BERITA

Cerita Berdampak

Kisah nyata dan inspiratif kegiatan kemanusiaan telah mengubah kehidupan individu, komunitas & lingkungan

Lanjut Baca

Fapet UGM dan Pemkab Blora Perkuat Sinergi Pengembangan Ayam Kampung Berbasis Pemberdayaan Peternak

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) bersama Pemerintah Kabupaten Blora terus memperkuat sinergi dalam pengembangan ayam kampung sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan peternak dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut ditindaklanjuti melalui pertemuan jajaran Pemkab Blora bersama tim UGM dan Bank Jateng di Fapet UGM, Jumat (23/10). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari penjajakan kerja sama yang sebelumnya dirintis untuk mengembangkan potensi peternakan ayam kampung di Kabupaten Blora. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai tantangan di lapangan serta peluang pendampingan yang dapat dilakukan secara terintegrasi, mulai dari aspek produksi hingga pemasaran. Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fapet UGM, Prof. Ir. Yuny Erwanto, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., menyampaikan bahwa UGM siap mendukung pengembangan peternakan di Blora melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu. Selain Fapet UGM, kerja sama ini juga melibatkan tim dari beberapa fakultas lain. Menurut Yuny, pendampingan tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi ternak, tetapi perlu dirancang secara menyeluruh agar mampu membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan. “Fapet bersama tim UGM lainnya siap melakukan pendampingan dan konsultasi pengembangan peternakan dari hulu hingga hilir. Harapannya, pengembangan ini tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong terbentuknya ekonomi sirkular yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” jelasnya. Ia menambahkan, keberlanjutan program juga perlu mempertimbangkan dinamika anggaran yang dapat mengalami fluktuasi. Oleh karena itu, perencanaan program perlu disusun secara realistis, bertahap, dan sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan masyarakat di lapangan. Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Dasiran, S.Ag., M.Si., menjelaskan bahwa pengembangan potensi peternakan di Blora menghadapi sejumlah tantangan, baik dari aspek lingkungan maupun ketersediaan lahan. Dalam lima bulan terakhir, kondisi cuaca yang relatif kering dan minim hujan turut memunculkan persoalan ketersediaan air bagi masyarakat. Selain persoalan air, penyediaan lahan untuk pengembangan usaha juga tidak mudah, terutama ketika berkaitan dengan pembebasan lahan dan kawasan hutan. Berbagai kendala tersebut membutuhkan perencanaan yang matang serta dukungan lintas sektor agar program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan secara optimal. Meski demikian, Pemkab Blora tetap berupaya mengembangkan sumber-sumber ekonomi alternatif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan peternak. Selama ini, sektor minyak dan gas bumi menjadi salah satu sumber penghasilan penting bagi Kabupaten Blora sehingga penguatan sektor lain, termasuk peternakan, dinilai perlu terus didorong. Dasiran menilai kolaborasi dengan Fapet UGM dan tim lintas fakultas dapat menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha peternakan yang lebih produktif dan berkelanjutan. Penguatan Peternak Dimulai dari Kelompok yang Sudah Berpengalaman Dari sisi teknis dan pemberdayaan, peneliti Fapet UGM, Dr. Ir. Heru Sasongko, M.P., menekankan pentingnya merancang program berdasarkan kondisi riil peternak dan pengalaman pelaksanaan program serupa. Ia mencontohkan, program bantuan ternak dan pakan yang pernah dijalankan di salah satu kabupaten belum selalu berhasil mencapai hasil yang diharapkan. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran bahwa bantuan berupa ternak dan pakan saja tidak cukup apabila tidak disertai penguatan kapasitas, pendampingan, dan kelembagaan kelompok. Menurut Heru, pengembangan ayam kampung di Blora sebaiknya memprioritaskan peternak yang telah memiliki pengalaman beternak. Peternak yang sudah menjalankan usaha diharapkan dapat menjadi fondasi awal pengembangan sekaligus memperkuat keberlanjutan program. Heru juga telah melakukan pendataan terhadap 316 responden peternak sebagai bagian dari upaya memperoleh gambaran mengenai kondisi dan kebutuhan peternak. Data tersebut dapat menjadi salah satu bahan untuk menyusun pendekatan pendampingan yang lebih tepat sasaran.   Penulis: Satria

Lanjut Baca

Gelar Serah Terima Beasiswa Komitrando dan KAGAMA Korea, Prodi BKK UGM Sekaligus Bagikan Buku Sejarah Korea untuk Angkatan 2026

Yogyakarta, 7 Oktober 2026 – Sebagai wujud apresiasi atas prestasi dan dedikasi akademis mahasiswanya, Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea (BKK) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan acara serah terima beasiswa pada Rabu, 7 Oktober 2026. Acara ini mencakup penganugerahan Beasiswa Komitrando, Beasiswa KAGAMA Korea, sekaligus penyerahan buku Sejarah Korea bagi mahasiswa baru angkatan 2026. Kegiatan dibuka dengan hangat melalui sambutan dari Ketua Program Studi BKK UGM, Bapak Achmad Rio Dessiar, B.A., M.A., Ph.D., yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan apresiasi dari Ibu Irene selaku perwakilan dari pihak Komitrando. Memasuki agenda inti pertama, sertifikat Beasiswa Komitrando yang berupa bantuan pendidikan diserahkan secara langsung oleh Mr. Ahn Gyeong Hwan, perwakilan Komitrando. Beasiswa ini dianugerahkan kepada dua mahasiswi berprestasi, yaitu: Azzahra Ika Novitasari (IPK 3.68) Allysa Fadhia Pramudita (IPK 3.82) Setelah prosesi penyerahan sertifikat, kedua penerima beasiswa turut menyampaikan kesan dan pesan, serta mengutarakan komitmen untuk terus memaksimalkan potensi akademis mereka berkat dukungan pendidikan tersebut. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Beasiswa KAGAMA Korea yang diserahkan oleh Bapak Achmad Rio Dessiar, B.A., M.A., Ph.D., Bapak Suray Agung Nugroho, S.S., M.A., Ph.D., dan Bapak Andri Saefudin, B.A., M.A.. Pada kesempatan ini, beasiswa dianugerahkan kepada 10 mahasiswa berprestasi Prodi BKK UGM dengan capaian nilai yang sangat membanggakan. Berikut adalah daftar kesepuluh penerima Beasiswa KAGAMA Korea: Rahadita Sekar Dea Alita (IPK 3.71) Layla Maryam Al-Muqaddas (IPK 3.70) Nadya Ammara Naura ADN (IPK 3.69) Nurhalima Ayunda Khoiriyya (IPK 3.79) Carissa Nura Firdaus (IPK 3.76) Salma Hayati Kurniasari (IPK 3.74) Paula Maureen Christella (IPK 3.69) Alvi Aulia Rachmi (IPK 3.97) Claudia Keishia Piji Swastika (IPK 3.92) Baiq Virnieza Muthia (IPK 3.92) Selain penganugerahan beasiswa, acara ini juga memfasilitasi kebutuhan literatur mahasiswa baru. Bapak Suray Agung Nugroho, S.S., M.A., Ph.D. menyerahkan Buku Sejarah Korea secara simbolis kepada Dylan selaku ketua angkatan, mewakili rekan-rekannya dari angkatan 2026. Kehadiran buku ini ditujukan sebagai bekal ilmu dan referensi berharga bagi perjalanan studi mahasiswa baru ke depannya. Tidak hanya kepada mahasiswa angkatan baru, Bapak Achmad Rio Dessiar, B.A., M.A., Ph.D. selaku Kaprodi BKK juga menyerahkan Buku Sejarah Korea kepada pihak Komitrando Mr. Ahn Gyeong Hwan dan Ibu Irene.   Selanjutnya, rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan jajaran dosen, perwakilan KOMITRANDO, penerima beasiswa, serta seluruh angkatan 2026. Selamat kepada para penerima Beasiswa Komitrando dan KAGAMA Korea! Semoga dukungan ini memberikan manfaat yang besar dan mampu memotivasi seluruh mahasiswa BKK UGM lainnya untuk terus bersemangat menorehkan prestasi cemerlang. Penulis: Salwa Aulia

Selengkapnya

Achmad Munjid, Ph.D. Raih Hibah Perjalanan Internasional untuk Penelitian Humaniora

Dalam sebuah perkembangan signifikan bagi keberagaman budaya dan pendidikan, Achmad Munjid, Ph.D., telah dianugerahi dana hibah perjalanan (travel grant) untuk melakukan penelitian tentang diaspora Indonesia di Amerika Serikat. Hibah sebesar $2.000 tersebut akan mendukung proyeknya yang berjudul “A Shade for Shadow Citizens: Religious Communities, Belonging, and Immigrant Resilience among the Indonesian Diaspora in the United States under the Trump Era” (Naungan bagi Warga Bayangan: Komunitas Keagamaan, Rasa Memiliki, dan Ketahanan Imigran di antara Diaspora Indonesia di Amerika Serikat pada Era Trump). Penelitian ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 13 hingga 31 Agustus 2026. Proyek ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman para imigran Indonesia, dengan fokus khusus pada komunitas keagamaan mereka dan rasa memiliki (sense of belonging) yang mereka tumbuhkan di negeri asing. Penelitian ini sangat relevan dalam konteks pemerintahan Trump, yang ditandai oleh perubahan kebijakan imigrasi yang signifikan dan peningkatan pengawasan terhadap komunitas imigran. Dengan meneliti dinamika ini, Dr. Munjid berharap dapat memberikan pencerahan mengenai ketahanan komunitas-komunitas ini di tengah berbagai tantangan. Karya Dr. Munjid sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya dalam mempromosikan keberagaman budaya dan membina kemitraan global. Dengan memahami pengalaman imigran Indonesia, penelitian ini bertujuan untuk berkontribusi pada dialog yang lebih luas tentang pentingnya inklusivitas dan penerimaan di negara-negara berkembang dan sekitarnya. Temuan dari penelitian ini dapat menjadi sumber daya yang berharga bagi para pembuat kebijakan maupun pendidik. Dana hibah perjalanan ini akan memungkinkan Dr. Munjid untuk terlibat langsung dengan diaspora Indonesia, melakukan wawancara, dan mengumpulkan data kualitatif yang akan memperkaya penelitiannya. Pendekatan langsung ini sangat penting untuk memahami pengalaman kompleks dari individu-individu yang sering kali berada di "bayang-bayang" masyarakat. Wawasan yang diperoleh tidak hanya akan bermanfaat bagi wacana akademik, tetapi juga memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan sistem dukungan komunitas. Selain implikasi akademis, penelitian Dr. Munjid menegaskan pentingnya pendidikan dalam memupuk pemahaman dan empati di antara kelompok budaya yang beragam. Dengan menyoroti kisah-kisah imigran Indonesia, beliau bertujuan untuk mengedukasi audiens yang lebih luas tentang tantangan yang mereka hadapi dan kontribusi yang mereka berikan kepada masyarakat Amerika. Hal ini sejalan dengan penekanan SDGs pada pendidikan berkualitas dan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua orang. Dukungan dari hibah perjalanan ini mencerminkan peningkatan pengakuan akan perlunya kemitraan global dalam mengatasi kompleksitas migrasi dan integrasi budaya. Seiring negara-negara berkembang terus bergelut dengan dampak globalisasi, penelitian seperti yang dilakukan oleh Dr. Munjid sangat krusial dalam menginformasikan kebijakan yang mempromosikan kohesi sosial dan pemahaman lintas budaya. Selain itu, proyek ini juga akan mengeksplorasi peran komunitas keagamaan dalam memberikan dukungan dan memupuk ketahanan di antara para imigran. Komunitas-komunitas ini sering kali berfungsi sebagai jaringan vital yang membantu individu menghadapi tantangan hidup di negara baru. Dengan memeriksa dinamika ini, Dr. Munjid berharap dapat menyoroti dampak positif dari organisasi berbasis keagamaan dalam mempromosikan integrasi sosial. Di tengah dunia yang semakin terhubung, pentingnya memahami keberagaman budaya tidak dapat dikesampingkan. Penelitian Dr. Munjid akan berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana komunitas imigran beradaptasi dan berkembang di lingkungan baru mereka. Hal ini menjadi sangat penting dalam konteks meningkatnya nasionalisme dan sentimen anti-imigran di berbagai belahan dunia. Sebagai kesimpulan, hibah perjalanan yang dianugerahkan kepada Achmad Munjid, Ph.D., mewakili langkah signifikan menuju kemajuan penelitian tentang diaspora Indonesia di Amerika Serikat. Proyeknya berjanji untuk memberikan wawasan berharga tentang pengalaman komunitas imigran, dengan menekankan pentingnya keberagaman budaya, pendidikan, dan kemitraan global dalam membina masyarakat yang lebih inklusif.