BERITA

Cerita Berdampak

Kisah nyata dan inspiratif kegiatan kemanusiaan telah mengubah kehidupan individu, komunitas & lingkungan

Lanjut Baca

Sambut Ramadhan di Kampus, Rektor UGM dan Ustaz Wijayanto Ajak Perkuat Kepedulian Sosial

Ibadah puasa di bulan ramadhan, tidak sekedar hanya menahan haus dan lapar dari sejak sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam. Namun lebih dari itu, puasa mengajarkan umat muslim untuk melahirkan kepedulian sosial terhadap sesama.“Kalau kamu tidak mau disakiti, jangan menyakiti. Begitu pula, bila kamu tidak ingin kelaparan, jangan biarkan orang lain kelaparan. Itulah esensi puasa, yakni melahirkan kepedulian sosial yang nyata,” papar Ustaz Drs. H. Wijayanto, M.A., dalam orasi syiar pada Grand Opening Ramadhan UGM 2026 yang berlangsung di Grha Sabha Pramana, Selasa, (17/2). Wijayanto menegaskan bahwa Islam mengutamakan kesimbangan antara pemenuhan kebutuhan fitrah manusia dan ketaatan kepada Allah Swt. sehingga puasa bukan sekadar tentang menyiksa diri, melainkan mendidik diri. “Islam adalah adalah agama moderat. Puasa sejatinya bukan untuk membunuh nafsu, melainkan untuk mengendalikan nafsu sementara. Sejak saat itu, dilarang melakukan puasa wishal atau puasa sambung. Maka ketika berpuasa disegerakan berbuka dan akhirkanlah sahur,” ungkapnya. Dikatakan Wijayanto, bulan Ramadhan merupakan bulan mulia yang kedatangannya senantiasa dirindukan, sebagaimana tradisi para sahabat Nabi terdahulu. “Para sahabat bahkan telah memanjatkan doa selama enam bulan lamanya demi mempersiapkan diri menyambut Ramadhan. Hal ini karena Ramadhan adalah karim,” ujarnya. Lebih mendalam, Ustaz Wijayanto mengupas tuntas akar kata karim yang melekat pada bulan suci ini. Ustaz Wijayanto menjelaskan bahwa terminologi karim bukan sekadar label kemuliaan biasa, melainkan cerminan kekaguman yang luar biasa pada sebuah hal. Melengkapi dimensi historisnya, Ustaz Wijayanto menjelaskan bahwa pada bulan Syakban tahun kedua Hijriyah, turun empat perintah yang menjadi fondasi spiritual umat. Perintah-perintah tersebut antara lain mengenai peralihan arah kiblat, penetapan nisab zakat, anjuran bershalawat, serta tuntunan birrul walidain atau berbakti pada orang tua. Oleh karena itu, ia pun memberikan mengingatkan kaitan soal ibadah puasa dan adab kepada orang tua. “Gagal orang berpuasa, jika memiliki orang tua tapi tidak menjadikannya jalan untuk menuju surga. Jadikanlah orang tua sebagai wasilah menuju surga. Maka aneh jika seseorang berpuasa tapi puasanya tidak disempurnakan. Misalnya saja, zakatnya tidak jelas, shalawat pun tidak pernah, dan tidak memiliki hormat kepada orang tua,” tegas Wijayanto. Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan grand opening ramadhan sebagai pembuka rangkaian kegiatan Ramdhan di Kampus. Menurutnya, momen ramadhan ini adalah titik awal pembersihan jiwa dimana makin menguatkan karakter civitas akademika yang semakin inklusif dan berdampak. “Karakter inklusif dan berdampak yang menjadi frasa yang sering didengarkan dan diucapkan. Namun bagaimana pengejawantahan makanya dalam laku hidup keseharian, tentu menjadi bahan diskusi dan renungan kita bersama,” katanya. Ia mengajak para hadirin yang hadir untuk bersama-sama menyambut bulan Ramadhan yang penuh ampunan dengan berbagai kegiatan ibadah dan amalan yang bisa berdampak bagi diri sendiri dan orang lain. “Mari kita sambut bulan penuh ampunan ini. Bulan yang selalu memberikan pembaruan iman dan benih-benih kesadaran dalam setiap amalan serta renungan yang kita jalankan selama hampir sebulan ke depan,” pungkasnya. Penulis : Aldi Firmansyah Editor : Gusti Grehenson Foto : Fristo

Lanjut Baca

BISI Serahkan Beasiswa Fast Track Pascasarjana di Fakultas Pertanian UGM: Dorong Inovasi dan Ketahanan Pertanian Masa Depan

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan acara penyerahan beasiswa bagi mahasiswa pascasarjana Program Fast Track penerima KIPK, hasil kerja sama dengan PT BISI International Tbk, di bawah naungan Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) pada Jumat, 23 Januari 2026. Bertempat di Ruang Venture, AGLC Lantai 6, kegiatan ini menjadi simbol komitmen dunia industri dalam mendukung pendidikan tinggi dan inovasi pertanian berkelanjutan. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas dukungan beasiswa yang diberikan. “Terima kasih atas kontribusi BISI. Semoga beasiswa ini dapat membantu mahasiswa menyelesaikan dua jenjang pendidikan dalam lima tahun (Fast Track) dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pertanian Indonesia,” ujarnya. Direktur Utama PT BISI International Tbk, Agus Saputra Wijaya, menjelaskan bahwa CPFI menaungi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Charoen Pokphand Group, termasuk BISI melalui dukungan terhadap pendidikan dan riset pertanian. BISI sendiri dikenal sebagai produsen benih jagung unggulan yang aktif mendorong transformasi teknologi pertanian. Dalam sesi diskusi, BISI memaparkan tantangan dan peluang pertanian Indonesia menuju tahun 2030. Musim tanam terbaik diperkirakan berlangsung antara Maret hingga Juni, namun perubahan iklim yang tidak menentu membuat prediksi menjadi semakin kompleks. “Satu jenis tanaman tidak bisa digeneralisasi hasil panennya, apalagi dengan kondisi geografis Indonesia yang sangat beragam. Dibutuhkan strategi dan teknologi untuk menyiasati tantangan ini,” jelas narasumber dari BISI. Pak Agus menyampaikan bahwa salah satu solusi yang bisa dikembangkan adalah pemanfaatan teknologi Control Atmosphere Storage (CAS) untuk menyimpan produk pertanian di luar musim panen, sehingga dapat menjaga stabilitas harga dan pasokan. Selain itu, BISI juga memperkenalkan metode Tabela (tanam benih langsung) berbasis penggunaan drone sebagai bagian dari pengembangan sistem pertanian terpadu. “Kami tidak hanya menawarkan benih, tetapi juga sistem dan teknologi yang mendukung seluruh rantai produksi pertanian,” tegasnya. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah Editor: Tantriani

Selengkapnya

UGM Bantu 500 Mahasiswa Kesulitan Bayar Biaya Kuliah

Universitas Gadjah Mada memberikan bantuan beasiswa dari internal kampus kepada mahasiswa angkatan 2025 yang berasal dari keluarga kurang mampu dan mengalami kesulitan dalam memenuhi biaya kuliah. Selain itu, bantuan ini juga ditargetkan untuk sejumlah 503 mahasiswa baru angkatan 2025 dengan kategori KIP Kuliah non-eligible yang belum memperoleh pendanaan melalui skema KIP Kuliah Tahun 2025 karena keterbatasan kuota, sehingga memerlukan dukungan tambahan agar dapat melanjutkan studi dengan baik. Melalui kebijakan ini, UGM berkomitmen menjaga keberlanjutan pendidikan mahasiswa dengan memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghambat bagi mahasiswa yang memiliki potensi akademik dan motivasi belajar yang tinggi. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Ari Sujito, S.Sos., M.Si mengatakan sebagai wujud tanggung jawab institusional dan komitmen terhadap prinsip keadilan sosial, inklusivitas, serta keberlanjutan pendidikan, UGM menyiapkan berbagai langkah mitigasi terhadap mahasiswa KIP Kuliah non-eligible yang karenea keterbatasan kuota menjadi kesulitan dalam bayar biaya kuliah, diantaranya melalui pemanfaatan imbal hasil investasi Dana Abadi UGM sebesar Rp1,5 miliar yang digunakan untuk mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa terdampak, dan alokasi IPI 2025 sebesar 1,1 Milyar rupiah. Dijelaskannya pelaksanaan dan pengaturan teknis penyaluran bantuan ini dikoordinasikan oleh Direktorat Keuangan bersama Direktorat Kemahasiswaan. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa pendekatan mitigasi dilakukan UGM secara hati-hati, berbasis data, dan melalui mekanisme internal universitas. ”UGM ingin memastikan proses pembelajaran mahasiswa tidak terganggu dari sisi pembiayaan, dengan memberikan bantuan, talangan atau mengatasi terlebih dahulu dampak kebijakan seperti keterbatasan kuota atau penundaan pencairan KIP Kuliah,” ujarnya di UGM, Jumat (23/1). Selain lewat sumber Dana Abadi, UGM akan mengoptimalkan berbagai skema bantuan internal lainnya, seperti penyesuaian UKT, beasiswa internal, serta bentuk dukungan lain yang relevan dengan kondisi mahasiswa. Dengan demikian, mitigasi pendanaan tidak bertumpu pada satu sumber, melainkan disusun secara komprehensif dan berkelanjutan. Sementara dari sisi tata kelola keuangan, UGM memastikan pemanfaatan Dana Abadi dilakukan secara akuntabel, sesuai mekanisme yang berlaku, dan dikoordinasikan lintas unit sebagai bagian dari tanggung jawab sosial universitas. UGM menekankan bahwa tidak seluruh mahasiswa yang belum menerima KIP Kuliah otomatis memperoleh dana pengganti yang sama. ”Setiap mahasiswa ditangani secara individual berdasarkan pemetaan dan verifikasi data yang mencakup kondisi sosial ekonomi, status UKT, kemampuan finansial, serta rekam jejak dan progres akademik,” terangnya. Ari menyebutkan 503 mahasiswa yang terkendala ekonomi ini pada prinsipnya telah memenuhi kriteria kelayakan sebagai penerima KIP-K non eligible, namun karena keterbatasan kuota mereka sangat memerlukan bantuan pembiayaan untuk keberlanjutan studinya. “Karenanya UGM bertanggung jawab memastikan mahasiswa dapat belajar dengan nyaman dengan melindungi mereka dari beban kebijakan yang berpotensi mengganggu proses pembelajaran,” jelasnya. Ari kembali menandaskan UGM tetap menerapkan mekanisme seleksi dan verifikasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan berkeadilan. Proses evaluasi dilakukan secara berkelanjutan, disertai koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, guna memastikan pemenuhan hak-hak mahasiswa dapat berjalan dengan baik. Melalui langkah-langkah tersebut, UGM bertekad agar tidak ada mahasiswa yang dibiarkan menghadapi risiko putus studi sendirian, dan terus berkomitmen menjaga keberlanjutan pendidikan sesuai nilai keadilan sosial dan inklusivitas. Penulis: Agung Nugroho

Selengkapnya

Komunitas Alumni UGM Pecinta Lari Salurkan Donasi Rp 500 Juta untuk Beasiswa dan Masyarakat Terdampak Bencana

Komunitas alumni UGM pecinta lari yang tergabung dalam KAGAMA Lari Untuk Berbagi (KLUB) menyerahkan donasi sebesar Rp. 500.202.576,00 yang kemudian diperuntukan untuk bantuan beasiswa UGM bagi mereka yang terdampak Bencana Sumatra, Program Beasiswa UGM Reguler, dan Dana Abadi UGM. Donasi ini dihimpun dari hasil penyelenggaraan kegiatan UGM Ultra 76K Charity Run 2025 dalam rangka Dies Natalis Ke-76 Universitas Gadjah Mada.Penyerahan dana donasi KAGAMA Lari Untuk Berbagi secara simbolis disampaikan Ketua Panitia UGM Trail Run 2025, Budi Susila dan diterima Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos. M.Si. Audiensi dan serah terima donasi berlangsung di ruang Rektor UGM, Kamis (22/1). Penyaluran dana donasi tersebut dipercayakan kepada Universitas Gadjah Mada melalui platform Sahabat UGM (www.sahabat.ugm.ac.id) yang merupakan platform filantropi resmi untuk memfasilitasi partisipasi sivitas akademika, alumni, mitra, dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan tridharma perguruan tinggi di Universitas Gadjah Mada. Pemanfaatan platform ini sejalan dengan upaya penguatan budaya filantropi dan keberlanjutan pendanaan pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada. Budi Susila mengaku pihaknya sangat bersyukur terlaksananya penyelenggaraan UGM Ultra 76K Charity Run 2025 dalam rangka memeriahkan rangkaian Dies Natalis Ke-76 Universitas Gadjah Mada Tahun 2025. Kegiatan olahraga sambil berdonasi ini menurutnya para peminatnya mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. “Tahun kemarin kenaikan 3-4 kali liat dari tahun sebelumnya baik dari sisi terkumpulnya donasi maupun jumlah peserta lari,” ujarnya. Ia mengharapkan kolaborasi yang erat dengan pimpinan universitas agar terus menghimpun dana untuk membantu mahasiswa dari keluarga yang mengalami keterbatasan ekonomi. “Tanpa kolaborasi yang bagus tentunya ini tidak bisa kita lakukan event tersebut. Kita terus mengajak alumni dan masyarakat luas yang memiliki hobi lari untuk ikut berpartisipasi,” ujarnya. Budi menyebutkan, saat awal kegiatan UGM Ultra Charity Run hanya diikuti peserta kurang dari  100 oang, namun tahun tahun 2025 lalu setiap event mencapai rata-rata ribuan peserta. Pun dari sisi donasi, tahun sebelumnya terkumpul 170 juta maka di penyelenggaraan tahun 2025 mencapai 500 juta rupiah. “Kita sungguh bersyukur karena dengan waktu yang mepet untuk persiapan tidak sampai sebulan, hanya sekitar 3 minggu. Mudah-mudahan di tahun 2026 kita bisa menyelenggarakan kembali dengan persiapan yang lebih panjang dan matang sehingga berharap nantinya bisa terkumpul dana Rp 1 miliar sebagaimana harapan kita bersama,” imbuhnya. Arie Sujito menyampaikan apresiasi kepada pengurus komunitas KAGAMA Lari Untuk Berbagi (KLUB). Menurutnya kontribusi alumni di komunitas berhasil membangun semangat kemitraan dan kemanusiaan. “Setelah saya mengikuti Kagama lari ini menemukan spiritnya adalah sehat namun sekaligus berbagi dana, dan kami bersyukur karena kali ini terkumpul Rp 500 juta,” katanya. Dikatakan Arie, UGM saat ini tengah membantu kelancaran studi para mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu maupun terdampak bencana. Bantuan tersebut diberikan tidak hanya dalam bentuk dana, namun juga peminjaman sepeda, laptop, dan para mahasiswa terdampak bencana Sumatra. “UGM terus bekerja keras mencarikan dana untuk UKT beberapa mahasiswa terkena bencana. Ada sekitar 200an mahasiswa terkena bencana dan kita mencarikan untuk meringankan mereka,” ujarnya. Ari menyatakan UGM siap mendukung untuk penyelenggaraan UGM Ultra Charity Run di tahun 2026 agar jangkauan penyelenggaraan lebih luas. “Kita siap membantu untuk perijinan, promosi kepada mahasiswa, kita siap membantu jika perlu sekretariat sementara bisa memakai salah satu ruang yang ada disini,” imbuhnya. Penulis : Agung Nugroho Foto : Donnie

Selengkapnya

 UGM Bersama KLUB Wujudkan Kebermanfaatan akan Masyarakat Luas Melalui Penyerahan Donasi Kegiatan UUCR 2025 

UGM bersama KAGAMA Lari untuk Berbagi (KLUB) melaksanakan penyerahan dana donasi sebesar Rp500.202.576,00 yang terhimpun melalui kegiatan UGM Ultra 76K Charity Run (UUCR) 2025 dalam rangka Dies Natalis Ke-76 UGM Tahun 2025. Kegiatan penyerahan dana berlangsung pada Kamis (22/01) di Ruang Sidang Pimpinan, Gedung Pusat UGM, dan dihadiri oleh 12 peserta. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, serta Budi Susilo selaku Ketua Panitia UUCR 2025. Dalam pemaparannya, Budi Susilo menjelaskan bahwa UUCR 2025 diikuti oleh 287 pelari dengan keterlibatan peserta dari berbagai latar belakang. Kegiatan yang dipersiapkan selama tiga bulan ini berhasil menghimpun dana donasi yang dialokasikan untuk berbagai program, antara lain bantuan beasiswa bagi mahasiswa terdampak bencana, program beasiswa reguler UGM, serta dana abadi UGM. Ia berharap pada pelaksanaan kegiatan selanjutnya, jumlah donasi dapat meningkat hingga mencapai target Rp1 miliar, seiring dengan peningkatan profesionalisme penyelenggaraan acara dan strategi penggalangan peserta serta donasi. “Diharapkan ke depan acara bisa lebih profesional dan terus di-improve. Meskipun pendaftarannya bersifat internal, upaya teman-teman dalam mengumpulkan peserta perlu diapresiasi dan terus ditingkatkan,” ujarnya. Apresiasi terhadap kegiatan ini disampaikan oleh Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si. Ia menegaskan bahwa KLUB merupakan komunitas alumni yang secara konsisten berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan sehingga UGM berkomitmen untuk terus mendukung berbagai inisiatif yang dilakukan oleh KLUB. Menurutnya, komunitas lari tidak hanya menjadi wadah aktivitas olahraga, tetapi juga ruang ekspresi, kolaborasi, dan inovasi yang dapat terus dikembangkan untuk memberikan dampak yang lebih luas. “Dalam komunitas lari ada banyak ekspresi yang bisa dikembangkan. Ke depan komunitas ini akan terus tumbuh, dan tentu masih banyak hal yang dapat diperbaiki dan ditingkatkan,” pungkasnya. Kegiatan penyerahan dana ini ditutup dengan sesi foto bersama serta diskusi terkait evaluasi dan rencana pengembangan kegiatan KLUB ke depan. Melalui kegiatan ini, UGM dan KLUB menegaskan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung penguatan kualitas pendidikan serta keberlanjutan program beasiswa bagi mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan, melalui sinergi antara universitas dan KLUB dalam mendorong kebermanfaatan bagi masyarakat.   [Kantor Alumni: Hansel, Foto: Nandik]

Selengkapnya

78 Tahun FKG UGM ‘Meretas’ Air Hujan Menjadi Air Minum, Dorong Kampus Hijau Ramah Lingkungan

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) menandai Dies Natalis ke-78 dengan langkah yang melampaui seremoni akademik. Pada perayaan tahun ini, FKG UGM meluncurkan sistem panen air hujan yang diolah menjadi air layak konsumsi, sebuah inovasi yang menggabungkan sains kesehatan, teknologi lingkungan, dan komitmen keberlanjutan kampus. Peresmian dilakukan dalam rangkaian pembukaan Dies Natalis yang dihadiri Wakil Rektor UGM Bidang Perencanaan, Aset & Sistem Informasi Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., Dekan FKG UGM Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia (SDM)FKG UGM  drg. Margareta Rinastiti, M.Kes., Sp.KG. Subsp.KR(K)., Ph.D, sivitas akademika FKG UGM, mitra industri, serta perwakilan fakultas kluster kesehatan UGM. Dalam sambutannya, Dekan FKG UGM menegaskan bahwa usia 78 tahun bukan sekadar penanda historis, melainkan momentum refleksi atas peran fakultas dalam menjawab tantangan masa depan, khususnya krisis lingkungan dan efisiensi sumber daya air. DARI PENGELOLAAN SAMPAH KE PANEN AIR HUJAN FKG UGM sebelumnya dikenal sebagai salah satu fakultas yang konsisten mengelola sampah berbasis pemilahan dan daur ulang. Sampah anorganik seperti botol plastik dan kertas tidak hanya dipisahkan, tetapi juga dimanfaatkan untuk program donasi dan pengelolaan berkelanjutan. Tahun ini, pendekatan tersebut dikembangkan lebih jauh melalui pengelolaan air hujan. Air yang ditampung tidak langsung digunakan, melainkan melalui serangkaian proses teknologi: filtrasi, pengendapan, sterilisasi ultraviolet (UV), hingga reverse osmosis (RO). Hasil akhirnya adalah air dengan tingkat kemurnian tinggi yang aman untuk dikonsumsi serta berpotensi digunakan dalam kebutuhan klinik kedokteran gigi “Inovasi ini bukan sekadar memanen hujan lalu diminum. Ada tahapan ilmiah yang ketat agar air benar-benar steril dan aman,”, papar Dekan FKG UGM. “Keberadaan inovasi pemberdayaan air hujan ini, sebagai penanda komitmen terhadap inovasi serta keberlanjutan, hari ini juga kita kuatkan dengan agenda Peresmian Air Minum RO (Reverse Osmosis) dari air tadah hujan FKG UGM, sebagai langkah nyata menghadirkan kampus yang lebih sehat, adaptif, dan ramah lingkungan, ungkap Ketua Panitia Dies Natalis FKG UGM ke 78, Dr, drg. Bramasto Purbo Sejati, Sp.B.M.M., Subsp. T.M.T.M.J.(K), dalam sambutannya. Wakil Rektor UGM & Dekan FKG UGM mengamati instalasi air minum berbasis air hujan RELEVANSI MEDIS: AIR MURNI UNTUK PRAKTIK KEDOKTERAN GIGI Berbeda dari program lingkungan pada umumnya, sistem panen air hujan FKG UGM dirancang dengan orientasi medis. Air hasil RO memiliki konduktivitas listrik yang sangat rendah karena bebas dari partikel terlarut. Kondisi ini dinilai ideal untuk mendukung penggunaan alat-alat kedokteran gigi seperti bur dan ultrasonic scaler, karena dapat mengurangi risiko rasa ngilu pada pasien serta meningkatkan kenyamanan tindakan klinis Ke depan, fakultas berencana memanfaatkan menara penampungan air di area sekitar musala, Dental Learning Center, serta gedung OECF sebagai bagian dari sistem terpadu panen air hujan. JEJAK KARBON DAN BUDAYA INTROSPEKSI LINGKUNGAN Selain air, Dies Natalis ke-78 juga menjadi titik awal pengembangan penghitungan jejak karbon (carbon footprint) di lingkungan FKG UGM. Melalui indikator ini, setiap aktivitas sivitas akademika—mulai dari penggunaan kendaraan, listrik, hingga kebiasaan merokok akan dipetakan kontribusinya terhadap kerusakan lingkungan. Pendekatan ini bertujuan membangun budaya introspeksi kolektif. Fakultas berharap kesadaran lingkungan tidak berhenti pada slogan, tetapi terwujud dalam perubahan perilaku sehari-hari. APRESIASI UGM DAN HARAPAN REPLIKASI KE FAKULTAS LAIN Pimpinan universitas yang hadir menyebut FKG UGM sebagai contoh konkret bahwa inovasi lingkungan dapat lahir dari fakultas kesehatan, bukan hanya dari rumpun teknik atau sains murni. Inisiatif panen air hujan dan penghitungan jejak karbon dinilai berpotensi direplikasi oleh fakultas lain di UGM. “Acara besar tidak selalu identik dengan sampah berserakan. Apa yang dilakukan FKG UGM menunjukkan bahwa keberlanjutan bisa menjadi bagian dari budaya akademik,” ujar Wakil Rektor UGM Bidang Perencanaan, Aset & Sistem Informasi Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D. SIMBOL PERUBAHAN DI USIA 78 TAHUN Perayaan Dies Natalis ditutup dengan simbolisasi minum air hasil olahan hujan oleh pimpinan universitas dan fakultas. Aksi tersebut menegaskan pesan utama perayaan tahun ini: inovasi, keberanian ilmiah, dan tanggung jawab ekologis. Di usia ke-78, FKG UGM tidak hanya merayakan masa lalu sebagai salah satu cikal bakal UGM, tetapi juga menegaskan arah masa depan—menjadi institusi pendidikan kedokteran gigi yang unggul, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan global. (Reporter: Andri Wicaksono, Fotografi: Fajar Budi Harsakti)

Selengkapnya

Penyaluran Dana Bantuan dari Masjid Jogokariyan Untuk 18 Mahasiswa FIB UGM yang Terdampak Bencana Banjir Sumatera

Yogyakarta, 8 Januari 2025 - Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Masjid Jogokariyan untuk penyerahan donasi kepada 18 mahasiswa FIB UGM asal Sumatera yang terdampak bencana banjir. Penyerahan bantuan ini menjadi wujud kepedulian dan solidaritas berbagai elemen masyarakat terhadap mahasiswa yang terdampak langsung bencana alam. Kegiatan ini dihadiri oleh empat perwakilan mahasiswa terdampak bencana dari Sumatra, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Prof. Dr. Setiadi, M.Si., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, Dr. Mimi Savitri, M.A., Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Suray Agung Nugroho, S.S., M.A., Ph.D., Paksi Raras Alit selaku Ketua Kagama FIB, Alit Jevi Prabangkoro selaku  perwakilan seniman penggalangan dana Jogja Hanyengkuyung Sumatra, Muhammad Rizqi Rahim dan rekan-rekan, serta perwakilan dari Masjid Jogokariyan. Paksi Raras Alit menyampaikan bahwa pada Selasa, 23 Desember 2025, telah dilaksanakan kegiatan Jogja Hanyengkuyung Sumatra sebagai bentuk solidaritas para musisi, penggiat event, relawan, dan masyarakat Yogyakarta untuk membantu saudara-saudara di Sumatra yang terdampak bencana banjir. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kagama dan Kagama Care untuk pembangunan fasilitas MCK di wilayah terdampak, yang saat ini telah mulai berjalan. Penggalangan donasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Masjid Jogokariyan yang dikenal memiliki sistem pengelolaan dana yang transparan dan terpercaya, sehingga diharapkan bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran. Perwakilan relawan menyampaikan bahwa kehadiran mereka di FIB UGM juga menjadi momentum silaturahmi dan diharapkan dapat menjadi awal dari kerja sama lanjutan dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Sementara itu, perwakilan pengurus Masjid Jogokariyan menjelaskan bahwa pihaknya menerima amanah dari panitia Jogja Hanyengkuyung Sumatra serta rekomendasi dari Kagama FIB untuk menyalurkan bantuan kepada mahasiswa FIB UGM yang terdampak bencana di Sumatra. Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM, Prof. Dr. Setiadi, M.Si., menyampaikan bahwa FIB UGM sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi, khususnya yang berkaitan dengan pendampingan masyarakat dan kegiatan pengabdian. Ia juga menegaskan dukungannya terhadap sinergi antara perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan bersama. Donasi yang disalurkan oleh Masjid Jogokariyan kepada mahasiswa FIB UGM terdampak bencana Sumatra sebesar Rp3.000.000 per mahasiswa. Penyaluran donasi diberikan setiap bulan sekali, bantuan disalurkan melalui Fakultas Ilmu Budaya UGM Kegiatan penyaluran donasi ini tidak hanya bertujuan untuk meringankan beban ekonomi mahasiswa terdampak bencana, tetapi juga menjadi upaya menjaga keberlanjutan pendidikan serta memperkuat semangat gotong royong dan kemitraan lintas komunitas. Melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, komunitas keagamaan, seniman, relawan, dan alumni, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya dalam pengentasan dampak sosial pascabencana, pemenuhan akses pendidikan yang inklusif, serta penguatan kemitraan untuk pembangunan yang berkelanjutan. [Humas FIB UGM, Alma Syahwalani]

Selengkapnya

Perkuat Kerja Sama Riset dan Pengabdian, SV UGM Mendapat Hibah Dump Truck dari TID

Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Tempopress International Delivery (TID). Kerja sama ini disimbolkan dengan penandatanganan nota kesepahaman dan naskah perjanjian kerjasama oleh Dekan Sekolah Vokasi, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng., dan CEO PT TID, Rennie Wihardani SH, Msi., di Ruang 201 Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC), Selasa (9/12). Acara ini diakhiri dengan seremoni serah terima unit dump truck shacman F3000 dengan simbolis pemberian kunci dari CEO PT TID kepada Dekan Sekolah Vokasi UGM. Kesepakatan ini merupakan langkah awal dalam memperkuat kontribusi pendidikan vokasi terhadap pembangunan sektor industri di Indonesia. Agus Maryono menyampaikan bahwa melalui kerjasama ini mahasiswa bisa memperoleh manfaat dalam penggunaan fasilitas industri, peluang magang, serta akses pada lingkungan kerja profesional yang mendukung pengembangan kompetensi mereka. Sehingga akan menghasilkan lulusan unggul yang siap menghadapi dunia industri. “Kolaborasi dengan PT Tempopress International Delivery merupakan langkah strategis untuk memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman bagi mahasiswa kami,” ungkapnya. Ia juga mengucapkan apresiasi atas hibah yang diberikan oleh PT TID yaitu sebuah unit Dump Truck Shacman F3000. Fasilitas ini akan digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan terapan dan penelitian mahasiswa Sekolah Vokasi UGM. “Unit dump truck yang dihibahkan akan membuka ruang praktik yang lebih luas dan relevan, sehingga mahasiswa dapat memahami standar industri secara langsung,” tambahnya. CEO PT TID, Rennie Wihardani SH, Msi., juga mengungkapkan rasa bangga dan senang karena telah diterima dengan baik di Sekolah Vokasi UGM. Terlebih karena lulusan yang diberikan dari sarjana terapan UGM memiliki kualitas yang sangat memuaskan dalam berbagai aspek. Harapan besar kelanjutan penandatangan kerja sama ini turut diungkapkannya. “Kami berharap setelah ini akan ada proses research mendatang yang bisa dilakukan,” harapnya. Menanggapi harapan tersebut, Agus Maryono mengatakan terdapat dua hal yang bisa dilakukan untuk menindak lanjuti kesepakatan ini, yakni mendorong penelitian yang dilakukan oleh dosen serta mahasiswa dari berbagai permasalahan yang dialami oleh dunia industri. Selanjutnya, di bidang pengabdian masyarakat dengan mengkolaborasikan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki untuk keberlanjutan dalam kolaborasi yang dibangun kedua belah pihak. Penulis: Jesi Editor: Gusti Grehenson Foto: Firsto

Selengkapnya

Peduli Bencana Sumatra, KAFEGAMA-FEB UGM Gelar Konser Amal

Galang dana beasiswa sekaligus dana untuk kemanusian bagi korban bencana di Sumatra, Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) bersama FEB UGM menggelar Konser Amal. Konser amal berlangsung di Grand Pacific Hotel, Yogyakarta, Sabtu malam (6/12) menghadirkan Sheila on 7 dan Jikustik. Pada konser amal, ini KAFEGAMA menyerahkan donasi beasiswa sebesar Rp 250 juta ke FEB UGM. Secara simbolis, penyerahan dilakukan oleh Ketua Pengurus Pusat KAFEGAMA, Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., kepada Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA. Sementara upaya penggalangan lain untuk kemanusiaan yang dibuka sejak 1 Desember 2025 telah berhasil menghimpun Rp 525.800.000, dan penggalangan ini akan terus dibuka hingga 10 Desember 2025. Ketua Pengurus Pusat KAFEGAMA, Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., menjelaskan konser amal yang digelar KAFEGAMA dan FEB UGM menjadi seruan untuk berempati dan bertindak nyata membantu masyarakat yang tertimpa musibah di wilayah Sumatra.  Ia pun tak henti-hentinya mengajak seluruh keluarga besar FEB UGM untuk bisa berdonasi guna meringankan beban para korban bencana banjir dan longsor, khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. “Acara ini tidak memiliki arti, apabila kita tidak berempati atas apa yang terjadi kepada Saudara kita yang sedang dilanda bencana. Mari kita berdoa agar proses pemulihan pasca bencana berjalan aman dan lancar, serta masyarakat di wilayah terdampak senantiasa dilimpahkan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan,” ujar Kiki, sapaan akrab Friderica. Menurut Kiki, aksi kemanusiaan nyata sebagai dampak dari penyelenggaraan konser amal menjadi bukti komitmen KAFEGAMA menjadi organisasi yang “Migunani” atau bermanfaat. Dampak kemanfaatan yang bisa dirasakan, kata Kiki, berupa aksi kemanusiaan para alumni dengan menyalurkan bantuan senilai Rp80 juta kepada 400 penerima manfaat melalui  sinergi aktif dengan tujuh cabang Pengurus Daerah KAFEGAMA. KAFEGAMA juga menyalurkan bantuan beasiswa sebesar Rp250 juta untuk mahasiswa FEB UGM. “Tentu saja upaya ini menjadi investasi alumni untuk memastikan bibit-bibit unggul masa depan tidak terhalang oleh kendala finansial dalam meraih prestasi, dan acara ini merupakan realisasi dari motto organisasi “Guyub Rukun Migunani”. Di usia ke-10, KAFEGAMA membutuhkan energi, gagasan, dan kontribusi dari kita semua untuk melangkah menuju dekade berikutnya,” jelasnya. Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA., menyampaikan ucapan terima kasih atas kontribusi para alumni dalam mendukung mahasiswa FEB UGM melalui program beasiswa. Dukungan alumni, disebutnya, berperan penting dalam menjaga keberlanjutan studi mahasiswa FEB UGM. Sementara kolaborasi antara fakultas dan alumni menjadi pilar penting dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan. “Terima kasih atas dukungan dari alumni selama ini baik melalui program beasiswa maupun magang bagi mahasiswa,” ucapnya. Konser Amal KAFEGAMA ini, kata Didi, tidak hanya menjadi sarana penggalangan dana beasiswa namun sebagai bentuk kepedulian bersama untuk membantu korban bencana di Sumatera. Inisiatif ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara alumni dan institusi dapat menghadirkan manfaat luas, baik bagi dunia pendidikan maupun masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Iapun berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang terus memperkuat jaringan alumni agar bisa memperluas impak sosial FEB UGM. Ketua Panitia Konser Amal KAFEGAMA, Tur Nastiti, M.Si., Ph.D., menyampaikan konser yang menghadirkan Sheila on 7 dan Jikustik ini menjadi salah satu upaya untuk menggalang dana. Dana yang diperoleh digunakan untuk beasiswa bagi mahasiswa FEB UGM dan disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. “Seluruh dana donasi dialokasikan sepenuhnya untuk mahasiswa dan Saudara-saudara kita yang dilanda musibah di Sumatera,” jelasnya. Konser amal yang dihadiri lebih dari 3.000 penonton sekaligus sebagai rangkaian penutupan Dies Natalis ke-70 dan Lustrum XIV FEB UGM. Konser digelar secara gratis untuk keluarga besar FEB UGM, termasuk alumni lintas angkatan, dosen, staf profesional, mahasiswa, dan pengurus KAFEGAMA, serta  memfasilitasi kebutuhan peserta disabilitas. Dalam penyelenggaraannya, konser ini turut melibatkan 16 UMKM dari Yogyakarta dan Malang serta mahasiswa sebagai bagian dari panitia dan pelaksanaan acara. Sebelumnya, setiap Pengurus Daerah (Pengda) KAFEGAMA di berbagai daerah juga telah mengadakan kegiatan bakti sosial di wilayah masing-masing guna memperkuat semangat berbagi. Reportase: Kurnia Ekaptiningrum/ Humas FEB UGM Penulis : Agung Nugroho Foto : Dok. FEB UGM

Selengkapnya

Participation of Women in Renewable Energy [POWERE]: Keterlibatan Antropologi Mengawal Energi Terbarukan dari Pesisir Negeri

Laboratorium Antropologi untuk Riset dan Aksi (LAURA) menjadi perwakilan UGM yang terlibat dalam proyek Participation of Women in Renewable Energy (POWERE). Proyek ini memperoleh hibah dari UKRI Ayrton Challenge, melibatkan beberapa universitas seperti University of Sussex, Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. Proyek POWERE menyoroti isu ketidakmerataan akses dan dampak perubahan iklim di kawasan pulau dan pesisir. Menawarkan inovasi melalui pendayagunaan FPV (floating photovoltaic) atau panel surya apung sebagai alternatif energi terbarukan turut menaruh perhatian pada aspek gender, dan ekonomi masyarakat pesisir-luar jaringan (off-grid). Proyek POWERE ini tak hanya berfokus pada penciptaan infrastuktur fisik, namun juga infrastruktur sosial yang ditempuh melalui penguatan inklusivitas gender dalam ekonomi rumput laut di kawasan pesisir dan kepulauan di Sulawesi Selatan. Tim POWERE dipimpin oleh Prof. Raminder Kaur (US), Dr. Muhammad Zamzam Fauzanafi (UGM), Dr. Mia Siscawati (UI), Dr. Bradley Parrish (US), Prof. Peter Newell (US) menjadi proyek kolaborasi multidisiplin yang ‘utuh’ dalam topik energi terbarukan.  Sejak pertengahan tahun ini, tim POWERE melakukan kajian awal menyasar beberapa lokasi seperti Rannu, Katingting, Biawasa dan mempresentasikannya di World Conference on Governance and Social Sciences Universitas Hasanuddin pada 11-12 November 2025 lalu. Beragam topik dari kajian awal didiskusikan diantaranya desain infrastruktur berbasis komunitas, sensory ethnography, telaah hubungan gender-perubahan iklim-resiliensi perempuan dari perspektif feminis, energi terbarukan-infrastruktur sosial, dan tantangan adaptasi iklim bagi perempuan petani rumput laut. Keluasan topik yang muncul dari solar energy dan konsekuensi sosial yang mulai disadari menjadi tantangan kedepan dari proyek POWERE. Disamping Project Lead, proyek ini turut melibatkan peneliti post-doc seperti Dr. Diah Irawaty, Dr. Runavia Mulyasari, Dr. Chu Chun Yu, Dr. Agung Iswadi dan Monika Swastyastu, M.A. dalam riset lanjutan selama proyek ini berlangsung. Proyek POWERE mendapat dukungan berbagai lembaga non-pemerintah maupun pemerintah seperti CARE Indonesia, Aquatera, Development Finance International, Auroville Consulting dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia sebagai mitra finansial maupun pembuat kebijakan. Memijaki tahapan awal dari tiga tahun program kerja, tim POWERE telah menerbitkan Newsletter dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang dapat diakses melalui laman University of Sussex serta Departemen Antropologi. Untuk mendapat perkembangan terbaru akan proyek POWERE, pembaca bisa mengikuti akun instagram resmi @powere.women yang secara berkala membagikan foto dan video kegiatan selama proyek berlangsung.  Penulis: Okky Chandra Baskoro