BERITA

Cerita Berdampak

Kisah nyata dan inspiratif kegiatan kemanusiaan telah mengubah kehidupan individu, komunitas & lingkungan

Lanjut Baca

Tim Pengabdian DBSMB SV UGM Gelar Pelatihan Promosi Digital dan Storytelling AI di Demangrejo

Kulonprogo - Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Inggris, Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (DBSMB), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), menyelenggarakan pelatihan bertajuk “UMKM Desa Naik Kelas: Promosi Digital & Inovasi Storytelling dengan AI” di Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi UGM dengan judul “Sosialisasi Literasi Digital dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Warga Demangrejo”. [caption id="attachment_18043" align="aligncenter" width="634"] Gambar 1. Tim Pengabdian DBSMB bersama pembicara[/caption] Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas literasi digital masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemuda, serta kelompok perempuan, agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara aman, etis, dan produktif. Melalui penguasaan keterampilan digital, masyarakat diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mengembangkan peluang ekonomi berbasis potensi desa. Pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis mengenai strategi pemasaran digital, pembuatan katalog produk, pemanfaatan WhatsApp Business, dan pencatatan transaksi usaha sederhana. Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk mengembangkan ide konten kreatif dan menyusun narasi promosi (storytelling) yang menarik. Aspek keamanan digital turut menjadi perhatian melalui edukasi mengenai perlindungan data pribadi dan pencegahan penipuan daring. Perkuat Kapasitas Digital Masyarakat Desa Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sesi foto bersama. Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Tim Pengabdian, Dr. Erizal Lugman, M.A., yang menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat menghadapi perkembangan teknologi digital. Pendampingan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mendorong penerapan teknologi secara berkelanjutan dalam kegiatan ekonomi produktif. Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Karang Taruna dan organisasi pemuda Kalurahan Demangrejo, serta Kepala Kalurahan Demangrejo, Heriyanto. Pemerintah kalurahan menyambut baik pelaksanaan program ini sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengembangan usaha dan perekonomian lokal. Kepala Kalurahan Demangrejo sekaligus membuka kegiatan pelatihan secara resmi. Sesi inti pelatihan menghadirkan Satria Agung Nugraha, S.Si., M.IST., sebagai narasumber. Melalui dua sesi materi interaktif, peserta memperoleh penjelasan dan kesempatan praktik menggunakan perangkat AI sederhana untuk mendukung aktivitas promosi usaha. Peserta dipandu untuk menemukan ide konten yang relevan dengan karakteristik produk, menyusun caption promosi yang menarik, serta merancang katalog digital yang dapat digunakan untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen. Pemanfaatan AI dalam pelatihan ini diarahkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kreativitas dan efisiensi produksi konten, bukan sebagai pengganti pengetahuan dan identitas lokal pelaku usaha. Dengan mengintegrasikan teknologi dan cerita mengenai produk, peserta diharapkan mampu membangun komunikasi pemasaran yang lebih menarik, autentik, dan sesuai dengan karakteristik usaha masing-masing. Di samping keterampilan promosi, penguatan literasi digital juga mencakup pemahaman tentang penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Pengetahuan mengenai keamanan data pribadi dan kewaspadaan terhadap penipuan daring menjadi bekal penting bagi masyarakat agar dapat menjalankan aktivitas ekonomi digital dengan lebih aman. Sebagai penutup sesi pelatihan, Tim Pengabdian menyerahkan sertifikat dan cinderamata kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada masyarakat Kalurahan Demangrejo. Dorong Keberlanjutan melalui Modul dan Kader Digital Program pengabdian ini diketuai oleh Dr. Erizal Lugman, M.A., dengan anggota tim dosen Ummul Hasanah, S.S., M.A., Nabilla Kusuma Vardhani, S.I.P., M.A., Erlin Estiana Yuanti, S.S., M.A., dan Ahmad Mu’am, S.S., M.Sc. Pelaksanaan program juga melibatkan mahasiswa Excel Ardiansyah Pratama Tampubolon dan Nadhifa Rechti De Wijaya. Untuk mendukung keberlanjutan manfaat program, tim pengabdian menyusun Modul Literasi Digital Ekonomi Warga serta menyediakan templat katalog digital dan pencatatan transaksi sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM. Tim juga melakukan pendampingan dalam pembentukan kader digital lokal di Kalurahan Demangrejo. Keberadaan kader digital diharapkan dapat membantu masyarakat menerapkan pengetahuan yang diperoleh sekaligus mendorong penyebaran keterampilan digital secara berkelanjutan di lingkungan setempat. Melalui pendekatan yang menggabungkan edukasi, praktik, dan pendampingan, program ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian masyarakat dalam mengelola promosi usaha, meningkatkan kualitas komunikasi pemasaran, serta membuka peluang pemanfaatan teknologi digital yang lebih luas bagi pengembangan ekonomi desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mendukung pencapaian beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) diwujudkan melalui peningkatan akses masyarakat terhadap pengetahuan dan keterampilan literasi digital. SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) didukung melalui penguatan kapasitas pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan daya saing usaha. Selanjutnya, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) tercermin dalam pengenalan dan penerapan teknologi digital serta AI untuk mendukung inovasi pemasaran produk lokal. Sementara itu, SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) diwujudkan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, komunitas pemuda, dan pelaku UMKM dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Melalui kegiatan ini, DBSMB SV UGM menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia, penerapan inovasi teknologi, dan penguatan kemitraan. Pendampingan literasi digital di Kalurahan Demangrejo diharapkan menjadi langkah awal bagi tumbuhnya ekosistem ekonomi desa yang adaptif, kreatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Lanjut Baca

UGM Perkuat Kapasitas Digital Masyarakat Kemiriombo untuk Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan

TILC (12/10) – Universitas Gadjah Mada (UGM) mendorong penguatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan potensi pariwisata lokal melalui Pelatihan Social Media Management yang berfokus pada penyusunan strategi komunikasi pemasaran pariwisata di Padukuhan Kemiriombo, Kalurahan Gerbosari, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan potensi wisata sekaligus memperkuat daya saing destinasi berbasis masyarakat. [caption id="attachment_18030" align="aligncenter" width="741"] Gambar 1. Foto bersama peserta dan tim pengabdian kepada masyarakat Program Studi D4 Bisnis Perjalanan Wisata, Sekolah Vokasi UGM.[/caption] Pelatihan yang dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, merupakan bagian dari program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi UGM Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara Program Studi D4 Bisnis Perjalanan Wisata, Sekolah Vokasi UGM, pengelola Rumah Jamu Menoreh, dan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana strategis untuk mengembangkan dan memasarkan potensi pariwisata lokal. Di tengah perubahan perilaku wisatawan yang semakin mengandalkan informasi digital dalam merencanakan perjalanan, pengelolaan media sosial menjadi salah satu aspek penting dalam pemasaran destinasi. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana publikasi, tetapi juga sebagai media untuk membangun identitas destinasi, menyampaikan informasi kepada calon wisatawan, memperkuat interaksi dengan audiens, serta membentuk citra dan daya tarik wisata. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pembekalan mengenai pembuatan konten kreatif, penguatan identitas visual, pengelolaan media sosial, serta penyusunan strategi komunikasi pemasaran pariwisata. Materi tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya mampu menghasilkan konten digital, tetapi juga memahami cara menyampaikan pesan promosi yang terarah, konsisten, dan sesuai dengan karakteristik potensi wisata yang dimiliki. Pendekatan pelatihan menekankan pentingnya mengangkat keunikan lokal sebagai identitas dalam komunikasi pemasaran. Rumah Jamu Menoreh, misalnya, memiliki potensi wisata yang memadukan edukasi, tanaman herbal, jamu tradisional, budaya, dan kehidupan masyarakat setempat. Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi narasi dan konten digital yang menarik sehingga memberikan gambaran pengalaman wisata yang khas kepada calon pengunjung. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menerapkan pengetahuan akademik untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Salah satu pihak yang terlibat aktif adalah Husein Nur Wijaya, mahasiswa Program Studi S2 Magister Pengembangan Atraksi Wisata, Sekolah Vokasi UGM, yang berperan sebagai Koordinator Tim Pelaksana Kegiatan. Keterlibatan mahasiswa magister tersebut mencerminkan upaya menghubungkan pembelajaran akademik dengan praktik pengembangan pariwisata melalui pendampingan langsung kepada masyarakat. Pengetahuan mengenai pengelolaan destinasi, pengembangan atraksi wisata, dan komunikasi pemasaran menjadi bekal dalam mendukung penguatan kapasitas pengelola lokal. Melalui pendekatan ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga mendorong penerapan ilmu pengetahuan untuk mendukung pengembangan potensi daerah secara berkelanjutan. Penguatan pemasaran digital diharapkan dapat membantu masyarakat Kemiriombo memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan keterlihatan Rumah Jamu Menoreh di tengah persaingan destinasi wisata. Konten yang informatif dan menarik dapat digunakan untuk memperkenalkan aktivitas edukasi jamu, kekayaan tanaman herbal, tradisi lokal, serta pengalaman wisata yang ditawarkan. Dengan demikian, media sosial dapat menjadi penghubung antara potensi lokal dan kebutuhan calon wisatawan, khususnya generasi muda yang memanfaatkan platform digital untuk mencari inspirasi perjalanan. Selain memperkuat kapasitas pemasaran, kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) diwujudkan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan media digital. SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) didukung melalui pengembangan potensi pariwisata lokal yang berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Sementara itu, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) berkaitan dengan upaya menjaga identitas budaya serta mengembangkan potensi lokal sebagai bagian dari pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Kolaborasi antara UGM, pengelola Rumah Jamu Menoreh, dan masyarakat juga mencerminkan semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam membangun sinergi untuk mencapai manfaat bersama. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin percaya diri dan mandiri dalam mengelola media sosial sebagai bagian dari strategi pengembangan destinasi. Keberlanjutan program menjadi aspek penting agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam aktivitas promosi sehari-hari, disesuaikan dengan perkembangan tren digital, dan dievaluasi berdasarkan respons audiens. Sinergi antara UGM, pengelola Rumah Jamu Menoreh, dan masyarakat Kemiriombo diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem pariwisata berbasis masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan pengelolaan komunikasi pemasaran yang lebih terarah, potensi wisata Kemiriombo diharapkan semakin dikenal luas, memiliki daya saing yang lebih kuat, serta mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya secara berkelanjutan bagi masyarakat setempat.