BERITA

Cerita Berdampak

Kisah nyata dan inspiratif kegiatan kemanusiaan telah mengubah kehidupan individu, komunitas & lingkungan

Lanjut Baca

Tim Hibah Penelitian Fakultas Psikologi UGM Kembangkan Modul Intervensi Digital Well-Being

Tim Hibah Penelitian Fakultas Psikologi UGM tengah mengembangkan Modul Intervensi Digital Well-Being (DWB). Modul ini berisi panduan intervensi berbasis regulasi diri digital dan optimalisasi aktivitas digital berkualitas. Penyusunan modul bertujuan untuk meningkatkan kesadaran individu terhadap pola penggunaan digital serta mengidentifikasi perilaku maladaptif, seperti distraksi dan penggunaan impulsif.  Tim Hibah Penelitian ini merupakan kolaborasi dua universitas, yaitu Universitas Gadjah Mada dan Universitas Muhammadiyah Lampung. Dari Fakultas Psikologi UGM, yaitu Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si., Haidar Buldan Thontowi, S.Psi., M.A., Ph.D., Lusiana Yashinta Ellysa Putri, S.Psi., M.Sc. Dari Fakultas Psikologi UML, Dr. Sovi Septania, M.Psi., Psikolog. Selain itu, mahasiswa S-3, S-2, dan alumni S-1 Fakultas Psikologi UGM juga turut terlibat dalam pengembangan modul ini. Anggota tim sekaligus dosen Fakultas Psikologi UML, Sovi, menjelaskan bahwa pengembangan Modul Intervensi DWB dilatarbelakangi oleh meningkatnya risiko permasalahan psikologis yang turut timbul akibat penggunaan teknologi maladaptif. Risiko ini muncul seiring perkembangan teknologi digital yang mengubah kehidupan sehari-hari seorang individu. Menurut Sovi, modul Intervensi DWB berfokus pada pemberian intervensi dengan pendekatan psikologis yang menyeluruh.  “Meskipun berbagai inisiatif digital well-being telah berkembang, sebagian besar masih berfokus pada pembatasan penggunaan teknologi dan belum didasarkan pada model psikologis yang komprehensif. Oleh karena itu, modul digital wellbeing ini disusun untuk intervensi psikologis preventif dan promotif untuk meningkatkan kesejahteraan digital pada dewasa muda,” ujar Sovi.  Pengembangan Modul Intervensi DWB bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi kualitas modul dengan model konseptual. Model ini memandang kesejahteraan digital muncul melalui interaksi antara mekanisme protektif antara regulasi diri digital dan mekanisme promotif berupa optimalisasi aktivitas digital. Selain itu, pengembangan modul ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan intervensi berbasis hasil riset psikologi di era digital.  Sementara itu, anggota tim sekaligus dosen Fakultas Psikologi UGM, Lusi, berharap pengembangan modul ini dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat luas. Modul Intervensi DWB juga diharapkan dapat menjadi sarana preventif untuk membangun kebiasaan digital yang lebih sehat dan produktif. “Kami berharap hasil pengembangan Modul Intervensi DWB ini ke depannya dapat diakses sesuai dengan kebutuhan masyarakat luas sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing. Modul ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan digital yang lebih sehat, seimbang, produktif, dan bermakna,” ucap Lusi. Kegiatan pengembangan Modul Intervensi DWB meliputi analisis konseptual dan penurunan indikator intervensi; penyusunan kerangka dan alur sesi modul; pengembangan konten modul intervensi; validasi isi modul (content validity); dan uji coba terbatas (pilot study).  Pengenalan modul telah dilakukan pada 26 Juni, dan diikuti oleh 22 peserta berusia 17-34 tahun. Kegiatan ini memberikan gambaran mengenai alur pelaksanaan modul yang terdiri atas lima sesi dan disusun secara bertahap.  Pada sesi pertama yang bertema “Kesadaran Pola Digitalmu”, tim mengawali kegiatan dengan pembukaan, penyusunan kontrak kegiatan, dan pengenalan pola penggunaan digital. Sesi kedua, yaitu “Pelajari Cara Tetap Sejahtera di Era Digital”, berfokus pada pemahaman peserta terhadap konsep digital well-being. Aktivitas dilanjutkan dengan sesi ketiga dan keempat, yaitu “Kendalikan Dirimu di Dunia Digital” dan “Gunakan secara Berkualitas”. Kedua sesi tersebut mengarahkan peserta untuk memahami dan mengembangkan kemampuan regulasi diri digital serta mengoptimalisasikan aktivitas digital yang berkualitas. Sesi kelima, “Rancang Hidup Seimbang Digital”, menutup kegiatan pengenalan modul dengan mengajak peserta mengintegrasikan pemahaman dan keterampilan yang telah diperoleh dari sesi-sesi sebelumnya.  Antusiasme peserta terlihat dari komitmen mereka dalam mengikuti dan menyelesaikan seluruh sesi pada Modul Intervensi DWB. Peserta terlibat dalam kegiatan dan menunjukkan kesungguhan dalam memahami materi. Ke depannya, hasil pengisian modul dapat menjadi sumber informasi penting bagi tim peneliti untuk mengevaluasi efektivitas intervensi dalam mendukung kesejahteraan digital peserta.  Melalui pengembangan ini, tim peneliti berharap Modul Intervensi DWB yang berbentuk intervensi mandiri dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat luas sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing. Modul Intervensi DWB juga diharapkan dapat menjadi sarana preventif untuk membangun kebiasaan digital yang lebih sehat, seimbang, produktif, dan bermakna.  Penulis: Kayla Anindya SashikiranaEditor: Erna Tri Nofiyana

Lanjut Baca

Sambangi PIAT UGM, Mentan Amran Puji Riset Padi Gamagora dan Kedelai Lokal

Universitas Gadjah Mada dan Kementerian Pertanian bekerja sama untuk mendukung program ketahan pangan di Indonesia. Tahun ini, bantuan anggaran yang diberikan oleh Kementan untuk bentuk kerja sama tersebut senilai Rp 7.717.750.000. Kerja sama yang dilakukan dalam bentuk pengembangan, penyediaan, dan penyaluran benih Kedelai lokal, Padi Gamagora 7, dan Kakao. Hal itu mengemuka dalam peninjauan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., ke pusat pengembangan benih yang ada di Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, Berbah, Kalitirto, Sleman, Kamis (15/10). Mentan Andi Amran Sulaiman, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga terhadap pihak UGM atas kerja kerasnya dalam membantu ketahanan pangan di Indonesia. Ia terus memberikan dukungan penuh sehingga kedepannya dapat berkontribusi lebih banyak baik dalam anggaran, alat, dan lainnya. Pengembangan benih yang telah dilakukan UGM akan langsung dibeli sehingga dapat menyebar ke seluruh Indonesia. “Kami apresiasi teman-teman UGM atas kerja kerasnya serta komitmen yang diberikan. Kami akan melanjutkan kerjasama ini dan terus dikawal karena sesuai dengan perintah Bapak Presiden,” ungkapnya. Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa penyediaan dan distribusi benih padi Gamagora 7 bertujuan untuk memperluas pemanfaatan varietas unggul di berbagai daerah sesuai dengan kebutuhan dan potensi pengembangan. Hingga saat ini, distribusi benih Gamagora 7 sudah mencapai Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan. Gamagora 7 memiliki produktivitas tinggi dengan rata-rata 7,95 ton/hektar dengan potensi maksimal 9,80 ton/hektar. “Hingga saat ini, penyediaan benih Gamagora 7 sudah mencapai 170 ton dengan harga 2,7 miliar,” ujarnya. Selanjutnya, untuk rencana Penyediaan Bibit Kakao Unggul, UGM, PT Pagilaran, dan Kementerian Pertanian merencanakan untuk menyalurkannya pada akhir tahun 2026. Tiga varietas yang akan disalurkan yaitu Klon Sulawesi 02, Klon MCC 02, dan Hibrida ICCRI 08 H untuk tiga kabupaten yaitu Brebes, Cilacap, dan Batang. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM sekaligus pengembangan varietas kedelai, Dr. Atris Suyantohadi, S.T.P., MT., menyampaikan pengembangsn kedelai lokal dengan platform Saekedelai ditujukan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dalam negeri. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas petani lokal dengan teknologi, mulai dari penelusuran produk dan mutu sampai ke hasil panen yang menghubungkan dengan mitra industri. “Melalui Saekedelai, petani kedelai menanam itu sudah jelas dari hasil panennya dan juga hasil penjualan yang dia akan terima nantinya,” tuturnya. Atris juga mengatakan bahwa UGM telah menjangkau petani lokal di 8 Kabupaten di daerah D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kedelai yang diproduksi merupakan varietas Grobogan dengan potensi produktivitas 3,4-3,6 ton/hektar. Melalui program Saekedelai, Ia berharap bisa meningkatkan ketahanan pangan dalam negeri yang sebelumnya masih bergantung dengan kedelai luar negeri. Selain itu, kami dari perguruan tinggi dapat memberikan dorongan teknologi yang berdampak dan memberikan kemanfaatan untuk masyarakat. “Semoga pengembangan kedelai lokal yang jenisnya alami murni non-GMO ini dapat mendukung ketahanan pangan nasional, serta dapat memenuhi kebutuhan tempe dan tahu dalam negeri sehingga memberikan kesejahteraan para petani,” harapnya. Penulis: Jesi Editor: Gusti Grehenson Foto: Firsto

Selengkapnya

Mahasiswa Fakultas Psikologi UGM Gelar Program ARUNA tentang Penggunaan Gawai Sehat di Kali Code

Tim Hibah Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terdiri atas lima mahasiswa Fakultas Psikologi UGM melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk Arahkan Ruang Digital Anak (ARUNA) di Kampung Wisata Kali Code, Cokrodiningratan, Yogyakarta pada 27-28 Juni 2026. Program ini menggabungkan seminar parenting bagi orang tua dan kegiatan pembelajaran interaktif bagi anak-anak untuk meningkatkan pemahaman mengenai penggunaan gawai secara sehat.  Tim yang terdiri atas Valesca Audrey Pri Nugroho, Achmad Syafiq Javier Arzaqi, Daniswara Sekar Indrastuti, Maryam Izzati Muthmainnah, dan Sarah Putri Nashira tersebut menyusun program berdasarkan hasil observasi dan penggalian masalah bersama Ambar, tokoh masyarakat setempat. Hasil observasi menjadi dasar penentuan tujuan kegiatan dan penyusunan modul psikoedukasi mengenai penggunaan gawai pada anak usia sekolah dasar.  Seminar Parenting untuk Orang Tua  Kegiatan hari pertama, Sabtu (27/6), diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta. Selanjutnya, tim menyelenggarakan seminar parenting yang membahas dampak penggunaan gawai pada anak serta strategi pengasuhan yang dapat diterapkan orang tua atau wali.  Seminar yang diikuti 30 peserta ini menghadirkan Nurul Susanti, S.Psi., M.M., Psikolog, sebagai narasumber. Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti post-test untuk mengukur perubahan pemahaman setelah mengikuti seminar.  Pembelajaran Interaktif bagi Anak Pada Minggu (28/6), tim menyelenggarakan Petualangan ARUNA yang diikuti 35 anak usia sekolah dasar. Kegiatan ini menggunakan pendekatan interactive-based learning melalui sejumlah aktivitas, antara lain menonton film sebagai bahan refleksi, permainan kartu interaktif (Interactive Games-Based Card), dan aktivitas kreatif menggunakan soft clay.  Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenali batasan waktu penggunaan gawai, membedakan aktivitas digital yang bermanfaat dan berisiko, serta mengeksplorasi kegiatan di lingkungan sekitar sebagai alternatif aktivitas digital. Pendekatan berbasis aktivitas ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memahami pesan tentang penggunaan gawai secara sehat melalui pengalaman belajar yang partisipatif.  Mendorong Penggunaan Gawai yang Sehat Program Aruna berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, dan SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Melalui edukasi bagi orang tua dan anak, program ini berupaya mendorong pendampingan keluarga dalam penggunaan gawai serta menyediakan alternatif kegiatan yang mendukung aktivitas dan interaksi anak di lingkungan sekitar. Tim berharap edukasi yang diberikan melalui Program ARUNA dapat menjadi bekal bagi orang tua dalam mendampingi anak menggunakan gawai dan bagi anak-anak dalam memilih aktivitas digital secara bijak.  Penulis: Daniswara Sekar Indrastuti/Tim Hibah PKM ARUNAEditor: Erna Tri NofiyanaFoto: kompasiana.com