BERITA

Cerita Berdampak

Kisah nyata dan inspiratif kegiatan kemanusiaan telah mengubah kehidupan individu, komunitas & lingkungan

Lanjut Baca

Inovasi Sistem Rumah Pintar Berbasis Photovoltaic, IoT, dan Artificial Intelligence dalam Mendukung Pencapaian SDG 7 dan SDG 9

Upaya akselerasi transisi energi terbarukan dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan terus didorong melalui kolaborasi strategis antara institusi pendidikan tinggi dan sektor industri. Tim peneliti dari Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan prototipe Smart-Home Kit berdaya mandiri berbasis teknologi Photovoltaic (PV) yang terintegrasi dengan pemantauan real-time berbasis Internet of Things (IoT) serta analisis data berorientasi Machine Learning. Riset yang dipimpin oleh Dr. Ir. Atikah Surriani, S.T., M.Eng, SMIEEE dan Tim yang terdiri dari Dr. Ir. Fahmizal, S.T., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., SMIEEE, Dr. Ir. Jimmy Trio Putra, S.T., M.Eng., IPM., SMIEEE, Adlan Bagus Pradana, S.T., M.Sc., Ph.D., Ir. Ma’un Budiyanto, S.T., M.T., IPU dan Ir. Ahmad Adhiim Muthahhari, S.T., M.Eng., IPM., ini berfokus pada efisiensi konsumsi energi skala domestik guna mendukung target Sustainable Development Goals (SDG), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Arsitektur Teknis dan Mekanisme Kerja Prototipe Prototipe yang dikembangkan menggunakan simulasi maket rumah tinggal berkonstruksi atap miring untuk mengoptimalkan sudut tangkap (tilt angle) terhadap radiasi sinar matahari. Sistem daya utama bertumpu pada panel surya polikristalin bertegangan nominal 5 Volt. Energi listrik hasil konversi dialirkan melalui modul pengisi daya (solar charger controller) menuju unit penyimpanan energi. Arsitektur elektronik sistem mengintegrasikan mikrokontroler ESP32 sebagai unit pemroses pusat dan pengirim data. Mikrokontroler ini terhubung dengan modul relai empat kanal yang bertindak sebagai sakelar elektronik untuk mendistribusikan daya ke beban domestic rumah tangga. Guna menjamin akurasi pemantauan parameter listrik, instrumen berupa modul sensor arus dan tegangan INA219 ditempatkan pada dua titik krusial: lini keluaran panel surya dan lini baterai. Data arus, tegangan, serta daya listrik yang terekam dikirimkan secara nirkabel melalui protokol komunikasi data menuju dasbor IoT berbasis web. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem memiliki sensitivitas tinggi dalam merekam fluktuasi daya secara dinamis sesuai pergeseran intensitas radiasi matahari harian. Integrasi Artificial Intelligence untuk Prediksi Energi Selain berfungsi sebagai penyedia daya mandiri (self-powered system), inovasi ini menonjolkan pemanfaatan data lingkungan (environmental telemetry). Parameter suhu, kelembapan udara, dan tingkat intensitas cahaya yang dikumpulkan oleh sistem dimanfaatkan sebagai set data latih (training dataset) bagi algoritma Machine Learning. Model kecerdasan buatan tersebut dilatih untuk melakukan estimasi dan prediksi produksi energi harian secara presisi. Kapabilitas prediktif ini penting dalam manajemen beban listrik (demand-side management), sehingga efisiensi energi pada hunian dapat dioptimalkan secara otomatis berdasarkan estimasi pasokan daya yang tersedia. Analisis Komparatif Teknologi Photovoltaic Penerapan panel jenis polikristalin pada prototipe Smart-home Kit mencerminkan pertimbangan teknis dan ekonomis dalam implementasi teknologi PV. Dalam lanskap material semikonduktor, teknologi konversi fotolistrik terbagi dalam beberapa karakteristik utama: Polycrystalline Silicon (Poly-Si): Diproduksi dari leburan beberapa kristal silikon. Memiliki ciri visual berwarna biru dengan tingkat efisiensi rata-rata 13% hingga 17%. Karakteristik fabrikasinya menjadikan varian ini berbiaya lebih rendah, sehingga ideal untuk aplikasi skala prototipe dan domestik berbiaya terjangkau. Monocrystalline Silicon (Mono-Si): Berbahan dasar kristal silikon tunggal bers purity tinggi dengan tampilan warna hitam gelap. Varian ini menawarkan efisiensi tertinggi (melebihi 20%), ketahanan terhadap suhu tinggi, dan usia pakai (lifespan) hingga 25 tahun, sangat direkomendasikan untuk instalasi dengan keterbatasan luas area atap. Thin Film Solar Cell: Terbuat dari lapisan tipis material semikonduktor seperti silikon amorf, CdTe, atau CIGS pada substrat fleksibel. Memiliki keunggulan dalam bobot yang ringan dan fleksibilitas bentuk, meskipun dengan efisiensi konversi yang lebih rendah, yaitu sekitar 8% hingga 11%. Compound Thin Film Triple Junction: Merupakan struktur multi-lapisan (multi-junction) berteknologi tinggi yang mampu mencapai efisiensi konversi ekstrem hingga 45%. Mengingat kompleksitas dan biaya produksinya, penerapan material ini dikhususkan untuk aplikasi keantariksaan dan satelit. Sinergi antara pemahaman karakteristik material photovoltaic dan penerapan sistem kendali cerdas berbasis IoT/AI ini menegaskan kontribusi sektor akademis dan industri nasional dalam menciptakan solusi energi terbarukan yang terukur, efisien, dan siap diimplementasikan secara luas. Referensi: Green, M. A., Dunlop, E. D., Hohl-Ebinger, J., Yoshita, M., Kopidakis, N., & Hao, X. (2023). Solar cell efficiency tables (Version 61). Progress in Photovoltaics: Research and Applications, 31(1), 3-16 Saga, T. (2010). Advances in crystalline silicon solar cell technology for industrial mass production. NPG Asia Materials, 2(3), 96-102. Luque, A., & Hegedus, S. (Eds.). (2011). Handbook of Photovoltaic Science and Engineering (2nd ed.). John Wiley & Sons

Lanjut Baca

Tim Pengabdian DBSMB SV UGM Gelar Pelatihan Promosi Digital dan Storytelling AI di Demangrejo

Kulonprogo - Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Inggris, Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (DBSMB), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), menyelenggarakan pelatihan bertajuk “UMKM Desa Naik Kelas: Promosi Digital & Inovasi Storytelling dengan AI” di Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi UGM dengan judul “Sosialisasi Literasi Digital dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Warga Demangrejo”. [caption id="attachment_18043" align="aligncenter" width="634"] Gambar 1. Tim Pengabdian DBSMB bersama pembicara[/caption] Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas literasi digital masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemuda, serta kelompok perempuan, agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara aman, etis, dan produktif. Melalui penguasaan keterampilan digital, masyarakat diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mengembangkan peluang ekonomi berbasis potensi desa. Pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis mengenai strategi pemasaran digital, pembuatan katalog produk, pemanfaatan WhatsApp Business, dan pencatatan transaksi usaha sederhana. Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk mengembangkan ide konten kreatif dan menyusun narasi promosi (storytelling) yang menarik. Aspek keamanan digital turut menjadi perhatian melalui edukasi mengenai perlindungan data pribadi dan pencegahan penipuan daring. Perkuat Kapasitas Digital Masyarakat Desa Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sesi foto bersama. Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Tim Pengabdian, Dr. Erizal Lugman, M.A., yang menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat menghadapi perkembangan teknologi digital. Pendampingan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mendorong penerapan teknologi secara berkelanjutan dalam kegiatan ekonomi produktif. Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Karang Taruna dan organisasi pemuda Kalurahan Demangrejo, serta Kepala Kalurahan Demangrejo, Heriyanto. Pemerintah kalurahan menyambut baik pelaksanaan program ini sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengembangan usaha dan perekonomian lokal. Kepala Kalurahan Demangrejo sekaligus membuka kegiatan pelatihan secara resmi. Sesi inti pelatihan menghadirkan Satria Agung Nugraha, S.Si., M.IST., sebagai narasumber. Melalui dua sesi materi interaktif, peserta memperoleh penjelasan dan kesempatan praktik menggunakan perangkat AI sederhana untuk mendukung aktivitas promosi usaha. Peserta dipandu untuk menemukan ide konten yang relevan dengan karakteristik produk, menyusun caption promosi yang menarik, serta merancang katalog digital yang dapat digunakan untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen. Pemanfaatan AI dalam pelatihan ini diarahkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kreativitas dan efisiensi produksi konten, bukan sebagai pengganti pengetahuan dan identitas lokal pelaku usaha. Dengan mengintegrasikan teknologi dan cerita mengenai produk, peserta diharapkan mampu membangun komunikasi pemasaran yang lebih menarik, autentik, dan sesuai dengan karakteristik usaha masing-masing. Di samping keterampilan promosi, penguatan literasi digital juga mencakup pemahaman tentang penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Pengetahuan mengenai keamanan data pribadi dan kewaspadaan terhadap penipuan daring menjadi bekal penting bagi masyarakat agar dapat menjalankan aktivitas ekonomi digital dengan lebih aman. Sebagai penutup sesi pelatihan, Tim Pengabdian menyerahkan sertifikat dan cinderamata kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada masyarakat Kalurahan Demangrejo. Dorong Keberlanjutan melalui Modul dan Kader Digital Program pengabdian ini diketuai oleh Dr. Erizal Lugman, M.A., dengan anggota tim dosen Ummul Hasanah, S.S., M.A., Nabilla Kusuma Vardhani, S.I.P., M.A., Erlin Estiana Yuanti, S.S., M.A., dan Ahmad Mu’am, S.S., M.Sc. Pelaksanaan program juga melibatkan mahasiswa Excel Ardiansyah Pratama Tampubolon dan Nadhifa Rechti De Wijaya. Untuk mendukung keberlanjutan manfaat program, tim pengabdian menyusun Modul Literasi Digital Ekonomi Warga serta menyediakan templat katalog digital dan pencatatan transaksi sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM. Tim juga melakukan pendampingan dalam pembentukan kader digital lokal di Kalurahan Demangrejo. Keberadaan kader digital diharapkan dapat membantu masyarakat menerapkan pengetahuan yang diperoleh sekaligus mendorong penyebaran keterampilan digital secara berkelanjutan di lingkungan setempat. Melalui pendekatan yang menggabungkan edukasi, praktik, dan pendampingan, program ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian masyarakat dalam mengelola promosi usaha, meningkatkan kualitas komunikasi pemasaran, serta membuka peluang pemanfaatan teknologi digital yang lebih luas bagi pengembangan ekonomi desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mendukung pencapaian beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) diwujudkan melalui peningkatan akses masyarakat terhadap pengetahuan dan keterampilan literasi digital. SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) didukung melalui penguatan kapasitas pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan daya saing usaha. Selanjutnya, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) tercermin dalam pengenalan dan penerapan teknologi digital serta AI untuk mendukung inovasi pemasaran produk lokal. Sementara itu, SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) diwujudkan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, komunitas pemuda, dan pelaku UMKM dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Melalui kegiatan ini, DBSMB SV UGM menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia, penerapan inovasi teknologi, dan penguatan kemitraan. Pendampingan literasi digital di Kalurahan Demangrejo diharapkan menjadi langkah awal bagi tumbuhnya ekosistem ekonomi desa yang adaptif, kreatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Selengkapnya

Participation of Women in Renewable Energy [POWERE]: Keterlibatan Antropologi Mengawal Energi Terbarukan dari Pesisir Negeri

Laboratorium Antropologi untuk Riset dan Aksi (LAURA) menjadi perwakilan UGM yang terlibat dalam proyek Participation of Women in Renewable Energy (POWERE). Proyek ini memperoleh hibah dari UKRI Ayrton Challenge, melibatkan beberapa universitas seperti University of Sussex, Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. Proyek POWERE menyoroti isu ketidakmerataan akses dan dampak perubahan iklim di kawasan pulau dan pesisir. Menawarkan inovasi melalui pendayagunaan FPV (floating photovoltaic) atau panel surya apung sebagai alternatif energi terbarukan turut menaruh perhatian pada aspek gender, dan ekonomi masyarakat pesisir-luar jaringan (off-grid). Proyek POWERE ini tak hanya berfokus pada penciptaan infrastuktur fisik, namun juga infrastruktur sosial yang ditempuh melalui penguatan inklusivitas gender dalam ekonomi rumput laut di kawasan pesisir dan kepulauan di Sulawesi Selatan. Tim POWERE dipimpin oleh Prof. Raminder Kaur (US), Dr. Muhammad Zamzam Fauzanafi (UGM), Dr. Mia Siscawati (UI), Dr. Bradley Parrish (US), Prof. Peter Newell (US) menjadi proyek kolaborasi multidisiplin yang ‘utuh’ dalam topik energi terbarukan.  Sejak pertengahan tahun ini, tim POWERE melakukan kajian awal menyasar beberapa lokasi seperti Rannu, Katingting, Biawasa dan mempresentasikannya di World Conference on Governance and Social Sciences Universitas Hasanuddin pada 11-12 November 2025 lalu. Beragam topik dari kajian awal didiskusikan diantaranya desain infrastruktur berbasis komunitas, sensory ethnography, telaah hubungan gender-perubahan iklim-resiliensi perempuan dari perspektif feminis, energi terbarukan-infrastruktur sosial, dan tantangan adaptasi iklim bagi perempuan petani rumput laut. Keluasan topik yang muncul dari solar energy dan konsekuensi sosial yang mulai disadari menjadi tantangan kedepan dari proyek POWERE. Disamping Project Lead, proyek ini turut melibatkan peneliti post-doc seperti Dr. Diah Irawaty, Dr. Runavia Mulyasari, Dr. Chu Chun Yu, Dr. Agung Iswadi dan Monika Swastyastu, M.A. dalam riset lanjutan selama proyek ini berlangsung. Proyek POWERE mendapat dukungan berbagai lembaga non-pemerintah maupun pemerintah seperti CARE Indonesia, Aquatera, Development Finance International, Auroville Consulting dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia sebagai mitra finansial maupun pembuat kebijakan. Memijaki tahapan awal dari tiga tahun program kerja, tim POWERE telah menerbitkan Newsletter dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang dapat diakses melalui laman University of Sussex serta Departemen Antropologi. Untuk mendapat perkembangan terbaru akan proyek POWERE, pembaca bisa mengikuti akun instagram resmi @powere.women yang secara berkala membagikan foto dan video kegiatan selama proyek berlangsung.  Penulis: Okky Chandra Baskoro