BERITA

Cerita Berdampak

Kisah nyata dan inspiratif kegiatan kemanusiaan telah mengubah kehidupan individu, komunitas & lingkungan

Lanjut Baca

BEASISWA PENDUKUNG PENDIDIKAN MAHASISWA UGM Program S1 dan D4

TENTANG BEASISWA Untuk menjamin keberlanjutan studi mahasiswa S1 dan D4 yang memiliki keterbatasan ekonomi, khususnya mahasiswa pelamar KIP-K non eligible Angkatan 2025 yang terkendala akibat keterbatasan kuota. MANFAAT BEASISWA Komponen beasiswa senilai UKT dengan pemberian beasiswa maksimal Rp4.000.000,00 per mahasiswa per semester Periode beasiswa selama dua semester berturut-turut yaitu pada semester Gasal dan Genap Tahun Akademik 2025/2026. KRITERIA PELAMAR BEASISWA Terdaftar aktif sebagai mahasiswa Universitas Gadjah Mada program S1 dan D4 angkatan 2025; Memiliki IPK semester Gasal 2025/2026: Minimal 3,00 untuk kluster Soshum, Minimal 2,75 untuk kluster Saintek. Berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi tidak mampu; Diutamakan untuk mahasiswa pelamar KIP-K Angkatan 2025 Tidak sedang menerima beasiswa lain pada periode yang sama. SYARAT BERKAS Kartu Hasil Studi (KHS) Semester Gasal 2025/2026; Mengisi formulir pengajuan beasiswa (unduh formulir di: Surat rekomendasi dari dari Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau dokumen pendukung kondisi ekonomi (KKS/PKH/KTM) dan/atau bukti penghasilan orang tua dengan penghasilan bruto maksiman 5.000.000,00 per bulan. JADWAL PENDAFTARAN Pendaftaran dibuka sampai dengan tanggal 13 Februari 2026 TAUTAN PENDAFTARAN https://simaster.ugm.ac.id

Lanjut Baca

BISI Serahkan Beasiswa Fast Track Pascasarjana di Fakultas Pertanian UGM: Dorong Inovasi dan Ketahanan Pertanian Masa Depan

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan acara penyerahan beasiswa bagi mahasiswa pascasarjana Program Fast Track penerima KIPK, hasil kerja sama dengan PT BISI International Tbk, di bawah naungan Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) pada Jumat, 23 Januari 2026. Bertempat di Ruang Venture, AGLC Lantai 6, kegiatan ini menjadi simbol komitmen dunia industri dalam mendukung pendidikan tinggi dan inovasi pertanian berkelanjutan. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas dukungan beasiswa yang diberikan. “Terima kasih atas kontribusi BISI. Semoga beasiswa ini dapat membantu mahasiswa menyelesaikan dua jenjang pendidikan dalam lima tahun (Fast Track) dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pertanian Indonesia,” ujarnya. Direktur Utama PT BISI International Tbk, Agus Saputra Wijaya, menjelaskan bahwa CPFI menaungi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Charoen Pokphand Group, termasuk BISI melalui dukungan terhadap pendidikan dan riset pertanian. BISI sendiri dikenal sebagai produsen benih jagung unggulan yang aktif mendorong transformasi teknologi pertanian. Dalam sesi diskusi, BISI memaparkan tantangan dan peluang pertanian Indonesia menuju tahun 2030. Musim tanam terbaik diperkirakan berlangsung antara Maret hingga Juni, namun perubahan iklim yang tidak menentu membuat prediksi menjadi semakin kompleks. “Satu jenis tanaman tidak bisa digeneralisasi hasil panennya, apalagi dengan kondisi geografis Indonesia yang sangat beragam. Dibutuhkan strategi dan teknologi untuk menyiasati tantangan ini,” jelas narasumber dari BISI. Pak Agus menyampaikan bahwa salah satu solusi yang bisa dikembangkan adalah pemanfaatan teknologi Control Atmosphere Storage (CAS) untuk menyimpan produk pertanian di luar musim panen, sehingga dapat menjaga stabilitas harga dan pasokan. Selain itu, BISI juga memperkenalkan metode Tabela (tanam benih langsung) berbasis penggunaan drone sebagai bagian dari pengembangan sistem pertanian terpadu. “Kami tidak hanya menawarkan benih, tetapi juga sistem dan teknologi yang mendukung seluruh rantai produksi pertanian,” tegasnya. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah Editor: Tantriani

Selengkapnya

Temu Alumni UGM di Kepulauan Riau: Bersinergi untuk Persiapkan Lingkungan Akademik yang Lebih Inklusif dan Berkualitas

UGM bekerja sama dengan KAGAMA Kepulauan Riau  menyelenggarakan kegiatan temu alumni pada Jumat (23/1) bertempat di Harris Hotel & Suites Nagoya, Batam. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 80 peserta serta sejumlah perwakilan dari UGM dan KAGAMA, di antaranya Prof. Dr. H. M. Soerya Respationo, S.H., M.H., M.M., selaku Ketua Pengurus Daerah (Pengda) KAGAMA Kepulauan Riau beserta jajaran Pengda Kepulauan Riau; Drs. H. Hartoyo Sirkoen, M.Si., selaku Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) KAGAMA Batam, serta jajaran Pengcab KAGAMA Batam. Dalam sambutan pembuka, Prof. Dr. H. M. Soerya Respationo, S.H., M.H., M.M., menyampaikan bahwa alumni UGM di Kepulauan Riau memiliki latar belakang profesi yang beragam dan telah berkiprah di berbagai sektor strategis. Ia menegaskan kesiapan KAGAMA Kepulauan Riau untuk terus berkolaborasi dengan UGM melalui berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan reputasi dan kualitas institusi. “Ayo kita berkolaborasi dengan tempat di mana kita bisa bertumbuh dan bersinergi, yang pada akhirnya akan membanggakan UGM maupun para KAGAMA,” ujarnya. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni yang menekankan bahwa peran alumni di dunia profesional turut menentukan reputasi dan kualitas UGM. Ia juga mengapresiasi kontribusi alumni melalui berbagai inisiatif, termasuk penggalangan donasi untuk beasiswa dan penguatan dana abadi pendidikan. Ia juga menyampaikan keseriusan UGM dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif di tengah gempuran tekanan akademik yang dialami oleh para mahasiswa. “Dengan itu kami tertantang untuk terus-menerus melakukan peningkatan pendidikan dan pengajaran yang inklusif sebagai salah satu bagian nilai yang kita miliki sebagai bangsa Indonesia,” pungkasnya. Kegiatan temu alumni ini dilanjutkan dengan pemaparan informasi terkini mengenai UGM serta sesi Focus Group Discussion (FGD) yang membahas peran alumni dalam mendukung kemajuan UGM dan kontribusi alumni UGM di industri Batam. Melalui kegiatan ini, UGM bersama KAGAMA Batam dan KAGAMA Kepulauan Riau turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan, melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan jejaring alumni di daerah. [Kantor Alumni: Hansel, Foto: Dea]

Selengkapnya

UGM Bantu 500 Mahasiswa Kesulitan Bayar Biaya Kuliah

Universitas Gadjah Mada memberikan bantuan beasiswa dari internal kampus kepada mahasiswa angkatan 2025 yang berasal dari keluarga kurang mampu dan mengalami kesulitan dalam memenuhi biaya kuliah. Selain itu, bantuan ini juga ditargetkan untuk sejumlah 503 mahasiswa baru angkatan 2025 dengan kategori KIP Kuliah non-eligible yang belum memperoleh pendanaan melalui skema KIP Kuliah Tahun 2025 karena keterbatasan kuota, sehingga memerlukan dukungan tambahan agar dapat melanjutkan studi dengan baik. Melalui kebijakan ini, UGM berkomitmen menjaga keberlanjutan pendidikan mahasiswa dengan memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghambat bagi mahasiswa yang memiliki potensi akademik dan motivasi belajar yang tinggi. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Ari Sujito, S.Sos., M.Si mengatakan sebagai wujud tanggung jawab institusional dan komitmen terhadap prinsip keadilan sosial, inklusivitas, serta keberlanjutan pendidikan, UGM menyiapkan berbagai langkah mitigasi terhadap mahasiswa KIP Kuliah non-eligible yang karenea keterbatasan kuota menjadi kesulitan dalam bayar biaya kuliah, diantaranya melalui pemanfaatan imbal hasil investasi Dana Abadi UGM sebesar Rp1,5 miliar yang digunakan untuk mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa terdampak, dan alokasi IPI 2025 sebesar 1,1 Milyar rupiah. Dijelaskannya pelaksanaan dan pengaturan teknis penyaluran bantuan ini dikoordinasikan oleh Direktorat Keuangan bersama Direktorat Kemahasiswaan. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa pendekatan mitigasi dilakukan UGM secara hati-hati, berbasis data, dan melalui mekanisme internal universitas. ”UGM ingin memastikan proses pembelajaran mahasiswa tidak terganggu dari sisi pembiayaan, dengan memberikan bantuan, talangan atau mengatasi terlebih dahulu dampak kebijakan seperti keterbatasan kuota atau penundaan pencairan KIP Kuliah,” ujarnya di UGM, Jumat (23/1). Selain lewat sumber Dana Abadi, UGM akan mengoptimalkan berbagai skema bantuan internal lainnya, seperti penyesuaian UKT, beasiswa internal, serta bentuk dukungan lain yang relevan dengan kondisi mahasiswa. Dengan demikian, mitigasi pendanaan tidak bertumpu pada satu sumber, melainkan disusun secara komprehensif dan berkelanjutan. Sementara dari sisi tata kelola keuangan, UGM memastikan pemanfaatan Dana Abadi dilakukan secara akuntabel, sesuai mekanisme yang berlaku, dan dikoordinasikan lintas unit sebagai bagian dari tanggung jawab sosial universitas. UGM menekankan bahwa tidak seluruh mahasiswa yang belum menerima KIP Kuliah otomatis memperoleh dana pengganti yang sama. ”Setiap mahasiswa ditangani secara individual berdasarkan pemetaan dan verifikasi data yang mencakup kondisi sosial ekonomi, status UKT, kemampuan finansial, serta rekam jejak dan progres akademik,” terangnya. Ari menyebutkan 503 mahasiswa yang terkendala ekonomi ini pada prinsipnya telah memenuhi kriteria kelayakan sebagai penerima KIP-K non eligible, namun karena keterbatasan kuota mereka sangat memerlukan bantuan pembiayaan untuk keberlanjutan studinya. “Karenanya UGM bertanggung jawab memastikan mahasiswa dapat belajar dengan nyaman dengan melindungi mereka dari beban kebijakan yang berpotensi mengganggu proses pembelajaran,” jelasnya. Ari kembali menandaskan UGM tetap menerapkan mekanisme seleksi dan verifikasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan berkeadilan. Proses evaluasi dilakukan secara berkelanjutan, disertai koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, guna memastikan pemenuhan hak-hak mahasiswa dapat berjalan dengan baik. Melalui langkah-langkah tersebut, UGM bertekad agar tidak ada mahasiswa yang dibiarkan menghadapi risiko putus studi sendirian, dan terus berkomitmen menjaga keberlanjutan pendidikan sesuai nilai keadilan sosial dan inklusivitas. Penulis: Agung Nugroho

Selengkapnya

Komunitas Alumni UGM Pecinta Lari Salurkan Donasi Rp 500 Juta untuk Beasiswa dan Masyarakat Terdampak Bencana

Komunitas alumni UGM pecinta lari yang tergabung dalam KAGAMA Lari Untuk Berbagi (KLUB) menyerahkan donasi sebesar Rp. 500.202.576,00 yang kemudian diperuntukan untuk bantuan beasiswa UGM bagi mereka yang terdampak Bencana Sumatra, Program Beasiswa UGM Reguler, dan Dana Abadi UGM. Donasi ini dihimpun dari hasil penyelenggaraan kegiatan UGM Ultra 76K Charity Run 2025 dalam rangka Dies Natalis Ke-76 Universitas Gadjah Mada.Penyerahan dana donasi KAGAMA Lari Untuk Berbagi secara simbolis disampaikan Ketua Panitia UGM Trail Run 2025, Budi Susila dan diterima Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos. M.Si. Audiensi dan serah terima donasi berlangsung di ruang Rektor UGM, Kamis (22/1). Penyaluran dana donasi tersebut dipercayakan kepada Universitas Gadjah Mada melalui platform Sahabat UGM (www.sahabat.ugm.ac.id) yang merupakan platform filantropi resmi untuk memfasilitasi partisipasi sivitas akademika, alumni, mitra, dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan tridharma perguruan tinggi di Universitas Gadjah Mada. Pemanfaatan platform ini sejalan dengan upaya penguatan budaya filantropi dan keberlanjutan pendanaan pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada. Budi Susila mengaku pihaknya sangat bersyukur terlaksananya penyelenggaraan UGM Ultra 76K Charity Run 2025 dalam rangka memeriahkan rangkaian Dies Natalis Ke-76 Universitas Gadjah Mada Tahun 2025. Kegiatan olahraga sambil berdonasi ini menurutnya para peminatnya mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. “Tahun kemarin kenaikan 3-4 kali liat dari tahun sebelumnya baik dari sisi terkumpulnya donasi maupun jumlah peserta lari,” ujarnya. Ia mengharapkan kolaborasi yang erat dengan pimpinan universitas agar terus menghimpun dana untuk membantu mahasiswa dari keluarga yang mengalami keterbatasan ekonomi. “Tanpa kolaborasi yang bagus tentunya ini tidak bisa kita lakukan event tersebut. Kita terus mengajak alumni dan masyarakat luas yang memiliki hobi lari untuk ikut berpartisipasi,” ujarnya. Budi menyebutkan, saat awal kegiatan UGM Ultra Charity Run hanya diikuti peserta kurang dari  100 oang, namun tahun tahun 2025 lalu setiap event mencapai rata-rata ribuan peserta. Pun dari sisi donasi, tahun sebelumnya terkumpul 170 juta maka di penyelenggaraan tahun 2025 mencapai 500 juta rupiah. “Kita sungguh bersyukur karena dengan waktu yang mepet untuk persiapan tidak sampai sebulan, hanya sekitar 3 minggu. Mudah-mudahan di tahun 2026 kita bisa menyelenggarakan kembali dengan persiapan yang lebih panjang dan matang sehingga berharap nantinya bisa terkumpul dana Rp 1 miliar sebagaimana harapan kita bersama,” imbuhnya. Arie Sujito menyampaikan apresiasi kepada pengurus komunitas KAGAMA Lari Untuk Berbagi (KLUB). Menurutnya kontribusi alumni di komunitas berhasil membangun semangat kemitraan dan kemanusiaan. “Setelah saya mengikuti Kagama lari ini menemukan spiritnya adalah sehat namun sekaligus berbagi dana, dan kami bersyukur karena kali ini terkumpul Rp 500 juta,” katanya. Dikatakan Arie, UGM saat ini tengah membantu kelancaran studi para mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu maupun terdampak bencana. Bantuan tersebut diberikan tidak hanya dalam bentuk dana, namun juga peminjaman sepeda, laptop, dan para mahasiswa terdampak bencana Sumatra. “UGM terus bekerja keras mencarikan dana untuk UKT beberapa mahasiswa terkena bencana. Ada sekitar 200an mahasiswa terkena bencana dan kita mencarikan untuk meringankan mereka,” ujarnya. Ari menyatakan UGM siap mendukung untuk penyelenggaraan UGM Ultra Charity Run di tahun 2026 agar jangkauan penyelenggaraan lebih luas. “Kita siap membantu untuk perijinan, promosi kepada mahasiswa, kita siap membantu jika perlu sekretariat sementara bisa memakai salah satu ruang yang ada disini,” imbuhnya. Penulis : Agung Nugroho Foto : Donnie

Selengkapnya

UGM Bergerak Cepat Tangani Banjir di Pati, DERU DPkM dan Mahasiswa KKN-PPM Turun ke Lapangan

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggerakkan Disaster Responses Unit (DERU) bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) unit JT-159 untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga yang terdampak banjir di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah (16/1). Inisiatif ini merupakan bagian dari program UGM Peduli Bencana Banjir Jawa Tengah 2026, yang mencerminkan komitmen universitas terhadap tanggung jawab sosial dan dukungan kepada masyarakat di saat bencana. Penyaluran bantuan dilakukan di salah satu posko desa yang terdampak banjir, kebutuhan logistik dasar disalurkan, termasuk bahan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan darurat lainnya yang diperlukan oleh warga selama masa tanggap darurat. Tim DERU berkoordinasi dengan pejabat pemerintah setempat, relawan komunitas, TNI, Polri, dan lembaga penanganan bencana untuk memastikan bantuan tersalurkan secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dr. Djoko Santosa, Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat yang mengelola DERU UGM, menekankan bahwa kehadiran UGM di lokasi bencana adalah manifestasi nyata dari komitmen universitas terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. "UGM berusaha untuk hadir tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang merasakan dan membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,"ungkapnya. Kepala Desa Kedung Pancing, Didik Narwadi, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian UGM terhadap warganya di tengah masa sulit ini. Ia menjelaskan bahwa banjir mulai melanda wilayahnya sejak Sabtu lalu dan berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. "Saya dan seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Saat ini hampir 197 rumah terendam banjir dengan sekitar 750 jiwa terdampak. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi warga kami yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan tidak bisa melaut karena debit air yang terus meningkat serta arus yang deras," terang Didik. Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Dewi Riani, Ketua Tim Relawan Desa Tluwah. Ia memaparkan kondisi terkini banjir di desanya yang masih cukup memprihatinkan, dengan 362 rumah terdampak, 392 Kepala Keluarga, dan total 1.083 jiwa, dengan ketinggian air berkisar antara 5 hingga 145 sentimeter. "Kebutuhan utama warga saat ini adalah sembako dan kebutuhan sehari-hari. Idealnya kami membuka dapur umum, namun karena kondisi belum memungkinkan, sementara ini dapur umum baru tersedia di tingkat kecamatan. Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan, termasuk dari UGM. Semoga membawa berkah bagi warga kami," jelas Dewi. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena sejumlah program kerja mahasiswa KKN-PPM belum dapat berjalan optimal akibat situasi darurat bencana. Selain menyalurkan bantuan berupa bahan makanan, obat-obatan, dan perlengkapan pendukung evakuasi, mahasiswa KKN-PPM UGM juga terlibat langsung dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Mereka membantu proses evakuasi warga, pendistribusian logistik, serta pendampingan masyarakat di posko-posko siaga bencana. Muhammad Reza Oktavian, Koordinator Mahasiswa Subunit Kedungpancing, mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. "Kami sangat berterima kasih kepada UGM atas dukungan yang diberikan. Selama banjir, kami membantu evakuasi, penyaluran makanan, obat-obatan, dan logistik lainnya. Dari peristiwa ini, kami belajar tentang pentingnya rasa syukur, kerja sama, serta saling tolong-menolong dalam menghadapi situasi sulit," ujarnya. Sementara itu, Dimas Satria Utama, Koordinator Mahasiswa Subunit Desa Tluwah, menjelaskan bahwa sejak banjir melanda pada Minggu lalu, mahasiswa telah aktif berada di posko untuk membantu warga. "Kami membantu penyaluran bantuan ke RT 2 Desa Tluwah, termasuk donasi dari alumni SMP dan Badan Amil Zakat. Selain itu, kami juga melakukan pendampingan masyarakat dan pembentukan posko siaga bencana," jelasnya. Dimas menambahkan, pengalaman menghadapi banjir menjadi pembelajaran berharga bagi mahasiswa. "Kami belajar tentang solidaritas dan kerja sama, baik dengan warga maupun relawan, dalam proses evakuasi dan penanganan banjir. Ini juga menjadi pengalaman pertama bagi kami, sehingga ke depan kami lebih siap dan dapat mendorong upaya-upaya preventif," ungkapnya. Koordinator Mahasiswa Unit Desa Tluwah, Lara Daniswara, turut menambahkan bahwa banjir menjadi pengalaman baru yang membuka wawasan bagi mahasiswa. "Kami sempat kaget karena unit kami belum pernah mengalami banjir. Namun dari sini kami belajar dari masyarakat bagaimana cara menanggulangi bencana, tetap tenang, serta memahami kebutuhan warga," tuturnya. Prof. Ir. Nanung Agus Fitriyanto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM, selaku Kepala Sub Direktorat Pengelolaan KKN-PPM UGM, menyampaikan bahwa bencana tidak dapat dipahami semata sebagai angka dan data. Menurutnya, di balik setiap laporan terdapat keluarga yang kehilangan rasa aman dan aktivitas harian masyarakat yang terhenti. “Kehadiran mahasiswa KKN-PPM di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga menghadirkan empati, kepedulian, dan semangat kebersamaan bagi warga terdampak sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat,”pungkasnya. Penulis/Editor: DnHalimah&Ainun/Dn Halimah, Sumber/Foto: Tim Humas DPkM UGM

Selengkapnya

 UGM Bersama KLUB Wujudkan Kebermanfaatan akan Masyarakat Luas Melalui Penyerahan Donasi Kegiatan UUCR 2025 

UGM bersama KAGAMA Lari untuk Berbagi (KLUB) melaksanakan penyerahan dana donasi sebesar Rp500.202.576,00 yang terhimpun melalui kegiatan UGM Ultra 76K Charity Run (UUCR) 2025 dalam rangka Dies Natalis Ke-76 UGM Tahun 2025. Kegiatan penyerahan dana berlangsung pada Kamis (22/01) di Ruang Sidang Pimpinan, Gedung Pusat UGM, dan dihadiri oleh 12 peserta. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, serta Budi Susilo selaku Ketua Panitia UUCR 2025. Dalam pemaparannya, Budi Susilo menjelaskan bahwa UUCR 2025 diikuti oleh 287 pelari dengan keterlibatan peserta dari berbagai latar belakang. Kegiatan yang dipersiapkan selama tiga bulan ini berhasil menghimpun dana donasi yang dialokasikan untuk berbagai program, antara lain bantuan beasiswa bagi mahasiswa terdampak bencana, program beasiswa reguler UGM, serta dana abadi UGM. Ia berharap pada pelaksanaan kegiatan selanjutnya, jumlah donasi dapat meningkat hingga mencapai target Rp1 miliar, seiring dengan peningkatan profesionalisme penyelenggaraan acara dan strategi penggalangan peserta serta donasi. “Diharapkan ke depan acara bisa lebih profesional dan terus di-improve. Meskipun pendaftarannya bersifat internal, upaya teman-teman dalam mengumpulkan peserta perlu diapresiasi dan terus ditingkatkan,” ujarnya. Apresiasi terhadap kegiatan ini disampaikan oleh Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si. Ia menegaskan bahwa KLUB merupakan komunitas alumni yang secara konsisten berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan sehingga UGM berkomitmen untuk terus mendukung berbagai inisiatif yang dilakukan oleh KLUB. Menurutnya, komunitas lari tidak hanya menjadi wadah aktivitas olahraga, tetapi juga ruang ekspresi, kolaborasi, dan inovasi yang dapat terus dikembangkan untuk memberikan dampak yang lebih luas. “Dalam komunitas lari ada banyak ekspresi yang bisa dikembangkan. Ke depan komunitas ini akan terus tumbuh, dan tentu masih banyak hal yang dapat diperbaiki dan ditingkatkan,” pungkasnya. Kegiatan penyerahan dana ini ditutup dengan sesi foto bersama serta diskusi terkait evaluasi dan rencana pengembangan kegiatan KLUB ke depan. Melalui kegiatan ini, UGM dan KLUB menegaskan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung penguatan kualitas pendidikan serta keberlanjutan program beasiswa bagi mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan, melalui sinergi antara universitas dan KLUB dalam mendorong kebermanfaatan bagi masyarakat.   [Kantor Alumni: Hansel, Foto: Nandik]

Selengkapnya

Kembangkan Alat Deteksi Cepat untuk Keamanan dan Keaslian Pangan, Dosen UGM Raih Penghargaan Internasional Hitachi Award

Persoalan keamanan dan keaslian pangan saat ini menjadi persoalan yang sering kita temukan di tengah masyarakat. Seperti kasus keracunan siswa yang menyantap menu program Makanan Bergizi Gratis di sekolah kerap terjadi. Belum lagi banyak konsumen yang merasa dirugikan karena membeli produk pangan palsu yang beredar di pasaran maupun di e-commerce. Tidak banyak alat yang mampu mendeteksi tingkat keamanan dan keaslian pangan dalam waktu cepat. Umumnya sampel produk pangan yang akan diuji tingkat keamanan dan keasliannya memerlukan waktu uji laboratorium berhari-hari. Di tangan dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc., berhasil mengembangkan alat deteksi cepat tingkat keamanan, keaslian dan kualitas pangan dalam waktu cepat. Melalui riset “Green Analytical Method for Rapid Assessment of Food Safety, Authenticity, and Functional Quality in Diverse Food Systems,” Widiastuti mengembangkan metode analisis kimia inovatif yang mampu mengevaluasi keamanan pangan, keaslian produk, dan kualitas fungsional secara cepat dalam hitungan menit, bahkan detik dengan penggunaan bahan kimia yang sangat minimal atau bahkan tanpa bahan kimia sama sekali. Pendekatan ini menjadi terobosan penting sebagai alternatif metode konvensional yang umumnya memerlukan waktu analisis panjang hingga berhari-hari serta bergantung pada bahan kimia berbahaya yang berdampak negatif bagi lingkungan. Widi, demikian ia akrab disapa, menyampaikan Inovasi yang dikembangkan berfokus pada tiga pilar utama, yaitu food safety (keamanan pangan), authenticity (keaslian pangan), dan functional quality (kualitas fungsional). Pendekatan ini dinilai relevan untuk menjawab tantangan pengawasan pangan modern yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan keberlanjutan. Selain cepat dan akurat, metode yang dikembangkan juga ramah lingkungan. Widi menerapkan teknik ekstraksi tingkat lanjut seperti ultrasound-assisted extraction dan microwave-assisted extraction, yang membutuhkan pelarut dalam jumlah jauh lebih sedikit. “Metode ini lebih cepat dan menggunakan solvent lebih minimal, sehingga lebih ramah lingkungan. Karena itulah disebut green analytical method,” jelasnya saat diwawancarai pada kamis (21/1).  Proses analisis dan kuantifikasi juga dipercepat dengan pemanfaatan metode spektroskopi, yaitu teknik analisis yang memanfaatkan interaksi radiasi elektromagnetik dengan materi untuk mengkaji sifat kimia dan fisika suatu senyawa. Dibandingkan metode kromatografi konvensional, spektroskopi memungkinkan analisis dilakukan tanpa tahap ekstraksi yang panjang, bahkan dalam beberapa kasus bersifat non-destruktif terhadap sampel. Meski demikian, Widi tetap mengembangkan metode kromatografi berkecepatan tinggi sebagai pembanding dan pelengkap. Pada kromatografi konvensional, proses analisis umumnya memerlukan waktu yang relatif lama. “Pada kromatografi konvensional, analisis bisa memakan waktu yang lama. Namun dengan Ultrahigh Performance Liquid Chromatography (UPLC), waktu analisis dapat dipangkas dari sekitar 30 menit menjadi hanya 3 menit,” jelasnya. Lebih lanjut, metode yang dikembangkan tidak hanya mampu mengidentifikasi dan mengkuantifikasi senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga mendeteksi berbagai senyawa berbahaya, seperti mikotoksin—termasuk aflatoksin dan okratoksin—serta NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) yang berpotensi disalahgunakan dalam produk pangan. Melalui pengembangan ini, Widiastuti berharap metode yang dihasilkan dapat diadopsi oleh BPOM dan institusi terkait guna memperkuat sistem pengawasan keamanan pangan nasional. Selain aspek keamanan, riset ini juga mencakup evaluasi kualitas fungsional pangan, seperti potensi antidiabetes dan antidepresan, pada berbagai sistem pangan. Sejumlah riset yang telah ia lakukan meliputi pengujian aktivitas antidepresan pada edible flowers yang didukung hibah L’Oréal, pengujian senyawa antidiabetes pada bunga rosella melalui hibah Kalbe.  “Dalam proposal untuk Hitachi, saya mengusung konsep diverse food systems, artinya tidak terbatas pada satu jenis pangan. Edible flowers yang saya teliti juga sangat beragam, mulai dari bunga pisang, rosella, kecombrang, senggani, turi, hingga safflower,” jelasnya. Menariknya, Widiastuti juga telah mengembangkan aplikasi berbasis web untuk analisis makroalga dan kakao. Melalui platform ini, laboratorium yang memiliki data spektroskopi dapat langsung mengunggah data mereka untuk memperoleh hasil analisis berupa interpretasi kualitas sampel secara cepat dan akurat. Aplikasi ini dirancang agar dapat diakses secara global dan digunakan secara gratis. Menurut penuturannya, ia juga mengembangkan metode analisis yang dapat membedakan produk kopi dari luwak liar maupun yang sengaja ditangkar, serta metode deteksi adulterasi kokoa untuk dapat melihat apakah bubuknya murni/asli atau tidak, serta mengetahui makroalga jenis apa dan dari daerah Indonesia di bagian mana.   Tak hanya pada bahan baku, metode analisis yang dikembangkannya juga diaplikasikan pada produk pangan olahan, seperti penentuan kandungan resveratrol, senyawa antioksidan, pada kue kering dan selai. Hal ini menegaskan bahwa pendekatan diverse food systems mencakup seluruh rantai pangan, dari bahan mentah hingga produk akhir. Ke depan, Widiastuti berharap hasil risetnya dapat diadopsi secara luas oleh industri, laboratorium pemerintah, kementerian terkait, Bea Cukai, serta BPOM, sekaligus berkontribusi dalam perumusan kebijakan dan regulasi keamanan pangan berbasis data ilmiah. “Harapannya, riset saya tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. Penulis : Leony Editor : Gusti Grehenson

Selengkapnya

Satu Rasa, Satu Keluarga: Tanda Kasih Radiologi UGM untuk Saudara di Sumatera

YOGYAKARTA – Musibah banjir yang melanda beberapa wilayah di Sumatera beberapa waktu lalu turut dirasakan kepedihannya oleh keluarga besar Departemen Radiologi FK-KMK UGM. Bencana ini tidak hanya berdampak pada masyarakat umum di sana, namun juga menimpa keluarga dari beberapa rekan Peserta Program Dokter Spesialis (PPDS) Radiologi. Merespons kondisi tersebut, rasa empati segera terwujud menjadi aksi nyata. Segenap civitas akademika, mulai dari staf pengajar, tenaga kependidikan, alumni, hingga sesama residen, bahu-membahu menggalang donasi untuk meringankan beban rekan sejawat. Penyerahan tali asih tersebut dilangsungkan di Ruang Pertemuan Departemen Radiologi FK-KMK UGM, dimana Kepala Departemen Radiologi FK-KMK UGM, dr. Yana Supriatna, Ph.D, Sp.Rad., Subsp. RI (K), menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan residen yang terdampak. Momen kebersamaan ini menjadi pengingat hangat bahwa pendidikan spesialis bukan hanya perjalanan akademik menuntut ilmu, melainkan juga tentang membangun ikatan persaudaraan yang kokoh. Upaya gotong royong ini secara esensial selaras dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs). Bantuan yang diberikan diharapkan turut berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan dasar pasca-bencana, sejalan dengan cita-cita tanpa kelaparan (SDGs 2), terjaminnya air bersih dan sanitasi (SDGs 6), kehidupan yang sehat dan sejahtera (SDGs 3), serta dukungan terhadap kota dan pemukiman yang berkelanjutan (SDGs 11). Bantuan yang disalurkan diharapkan tidak semata dinilai dari nominalnya, tetapi dimaknai sebagai pesan moral bahwa tidak ada residen yang berjalan sendirian saat menghadapi masa sulit. Dukungan psikososial dari "rumah kedua" di departemen ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan (resiliensi) rekan sejawat dan keluarganya, sehingga dapat segera bangkit dan beraktivitas kembali secara optimal. Semoga tali asih ini dapat sedikit meringankan beban keluarga di Sumatera dan semakin mempererat rasa kekeluargaan di lingkungan Radiologi FK-KMK UGM. (PL,MY)

Selengkapnya

78 Tahun FKG UGM ‘Meretas’ Air Hujan Menjadi Air Minum, Dorong Kampus Hijau Ramah Lingkungan

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) menandai Dies Natalis ke-78 dengan langkah yang melampaui seremoni akademik. Pada perayaan tahun ini, FKG UGM meluncurkan sistem panen air hujan yang diolah menjadi air layak konsumsi, sebuah inovasi yang menggabungkan sains kesehatan, teknologi lingkungan, dan komitmen keberlanjutan kampus. Peresmian dilakukan dalam rangkaian pembukaan Dies Natalis yang dihadiri Wakil Rektor UGM Bidang Perencanaan, Aset & Sistem Informasi Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., Dekan FKG UGM Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia (SDM)FKG UGM  drg. Margareta Rinastiti, M.Kes., Sp.KG. Subsp.KR(K)., Ph.D, sivitas akademika FKG UGM, mitra industri, serta perwakilan fakultas kluster kesehatan UGM. Dalam sambutannya, Dekan FKG UGM menegaskan bahwa usia 78 tahun bukan sekadar penanda historis, melainkan momentum refleksi atas peran fakultas dalam menjawab tantangan masa depan, khususnya krisis lingkungan dan efisiensi sumber daya air. DARI PENGELOLAAN SAMPAH KE PANEN AIR HUJAN FKG UGM sebelumnya dikenal sebagai salah satu fakultas yang konsisten mengelola sampah berbasis pemilahan dan daur ulang. Sampah anorganik seperti botol plastik dan kertas tidak hanya dipisahkan, tetapi juga dimanfaatkan untuk program donasi dan pengelolaan berkelanjutan. Tahun ini, pendekatan tersebut dikembangkan lebih jauh melalui pengelolaan air hujan. Air yang ditampung tidak langsung digunakan, melainkan melalui serangkaian proses teknologi: filtrasi, pengendapan, sterilisasi ultraviolet (UV), hingga reverse osmosis (RO). Hasil akhirnya adalah air dengan tingkat kemurnian tinggi yang aman untuk dikonsumsi serta berpotensi digunakan dalam kebutuhan klinik kedokteran gigi “Inovasi ini bukan sekadar memanen hujan lalu diminum. Ada tahapan ilmiah yang ketat agar air benar-benar steril dan aman,”, papar Dekan FKG UGM. “Keberadaan inovasi pemberdayaan air hujan ini, sebagai penanda komitmen terhadap inovasi serta keberlanjutan, hari ini juga kita kuatkan dengan agenda Peresmian Air Minum RO (Reverse Osmosis) dari air tadah hujan FKG UGM, sebagai langkah nyata menghadirkan kampus yang lebih sehat, adaptif, dan ramah lingkungan, ungkap Ketua Panitia Dies Natalis FKG UGM ke 78, Dr, drg. Bramasto Purbo Sejati, Sp.B.M.M., Subsp. T.M.T.M.J.(K), dalam sambutannya. Wakil Rektor UGM & Dekan FKG UGM mengamati instalasi air minum berbasis air hujan RELEVANSI MEDIS: AIR MURNI UNTUK PRAKTIK KEDOKTERAN GIGI Berbeda dari program lingkungan pada umumnya, sistem panen air hujan FKG UGM dirancang dengan orientasi medis. Air hasil RO memiliki konduktivitas listrik yang sangat rendah karena bebas dari partikel terlarut. Kondisi ini dinilai ideal untuk mendukung penggunaan alat-alat kedokteran gigi seperti bur dan ultrasonic scaler, karena dapat mengurangi risiko rasa ngilu pada pasien serta meningkatkan kenyamanan tindakan klinis Ke depan, fakultas berencana memanfaatkan menara penampungan air di area sekitar musala, Dental Learning Center, serta gedung OECF sebagai bagian dari sistem terpadu panen air hujan. JEJAK KARBON DAN BUDAYA INTROSPEKSI LINGKUNGAN Selain air, Dies Natalis ke-78 juga menjadi titik awal pengembangan penghitungan jejak karbon (carbon footprint) di lingkungan FKG UGM. Melalui indikator ini, setiap aktivitas sivitas akademika—mulai dari penggunaan kendaraan, listrik, hingga kebiasaan merokok akan dipetakan kontribusinya terhadap kerusakan lingkungan. Pendekatan ini bertujuan membangun budaya introspeksi kolektif. Fakultas berharap kesadaran lingkungan tidak berhenti pada slogan, tetapi terwujud dalam perubahan perilaku sehari-hari. APRESIASI UGM DAN HARAPAN REPLIKASI KE FAKULTAS LAIN Pimpinan universitas yang hadir menyebut FKG UGM sebagai contoh konkret bahwa inovasi lingkungan dapat lahir dari fakultas kesehatan, bukan hanya dari rumpun teknik atau sains murni. Inisiatif panen air hujan dan penghitungan jejak karbon dinilai berpotensi direplikasi oleh fakultas lain di UGM. “Acara besar tidak selalu identik dengan sampah berserakan. Apa yang dilakukan FKG UGM menunjukkan bahwa keberlanjutan bisa menjadi bagian dari budaya akademik,” ujar Wakil Rektor UGM Bidang Perencanaan, Aset & Sistem Informasi Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D. SIMBOL PERUBAHAN DI USIA 78 TAHUN Perayaan Dies Natalis ditutup dengan simbolisasi minum air hasil olahan hujan oleh pimpinan universitas dan fakultas. Aksi tersebut menegaskan pesan utama perayaan tahun ini: inovasi, keberanian ilmiah, dan tanggung jawab ekologis. Di usia ke-78, FKG UGM tidak hanya merayakan masa lalu sebagai salah satu cikal bakal UGM, tetapi juga menegaskan arah masa depan—menjadi institusi pendidikan kedokteran gigi yang unggul, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan global. (Reporter: Andri Wicaksono, Fotografi: Fajar Budi Harsakti)