BERITA

Cerita Berdampak

Kisah nyata dan inspiratif kegiatan kemanusiaan telah mengubah kehidupan individu, komunitas & lingkungan

Lanjut Baca

Perkuat Kerja Sama Riset dan Pengabdian, SV UGM Mendapat Hibah Dump Truck dari TID

Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Tempopress International Delivery (TID). Kerja sama ini disimbolkan dengan penandatanganan nota kesepahaman dan naskah perjanjian kerjasama oleh Dekan Sekolah Vokasi, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng., dan CEO PT TID, Rennie Wihardani SH, Msi., di Ruang 201 Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC), Selasa (9/12). Acara ini diakhiri dengan seremoni serah terima unit dump truck shacman F3000 dengan simbolis pemberian kunci dari CEO PT TID kepada Dekan Sekolah Vokasi UGM. Kesepakatan ini merupakan langkah awal dalam memperkuat kontribusi pendidikan vokasi terhadap pembangunan sektor industri di Indonesia. Agus Maryono menyampaikan bahwa melalui kerjasama ini mahasiswa bisa memperoleh manfaat dalam penggunaan fasilitas industri, peluang magang, serta akses pada lingkungan kerja profesional yang mendukung pengembangan kompetensi mereka. Sehingga akan menghasilkan lulusan unggul yang siap menghadapi dunia industri. “Kolaborasi dengan PT Tempopress International Delivery merupakan langkah strategis untuk memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman bagi mahasiswa kami,” ungkapnya. Ia juga mengucapkan apresiasi atas hibah yang diberikan oleh PT TID yaitu sebuah unit Dump Truck Shacman F3000. Fasilitas ini akan digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan terapan dan penelitian mahasiswa Sekolah Vokasi UGM. “Unit dump truck yang dihibahkan akan membuka ruang praktik yang lebih luas dan relevan, sehingga mahasiswa dapat memahami standar industri secara langsung,” tambahnya. CEO PT TID, Rennie Wihardani SH, Msi., juga mengungkapkan rasa bangga dan senang karena telah diterima dengan baik di Sekolah Vokasi UGM. Terlebih karena lulusan yang diberikan dari sarjana terapan UGM memiliki kualitas yang sangat memuaskan dalam berbagai aspek. Harapan besar kelanjutan penandatangan kerja sama ini turut diungkapkannya. “Kami berharap setelah ini akan ada proses research mendatang yang bisa dilakukan,” harapnya. Menanggapi harapan tersebut, Agus Maryono mengatakan terdapat dua hal yang bisa dilakukan untuk menindak lanjuti kesepakatan ini, yakni mendorong penelitian yang dilakukan oleh dosen serta mahasiswa dari berbagai permasalahan yang dialami oleh dunia industri. Selanjutnya, di bidang pengabdian masyarakat dengan mengkolaborasikan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki untuk keberlanjutan dalam kolaborasi yang dibangun kedua belah pihak. Penulis: Jesi Editor: Gusti Grehenson Foto: Firsto

Lanjut Baca

Peduli Bencana Sumatra, KAFEGAMA-FEB UGM Gelar Konser Amal

Galang dana beasiswa sekaligus dana untuk kemanusian bagi korban bencana di Sumatra, Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) bersama FEB UGM menggelar Konser Amal. Konser amal berlangsung di Grand Pacific Hotel, Yogyakarta, Sabtu malam (6/12) menghadirkan Sheila on 7 dan Jikustik. Pada konser amal, ini KAFEGAMA menyerahkan donasi beasiswa sebesar Rp 250 juta ke FEB UGM. Secara simbolis, penyerahan dilakukan oleh Ketua Pengurus Pusat KAFEGAMA, Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., kepada Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA. Sementara upaya penggalangan lain untuk kemanusiaan yang dibuka sejak 1 Desember 2025 telah berhasil menghimpun Rp 525.800.000, dan penggalangan ini akan terus dibuka hingga 10 Desember 2025. Ketua Pengurus Pusat KAFEGAMA, Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., menjelaskan konser amal yang digelar KAFEGAMA dan FEB UGM menjadi seruan untuk berempati dan bertindak nyata membantu masyarakat yang tertimpa musibah di wilayah Sumatra.  Ia pun tak henti-hentinya mengajak seluruh keluarga besar FEB UGM untuk bisa berdonasi guna meringankan beban para korban bencana banjir dan longsor, khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. “Acara ini tidak memiliki arti, apabila kita tidak berempati atas apa yang terjadi kepada Saudara kita yang sedang dilanda bencana. Mari kita berdoa agar proses pemulihan pasca bencana berjalan aman dan lancar, serta masyarakat di wilayah terdampak senantiasa dilimpahkan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan,” ujar Kiki, sapaan akrab Friderica. Menurut Kiki, aksi kemanusiaan nyata sebagai dampak dari penyelenggaraan konser amal menjadi bukti komitmen KAFEGAMA menjadi organisasi yang “Migunani” atau bermanfaat. Dampak kemanfaatan yang bisa dirasakan, kata Kiki, berupa aksi kemanusiaan para alumni dengan menyalurkan bantuan senilai Rp80 juta kepada 400 penerima manfaat melalui  sinergi aktif dengan tujuh cabang Pengurus Daerah KAFEGAMA. KAFEGAMA juga menyalurkan bantuan beasiswa sebesar Rp250 juta untuk mahasiswa FEB UGM. “Tentu saja upaya ini menjadi investasi alumni untuk memastikan bibit-bibit unggul masa depan tidak terhalang oleh kendala finansial dalam meraih prestasi, dan acara ini merupakan realisasi dari motto organisasi “Guyub Rukun Migunani”. Di usia ke-10, KAFEGAMA membutuhkan energi, gagasan, dan kontribusi dari kita semua untuk melangkah menuju dekade berikutnya,” jelasnya. Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA., menyampaikan ucapan terima kasih atas kontribusi para alumni dalam mendukung mahasiswa FEB UGM melalui program beasiswa. Dukungan alumni, disebutnya, berperan penting dalam menjaga keberlanjutan studi mahasiswa FEB UGM. Sementara kolaborasi antara fakultas dan alumni menjadi pilar penting dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan. “Terima kasih atas dukungan dari alumni selama ini baik melalui program beasiswa maupun magang bagi mahasiswa,” ucapnya. Konser Amal KAFEGAMA ini, kata Didi, tidak hanya menjadi sarana penggalangan dana beasiswa namun sebagai bentuk kepedulian bersama untuk membantu korban bencana di Sumatera. Inisiatif ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara alumni dan institusi dapat menghadirkan manfaat luas, baik bagi dunia pendidikan maupun masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Iapun berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang terus memperkuat jaringan alumni agar bisa memperluas impak sosial FEB UGM. Ketua Panitia Konser Amal KAFEGAMA, Tur Nastiti, M.Si., Ph.D., menyampaikan konser yang menghadirkan Sheila on 7 dan Jikustik ini menjadi salah satu upaya untuk menggalang dana. Dana yang diperoleh digunakan untuk beasiswa bagi mahasiswa FEB UGM dan disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. “Seluruh dana donasi dialokasikan sepenuhnya untuk mahasiswa dan Saudara-saudara kita yang dilanda musibah di Sumatera,” jelasnya. Konser amal yang dihadiri lebih dari 3.000 penonton sekaligus sebagai rangkaian penutupan Dies Natalis ke-70 dan Lustrum XIV FEB UGM. Konser digelar secara gratis untuk keluarga besar FEB UGM, termasuk alumni lintas angkatan, dosen, staf profesional, mahasiswa, dan pengurus KAFEGAMA, serta  memfasilitasi kebutuhan peserta disabilitas. Dalam penyelenggaraannya, konser ini turut melibatkan 16 UMKM dari Yogyakarta dan Malang serta mahasiswa sebagai bagian dari panitia dan pelaksanaan acara. Sebelumnya, setiap Pengurus Daerah (Pengda) KAFEGAMA di berbagai daerah juga telah mengadakan kegiatan bakti sosial di wilayah masing-masing guna memperkuat semangat berbagi. Reportase: Kurnia Ekaptiningrum/ Humas FEB UGM Penulis : Agung Nugroho Foto : Dok. FEB UGM

Selengkapnya

KAFEGAMA Gelar Konser Amal untuk Bantu Korban Bencana Sumatra dan Beasiswa Mahasiswa FEB

Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) dan FEB UGM menyelenggarakan Konser Amal KAFEGAMA untuk penggalangan dana beasiswa sekaligus dana kemanusian bagi korban bencana di Sumatra. Konser berlangsung Sabtu malam, 6 Desember 2025 di Grand Pacific Hotel, Yogyakarta.  Pada momen tersebut, KAFEGAMA menyerahkan donasi beasiswa sebesar Rp 250 juta  ke FEB UGM. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Pengurus Pusat KAFEGAMA, Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., kepada Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA.  Sementara itu, penggalangan dana kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatera yang telah dibuka sejak 1 Desember 2025 telah berhasil menghimpun Rp 525.800.000. Adapun donasi masih terus dibuka hingga 10 Desember 2025.  Ketua Pengurus Pusat KAFEGAMA, Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., menjelaskan bahwa konser amal ini menjadi seruan untuk berempati dan bertindak nyata membantu masyarakat yang tertimpa musibah di wilayah Sumatra.  Ia pun secara khusus mengajak seluruh keluarga besar FEB UGM untuk berdonasi guna meringankan beban para korban bencana banjir dan longsor, khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.  "Acara ini tidak memiliki arti apabila kita tidak berempati atas apa yang terjadi kepada Saudara kita yang sedang dilanda bencana. Mari kita berdoa agar proses pemulihan pasca bencana berjalan aman dan lancar, serta masyarakat di wilayah terdampak senantiasa dilimpahkan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan," ujar Kiki, sapaan akrab Friderica. Bukti aksi kemanusiaan dan dampak nyata konser amal ini menegaskan komitmen KAFEGAMA untuk menjadi organisasi yang "Migunani" atau bermanfaat. Kiki mengungkapkan dampak kemanfaatan yang telah dihasilkan alumni yaitu aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan senilai Rp80 juta kepada 400 penerima manfaat melalui  sinergi aktif dengan tujuh cabang Pengurus Daerah KAFEGAMA. Lalu, KAFEGAMA menyalurkan bantuan beasiswa sebesar Rp250 juta untuk mahasiswa FEB UGM. Upaya ini menjadi investasi alumni untuk memastikan bibit-bibit unggul masa depan tidak terhalang oleh kendala finansial dalam meraih prestasi. “Acara ini merupakan realisasi dari motto organisasi "Guyub Rukun Migunani". Di usia ke-10, KAFEGAMA membutuhkan energi, gagasan, dan kontribusi dari kita semua untuk melangkah menuju dekade berikutnya," jelas  Kiki.  Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA., mengucapkan terima kasih atas kontribusi alumni dalam mendukung mahasiswa FEB UGM melalui program beasiswa. Ia menegaskan bahwa dukungan alumni berperan penting dalam menjaga keberlanjutan studi mahasiswa FEB UGM. Menurutnya, kolaborasi antara fakultas dan alumni merupakan pilar penting dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan. “Terima kasih atas dukungan dari alumni selama ini baik melalui program beasiswa maupun magang bagi mahasiswa,” ucapnya. Didi menambahkan bahwa Konser Amal KAFEGAMA ini tidak hanya menjadi sarana penggalangan dana beasiswa, tetapi juga bentuk kepedulian bersama untuk membantu korban bencana di Sumatera. Menurutnya, inisiatif ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara alumni dan institusi dapat menghadirkan manfaat luas, baik bagi dunia pendidikan maupun masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang terus memperkuat jaringan alumni sekaligus memperluas impak sosial FEB UGM. Ketua Panitia Konser Amal KAFEGAMA, Tur Nastiti, M.Si., Ph.D., menyampaikan konser yang menghadirkan Sheila on 7 dan Jikustik ini menjadi salah satu upaya untuk menggalang dana. Dana yang diperoleh digunakan untuk beasiswa bagi mahasiswa FEB UGM dan disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. “Seluruh dana donasi dialokasikan sepenuhnya untuk mahasiswa dan Saudara-saudara kita yang dilanda musibah di Sumatera,” jelasnya. Acara yang dihadiri lebih dari 3.000 peserta merupakan  perayaan Dies Natalis rangkaian penutup perayaan Dies Natalis ke-70, Lustrum XIV FEB UGM dan Satu Dekade KAFEGAMA,. Konser digelar secara gratis untuk keluarga besar FEB UGM, termasuk alumni lintas angkatan, dosen, staf profesional, mahasiswa, dan pengurus KAFEGAMA, serta  memfasilitasi kebutuhan peserta disabilitas. Dalam penyelenggaraannya, konser ini turut melibatkan 16 UMKM dari Yogyakarta dan Malang serta mahasiswa sebagai bagian dari panitia dan pelaksanaan acara. Sebelumnya, setiap Pengurus Daerah (Pengda) KAFEGAMA di berbagai daerah juga telah mengadakan kegiatan bakti sosial di wilayah masing-masing guna memperkuat semangat berbagi. Reportase: Kurnia Ekaptiningrum Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)  

Selengkapnya

Mahasiswa Penerima Beasiswa KIPK dan Afirmasi Diminta Tingkatkan Literasi Keuangan 

Sebanyak 670 mahasiswa UGM penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) dan 24 mahasiswa penerima beasiswa Afirmasi Dikti, mengikuti pembekalan di Auditorium Grha Sabha Pramana UGM, Selasa (2/12). Kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa penerima beasiswa siap menempuh pendidikan secara tepat waktu, bertanggung jawab, dan berintegritas. Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa pembekalan ini penting untuk membangun literasi finansial mahasiswa agar mampu mengelola bantuan pendidikan secara bijak dan tidak terjebak pada pengeluaran konsumtif. “Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan input kepada penerima beasiswa, khususnya dalam literasi keuangan agar bisa memanajemen keuangan dengan baik sehingga tidak terjebak dalam gaya hidup konsumtif. Harapan kami ini bisa menjadi modal bagi mahasiswa untuk menempuh kuliah dengan tepat waktu, dan Ditmawa akan terus melakukan pendampingan,” ujarnya. Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., menekankan bahwa konsistensi negara dalam menyediakan bantuan pendidikan merupakan amanat konstitusi yang harus dimanfaatkan mahasiswa sebaik mungkin. Ia menegaskan bahwa beasiswa bukan hanya fasilitas, tetapi tanggung jawab moral. “Gunakan beasiswa ini untuk menopang kesuksesan kalian. Jangan dipakai untuk hal-hal yang merusak seperti judi online atau gaya hidup yang menyusahkan. Ilmu harus dipakai untuk masyarakat, dan berbagi itu tidak membuat kita miskin,” tuturnya. Arie juga mendorong mahasiswa untuk tetap aktif berorganisasi, mengembangkan kemampuan di luar kelas, dan menjaga karakter sebagai mahasiswa UGM yang kritis dan adaptif. Materi literasi keuangan disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Sekolah Vokasi UGM, Dr. Leo Indra Wardhana, S.E., M.Sc., CFP, yang menyoroti tantangan finansial mahasiswa akibat budaya Fomo dan Yolo serta godaan konsumsi digital. Ia mengingatkan bahwa perilaku konsumtif, penggunaan paylater, dan pinjaman online dapat memicu masalah keuangan serius. “Pinjol itu makhluk berbahaya, bunganya bisa 0,4 persen per hari. Setiap satu rupiah yang kalian tabung adalah kemerdekaan masa depan,” ujarnya. Ia juga memberikan strategi mengelola dana beasiswa enam bulanan, seperti membuat anggaran realistis, memisahkan rekening pengeluaran, mengunci saldo tabungan, serta memberi batasan uang mingguan agar mahasiswa terhindar dari risiko kehabisan dana di awal periode. Pembekalan turut menghadirkan Ketua Tim Kerja KIP Kuliah dan ADik dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Muni Ika, M.Pd., yang menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan agenda penting pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa mahasiswa penerima beasiswa memiliki peran strategis dalam peningkatan daya saing bangsa. “Pendidikan tinggi memberikan kontribusi cepat untuk membangun SDM unggul. Kalian tidak salah memilih jalur ini untuk menjadi orang sukses,” ungkapnya. Ia menutup dengan empat prinsip untuk bisa sukses dalam menjalankan studi, yakni komitmen, kontributif, kolaboratif, dan adaptif. “Komitmen berarti lulus tepat waktu dan IPK bagus. Tidak ada tawar-menawar. Kesuksesan tidak dilakukan sendiri, tetapi melalui kolaborasi. Saya harap kalian menjadi orang-orang yang sukses,” pesannya. Kegiatan pembekalan ini diakhiri dengan seremoni penyerahan kartu identitas KIPK kepada dua perwakilan mahasiswa penerima. Melalui pembekalan ini, UGM berharap penerima beasiswa dapat menjalani studi dengan penuh integritas, menjaga kepercayaan negara, dan memaksimalkan kesempatan yang diberikan untuk menjadi generasi muda yang unggul, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat. Penulis : Hanifah dan Kezia Editor : Gusti Grehenson Foto : Donnie

Selengkapnya

Dua Dekade Berlalu, Alumni FKG UGM Angkatan 2005 Pulang ke Kampus: Serahkan Donasi Pendidikan & Tanam Pohon

Yogyakarta, 29 November 2025— Setelah 20 tahun menempuh jalan masing‑masing, Alumni Fakultas Kedokteran Gigi UGM Angkatan 2005 akhirnya kembali berkumpul di kampus tempat mereka dulu tumbuh bersama. Suasana haru, tawa, dan nostalgia terasa kuat sejak para alumni mulai berdatangan pada reuni yang digelar 29–30 November 2025. Yang membuat reuni ini istimewa bukan hanya temu kangen atau cerita masa lalu, tetapi juga niat tulus untuk memberikan sesuatu bagi almamater. Para alumni telah mengumpulkan Donasi Beasiswa Pendidikan sebesar Rp 30.002.005—angka yang unik, sekaligus simbol kebersamaan angkatan 2005. Dana itu berasal dari sumbangan sukarela, baik dari alumni yang hadir maupun yang berada jauh di luar kota dan luar negeri. “Kami ingin generasi berikutnya merasakan dukungan yang mungkin dulu belum kami miliki,”, kata drg. Fimma Naritasari, MDSc salah satu alumni FKG UGM 2005. Tak hanya itu, mereka juga melakukan penanaman pohon mangga di lingkungan FKG UGM. Pemilihan pohon mangga memiliki makna tersendiri: ia tumbuh perlahan, berakar kuat, dan kelak memberikan buah untuk dinikmati bersama — sebuah simbol tentang perjalanan hidup para alumni itu sendiri. Kebahagiaan reuni makin lengkap dengan hadirnya keluarga: pasangan, anak-anak, bahkan balita yang ikut berlarian di sela-sela kegiatan. Total hampir 100 orang memenuhi ruang kampus, menciptakan suasana hangat seperti “pulang ke rumah”. Beberapa alumni kini berprofesi sebagai dosen di FKG UGM sehingga turut mempermudah penyelenggaraan reuni. Ada pula yang datang jauh dari Malaysia demi kembali bertemu teman seangkatan. Semua itu menjadi bukti bahwa jarak dan waktu tak benar-benar memisahkan persahabatan yang telah terjalin sejak 2005. Dalam sambutannya, Ketua POTMAGI Prof. Dr. drg. Siti Sunarintyas, M.Kes menyampaikan apresiasi atas donasi pendidikan yang akan diberikan untuk mahasiswa yang membutuhkan. Harapannya, kontribusi seperti ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Reuni 20 Tahun FKG UGM Angkatan 2005 bukan tentang mengenang kisah lalu semata, tetapi juga turut merawat masa depan—baik bagi para alumni, maupun bagi generasi yang akan melanjutkan jejak mereka. (Reporter: Andri Wicaksono, S.Sos., M.I.Kom, Foto: Arsip  drg. Fimma Naritasari, MDSc)