BERITA

Cerita Berdampak

Kisah nyata dan inspiratif kegiatan kemanusiaan telah mengubah kehidupan individu, komunitas & lingkungan

Lanjut Baca

Tim Hibah Penelitian Fakultas Psikologi UGM Kembangkan Modul Intervensi Digital Well-Being

Tim Hibah Penelitian Fakultas Psikologi UGM tengah mengembangkan Modul Intervensi Digital Well-Being (DWB). Modul ini berisi panduan intervensi berbasis regulasi diri digital dan optimalisasi aktivitas digital berkualitas. Penyusunan modul bertujuan untuk meningkatkan kesadaran individu terhadap pola penggunaan digital serta mengidentifikasi perilaku maladaptif, seperti distraksi dan penggunaan impulsif.  Tim Hibah Penelitian ini merupakan kolaborasi dua universitas, yaitu Universitas Gadjah Mada dan Universitas Muhammadiyah Lampung. Dari Fakultas Psikologi UGM, yaitu Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si., Haidar Buldan Thontowi, S.Psi., M.A., Ph.D., Lusiana Yashinta Ellysa Putri, S.Psi., M.Sc. Dari Fakultas Psikologi UML, Dr. Sovi Septania, M.Psi., Psikolog. Selain itu, mahasiswa S-3, S-2, dan alumni S-1 Fakultas Psikologi UGM juga turut terlibat dalam pengembangan modul ini. Anggota tim sekaligus dosen Fakultas Psikologi UML, Sovi, menjelaskan bahwa pengembangan Modul Intervensi DWB dilatarbelakangi oleh meningkatnya risiko permasalahan psikologis yang turut timbul akibat penggunaan teknologi maladaptif. Risiko ini muncul seiring perkembangan teknologi digital yang mengubah kehidupan sehari-hari seorang individu. Menurut Sovi, modul Intervensi DWB berfokus pada pemberian intervensi dengan pendekatan psikologis yang menyeluruh.  “Meskipun berbagai inisiatif digital well-being telah berkembang, sebagian besar masih berfokus pada pembatasan penggunaan teknologi dan belum didasarkan pada model psikologis yang komprehensif. Oleh karena itu, modul digital wellbeing ini disusun untuk intervensi psikologis preventif dan promotif untuk meningkatkan kesejahteraan digital pada dewasa muda,” ujar Sovi.  Pengembangan Modul Intervensi DWB bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi kualitas modul dengan model konseptual. Model ini memandang kesejahteraan digital muncul melalui interaksi antara mekanisme protektif antara regulasi diri digital dan mekanisme promotif berupa optimalisasi aktivitas digital. Selain itu, pengembangan modul ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan intervensi berbasis hasil riset psikologi di era digital.  Sementara itu, anggota tim sekaligus dosen Fakultas Psikologi UGM, Lusi, berharap pengembangan modul ini dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat luas. Modul Intervensi DWB juga diharapkan dapat menjadi sarana preventif untuk membangun kebiasaan digital yang lebih sehat dan produktif. “Kami berharap hasil pengembangan Modul Intervensi DWB ini ke depannya dapat diakses sesuai dengan kebutuhan masyarakat luas sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing. Modul ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan digital yang lebih sehat, seimbang, produktif, dan bermakna,” ucap Lusi. Kegiatan pengembangan Modul Intervensi DWB meliputi analisis konseptual dan penurunan indikator intervensi; penyusunan kerangka dan alur sesi modul; pengembangan konten modul intervensi; validasi isi modul (content validity); dan uji coba terbatas (pilot study).  Pengenalan modul telah dilakukan pada 26 Juni, dan diikuti oleh 22 peserta berusia 17-34 tahun. Kegiatan ini memberikan gambaran mengenai alur pelaksanaan modul yang terdiri atas lima sesi dan disusun secara bertahap.  Pada sesi pertama yang bertema “Kesadaran Pola Digitalmu”, tim mengawali kegiatan dengan pembukaan, penyusunan kontrak kegiatan, dan pengenalan pola penggunaan digital. Sesi kedua, yaitu “Pelajari Cara Tetap Sejahtera di Era Digital”, berfokus pada pemahaman peserta terhadap konsep digital well-being. Aktivitas dilanjutkan dengan sesi ketiga dan keempat, yaitu “Kendalikan Dirimu di Dunia Digital” dan “Gunakan secara Berkualitas”. Kedua sesi tersebut mengarahkan peserta untuk memahami dan mengembangkan kemampuan regulasi diri digital serta mengoptimalisasikan aktivitas digital yang berkualitas. Sesi kelima, “Rancang Hidup Seimbang Digital”, menutup kegiatan pengenalan modul dengan mengajak peserta mengintegrasikan pemahaman dan keterampilan yang telah diperoleh dari sesi-sesi sebelumnya.  Antusiasme peserta terlihat dari komitmen mereka dalam mengikuti dan menyelesaikan seluruh sesi pada Modul Intervensi DWB. Peserta terlibat dalam kegiatan dan menunjukkan kesungguhan dalam memahami materi. Ke depannya, hasil pengisian modul dapat menjadi sumber informasi penting bagi tim peneliti untuk mengevaluasi efektivitas intervensi dalam mendukung kesejahteraan digital peserta.  Melalui pengembangan ini, tim peneliti berharap Modul Intervensi DWB yang berbentuk intervensi mandiri dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat luas sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing. Modul Intervensi DWB juga diharapkan dapat menjadi sarana preventif untuk membangun kebiasaan digital yang lebih sehat, seimbang, produktif, dan bermakna.  Penulis: Kayla Anindya SashikiranaEditor: Erna Tri Nofiyana

Lanjut Baca

Sambangi PIAT UGM, Mentan Amran Puji Riset Padi Gamagora dan Kedelai Lokal

Universitas Gadjah Mada dan Kementerian Pertanian bekerja sama untuk mendukung program ketahan pangan di Indonesia. Tahun ini, bantuan anggaran yang diberikan oleh Kementan untuk bentuk kerja sama tersebut senilai Rp 7.717.750.000. Kerja sama yang dilakukan dalam bentuk pengembangan, penyediaan, dan penyaluran benih Kedelai lokal, Padi Gamagora 7, dan Kakao. Hal itu mengemuka dalam peninjauan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., ke pusat pengembangan benih yang ada di Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, Berbah, Kalitirto, Sleman, Kamis (15/10). Mentan Andi Amran Sulaiman, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga terhadap pihak UGM atas kerja kerasnya dalam membantu ketahanan pangan di Indonesia. Ia terus memberikan dukungan penuh sehingga kedepannya dapat berkontribusi lebih banyak baik dalam anggaran, alat, dan lainnya. Pengembangan benih yang telah dilakukan UGM akan langsung dibeli sehingga dapat menyebar ke seluruh Indonesia. “Kami apresiasi teman-teman UGM atas kerja kerasnya serta komitmen yang diberikan. Kami akan melanjutkan kerjasama ini dan terus dikawal karena sesuai dengan perintah Bapak Presiden,” ungkapnya. Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa penyediaan dan distribusi benih padi Gamagora 7 bertujuan untuk memperluas pemanfaatan varietas unggul di berbagai daerah sesuai dengan kebutuhan dan potensi pengembangan. Hingga saat ini, distribusi benih Gamagora 7 sudah mencapai Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan. Gamagora 7 memiliki produktivitas tinggi dengan rata-rata 7,95 ton/hektar dengan potensi maksimal 9,80 ton/hektar. “Hingga saat ini, penyediaan benih Gamagora 7 sudah mencapai 170 ton dengan harga 2,7 miliar,” ujarnya. Selanjutnya, untuk rencana Penyediaan Bibit Kakao Unggul, UGM, PT Pagilaran, dan Kementerian Pertanian merencanakan untuk menyalurkannya pada akhir tahun 2026. Tiga varietas yang akan disalurkan yaitu Klon Sulawesi 02, Klon MCC 02, dan Hibrida ICCRI 08 H untuk tiga kabupaten yaitu Brebes, Cilacap, dan Batang. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM sekaligus pengembangan varietas kedelai, Dr. Atris Suyantohadi, S.T.P., MT., menyampaikan pengembangsn kedelai lokal dengan platform Saekedelai ditujukan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dalam negeri. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas petani lokal dengan teknologi, mulai dari penelusuran produk dan mutu sampai ke hasil panen yang menghubungkan dengan mitra industri. “Melalui Saekedelai, petani kedelai menanam itu sudah jelas dari hasil panennya dan juga hasil penjualan yang dia akan terima nantinya,” tuturnya. Atris juga mengatakan bahwa UGM telah menjangkau petani lokal di 8 Kabupaten di daerah D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kedelai yang diproduksi merupakan varietas Grobogan dengan potensi produktivitas 3,4-3,6 ton/hektar. Melalui program Saekedelai, Ia berharap bisa meningkatkan ketahanan pangan dalam negeri yang sebelumnya masih bergantung dengan kedelai luar negeri. Selain itu, kami dari perguruan tinggi dapat memberikan dorongan teknologi yang berdampak dan memberikan kemanfaatan untuk masyarakat. “Semoga pengembangan kedelai lokal yang jenisnya alami murni non-GMO ini dapat mendukung ketahanan pangan nasional, serta dapat memenuhi kebutuhan tempe dan tahu dalam negeri sehingga memberikan kesejahteraan para petani,” harapnya. Penulis: Jesi Editor: Gusti Grehenson Foto: Firsto

Selengkapnya

Mahasiswa Fakultas Psikologi UGM Gelar Program ARUNA tentang Penggunaan Gawai Sehat di Kali Code

Tim Hibah Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terdiri atas lima mahasiswa Fakultas Psikologi UGM melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk Arahkan Ruang Digital Anak (ARUNA) di Kampung Wisata Kali Code, Cokrodiningratan, Yogyakarta pada 27-28 Juni 2026. Program ini menggabungkan seminar parenting bagi orang tua dan kegiatan pembelajaran interaktif bagi anak-anak untuk meningkatkan pemahaman mengenai penggunaan gawai secara sehat.  Tim yang terdiri atas Valesca Audrey Pri Nugroho, Achmad Syafiq Javier Arzaqi, Daniswara Sekar Indrastuti, Maryam Izzati Muthmainnah, dan Sarah Putri Nashira tersebut menyusun program berdasarkan hasil observasi dan penggalian masalah bersama Ambar, tokoh masyarakat setempat. Hasil observasi menjadi dasar penentuan tujuan kegiatan dan penyusunan modul psikoedukasi mengenai penggunaan gawai pada anak usia sekolah dasar.  Seminar Parenting untuk Orang Tua  Kegiatan hari pertama, Sabtu (27/6), diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta. Selanjutnya, tim menyelenggarakan seminar parenting yang membahas dampak penggunaan gawai pada anak serta strategi pengasuhan yang dapat diterapkan orang tua atau wali.  Seminar yang diikuti 30 peserta ini menghadirkan Nurul Susanti, S.Psi., M.M., Psikolog, sebagai narasumber. Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti post-test untuk mengukur perubahan pemahaman setelah mengikuti seminar.  Pembelajaran Interaktif bagi Anak Pada Minggu (28/6), tim menyelenggarakan Petualangan ARUNA yang diikuti 35 anak usia sekolah dasar. Kegiatan ini menggunakan pendekatan interactive-based learning melalui sejumlah aktivitas, antara lain menonton film sebagai bahan refleksi, permainan kartu interaktif (Interactive Games-Based Card), dan aktivitas kreatif menggunakan soft clay.  Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenali batasan waktu penggunaan gawai, membedakan aktivitas digital yang bermanfaat dan berisiko, serta mengeksplorasi kegiatan di lingkungan sekitar sebagai alternatif aktivitas digital. Pendekatan berbasis aktivitas ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memahami pesan tentang penggunaan gawai secara sehat melalui pengalaman belajar yang partisipatif.  Mendorong Penggunaan Gawai yang Sehat Program Aruna berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, dan SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Melalui edukasi bagi orang tua dan anak, program ini berupaya mendorong pendampingan keluarga dalam penggunaan gawai serta menyediakan alternatif kegiatan yang mendukung aktivitas dan interaksi anak di lingkungan sekitar. Tim berharap edukasi yang diberikan melalui Program ARUNA dapat menjadi bekal bagi orang tua dalam mendampingi anak menggunakan gawai dan bagi anak-anak dalam memilih aktivitas digital secara bijak.  Penulis: Daniswara Sekar Indrastuti/Tim Hibah PKM ARUNAEditor: Erna Tri NofiyanaFoto: kompasiana.com

Selengkapnya

Alumni FEB UGM Dorong Pendidikan Berkelanjutan Melalui Program Beasiswa dari Mataram City

Kesuksesan alumni tidak hanya tercermin dari capaian profesional, tetapi juga dari kontribusi yang mereka berikan untuk membuka kesempatan bagi generasi berikutnya. Semangat itulah yang ditunjukkan oleh alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Bogat Agus Riyono, melalui inisiatif beasiswa yang terintegrasi dengan pengembangan kawasan Mataram City di Yogyakarta. Bogat merupakan alumni Jurusan Akuntansi FEB UGM angkatan 1983 yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID). Bersama CEO Saraswanti Group Hari Hardono alumni Fakultas Pertanian angkatan 1981, ia mengembangkan Mataram City sebagai kawasan hunian vertikal dan hospitality yang menjadi salah satu pusat pertumbuhan baru di Yogyakarta. Namun di balik pengembangan bisnis tersebut, terdapat komitmen untuk menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan melalui dukungan terhadap pendidikan tinggi. Melalui kerja sama antara SWID dan Universitas Gadjah Mada, perusahaan berkomitmen mengalokasikan dana beasiswa sebesar 1 persen dari setiap transaksi pembelian unit properti serta penggunaan fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di jaringan hotel milik SWID yang dilakukan oleh sivitas akademika UGM. “Sebagai bentuk nyata kontribusi terhadap dunia pendidikan, kerja sama ini menghadirkan skema timbal balik yang inovatif melalui program beasiswa. Dana yang terkumpul akan diakumulasikan dan disalurkan secara resmi setiap tahun untuk mendukung mahasiswa UGM,” ungkapnya, saat dihubungi Kamis (4/6/2026). Selain program beasiswa, kerja sama tersebut juga memberikan berbagai manfaat bagi sivitas akademika UGM, mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, keluarga inti, hingga jaringan alumni. Sivitas UGM memperoleh diskon khusus untuk pemesanan kamar hotel serta harga spesial untuk kepemilikan unit apartemen dan villa yang dikembangkan SWID. “Bagi kami, bekerja sama dengan UGM adalah bentuk bakti nyata kepada almamater. UGM memberikan banyak sekali bekal kehidupan dalam bentuk ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental untuk dapat bersaing di dunia usaha dan kehidupan pada umumnya. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa UGM merupakan pengubah nasib kami menjadi manusia yang berdaya dan berguna. Kini, saatnya kami kembali untuk memberikan sumbangsih,” papar Bogat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KAFEGAMA. Bagi Bogat, inisiatif tersebut bukan sekadar bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan, melainkan bentuk bakti kepada almamater yang telah memberikan fondasi penting dalam kehidupannya. Ia mengungkapkan bahwa kontribusi ini adalah sebuah panggilan jiwa. Komitmen tersebut berakar dari pengalaman pribadinya selama menempuh pendidikan di UGM. Menghabiskan masa kuliah yang kala itu masih bertempat di Gedung Pusat UGM, Bogat mengenang bagaimana ekosistem kampus membentuk karakternya. Menurutnya, masa studi yang saat itu relatif panjang justru menciptakan ikatan persaudaraan yang kuat. Para mahasiswa tidak hanya mengenal teman seangkatan, tetapi juga memiliki kedekatan dengan mahasiswa dari berbagai angkatan lainnya. Pengalaman tersebut melahirkan rasa kebersamaan yang tetap terjaga hingga puluhan tahun setelah lulus. “Dulu masa kuliah terhitung cukup panjang, sekitar lima hingga delapan tahun. Namun durasi itulah yang justru membuat ikatan persaudaraan di antara kami terjalin sangat erat. Bayangkan saja, kami bahkan bisa saling mengenal hingga lima atau enam angkatan sekaligus,” kenangnya. Keterikatan emosional yang kuat dengan almamater tersebut menjadi inspirasi lahirnya program beasiswa yang kini dijalankan melalui SWID. Baginya, keberhasilan yang diraih alumni tidak terlepas dari peran pendidikan dan lingkungan kampus yang telah memberikan kesempatan untuk berkembang. Program ini sekaligus menunjukkan bagaimana kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dapat menghasilkan manfaat yang berkelanjutan. Setiap transaksi bisnis tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi langsung pada peningkatan akses pendidikan bagi mahasiswa. Saat ditanya mengenai pentingnya menjaga solidaritas terhadap almamater, Bogat menitipkan pesan kepada seluruh alumni UGM agar terus memelihara semangat kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas keluarga besar UGM. “Teruslah menjaga semangat untuk saling guyub, hidup rukun, dan senantiasa migunani (red:membawa manfaat) bagi sesama serta almamater tercinta,” pesannya. Semangat Guyub, Rukun, Migunani yang diusung dalam kerja sama ini memperlihatkan bahwa kontribusi alumni dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk melalui model filantropi yang terintegrasi dengan aktivitas bisnis. Melalui langkah tersebut, alumni FEB UGM tidak hanya berkontribusi pada pembangunan ekonomi, tetapi juga membantu membuka jalan bagi lahirnya generasi penerus yang memperoleh kesempatan pendidikan lebih baik. Inisiatif yang digagas Bogat Agus Riyono menjadi contoh bagaimana hubungan antara alumni dan almamater dapat terus menghasilkan dampak nyata. Ketika keberhasilan profesional dipadukan dengan kepedulian terhadap pendidikan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh kampus, tetapi juga oleh masyarakat luas dan generasi masa depan. Reportase: Kurnia Ekaptiningrum Foto: Dok. SWID Sustainable Development Goals      

Selengkapnya

Sambut Ramadhan di Kampus, Rektor UGM dan Ustaz Wijayanto Ajak Perkuat Kepedulian Sosial

Ibadah puasa di bulan ramadhan, tidak sekedar hanya menahan haus dan lapar dari sejak sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam. Namun lebih dari itu, puasa mengajarkan umat muslim untuk melahirkan kepedulian sosial terhadap sesama.“Kalau kamu tidak mau disakiti, jangan menyakiti. Begitu pula, bila kamu tidak ingin kelaparan, jangan biarkan orang lain kelaparan. Itulah esensi puasa, yakni melahirkan kepedulian sosial yang nyata,” papar Ustaz Drs. H. Wijayanto, M.A., dalam orasi syiar pada Grand Opening Ramadhan UGM 2026 yang berlangsung di Grha Sabha Pramana, Selasa, (17/2). Wijayanto menegaskan bahwa Islam mengutamakan kesimbangan antara pemenuhan kebutuhan fitrah manusia dan ketaatan kepada Allah Swt. sehingga puasa bukan sekadar tentang menyiksa diri, melainkan mendidik diri. “Islam adalah adalah agama moderat. Puasa sejatinya bukan untuk membunuh nafsu, melainkan untuk mengendalikan nafsu sementara. Sejak saat itu, dilarang melakukan puasa wishal atau puasa sambung. Maka ketika berpuasa disegerakan berbuka dan akhirkanlah sahur,” ungkapnya. Dikatakan Wijayanto, bulan Ramadhan merupakan bulan mulia yang kedatangannya senantiasa dirindukan, sebagaimana tradisi para sahabat Nabi terdahulu. “Para sahabat bahkan telah memanjatkan doa selama enam bulan lamanya demi mempersiapkan diri menyambut Ramadhan. Hal ini karena Ramadhan adalah karim,” ujarnya. Lebih mendalam, Ustaz Wijayanto mengupas tuntas akar kata karim yang melekat pada bulan suci ini. Ustaz Wijayanto menjelaskan bahwa terminologi karim bukan sekadar label kemuliaan biasa, melainkan cerminan kekaguman yang luar biasa pada sebuah hal. Melengkapi dimensi historisnya, Ustaz Wijayanto menjelaskan bahwa pada bulan Syakban tahun kedua Hijriyah, turun empat perintah yang menjadi fondasi spiritual umat. Perintah-perintah tersebut antara lain mengenai peralihan arah kiblat, penetapan nisab zakat, anjuran bershalawat, serta tuntunan birrul walidain atau berbakti pada orang tua. Oleh karena itu, ia pun memberikan mengingatkan kaitan soal ibadah puasa dan adab kepada orang tua. “Gagal orang berpuasa, jika memiliki orang tua tapi tidak menjadikannya jalan untuk menuju surga. Jadikanlah orang tua sebagai wasilah menuju surga. Maka aneh jika seseorang berpuasa tapi puasanya tidak disempurnakan. Misalnya saja, zakatnya tidak jelas, shalawat pun tidak pernah, dan tidak memiliki hormat kepada orang tua,” tegas Wijayanto. Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan grand opening ramadhan sebagai pembuka rangkaian kegiatan Ramdhan di Kampus. Menurutnya, momen ramadhan ini adalah titik awal pembersihan jiwa dimana makin menguatkan karakter civitas akademika yang semakin inklusif dan berdampak. “Karakter inklusif dan berdampak yang menjadi frasa yang sering didengarkan dan diucapkan. Namun bagaimana pengejawantahan makanya dalam laku hidup keseharian, tentu menjadi bahan diskusi dan renungan kita bersama,” katanya. Ia mengajak para hadirin yang hadir untuk bersama-sama menyambut bulan Ramadhan yang penuh ampunan dengan berbagai kegiatan ibadah dan amalan yang bisa berdampak bagi diri sendiri dan orang lain. “Mari kita sambut bulan penuh ampunan ini. Bulan yang selalu memberikan pembaruan iman dan benih-benih kesadaran dalam setiap amalan serta renungan yang kita jalankan selama hampir sebulan ke depan,” pungkasnya. Penulis : Aldi Firmansyah Editor : Gusti Grehenson Foto : Fristo

Selengkapnya

Rayakan HPTT ke-80, FT UGM Perkuat Komitmen Lingkungan melalui Penanaman Pohon

Dalam semangat merayakan 80 tahun Hari Pendidikan Tinggi Teknik (HPTT), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melaksanakan kegiatan peduli lingkungan melalui penanaman pohon di kawasan Taman Raya, pada Jumat, 9 Januari 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Senat, Dekan, Wakil Dekan, Kepala Departemen, Ketua HPTT, tenaga pendidik, serta mahasiswa FT UGM. Kawasan Taman Raya sendiri berlokasi di kawasan lereng selatan lingkar FT UGM. Dalam kegiatan tersebut, FT UGM menanam berbagai varietas tanaman sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan serta upaya mitigasi pemanasan global. Adapun tanaman yang ditanam meliputi pisang abaka (Musa textilis), tarum (Indigofera tinctoria), dan bambu petung (Dendrocalamus asper). Pisang abaka (Musa textilis) merupakan sumbangan dari Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada. Tanaman ini dikenal sebagai penghasil serat alami bernilai tinggi yang berpotensi mendukung pengembangan material ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta merupakan tanaman asli Filipina. Sementara itu, tarum (Indigofera tinctoria), yang disumbangkan oleh Prof. Edia Rahayu, merupakan tanaman penghasil pewarna alami indigo. Tanaman ini memiliki peran penting dalam pengembangan wastra Nusantara serta mendukung pertumbuhan industri kreatif berbasis bahan alam. Adapun bambu petung (Dendrocalamus asper), sumbangan dari Dr. Inggar Septhia, dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam penelitian bambu laminasi. Penelitian tersebut diarahkan untuk mengembangkan bambu petung sebagai material struktural alternatif yang kuat, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Tanaman-tanaman yang ditanam diproyeksikan akan mulai tumbuh dan berbuah dalam jangka waktu sekitar tiga bulan. Untuk mendukung pertumbuhan yang optimal, tanaman diberi pupuk KATRILI yang merupakan sumbangan dari Dr. Pri Utami. KATRILI merupakan booster cair berbahan dasar silika dari panas bumi yang bermanfaat untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan pupuk kandang, meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman, mengurangi bau pupuk kandang, serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Sementara itu, sumber air untuk pengairan tanaman berasal dari Selokan Mataram yang dialirkan menggunakan teknologi elevasi, mengingat posisi elevasi Selokan Mataram lebih rendah dibandingkan lokasi Taman Raya. Kegiatan penanaman pohon ini ditutup dengan doa yang mencerminkan harapan akan kebermanfaatan lingkungan, “Segeralah subur tanamanku, segeralah bermanfaat untuk lingkunganku,” penanda berakhirnya kegiatan penanaman pohon (9/1/2025). (Humas FT: Radaeva/ Dokumentasi: Opal)

Selengkapnya

Peduli Bencana Sumatra, KAFEGAMA-FEB UGM Gelar Konser Amal

Galang dana beasiswa sekaligus dana untuk kemanusian bagi korban bencana di Sumatra, Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) bersama FEB UGM menggelar Konser Amal. Konser amal berlangsung di Grand Pacific Hotel, Yogyakarta, Sabtu malam (6/12) menghadirkan Sheila on 7 dan Jikustik. Pada konser amal, ini KAFEGAMA menyerahkan donasi beasiswa sebesar Rp 250 juta ke FEB UGM. Secara simbolis, penyerahan dilakukan oleh Ketua Pengurus Pusat KAFEGAMA, Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., kepada Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA. Sementara upaya penggalangan lain untuk kemanusiaan yang dibuka sejak 1 Desember 2025 telah berhasil menghimpun Rp 525.800.000, dan penggalangan ini akan terus dibuka hingga 10 Desember 2025. Ketua Pengurus Pusat KAFEGAMA, Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., menjelaskan konser amal yang digelar KAFEGAMA dan FEB UGM menjadi seruan untuk berempati dan bertindak nyata membantu masyarakat yang tertimpa musibah di wilayah Sumatra.  Ia pun tak henti-hentinya mengajak seluruh keluarga besar FEB UGM untuk bisa berdonasi guna meringankan beban para korban bencana banjir dan longsor, khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. “Acara ini tidak memiliki arti, apabila kita tidak berempati atas apa yang terjadi kepada Saudara kita yang sedang dilanda bencana. Mari kita berdoa agar proses pemulihan pasca bencana berjalan aman dan lancar, serta masyarakat di wilayah terdampak senantiasa dilimpahkan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan,” ujar Kiki, sapaan akrab Friderica. Menurut Kiki, aksi kemanusiaan nyata sebagai dampak dari penyelenggaraan konser amal menjadi bukti komitmen KAFEGAMA menjadi organisasi yang “Migunani” atau bermanfaat. Dampak kemanfaatan yang bisa dirasakan, kata Kiki, berupa aksi kemanusiaan para alumni dengan menyalurkan bantuan senilai Rp80 juta kepada 400 penerima manfaat melalui  sinergi aktif dengan tujuh cabang Pengurus Daerah KAFEGAMA. KAFEGAMA juga menyalurkan bantuan beasiswa sebesar Rp250 juta untuk mahasiswa FEB UGM. “Tentu saja upaya ini menjadi investasi alumni untuk memastikan bibit-bibit unggul masa depan tidak terhalang oleh kendala finansial dalam meraih prestasi, dan acara ini merupakan realisasi dari motto organisasi “Guyub Rukun Migunani”. Di usia ke-10, KAFEGAMA membutuhkan energi, gagasan, dan kontribusi dari kita semua untuk melangkah menuju dekade berikutnya,” jelasnya. Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA., menyampaikan ucapan terima kasih atas kontribusi para alumni dalam mendukung mahasiswa FEB UGM melalui program beasiswa. Dukungan alumni, disebutnya, berperan penting dalam menjaga keberlanjutan studi mahasiswa FEB UGM. Sementara kolaborasi antara fakultas dan alumni menjadi pilar penting dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan. “Terima kasih atas dukungan dari alumni selama ini baik melalui program beasiswa maupun magang bagi mahasiswa,” ucapnya. Konser Amal KAFEGAMA ini, kata Didi, tidak hanya menjadi sarana penggalangan dana beasiswa namun sebagai bentuk kepedulian bersama untuk membantu korban bencana di Sumatera. Inisiatif ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara alumni dan institusi dapat menghadirkan manfaat luas, baik bagi dunia pendidikan maupun masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Iapun berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang terus memperkuat jaringan alumni agar bisa memperluas impak sosial FEB UGM. Ketua Panitia Konser Amal KAFEGAMA, Tur Nastiti, M.Si., Ph.D., menyampaikan konser yang menghadirkan Sheila on 7 dan Jikustik ini menjadi salah satu upaya untuk menggalang dana. Dana yang diperoleh digunakan untuk beasiswa bagi mahasiswa FEB UGM dan disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. “Seluruh dana donasi dialokasikan sepenuhnya untuk mahasiswa dan Saudara-saudara kita yang dilanda musibah di Sumatera,” jelasnya. Konser amal yang dihadiri lebih dari 3.000 penonton sekaligus sebagai rangkaian penutupan Dies Natalis ke-70 dan Lustrum XIV FEB UGM. Konser digelar secara gratis untuk keluarga besar FEB UGM, termasuk alumni lintas angkatan, dosen, staf profesional, mahasiswa, dan pengurus KAFEGAMA, serta  memfasilitasi kebutuhan peserta disabilitas. Dalam penyelenggaraannya, konser ini turut melibatkan 16 UMKM dari Yogyakarta dan Malang serta mahasiswa sebagai bagian dari panitia dan pelaksanaan acara. Sebelumnya, setiap Pengurus Daerah (Pengda) KAFEGAMA di berbagai daerah juga telah mengadakan kegiatan bakti sosial di wilayah masing-masing guna memperkuat semangat berbagi. Reportase: Kurnia Ekaptiningrum/ Humas FEB UGM Penulis : Agung Nugroho Foto : Dok. FEB UGM

Selengkapnya

KAFEGAMA Gelar Konser Amal untuk Bantu Korban Bencana Sumatra dan Beasiswa Mahasiswa FEB

Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) dan FEB UGM menyelenggarakan Konser Amal KAFEGAMA untuk penggalangan dana beasiswa sekaligus dana kemanusian bagi korban bencana di Sumatra. Konser berlangsung Sabtu malam, 6 Desember 2025 di Grand Pacific Hotel, Yogyakarta.  Pada momen tersebut, KAFEGAMA menyerahkan donasi beasiswa sebesar Rp 250 juta  ke FEB UGM. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Pengurus Pusat KAFEGAMA, Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., kepada Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA.  Sementara itu, penggalangan dana kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatera yang telah dibuka sejak 1 Desember 2025 telah berhasil menghimpun Rp 525.800.000. Adapun donasi masih terus dibuka hingga 10 Desember 2025.  Ketua Pengurus Pusat KAFEGAMA, Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., menjelaskan bahwa konser amal ini menjadi seruan untuk berempati dan bertindak nyata membantu masyarakat yang tertimpa musibah di wilayah Sumatra.  Ia pun secara khusus mengajak seluruh keluarga besar FEB UGM untuk berdonasi guna meringankan beban para korban bencana banjir dan longsor, khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.  "Acara ini tidak memiliki arti apabila kita tidak berempati atas apa yang terjadi kepada Saudara kita yang sedang dilanda bencana. Mari kita berdoa agar proses pemulihan pasca bencana berjalan aman dan lancar, serta masyarakat di wilayah terdampak senantiasa dilimpahkan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan," ujar Kiki, sapaan akrab Friderica. Bukti aksi kemanusiaan dan dampak nyata konser amal ini menegaskan komitmen KAFEGAMA untuk menjadi organisasi yang "Migunani" atau bermanfaat. Kiki mengungkapkan dampak kemanfaatan yang telah dihasilkan alumni yaitu aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan senilai Rp80 juta kepada 400 penerima manfaat melalui  sinergi aktif dengan tujuh cabang Pengurus Daerah KAFEGAMA. Lalu, KAFEGAMA menyalurkan bantuan beasiswa sebesar Rp250 juta untuk mahasiswa FEB UGM. Upaya ini menjadi investasi alumni untuk memastikan bibit-bibit unggul masa depan tidak terhalang oleh kendala finansial dalam meraih prestasi. “Acara ini merupakan realisasi dari motto organisasi "Guyub Rukun Migunani". Di usia ke-10, KAFEGAMA membutuhkan energi, gagasan, dan kontribusi dari kita semua untuk melangkah menuju dekade berikutnya," jelas  Kiki.  Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA., mengucapkan terima kasih atas kontribusi alumni dalam mendukung mahasiswa FEB UGM melalui program beasiswa. Ia menegaskan bahwa dukungan alumni berperan penting dalam menjaga keberlanjutan studi mahasiswa FEB UGM. Menurutnya, kolaborasi antara fakultas dan alumni merupakan pilar penting dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan. “Terima kasih atas dukungan dari alumni selama ini baik melalui program beasiswa maupun magang bagi mahasiswa,” ucapnya. Didi menambahkan bahwa Konser Amal KAFEGAMA ini tidak hanya menjadi sarana penggalangan dana beasiswa, tetapi juga bentuk kepedulian bersama untuk membantu korban bencana di Sumatera. Menurutnya, inisiatif ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara alumni dan institusi dapat menghadirkan manfaat luas, baik bagi dunia pendidikan maupun masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang terus memperkuat jaringan alumni sekaligus memperluas impak sosial FEB UGM. Ketua Panitia Konser Amal KAFEGAMA, Tur Nastiti, M.Si., Ph.D., menyampaikan konser yang menghadirkan Sheila on 7 dan Jikustik ini menjadi salah satu upaya untuk menggalang dana. Dana yang diperoleh digunakan untuk beasiswa bagi mahasiswa FEB UGM dan disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. “Seluruh dana donasi dialokasikan sepenuhnya untuk mahasiswa dan Saudara-saudara kita yang dilanda musibah di Sumatera,” jelasnya. Acara yang dihadiri lebih dari 3.000 peserta merupakan  perayaan Dies Natalis rangkaian penutup perayaan Dies Natalis ke-70, Lustrum XIV FEB UGM dan Satu Dekade KAFEGAMA,. Konser digelar secara gratis untuk keluarga besar FEB UGM, termasuk alumni lintas angkatan, dosen, staf profesional, mahasiswa, dan pengurus KAFEGAMA, serta  memfasilitasi kebutuhan peserta disabilitas. Dalam penyelenggaraannya, konser ini turut melibatkan 16 UMKM dari Yogyakarta dan Malang serta mahasiswa sebagai bagian dari panitia dan pelaksanaan acara. Sebelumnya, setiap Pengurus Daerah (Pengda) KAFEGAMA di berbagai daerah juga telah mengadakan kegiatan bakti sosial di wilayah masing-masing guna memperkuat semangat berbagi. Reportase: Kurnia Ekaptiningrum Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)