BERITA

Cerita Berdampak

Kisah nyata dan inspiratif kegiatan kemanusiaan telah mengubah kehidupan individu, komunitas & lingkungan

Lanjut Baca

Farmasi UGM Ajak Warga Sompok Imogiri Menjaga sanitasi dan Buat Minuman Fermentasi

Bantul, 14 Oktober 2026 – Penyakit infeksi seperti diare, cacingan, dan infeksi kulit masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang erat kaitannya dengan sanitasi lingkungan dan kebiasaan hidup sehari-hari, mulai dari kebiasaan cuci tangan, kualitas air minum, pengelolaan jamban dan sampah, hingga keamanan makanan. Selain kebiasaan hidup bersih, pola makan yang baik turut menjaga daya tahan tubuh. Dua hal yang dekat dengan keseharian ini menjadi bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat Departemen Kimia Farmasi (DKF), Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, di Pendopo Padukuhan Sompok, Kelurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, pada Rabu (14/10). Mengangkat tema “Penyuluhan Sanitasi Lingkungan dalam Pencegahan Penyakit Infeksi serta Praktik Pembuatan Minuman Kesehatan”, kegiatan ini memadukan edukasi kesehatan lingkungan dengan keterampilan membuat kombucha dan yogurt. Warga diajak memahami hubungan antara kebersihan lingkungan, penyediaan makanan sehat, keamanan pangan, dan kesehatan keluarga melalui penyuluhan, tanya jawab, serta praktik. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan dari Carik Sriharjo, Kuswoyo, SH., dan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. ret. nat. apt. Endang Lukitaningsih, M.Si. Kegiatan yang didanai Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Farmasi UGM ini diinisiasi oleh Ketua Panitia, Prof. Dr. apt. Rumiyati, M.Si., sebagai kelanjutan pendampingan DKF bagi masyarakat Sompok. Pada tahun sebelumnya, DKF telah menyelenggarakan kegiatan peningkatan sanitasi dan edukasi kebersihan di wilayah tersebut. Pada sesi pertama, Prof. Dr. apt. Ratna Asmah Susidarti, M.Si. menyampaikan materi sanitasi lingkungan dalam pencegahan penyakit infeksi. Pembahasan mencakup penggunaan air yang aman, pemeliharaan jamban, kebersihan tangan, keamanan makanan, pengelolaan sampah, serta pengendalian nyamuk dan hewan pembawa penyakit. Melalui contoh sehari-hari, warga diajak mengenali bagaimana kuman dapat berpindah dari tangan ke makanan, atau dari lingkungan tercemar ke sumber air. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, menyimpan air minum dalam wadah bersih dan tertutup, serta memisahkan makanan mentah dari makanan matang menjadi langkah sederhana untuk membantu memutus rantai penularan.  Perhatian juga diberikan pada penggunaan bahan kimia rumah tangga. Warga diingatkan untuk membaca petunjuk pemakaian, menggunakan produk sesuai peruntukannya, dan tidak sembarangan mencampur bahan pembersih. Pengelolaan sampah serta pemberantasan tempat perkembangbiakan nyamuk turut dibahas sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan rumah tetap sehat. Sesi berikutnya beralih ke penjelasan dan praktik pembuatan kombucha, dipandu oleh Dr. apt. Riris Istighfari Jenie, M.Sc. bersama tim. Kombucha merupakan minuman hasil fermentasi teh manis menggunakan SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast), yaitu kultur simbiotik bakteri dan khamir. Warga diperkenalkan pada proses menyiapkan teh manis, mendinginkannya, menambahkan SCOBY dan cairan starter, hingga melakukan fermentasi. Kebersihan tangan, alat, dan wadah menjadi benang merah yang menghubungkan praktik ini dengan materi sanitasi sebelumnya. Kombucha dengan tanda kontaminasi, seperti seperti tumbuhnya kapang (jamur berbulu) berwarna hijau, biru, atau hitam, atau berbau busuk, tidak boleh dikonsumsi. Selain proses pembuatannya, materi juga membahas kandungan senyawa bioaktif dan potensi manfaat kombucha. Bukti ilmiah manfaatnya pada manusia masih terus diteliti, sehingga minuman fermentasi ini perlu ditempatkan sebagai bagian dari pola makan sehat dan bukan pengganti pengobatan. Gizi seimbang, aktivitas fisik, dan istirahat yang cukup tetap menjadi dasar menjaga kesehatan tubuh. Kegiatan ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi pencegahan penyakit, serta SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui pembahasan air yang aman dan kebersihan rumah tangga. Materi pengelolaan sampah dan penggunaan bahan kimia secara bijak juga sejalan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Melalui perpaduan penyuluhan dan praktik, pengetahuan dari kampus diharapkan semakin mudah diterapkan di rumah. Dari menjaga kebersihan tangan hingga menyiapkan minuman secara higienis, warga dapat mengambil peran dalam membangun kebiasaan sehat bagi keluarga dan lingkungan Sompok. Penulis: Raisatun Nisa dan Siti Nurul Hidayah | Foto: Tim PKM DKF

Lanjut Baca

Juara Greenovate 2026, Tim UGM Kembangkan Limbah TKKS Menjadi Material Elektroda Inovatif

Mahasiswa Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM kembali meraih prestasi, kali ini dalam event Greenovate 2026 yang diadakan di Senayan, DKI Jakarta pada 3-5 Agustus 2026. Dalam kompetisi yang diadakan oleh TBS Foundation ini, Tim UGM dengan nama ”Powerhart” beranggotakan 2 Pratiwi Putri Hasibuan (Teknik Industri 2024), Arsi Cahyani (Teknik Kimia 2024), dan Hayya Majida Amani (Teknik Kimia 2024) meraih juara 3.  Sebagai latar belakang, Tim Powerhart mengangkat permasalahan melimpahnya limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang pemanfaatannya saat ini masih didominasi oleh aplikasi bernilai tambah relatif rendah, seperti mulsa dan pembenah tanah. ”Berdasarkan permasalahan tersebut, kami mengusulkan pemanfaatan TKKS sebagai bahan baku material elektroda karbon hibrida untuk superkapasitor,” tutur Putri. Ide yang diusulkan tim berupa inovasi material berbasis tandan kosong kelapa sawit sebagai alternatif material berbasis karbon untuk elektroda superkapasitor, dengan penambahan katalis feldspar sebagai salah satu bagian dari proses rekayasa material. Inovasi ini menargetkan pemanfaatan limbah TKKS yang belum optimal sekaligus mengurangi ketergantungan pada material karbon bernilai tinggi seperti grafena. ”Dengan demikian, gagasan kami tidak hanya berfokus pada pengembangan material baru, tetapi juga menghubungkan aspek teknologi, pemanfaatan limbah, dan keberlanjutan,” jelas Putri. Putri menjelaskan bahwa kebaruan gagasan tersebut terletak pada rekayasa material secara bertahap, dimulai dari karbonisasi TKKS dengan penambahan Fe dan feldspar untuk membantu menghasilkan struktur karbon yang lebih grafitik dan konduktif, kemudian mengombinasikannya dengan MnO₂ dan PANI. Karbon TKKS berperan menyimpan muatan pada permukaannya, sementara MnO₂ dan PANI memberikan tambahan penyimpanan muatan melalui reaksi elektrokimia. “Dengan pendekatan ini, kami tidak hanya mengubah limbah TKKS menjadi karbon, tetapi juga merancangnya menjadi material elektroda bernilai tambah tinggi yang berpotensi meningkatkan performa elektrokimia sekaligus mendukung pemanfaatan limbah dan pengembangan teknologi penyimpanan energi yang lebih berkelanjutan,” ujar Putri. Karya Powerhart tersebut memukau dewan juri yang terdiri dari Roderick Purwana (Managing Partner, East Ventures); Gita Sjahrir (Managing Director for Investor Relations, TBS); dan Iwan Syahril (Former Director General of Education, Indonesia) sehingga dinilai pantas untuk menjadi salah satu juara. Pada seleksi awal, tim Powerhart mengumpulkan ide yang mencakup identifikasi masalah, solusi yang ditawarkan, serta aspek kelayakan finansial dalam bentuk presentasi PPT. Setelah lolos ke babak final, Powerhart mengikuti sesi mentoring bersama Triana Krisandini, SVP Sustainability PT TBS Energi Utama Tbk., untuk mempersiapkan presentasi. ”Selama mentoring, kami mendapatkan banyak masukan, terutama dalam membangun storytelling yang kuat dan menyampaikan data secara lebih menarik bagi audiens. Salah satu contohnya adalah bagaimana mengubah data emisi yang berupa angka menjadi perbandingan atau gambaran yang lebih mudah dibayangkan, sehingga dampak dari permasalahan yang kami angkat dapat lebih dirasakan oleh audiens,” papar Putri.  Dalam proses meraih juara, tantangan utama yang dihadapi Powerhart adalah penerjemahan gagasan yang cukup teknis menjadi konsep yang mudah dipahami sekaligus menarik dari sisi bisnis. ”Kami perlu menjelaskan proses rekayasa material dan keunggulan elektroda tanpa membuat materi terlalu kompleks bagi audiens,” tutur Putri. Lebih jelas lagi, tim harus memastikan bahwa gagasan yang ditawarkan tidak hanya memiliki potensi keuntungan ekonomi, tetapi juga memiliki nilai keberlanjutan yang jelas melalui pemanfaatan limbah TKKS dan pengembangan material untuk teknologi penyimpanan energi. Seluruh aspek tersebut, mulai dari permasalahan, solusi, kebaruan, potensi bisnis, hingga aspek keberlanjutan, harus disampaikan dalam durasi presentasi yang hanya 7 menit. ”Oleh karena itu, kami perlu menyusun materi secara ringkas, terstruktur, dan didukung oleh storytelling yang kuat,” tutur Putri.  Dari kompetisi Greenovate 2026, Putri menyatakan mereka belajar bahwa sebuah ide tidak hanya harus menarik, tetapi juga harus bisa menjawab masalah yang ada dan punya nilai dari sisi teknologi, bisnis, maupun keberlanjutan. Kami juga belajar bagaimana menyampaikan ide yang cukup teknis dengan cara yang lebih sederhana dan menarik melalui storytelling,” tutur Putri. Selain itu, tambah Putri, lomba ini memberikan pengalaman bekerja dalam tim dengan latar belakang yang berbeda, menerima masukan, dan lebih percaya diri dalam menyampaikan serta mempertahankan ide di depan juri. Dr. Akmal Irfan Majid sebagai perwakilan DTMI yang turut menghadiri penyerahan juara menyatakan bahwa kompetisi ini merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa karena kasus yang diangkat oleh Greenovate layak untuk dikembangkan menjadi sebuah bisnis dan memperoleh bimbingan dari para prominent figures perusahaan-perusahaan terbaik. “Hal ini tentu mengasah soft skill dan kemampuan analisis untuk mendekatkan mata kuliah di kampus dengan solusi praktis dari industri yang prominent,” tuturnya.

Selengkapnya

Tim Pengabdian DBSMB SV UGM Gelar Pelatihan Promosi Digital dan Storytelling AI di Demangrejo

Kulonprogo - Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Inggris, Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (DBSMB), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), menyelenggarakan pelatihan bertajuk “UMKM Desa Naik Kelas: Promosi Digital & Inovasi Storytelling dengan AI” di Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi UGM dengan judul “Sosialisasi Literasi Digital dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Warga Demangrejo”. [caption id="attachment_18043" align="aligncenter" width="634"] Gambar 1. Tim Pengabdian DBSMB bersama pembicara[/caption] Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas literasi digital masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemuda, serta kelompok perempuan, agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara aman, etis, dan produktif. Melalui penguasaan keterampilan digital, masyarakat diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mengembangkan peluang ekonomi berbasis potensi desa. Pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis mengenai strategi pemasaran digital, pembuatan katalog produk, pemanfaatan WhatsApp Business, dan pencatatan transaksi usaha sederhana. Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk mengembangkan ide konten kreatif dan menyusun narasi promosi (storytelling) yang menarik. Aspek keamanan digital turut menjadi perhatian melalui edukasi mengenai perlindungan data pribadi dan pencegahan penipuan daring. Perkuat Kapasitas Digital Masyarakat Desa Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sesi foto bersama. Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Tim Pengabdian, Dr. Erizal Lugman, M.A., yang menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat menghadapi perkembangan teknologi digital. Pendampingan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mendorong penerapan teknologi secara berkelanjutan dalam kegiatan ekonomi produktif. Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Karang Taruna dan organisasi pemuda Kalurahan Demangrejo, serta Kepala Kalurahan Demangrejo, Heriyanto. Pemerintah kalurahan menyambut baik pelaksanaan program ini sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengembangan usaha dan perekonomian lokal. Kepala Kalurahan Demangrejo sekaligus membuka kegiatan pelatihan secara resmi. Sesi inti pelatihan menghadirkan Satria Agung Nugraha, S.Si., M.IST., sebagai narasumber. Melalui dua sesi materi interaktif, peserta memperoleh penjelasan dan kesempatan praktik menggunakan perangkat AI sederhana untuk mendukung aktivitas promosi usaha. Peserta dipandu untuk menemukan ide konten yang relevan dengan karakteristik produk, menyusun caption promosi yang menarik, serta merancang katalog digital yang dapat digunakan untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen. Pemanfaatan AI dalam pelatihan ini diarahkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kreativitas dan efisiensi produksi konten, bukan sebagai pengganti pengetahuan dan identitas lokal pelaku usaha. Dengan mengintegrasikan teknologi dan cerita mengenai produk, peserta diharapkan mampu membangun komunikasi pemasaran yang lebih menarik, autentik, dan sesuai dengan karakteristik usaha masing-masing. Di samping keterampilan promosi, penguatan literasi digital juga mencakup pemahaman tentang penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Pengetahuan mengenai keamanan data pribadi dan kewaspadaan terhadap penipuan daring menjadi bekal penting bagi masyarakat agar dapat menjalankan aktivitas ekonomi digital dengan lebih aman. Sebagai penutup sesi pelatihan, Tim Pengabdian menyerahkan sertifikat dan cinderamata kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada masyarakat Kalurahan Demangrejo. Dorong Keberlanjutan melalui Modul dan Kader Digital Program pengabdian ini diketuai oleh Dr. Erizal Lugman, M.A., dengan anggota tim dosen Ummul Hasanah, S.S., M.A., Nabilla Kusuma Vardhani, S.I.P., M.A., Erlin Estiana Yuanti, S.S., M.A., dan Ahmad Mu’am, S.S., M.Sc. Pelaksanaan program juga melibatkan mahasiswa Excel Ardiansyah Pratama Tampubolon dan Nadhifa Rechti De Wijaya. Untuk mendukung keberlanjutan manfaat program, tim pengabdian menyusun Modul Literasi Digital Ekonomi Warga serta menyediakan templat katalog digital dan pencatatan transaksi sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM. Tim juga melakukan pendampingan dalam pembentukan kader digital lokal di Kalurahan Demangrejo. Keberadaan kader digital diharapkan dapat membantu masyarakat menerapkan pengetahuan yang diperoleh sekaligus mendorong penyebaran keterampilan digital secara berkelanjutan di lingkungan setempat. Melalui pendekatan yang menggabungkan edukasi, praktik, dan pendampingan, program ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian masyarakat dalam mengelola promosi usaha, meningkatkan kualitas komunikasi pemasaran, serta membuka peluang pemanfaatan teknologi digital yang lebih luas bagi pengembangan ekonomi desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mendukung pencapaian beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) diwujudkan melalui peningkatan akses masyarakat terhadap pengetahuan dan keterampilan literasi digital. SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) didukung melalui penguatan kapasitas pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan daya saing usaha. Selanjutnya, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) tercermin dalam pengenalan dan penerapan teknologi digital serta AI untuk mendukung inovasi pemasaran produk lokal. Sementara itu, SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) diwujudkan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, komunitas pemuda, dan pelaku UMKM dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Melalui kegiatan ini, DBSMB SV UGM menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia, penerapan inovasi teknologi, dan penguatan kemitraan. Pendampingan literasi digital di Kalurahan Demangrejo diharapkan menjadi langkah awal bagi tumbuhnya ekosistem ekonomi desa yang adaptif, kreatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Selengkapnya

Tim Pengabdian DTMI FT UGM Hadirkan Teknologi Air Bersih Siap Minum bagi Warga Kampung Terban

Yogyakarta, 13 Oktober 2026 – Akses terhadap air minum yang aman dan layak konsumsi menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang perlu terus diperkuat. Menjawab kebutuhan tersebut, Tim Pengabdian Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) mengimplementasikan teknologi pengolahan air bersih siap minum bagi masyarakat RW 05 Kampung Terban, Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Implementasi teknologi tersebut menjadi bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dipimpin Dr. Ir. Orchida Dianita, S.T., MBA, M.Sc. Kegiatan sekaligus dipantau melalui monitoring dan evaluasi (monev) FT UGM yang dilaksanakan pada Selasa (13/10). Kegiatan monev dihadiri oleh Tim Monev FT UGM, yaitu Prof. Rochim Bakti Cahyono, Dr. Dwi Joko Suroso, I Gde Budi Indrawan, Ph.D.,  Angga Fajar Setiawan, Ph.D., serta Dr.  Nur Abdillah Siddiq selaku Manajer Layanan Kerjasama, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni FT UGM. Kehadiran tim disambut oleh Ketua RW 05 Kampung Terban, Supriyanto, S.Sos., bersama sejumlah warga. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk melihat langsung implementasi teknologi sekaligus mendengarkan pengalaman dan kebutuhan masyarakat setelah program dilaksanakan. Program pengabdian DTMI FT UGM dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan yang meliputi sosialisasi, workshop, implementasi instalasi pengolahan air, pengujian fungsi, serta pelatihan kepada masyarakat. Dr. Orchida Dianita menjelaskan, kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya penyediaan air minum yang memenuhi standar kesehatan. Masyarakat kemudian diberikan pemahaman mengenai prinsip kerja instalasi dan tata cara pengoperasiannya melalui workshop. “Tim melakukan pemasangan instalasi pengolahan air minum yang menggunakan sistem filtrasi bertingkat untuk menghilangkan partikel dan kontaminan. Sistem tersebut kemudian dilengkapi teknologi penyinaran ultraviolet (UV) sebagai tahap akhir desinfeksi untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme penyebab penyakit,” jelasnya. Menurut Dr. Orchida, keberlanjutan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Karena itu, setelah proses implementasi dan pelatihan selesai, instalasi diserahkan kepada masyarakat RW 05 Kampung Terban untuk dikelola dan dimanfaatkan secara bersama. “Harapannya, masyarakat tidak hanya menerima teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengoperasikan dan merawatnya sehingga manfaatnya dapat berlangsung secara berkelanjutan,” tambahnya. Bagi masyarakat Kampung Terban, kehadiran FT UGM melalui program pengabdian bukanlah hal yang baru. Hubungan antara DTMI FT UGM dan masyarakat Terban telah terjalin melalui berbagai kegiatan pengabdian sejak 2018. Supriyanto menyampaikan, sejumlah program sebelumnya telah memberikan manfaat langsung bagi warga, di antaranya pengelolaan dan distribusi air bersih serta pemasangan instalasi panel surya untuk mendukung kebutuhan listrik masyarakat. “Pengabdian ini bukan kali pertama. Ini merupakan rangkaian kegiatan pengabdian tim DTMI sejak tahun 2018. Mulai dari pengelolaan dan distribusi air bersih untuk masyarakat Terban sampai instalasi solar panel untuk kebutuhan listrik masyarakat,” ungkap Supriyanto. Menurutnya, berbagai program tersebut membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga. “Warga sangat terbantu karena bisa lebih berhemat, terutama untuk kebutuhan air bersih. Sekarang ada lagi pengabdian untuk air bersih siap minum dari tim Dr. Orchida Dianita,” lanjutnya. Supriyanto berharap kerja sama dan pendampingan FT UGM dapat terus berlanjut di Kampung Terban. Harapan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen tim pengabdian DTMI untuk terus mengembangkan program berdasarkan persoalan dan kebutuhan masyarakat. Selain melihat implementasi teknologi, kunjungan monev juga menjadi kesempatan bagi FT UGM untuk berdialog secara langsung dengan masyarakat. Dalam diskusi, sejumlah warga menyampaikan bahwa instalasi depot air minum yang sebelumnya telah tersedia masih menghadapi kendala dalam pengoperasiannya. Masukan tersebut menjadi catatan penting bagi tim untuk melakukan evaluasi dan menentukan langkah pendampingan berikutnya. Bagi perguruan tinggi, keberhasilan sebuah program pengabdian tidak hanya diukur dari terpasangnya teknologi, tetapi juga dari sejauh mana teknologi tersebut dapat digunakan, dirawat, dan memberikan manfaat secara nyata bagi masyarakat. Dr. Nur Abdillah Siddiq, S.T., IPP., selaku Manajer Layanan Kerjasama, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni FT UGM, menyampaikan bahwa kegiatan yang dipimpin Dr. Orchida Dianita memiliki keterkaitan erat dengan visi FT UGM untuk memberikan kontribusi kepada lingkungan sekitar kampus. “Kegiatan ini sangat sejalan dengan visi Fakultas Teknik untuk mengabdi kepada lingkungan sekitar kampus. Kampung Terban juga berada sangat dekat dengan FT UGM, sehingga pengabdian seperti ini menjadi bentuk nyata bagaimana perguruan tinggi hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” ujarnya. Ia menambahkan, keberlanjutan program perlu menjadi perhatian bersama agar teknologi yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan masyarakat. Implementasi teknologi air bersih siap minum di Kampung Terban menjadi salah satu contoh penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi perguruan tinggi untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat. Kegiatan ini sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penyediaan air minum yang aman; SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui peningkatan akses terhadap air berkualitas; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peluang pengembangan usaha berbasis air minum siap konsumsi; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan teknologi tepat guna; serta SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui dukungan terhadap infrastruktur dasar masyarakat perkotaan.   Bagi FT UGM, pengabdian kepada masyarakat menjadi ruang untuk memastikan bahwa hasil riset, pengetahuan, dan inovasi tidak berhenti di lingkungan akademik. Teknologi perlu hadir dalam bentuk yang relevan, dapat digunakan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kegiatan monev kemudian ditutup dengan peninjauan langsung instalasi air minum di Kampung Terban. Tim FT UGM bersama masyarakat melihat kondisi instalasi sekaligus berdiskusi mengenai pengoperasian dan kebutuhan pengembangan ke depan. Dari Kampung Terban, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat kembali menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus hadir dalam skala besar. Ketika ilmu pengetahuan bertemu dengan kebutuhan nyata, teknologi dapat menjadi solusi yang sederhana, dekat, dan berdampak. (Opal/HumasFT)

Selengkapnya

Tanggap Bencana Kekeringan, Mahasiswa UGM Kirim 250 Ribu Liter Air Bersih ke Gunungkidul

Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (HMP UGM) menyalurkan bantuan 50 tangki air bersih dengan total volume sekitar 250.000 liter kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kalurahan Terbah, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu, (11/10). Norol Latifah, Ketua Umum HMP UGM, menyampaikan rasa prihatin atas kondisi yang dialami warga Gunungkidul saat musim kemarau ini. Bahkan beberapa dari mereka harus menjual hasil pertanian seperti singkong untuk mendapatkan air bersih. Ia berharap adanya bantuan yang disalurkan dapat memberikan sedikit keringanan di tengah kesulitan yang dihadapi. “Mungkin bantuan ini belum dapat menyelesaikan seluruh persoalan yang ada, tetapi kami berharap bisa sedikit meringankan beban masyarakat. Kami juga berharap musim hujan segera tiba sehingga kekeringan ini berangsur berakhir dan warga lebih mudah mendapatkan air bersih,” ujarnya, Selasa (13/10). Ia menyampaikan dari total bantuan yang disiapkan, 175.000 liter air bersih disalurkan pada tahap awal untuk masyarakat Padukuhan Karang dan Kayugrit. Sementara 75.000 liter sisanya direncanakan untuk disalurkan ke wilayah terdampak lainnya. Penyaluran dilakukan secara bertahap menggunakan armada tangki air menuju titik-titik penerima, termasuk pemukiman warga, tempat ibadah, dan fasilitas pendidikan, dengan rata-rata empat hingga lima tangki setiap harinya bergantung pada kapasitas tampung yang tersedia di masing-masing titik. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Kemahasiswaan UGM yang telah memfasilitasi anggaran, kemudian CSR Bimasakti, Pemerintah Kalurahan Terbah, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan penyaluran bantuan,” ungkap Norol. Lurah Terbah, Giyanto, menjelaskan bahwa kekeringan merupakan persoalan yang berulang di wilayahnya setiap musim kemarau. Dari enam padukuhan yang ada di Kalurahan Terbah, sejumlah wilayah mengalami dampak kekeringan yang cukup serius, sementara upaya penyediaan air melalui sumur bor yang telah dilakukan sebelumnya belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan warga ketika musim kemarau tiba. “Selama musim penghujan, ketersediaan air masih cukup. Namun, ketika musim kemarau, air yang tersedia tidak lagi mencukupi kebutuhan masyarakat,” tuturnya. Giyanto juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada HMP UGM dan seluruh pihak yang telah membantu. Ia berharap kedepannya dari berbagai pihak dapat melanjutkan kerja sama ini untuk mengatasi persoalan kekeringan sehingga masyarakat tidak bergantung pada bantuan air tangki setiap kemarau datang. “Kami mengucapkan terima kasih kepada HMP UGM dan seluruh pihak yang telah membantu warga kami. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dan menjadi berkah bagi semua,” harapnya. Selain penyaluran air bersih, HMP UGM berharap kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan dengan pemerintah setempat dan berbagai pihak terkait. Salah satu rencana tindak lanjutnya dengan penghijauan melalui penanaman pohon, termasuk pohon beringin, sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan mendukung kemampuan kawasan dalam menyimpan air untuk jangka panjang. Melalui kegiatan ini, HMP UGM menegaskan bahwa kepedulian mahasiswa pascasarjana UGM tidak hanya terwujud dalam pencapaian akademik, tetapi juga dalam aksi nyata yang merespons kebutuhan masyarakat paling mendasar yaitu ketersediaan air bersih yang layak bagi setiap warga. Penulis: Jesi Editor: Gusti Grehenson Foto: Dok.HMP UGM

Selengkapnya

Mahasiswa Fakultas Psikologi UGM Gelar Program ARUNA tentang Penggunaan Gawai Sehat di Kali Code

Tim Hibah Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terdiri atas lima mahasiswa Fakultas Psikologi UGM melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk Arahkan Ruang Digital Anak (ARUNA) di Kampung Wisata Kali Code, Cokrodiningratan, Yogyakarta pada 27-28 Juni 2026. Program ini menggabungkan seminar parenting bagi orang tua dan kegiatan pembelajaran interaktif bagi anak-anak untuk meningkatkan pemahaman mengenai penggunaan gawai secara sehat.  Tim yang terdiri atas Valesca Audrey Pri Nugroho, Achmad Syafiq Javier Arzaqi, Daniswara Sekar Indrastuti, Maryam Izzati Muthmainnah, dan Sarah Putri Nashira tersebut menyusun program berdasarkan hasil observasi dan penggalian masalah bersama Ambar, tokoh masyarakat setempat. Hasil observasi menjadi dasar penentuan tujuan kegiatan dan penyusunan modul psikoedukasi mengenai penggunaan gawai pada anak usia sekolah dasar.  Seminar Parenting untuk Orang Tua  Kegiatan hari pertama, Sabtu (27/6), diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta. Selanjutnya, tim menyelenggarakan seminar parenting yang membahas dampak penggunaan gawai pada anak serta strategi pengasuhan yang dapat diterapkan orang tua atau wali.  Seminar yang diikuti 30 peserta ini menghadirkan Nurul Susanti, S.Psi., M.M., Psikolog, sebagai narasumber. Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti post-test untuk mengukur perubahan pemahaman setelah mengikuti seminar.  Pembelajaran Interaktif bagi Anak Pada Minggu (28/6), tim menyelenggarakan Petualangan ARUNA yang diikuti 35 anak usia sekolah dasar. Kegiatan ini menggunakan pendekatan interactive-based learning melalui sejumlah aktivitas, antara lain menonton film sebagai bahan refleksi, permainan kartu interaktif (Interactive Games-Based Card), dan aktivitas kreatif menggunakan soft clay.  Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenali batasan waktu penggunaan gawai, membedakan aktivitas digital yang bermanfaat dan berisiko, serta mengeksplorasi kegiatan di lingkungan sekitar sebagai alternatif aktivitas digital. Pendekatan berbasis aktivitas ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memahami pesan tentang penggunaan gawai secara sehat melalui pengalaman belajar yang partisipatif.  Mendorong Penggunaan Gawai yang Sehat Program Aruna berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, dan SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Melalui edukasi bagi orang tua dan anak, program ini berupaya mendorong pendampingan keluarga dalam penggunaan gawai serta menyediakan alternatif kegiatan yang mendukung aktivitas dan interaksi anak di lingkungan sekitar. Tim berharap edukasi yang diberikan melalui Program ARUNA dapat menjadi bekal bagi orang tua dalam mendampingi anak menggunakan gawai dan bagi anak-anak dalam memilih aktivitas digital secara bijak.  Penulis: Daniswara Sekar Indrastuti/Tim Hibah PKM ARUNAEditor: Erna Tri NofiyanaFoto: kompasiana.com

Selengkapnya

Dukung Pertanian Berkelanjutan, UGM Serahkan Bantuan Alsintan di Bantul

BANTUL – Universitas Gadjah Mada (UGM) melaui kerja sama Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) dengan Center for Sustainable Agricultural Mechanization (CSAM) dan Balai Riset dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Mektan menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa chopper dan thresher di Dusun Japuhan, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Jumat (2/10/2026). Penyerahan alsintan kepada Kelompok Ternak "Lembu Suro" dan Kelompok Wanita Tani (KWT) ini menjadi langkah nyata UGM dalam mendukung modernisasi pertanian ramah lingkungan serta mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan yang merupakan bagian dari program "Scaling Crop Residue Management Through Mechanization and Custom Hiring in Indonesia" ini selaras dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan (peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan), SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (pengelolaan limbah tanaman/ekonomi sirkular), SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi multisektor antara akademisi UGM, pemerintah daerah melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan kelompok masyarakat. Acara serah terima tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM Dr. Arifin Dwi Saputro, Ketua Tim CSAM–BRMP–UGM Prof. Lilik Sutiarso, anggota tim Dr. Radi dan Dr. Sri Markumningsih, serta teknisi Marheri. Turut hadir Penyuluh Pertanian BPP Kapanewon Bambanglipuro, Dwi Widayati, S.P., serta Ketua Kelompok Ternak Lembu Suro, Paijo. Ketua Tim CSAM–BRMP–UGM, Prof. Lilik Sutiarso, mengapresiasi komitmen para petani dan peternak di Dusun Japuhan yang dinilai sangat aktif dan maksimal dalam memanfaatkan teknologi mekanisasi pertanian. "Lokasi Japuhan ini bahkan akan kita jadikan salah satu daerah percontohan bagi laporan di skala nasional dan internasional. Saya berharap alat ini dapat dimaksimalkan melalui berbagai skema kerja sama yang ada agar kegiatan pertanian dan peternakan di Dusun Japuhan dapat terus berkelanjutan (sustainable)," ujar Prof. Lilik. Ketua DTPB UGM, Dr. Arifin Dwi Saputro, menambahkan bahwa keaktifan kelompok tani lokal yang mampu mengoperasikan hingga 90 persen hibah peralatan dari program sebelumnya menjadi alasan kuat UGM untuk terus memberikan pendampingan teknis secara berkelanjutan. "Harapan kami setelah serah terima ini tidak berhenti di sini. Kami di departemen memiliki laboratorium khusus yang menangani alat dan mesin pertanian, sehingga apabila Bapak dan Ibu mengalami kendala atau hendak melakukan modifikasi alat yang kami hibahkan, dapat berkunjung ke laboratorium kami," kata Dr. Arifin. Perwakilan dari BPP Kapanewon Bambanglipuro, Dwi Widayati, S.P., menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian UGM terhadap kemajuan sektor pertanian di wilayahnya. Ia mengimbau para penerima manfaat untuk terus merawat alsintan yang diberikan agar dapat menyokong perekonomian dan kesejahteraan warga Desa Sidomulyo. Rasa syukur turut dirasakan oleh Ketua Kelompok Ternak Lembu Suro, Paijo. Ia mengungkapkan bahwa pendampingan dari DTPB FTP UGM yang telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu memberikan dampak nyata bagi efisiensi kerja kelompoknya. "Terima kasih atas perhatian UGM kepada kelompok kami. Ini menjadi 'Jumat Berkah' bagi kami karena bantuan alat dan mesin ini akan sangat membantu serta mempermudah aktivitas sehari-hari anggota kelompok ternak," tutur Paijo. Melalui program pendampingan dan modernisasi alsintan ini, DTPB FTP UGM menegaskan komitmennya untuk terus mempromosikan tata kelola pertanian berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat desa.

Selengkapnya

UGM Perkuat Kapasitas Digital Masyarakat Kemiriombo untuk Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan

TILC (12/10) – Universitas Gadjah Mada (UGM) mendorong penguatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan potensi pariwisata lokal melalui Pelatihan Social Media Management yang berfokus pada penyusunan strategi komunikasi pemasaran pariwisata di Padukuhan Kemiriombo, Kalurahan Gerbosari, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan potensi wisata sekaligus memperkuat daya saing destinasi berbasis masyarakat. [caption id="attachment_18030" align="aligncenter" width="741"] Gambar 1. Foto bersama peserta dan tim pengabdian kepada masyarakat Program Studi D4 Bisnis Perjalanan Wisata, Sekolah Vokasi UGM.[/caption] Pelatihan yang dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, merupakan bagian dari program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi UGM Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara Program Studi D4 Bisnis Perjalanan Wisata, Sekolah Vokasi UGM, pengelola Rumah Jamu Menoreh, dan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana strategis untuk mengembangkan dan memasarkan potensi pariwisata lokal. Di tengah perubahan perilaku wisatawan yang semakin mengandalkan informasi digital dalam merencanakan perjalanan, pengelolaan media sosial menjadi salah satu aspek penting dalam pemasaran destinasi. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana publikasi, tetapi juga sebagai media untuk membangun identitas destinasi, menyampaikan informasi kepada calon wisatawan, memperkuat interaksi dengan audiens, serta membentuk citra dan daya tarik wisata. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pembekalan mengenai pembuatan konten kreatif, penguatan identitas visual, pengelolaan media sosial, serta penyusunan strategi komunikasi pemasaran pariwisata. Materi tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya mampu menghasilkan konten digital, tetapi juga memahami cara menyampaikan pesan promosi yang terarah, konsisten, dan sesuai dengan karakteristik potensi wisata yang dimiliki. Pendekatan pelatihan menekankan pentingnya mengangkat keunikan lokal sebagai identitas dalam komunikasi pemasaran. Rumah Jamu Menoreh, misalnya, memiliki potensi wisata yang memadukan edukasi, tanaman herbal, jamu tradisional, budaya, dan kehidupan masyarakat setempat. Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi narasi dan konten digital yang menarik sehingga memberikan gambaran pengalaman wisata yang khas kepada calon pengunjung. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menerapkan pengetahuan akademik untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Salah satu pihak yang terlibat aktif adalah Husein Nur Wijaya, mahasiswa Program Studi S2 Magister Pengembangan Atraksi Wisata, Sekolah Vokasi UGM, yang berperan sebagai Koordinator Tim Pelaksana Kegiatan. Keterlibatan mahasiswa magister tersebut mencerminkan upaya menghubungkan pembelajaran akademik dengan praktik pengembangan pariwisata melalui pendampingan langsung kepada masyarakat. Pengetahuan mengenai pengelolaan destinasi, pengembangan atraksi wisata, dan komunikasi pemasaran menjadi bekal dalam mendukung penguatan kapasitas pengelola lokal. Melalui pendekatan ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga mendorong penerapan ilmu pengetahuan untuk mendukung pengembangan potensi daerah secara berkelanjutan. Penguatan pemasaran digital diharapkan dapat membantu masyarakat Kemiriombo memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan keterlihatan Rumah Jamu Menoreh di tengah persaingan destinasi wisata. Konten yang informatif dan menarik dapat digunakan untuk memperkenalkan aktivitas edukasi jamu, kekayaan tanaman herbal, tradisi lokal, serta pengalaman wisata yang ditawarkan. Dengan demikian, media sosial dapat menjadi penghubung antara potensi lokal dan kebutuhan calon wisatawan, khususnya generasi muda yang memanfaatkan platform digital untuk mencari inspirasi perjalanan. Selain memperkuat kapasitas pemasaran, kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) diwujudkan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan media digital. SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) didukung melalui pengembangan potensi pariwisata lokal yang berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Sementara itu, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) berkaitan dengan upaya menjaga identitas budaya serta mengembangkan potensi lokal sebagai bagian dari pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Kolaborasi antara UGM, pengelola Rumah Jamu Menoreh, dan masyarakat juga mencerminkan semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam membangun sinergi untuk mencapai manfaat bersama. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin percaya diri dan mandiri dalam mengelola media sosial sebagai bagian dari strategi pengembangan destinasi. Keberlanjutan program menjadi aspek penting agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam aktivitas promosi sehari-hari, disesuaikan dengan perkembangan tren digital, dan dievaluasi berdasarkan respons audiens. Sinergi antara UGM, pengelola Rumah Jamu Menoreh, dan masyarakat Kemiriombo diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem pariwisata berbasis masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan pengelolaan komunikasi pemasaran yang lebih terarah, potensi wisata Kemiriombo diharapkan semakin dikenal luas, memiliki daya saing yang lebih kuat, serta mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya secara berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Selengkapnya

FK-KMK UGM Dukung Penguatan Skrining Layak Hamil untuk Mempersiapkan Kehamilan Sehat

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) berpartisipasi dalam penguatan upaya kesehatan reproduksi melalui keterlibatan Dr. dr. Muhammad Nurhadi Rahman, Sp.O.G., Subsp. Urogin, Re., sebagai narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Skrining Layak Hamil yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 12 Oktober 2026, di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum kehamilan, terutama bagi calon pengantin dan pasangan usia subur, agar persiapan kehamilan dapat dilakukan secara lebih sehat, aman, dan terencana. Dalam kegiatan tersebut, Dr. dr. Muhammad Nurhadi Rahman menyampaikan materi bertajuk “Skrining Layak Hamil bagi Calon Pengantin dan Pasangan Usia Subur”. Materi ini menyoroti pentingnya mengenali kondisi kesehatan sejak sebelum konsepsi sebagai bagian dari persiapan kehamilan. Pemeriksaan kesehatan sebelum hamil dapat membantu mengidentifikasi faktor risiko yang berpotensi memengaruhi kesehatan ibu maupun janin, sehingga langkah pencegahan dan penanganan dapat direncanakan lebih awal. Skrining layak hamil menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan calon orang tua memperoleh informasi yang memadai mengenai kondisi kesehatannya. Melalui pemeriksaan sejak dini, masalah kesehatan yang berpotensi memengaruhi kehamilan dapat diketahui lebih awal. Hasil pemeriksaan tersebut dapat menjadi dasar untuk memberikan edukasi, pendampingan, maupun penanganan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu sebelum kehamilan direncanakan. Upaya ini juga merupakan bagian dari pendekatan promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan reproduksi. Persiapan kehamilan tidak hanya berkaitan dengan kesiapan fisik, tetapi juga pemahaman mengenai kondisi kesehatan dan faktor-faktor yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk hamil. Dengan demikian, calon pengantin dan pasangan usia subur memiliki kesempatan untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi kesehatan yang tepat. Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan sebelum kehamilan perlu terus diperkuat agar faktor risiko dapat diantisipasi sedini mungkin. Persiapan yang baik diharapkan membantu mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan serta mendukung perlindungan kesehatan ibu dan bayi. Oleh karena itu, skrining layak hamil perlu dipahami sebagai bagian dari perencanaan keluarga, bukan sekadar pemeriksaan yang dilakukan ketika kehamilan telah terjadi. Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan upaya promotif dan preventif untuk mendukung kesehatan ibu dan anak. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi perguruan tinggi dan dinas kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. (Kontributor: Munjayati).

Selengkapnya

Social Entrepreneurship: Membangun Kemandirian melalui Kewirausahaan Sosial

YOGYAKARTA – Alumni Sastra Arab Universitas Gadjah Mada, Ahmad Fauzi Qosim, S.S., M.A., mengisi perkuliahan Kewirausahaan bertema “Peluang Kewirausahaan Sosial” yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sastra Arab Universitas Gadjah Mada. Dalam perkuliahan tersebut, ia memaparkan bahwa kewirausahaan pada hakikatnya bukan sekadar kegiatan ekonomi untuk mengejar keuntungan finansial semata, melainkan sebuah jalan strategi untuk membangun masyarakat yang mandiri, berdaya, dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan sosial-ekonomi secara berkelanjutan. Menurutnya, makna kata wira secara filosofis mengandung arti kemandirian, yang seharusnya menjadi pijakan utama bagi setiap pelaku usaha agar masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada skema bantuan pemerintah. Untuk mengimplementasikan filosofi tersebut, Ahmad Fauzi memperkenalkan konsep PROPHETIC – Socio-Technopreneurship , yakni sebuah model kewirausahaan yang memadukan dunia usaha dan kesejahteraan sosial berbasis pemanfaatan teknologi modern dengan tetap meneladani nilai-nilai serta sistem bisnis yang pernah diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW. Melalui pendekatan ini, aktivitas bisnis tidak lagi terfokus pada keuntungan pribadi atau keuntungan duniawi semata, melainkan juga diarahkan untuk memiliki nilai ibadah, keberkahan, serta memberikan dampak sosial positif yang nyata bagi lingkungan sekitar. Gagasan ini sendiri sebenarnya berawal dari keresahan pribadi Ahmad Fauzi selesai menyelesaikan studi perguruan tinggi, di mana kecemasan pasca studi kini kian nyata dirasakan oleh banyak mahasiswa mengingat data menunjukkan terdapat kurang lebih 500.000 lulusan perguruan tinggi di Indonesia yang belum terserap lapangan kerja dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Tantangan ketersediaan lapangan kerja tersebut menjadi semakin kompleks ketika diperhadapkan pada laju pertumbuhan populasi dunia dan pergeseran struktur demografi yang masif. Mengutip laporan UN World Population Prospects , memuat jumlah penduduk bumi turut memicu krisis multidimensi di berbagai sektor, mulai dari pembatasan pangan, krisis energi, krisis layanan kesehatan, krisis permukiman, hingga akses pendidikan dan lapangan kerja. Di Indonesia sendiri, kondisi ini semakin diperparah oleh fenomena urbanisasi yang tergolong tinggi, dimana data statistik menunjukkan perubahan proporsi penduduk perkotaan yang semula hanya 20% pada tahun 1980 melonjak drastis menjadi 53% pada tahun 2010, sementara populasi populasi menurun dari 80% menjadi 47%. Pergeseran demografi tersebut memberikan dampak signifikan terhadap timbulnya berbagai krisis sosial dan ekonomi di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Dampak dari permasalahan ekonomi warga ini bahkan merambah hingga ke pelosok daerah, yang tercermin dari maraknya kebiasaan destruktif seperti praktik judi online dan pinjaman online (pinjol) ilegal. Fenomena maraknya tersebut mengindikasikan bahwa permasalahan ekonomi masyarakat tidak hanya dipicu oleh minimnya pendapatan harian, namun juga berkaitan erat dengan rendahnya literasi keuangan serta ketidakmampuan dalam mengelola kebutuhan dan mengambil keputusan finansial secara bijak. Oleh karena itu, hadirnya bisnis sosial ( social enterprise ) yang dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan hadir sebagai strategi solusi untuk memberdayakan masyarakat melalui optimalisasi berbagai instrumen pendanaan seperti dana hibah, dana wakaf, maupun hasil usaha mandiri, sehingga mampu mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat jangka panjang dan tidak hanya menyelesaikan masalah secara instan. Penulis : Ahmad Ghifari