementasi dan pelatihan selesai, instalasi diserahkan kepada masyarakat RW 05 Kampung Terban untuk dikelola dan dimanfaatkan secara bersama. “Harapannya, masyarakat tidak hanya menerima teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengoperasikan dan merawatnya sehingga manfaatnya dapat berlangsung secara berkelanjutan,” tambahnya. Bagi masyarakat Kampung Terban, kehadiran FT UGM melalui program pengabdian bukanlah hal yang baru. Hubungan antara DTMI FT UGM dan masyarakat Terban telah terjalin melalui berbagai kegiatan pengabdian sejak 2018. Supriyanto menyampaikan, sejumlah program sebelumnya telah memberikan manfaat langsung bagi warga, di antaranya pengelolaan dan distribusi air bersih serta pemasangan instalasi panel surya untuk mendukung kebutuhan listrik masyarakat. “Pengabdian ini bukan kali pertama. Ini merupakan rangkaian kegiatan pengabdian tim DTMI sejak tahun 2018. Mulai dari pengelolaan dan distribusi air bersih untuk masyarakat Terban sampai instalasi solar panel untuk kebutuhan listrik masyarakat,” ungkap Supriyanto. Menurutnya, berbagai program tersebut membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga. “Warga sangat terbantu karena bisa lebih berhemat, terutama untuk kebutuhan air bersih. Sekarang ada lagi pengabdian untuk air bersih siap minum dari tim Dr. Orchida Dianita,” lanjutnya. Supriyanto berharap kerja sama dan pendampingan FT UGM dapat terus berlanjut di Kampung Terban. Harapan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen tim pengabdian DTMI untuk terus mengembangkan program berdasarkan persoalan dan kebutuhan masyarakat. Selain melihat implementasi teknologi, kunjungan monev juga menjadi kesempatan bagi FT UGM untuk berdialog secara langsung dengan masyarakat. Dalam diskusi, sejumlah warga menyampaikan bahwa instalasi depot air minum yang sebelumnya telah tersedia masih menghadapi kendala dalam pengoperasiannya. Masukan tersebut menjadi catatan penting bagi tim untuk melakukan evaluasi dan menentukan langkah pendampingan berikutnya. Bagi perguruan tinggi, keberhasilan sebuah program pengabdian tidak hanya diukur dari terpasangnya teknologi, tetapi juga dari sejauh mana teknologi tersebut dapat digunakan, dirawat, dan memberikan manfaat secara nyata bagi masyarakat. Dr. Nur Abdillah Siddiq, S.T., IPP., selaku Manajer Layanan Kerjasama, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni FT UGM, menyampaikan bahwa kegiatan yang dipimpin Dr. Orchida Dianita memiliki keterkaitan erat dengan visi FT UGM untuk memberikan kontribusi kepada lingkungan sekitar kampus. “Kegiatan ini sangat sejalan dengan visi Fakultas Teknik untuk mengabdi kepada lingkungan sekitar kampus. Kampung Terban juga berada sangat dekat dengan FT UGM, sehingga pengabdian seperti ini menjadi bentuk nyata bagaimana perguruan tinggi hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” ujarnya. Ia menambahkan, keberlanjutan program perlu menjadi perhatian bersama agar teknologi yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan masyarakat. Implementasi teknologi air bersih siap minum di Kampung Terban menjadi salah satu contoh penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi perguruan tinggi untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat. Kegiatan ini sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penyediaan air minum yang aman; SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui peningkatan akses terhadap air berkualitas; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peluang pengembangan usaha berbasis air minum siap konsumsi; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan teknologi tepat guna; serta SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui dukungan terhadap infrastruktur dasar masyarakat perkotaan.   Bagi FT UGM, pengabdian kepada masyarakat menjadi ruang untuk memastikan bahwa hasil riset, pengetahuan, dan inovasi tidak berhenti di lingkungan akademik. Teknologi perlu hadir dalam bentuk yang relevan, dapat digunakan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kegiatan monev kemudian ditutup dengan peninjauan langsung instalasi air minum di Kampung Terban. Tim FT UGM bersama masyarakat melihat kondisi instalasi sekaligus berdiskusi mengenai pengoperasian dan kebutuhan pengembangan ke depan. Dari Kampung Terban, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat kembali menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus hadir dalam skala besar. Ketika ilmu pengetahuan bertemu dengan kebutuhan nyata, teknologi dapat menjadi solusi yang sederhana, dekat, dan berdampak. (Opal/HumasFT)

Selengkapnya

UGM Perkuat Kapasitas Digital Masyarakat Kemiriombo untuk Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan

TILC (12/10) – Universitas Gadjah Mada (UGM) mendorong penguatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan potensi pariwisata lokal melalui Pelatihan Social Media Management yang berfokus pada penyusunan strategi komunikasi pemasaran pariwisata di Padukuhan Kemiriombo, Kalurahan Gerbosari, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan potensi wisata sekaligus memperkuat daya saing destinasi berbasis masyarakat. [caption id="attachment_18030" align="aligncenter" width="741"] Gambar 1. Foto bersama peserta dan tim pengabdian kepada masyarakat Program Studi D4 Bisnis Perjalanan Wisata, Sekolah Vokasi UGM.[/caption] Pelatihan yang dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, merupakan bagian dari program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi UGM Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara Program Studi D4 Bisnis Perjalanan Wisata, Sekolah Vokasi UGM, pengelola Rumah Jamu Menoreh, dan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana strategis untuk mengembangkan dan memasarkan potensi pariwisata lokal. Di tengah perubahan perilaku wisatawan yang semakin mengandalkan informasi digital dalam merencanakan perjalanan, pengelolaan media sosial menjadi salah satu aspek penting dalam pemasaran destinasi. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana publikasi, tetapi juga sebagai media untuk membangun identitas destinasi, menyampaikan informasi kepada calon wisatawan, memperkuat interaksi dengan audiens, serta membentuk citra dan daya tarik wisata. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pembekalan mengenai pembuatan konten kreatif, penguatan identitas visual, pengelolaan media sosial, serta penyusunan strategi komunikasi pemasaran pariwisata. Materi tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya mampu menghasilkan konten digital, tetapi juga memahami cara menyampaikan pesan promosi yang terarah, konsisten, dan sesuai dengan karakteristik potensi wisata yang dimiliki. Pendekatan pelatihan menekankan pentingnya mengangkat keunikan lokal sebagai identitas dalam komunikasi pemasaran. Rumah Jamu Menoreh, misalnya, memiliki potensi wisata yang memadukan edukasi, tanaman herbal, jamu tradisional, budaya, dan kehidupan masyarakat setempat. Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi narasi dan konten digital yang menarik sehingga memberikan gambaran pengalaman wisata yang khas kepada calon pengunjung. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menerapkan pengetahuan akademik untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Salah satu pihak yang terlibat aktif adalah Husein Nur Wijaya, mahasiswa Program Studi S2 Magister Pengembangan Atraksi Wisata, Sekolah Vokasi UGM, yang berperan sebagai Koordinator Tim Pelaksana Kegiatan. Keterlibatan mahasiswa magister tersebut mencerminkan upaya menghubungkan pembelajaran akademik dengan praktik pengembangan pariwisata melalui pendampingan langsung kepada masyarakat. Pengetahuan mengenai pengelolaan destinasi, pengembangan atraksi wisata, dan komunikasi pemasaran menjadi bekal dalam mendukung penguatan kapasitas pengelola lokal. Melalui pendekatan ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga mendorong penerapan ilmu pengetahuan untuk mendukung pengembangan potensi daerah secara berkelanjutan. Penguatan pemasaran digital diharapkan dapat membantu masyarakat Kemiriombo memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan keterlihatan Rumah Jamu Menoreh di tengah persaingan destinasi wisata. Konten yang informatif dan menarik dapat digunakan untuk memperkenalkan aktivitas edukasi jamu, kekayaan tanaman herbal, tradisi lokal, serta pengalaman wisata yang ditawarkan. Dengan demikian, media sosial dapat menjadi penghubung antara potensi lokal dan kebutuhan calon wisatawan, khususnya generasi muda yang memanfaatkan platform digital untuk mencari inspirasi perjalanan. Selain memperkuat kapasitas pemasaran, kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) diwujudkan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan media digital. SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) didukung melalui pengembangan potensi pariwisata lokal yang berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Sementara itu, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) berkaitan dengan upaya menjaga identitas budaya serta mengembangkan potensi lokal sebagai bagian dari pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Kolaborasi antara UGM, pengelola Rumah Jamu Menoreh, dan masyarakat juga mencerminkan semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam membangun sinergi untuk mencapai manfaat bersama. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin percaya diri dan mandiri dalam mengelola media sosial sebagai bagian dari strategi pengembangan destinasi. Keberlanjutan program menjadi aspek penting agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam aktivitas promosi sehari-hari, disesuaikan dengan perkembangan tren digital, dan dievaluasi berdasarkan respons audiens. Sinergi antara UGM, pengelola Rumah Jamu Menoreh, dan masyarakat Kemiriombo diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem pariwisata berbasis masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan pengelolaan komunikasi pemasaran yang lebih terarah, potensi wisata Kemiriombo diharapkan semakin dikenal luas, memiliki daya saing yang lebih kuat, serta mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya secara berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Selengkapnya

BLC FH UGM dan RRI Pro 2 Jogja Dorong Literasi Legalitas UMKM melalui Siaran Penyuluhan Hukum Berbasis SDGs

Rabu (6/5/2026), Business Law Community (BLC) Fakultas Hukum UGM bekerja sama dengan RRI 2 Pro Jogja menyelenggarakan Siaran Penyuluhan Hukum bertajuk “UMKM Naik Kelas: Usaha Sah, Peluang Usaha Meluas” sebagai bentuk realisasi Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum UGM. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi hukum masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta terkait pentingnya legalitas usaha dalam mendorong keberlanjutan dan daya saing bisnis. Program siaran ini menghadirkan dua narasumber dari Fakultas Hukum UGM. Skolastika Probo Citaningrum, S.H., LL.M., alumnus Pascasarjana, dan Afanin Fariq Fajriya, selaku mahasiswa aktif. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pertumbuhan UMKM di Yogyakarta yang belum sepenuhnya diiringi dengan pemahaman terkait legalitas usaha. Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset DIY, jumlah UMKM di Yogyakarta terus mengalami peningkatan signifikan selama beberapa tahun terakhir, terutama pada sektor kuliner, ekonomi kreatif, perdagangan, dan jasa. Namun demikian, sebagian besar UMKM masih berada pada level mikro dan menghadapi tantangan dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Dalam siaran tersebut dibahas berbagai persoalan yang sering dihadapi pelaku UMKM, mulai dari minimnya pemahaman mengenai Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hingga akses terhadap pembiayaan dan peluang ekspor. Selain itu, narasumber juga menjelaskan transformasi sistem legalitas usaha melalui mekanisme Online Single Submission (OSS) yang saat ini dirancang untuk mempermudah pelaku usaha memperoleh legalitas secara cepat, mudah, dan tanpa biaya. Siaran ini juga mengangkat sejumlah studi kasus nyata yang menunjukkan risiko usaha tanpa legalitas. Salah satunya adalah kasus pelaku usaha frozen food di Sampit yang dijatuhi sanksi pidana akibat tidak memiliki izin edar dan label produk yang sesuai ketentuan. Selain itu, dibahas pula kasus UMKM keripik singkong di Malang yang gagal mengekspor produk ke Malaysia karena tidak memiliki Nomor Induk Berusaha. Kedua kasus tersebut menjadi gambaran konkret bahwa legalitas usaha tidak hanya berfungsi sebagai syarat administratif, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan hukum dan pintu masuk menuju pasar yang lebih luas. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pemahaman bahwa legalitas usaha memiliki manfaat strategis bagi keberlanjutan bisnis UMKM. Legalitas memberikan perlindungan hukum terhadap pelaku usaha, meningkatkan kepercayaan konsumen, mempermudah akses pembiayaan dari lembaga keuangan, serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Di sisi lain, legalitas juga membantu UMKM memperoleh akses terhadap program pemerintah, termasuk pendampingan usaha, bantuan pembiayaan, dan fasilitasi pengembangan pasar. Diskusi interaktif selama siaran berlangsung menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap isu legalitas usaha. Banyak pelaku UMKM yang menyampaikan pertanyaan mengenai proses pembuatan NIB, perlindungan merek dagang, hingga prosedur sertifikasi halal dan izin edar. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap edukasi hukum bisnis masih sangat besar, khususnya di tengah pertumbuhan ekonomi kreatif dan transformasi digital yang semakin pesat. Kegiatan penyuluhan hukum ini juga memiliki relevansi yang kuat terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, kegiatan ini mendukung SDG 8 mengenai Decent Work and Economic Growth melalui penguatan kapasitas UMKM agar mampu tumbuh secara berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja yang layak. Kedua, program ini mendukung SDG 9 mengenai Industry, Innovation, and Infrastructure melalui dorongan transformasi UMKM menuju sistem usaha yang lebih modern, legal, dan berbasis digital. Ketiga, kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 16 mengenai Peace, Justice, and Strong Institutions karena mendorong peningkatan kesadaran hukum, kepastian hukum, serta akses masyarakat terhadap sistem regulasi yang inklusif. Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, media publik, dan komunitas UMKM dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan. RRI 2 Pro Jogja sebagai media publik memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi edukatif yang mudah diakses masyarakat luas. Sementara itu, FH UGM melalui BLC berupaya menghadirkan pengabdian masyarakat berbasis akademik yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui siaran ini, diharapkan pelaku UMKM di Yogyakarta semakin memahami bahwa legalitas bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi penting untuk meningkatkan daya saing usaha, memperluas pasar, dan memperkuat perlindungan hukum. Dengan meningkatnya kesadaran terhadap legalitas usaha, UMKM diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan dan menjadi salah satu pilar utama pembangunan ekonomi daerah maupun nasional. Penulis: Maytri Gestart Ignatius (BLC)

Selengkapnya

Halal Bi Halal Kamipagama, Memperkuat Sinergi Alumni dan FMIPA UGM dalam Penyelesaian Isu-isu Nasional

Kegiatan Halal Bi Halal (HBH) Keluarga Alumni FMIPA UGM (KAMIPAGAMA) ini merupakan agenda rutin tahunan dari Kamipagama untuk memperkuat sinergi antar alumni dari berbagai angkatan. Pada tahun 2026 ini, acara HBH dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026 di Karinda Cafe and Resto, Jakarta. Kegiatan HBH tahun 2026 ini dihadiri lebih dari 80 alumni FMIPA yang tersebar dari berbagai angkatan, mulai dari alumni angkatan 1964 sampai dengan alumni angkatan 2021. Kegiatan ini sekaligus merupakan HBH dengan jumlah peserta terbanyak dan sebaran angkatan yang paling lengkap dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam sambutannya, Ketua Kamipagama, Daniel Oscar Baskoro, memaparkan berbagai kegiatan dan capaian dari Kamipagama selama periode kepengurusan dari tahun 2021 hingga tahun 2026 ini.  Testimoni dari beberapa mahasiswa yang menerima bantuan beasiswa dari alumni melalui program BAKPHIA juga disampaikan dalam bentuk video yang sekaligus sebagai laporan kepada para alumni yang telah menyisihkan sebagian dananya untuk membantu biaya dari para mahasiswa yang memiliki kendala dari sisi ekonomi dalam studinya. Selain itu, pada acara ini seperti biasa, Dekan FMIPA UGM selaku representasi dari Fakultas MIPA memberikan sharing berupa update informasi tentang perkembangan Fakultas MIPA saat ini dan beberapa agenda yang perlu mendapatkan dukungan dari Alumni sebagai salah satu pemangku kepentingan dari Fakultas. Beberapa kontribusi FMIPA untuk mendukung penyelesaian isu-isu nasional dari sisi scientific, seperti pengembangan berbagai teknologi untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), dan beberapa program lainnya dijelaskan dengan cukup detil kepada para alumni, yang sekaligus sebagai ajakan kepada Alumni untuk ikut berkontribusi dan mendukung kegiatan tersebut. Kegiatan diakhiri dengan silaturahmi dan ramah tamah agar lebih guyub, rukun, dan migunani. Penulis: Fajar Adi Kusumo Editor: Inna Mutifah Fotografer: Muhamad Muhibudin Zayn Tags:SDGs SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Selengkapnya

Rayakan HPTT ke-80, FT UGM Perkuat Komitmen Lingkungan melalui Penanaman Pohon

Dalam semangat merayakan 80 tahun Hari Pendidikan Tinggi Teknik (HPTT), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melaksanakan kegiatan peduli lingkungan melalui penanaman pohon di kawasan Taman Raya, pada Jumat, 9 Januari 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Senat, Dekan, Wakil Dekan, Kepala Departemen, Ketua HPTT, tenaga pendidik, serta mahasiswa FT UGM. Kawasan Taman Raya sendiri berlokasi di kawasan lereng selatan lingkar FT UGM. Dalam kegiatan tersebut, FT UGM menanam berbagai varietas tanaman sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan serta upaya mitigasi pemanasan global. Adapun tanaman yang ditanam meliputi pisang abaka (Musa textilis), tarum (Indigofera tinctoria), dan bambu petung (Dendrocalamus asper). Pisang abaka (Musa textilis) merupakan sumbangan dari Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada. Tanaman ini dikenal sebagai penghasil serat alami bernilai tinggi yang berpotensi mendukung pengembangan material ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta merupakan tanaman asli Filipina. Sementara itu, tarum (Indigofera tinctoria), yang disumbangkan oleh Prof. Edia Rahayu, merupakan tanaman penghasil pewarna alami indigo. Tanaman ini memiliki peran penting dalam pengembangan wastra Nusantara serta mendukung pertumbuhan industri kreatif berbasis bahan alam. Adapun bambu petung (Dendrocalamus asper), sumbangan dari Dr. Inggar Septhia, dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam penelitian bambu laminasi. Penelitian tersebut diarahkan untuk mengembangkan bambu petung sebagai material struktural alternatif yang kuat, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Tanaman-tanaman yang ditanam diproyeksikan akan mulai tumbuh dan berbuah dalam jangka waktu sekitar tiga bulan. Untuk mendukung pertumbuhan yang optimal, tanaman diberi pupuk KATRILI yang merupakan sumbangan dari Dr. Pri Utami. KATRILI merupakan booster cair berbahan dasar silika dari panas bumi yang bermanfaat untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan pupuk kandang, meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman, mengurangi bau pupuk kandang, serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Sementara itu, sumber air untuk pengairan tanaman berasal dari Selokan Mataram yang dialirkan menggunakan teknologi elevasi, mengingat posisi elevasi Selokan Mataram lebih rendah dibandingkan lokasi Taman Raya. Kegiatan penanaman pohon ini ditutup dengan doa yang mencerminkan harapan akan kebermanfaatan lingkungan, “Segeralah subur tanamanku, segeralah bermanfaat untuk lingkunganku,” penanda berakhirnya kegiatan penanaman pohon (9/1/2025). (Humas FT: Radaeva/ Dokumentasi: Opal)