BERITA

Cerita Berdampak

Kisah nyata dan inspiratif kegiatan kemanusiaan telah mengubah kehidupan individu, komunitas & lingkungan

Lanjut Baca

78 Tahun FKG UGM ‘Meretas’ Air Hujan Menjadi Air Minum, Dorong Kampus Hijau Ramah Lingkungan

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) menandai Dies Natalis ke-78 dengan langkah yang melampaui seremoni akademik. Pada perayaan tahun ini, FKG UGM meluncurkan sistem panen air hujan yang diolah menjadi air layak konsumsi, sebuah inovasi yang menggabungkan sains kesehatan, teknologi lingkungan, dan komitmen keberlanjutan kampus. Peresmian dilakukan dalam rangkaian pembukaan Dies Natalis yang dihadiri Wakil Rektor UGM Bidang Perencanaan, Aset & Sistem Informasi Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., Dekan FKG UGM Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia (SDM)FKG UGM  drg. Margareta Rinastiti, M.Kes., Sp.KG. Subsp.KR(K)., Ph.D, sivitas akademika FKG UGM, mitra industri, serta perwakilan fakultas kluster kesehatan UGM. Dalam sambutannya, Dekan FKG UGM menegaskan bahwa usia 78 tahun bukan sekadar penanda historis, melainkan momentum refleksi atas peran fakultas dalam menjawab tantangan masa depan, khususnya krisis lingkungan dan efisiensi sumber daya air. DARI PENGELOLAAN SAMPAH KE PANEN AIR HUJAN FKG UGM sebelumnya dikenal sebagai salah satu fakultas yang konsisten mengelola sampah berbasis pemilahan dan daur ulang. Sampah anorganik seperti botol plastik dan kertas tidak hanya dipisahkan, tetapi juga dimanfaatkan untuk program donasi dan pengelolaan berkelanjutan. Tahun ini, pendekatan tersebut dikembangkan lebih jauh melalui pengelolaan air hujan. Air yang ditampung tidak langsung digunakan, melainkan melalui serangkaian proses teknologi: filtrasi, pengendapan, sterilisasi ultraviolet (UV), hingga reverse osmosis (RO). Hasil akhirnya adalah air dengan tingkat kemurnian tinggi yang aman untuk dikonsumsi serta berpotensi digunakan dalam kebutuhan klinik kedokteran gigi “Inovasi ini bukan sekadar memanen hujan lalu diminum. Ada tahapan ilmiah yang ketat agar air benar-benar steril dan aman,”, papar Dekan FKG UGM. “Keberadaan inovasi pemberdayaan air hujan ini, sebagai penanda komitmen terhadap inovasi serta keberlanjutan, hari ini juga kita kuatkan dengan agenda Peresmian Air Minum RO (Reverse Osmosis) dari air tadah hujan FKG UGM, sebagai langkah nyata menghadirkan kampus yang lebih sehat, adaptif, dan ramah lingkungan, ungkap Ketua Panitia Dies Natalis FKG UGM ke 78, Dr, drg. Bramasto Purbo Sejati, Sp.B.M.M., Subsp. T.M.T.M.J.(K), dalam sambutannya. Wakil Rektor UGM & Dekan FKG UGM mengamati instalasi air minum berbasis air hujan RELEVANSI MEDIS: AIR MURNI UNTUK PRAKTIK KEDOKTERAN GIGI Berbeda dari program lingkungan pada umumnya, sistem panen air hujan FKG UGM dirancang dengan orientasi medis. Air hasil RO memiliki konduktivitas listrik yang sangat rendah karena bebas dari partikel terlarut. Kondisi ini dinilai ideal untuk mendukung penggunaan alat-alat kedokteran gigi seperti bur dan ultrasonic scaler, karena dapat mengurangi risiko rasa ngilu pada pasien serta meningkatkan kenyamanan tindakan klinis Ke depan, fakultas berencana memanfaatkan menara penampungan air di area sekitar musala, Dental Learning Center, serta gedung OECF sebagai bagian dari sistem terpadu panen air hujan. JEJAK KARBON DAN BUDAYA INTROSPEKSI LINGKUNGAN Selain air, Dies Natalis ke-78 juga menjadi titik awal pengembangan penghitungan jejak karbon (carbon footprint) di lingkungan FKG UGM. Melalui indikator ini, setiap aktivitas sivitas akademika—mulai dari penggunaan kendaraan, listrik, hingga kebiasaan merokok akan dipetakan kontribusinya terhadap kerusakan lingkungan. Pendekatan ini bertujuan membangun budaya introspeksi kolektif. Fakultas berharap kesadaran lingkungan tidak berhenti pada slogan, tetapi terwujud dalam perubahan perilaku sehari-hari. APRESIASI UGM DAN HARAPAN REPLIKASI KE FAKULTAS LAIN Pimpinan universitas yang hadir menyebut FKG UGM sebagai contoh konkret bahwa inovasi lingkungan dapat lahir dari fakultas kesehatan, bukan hanya dari rumpun teknik atau sains murni. Inisiatif panen air hujan dan penghitungan jejak karbon dinilai berpotensi direplikasi oleh fakultas lain di UGM. “Acara besar tidak selalu identik dengan sampah berserakan. Apa yang dilakukan FKG UGM menunjukkan bahwa keberlanjutan bisa menjadi bagian dari budaya akademik,” ujar Wakil Rektor UGM Bidang Perencanaan, Aset & Sistem Informasi Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D. SIMBOL PERUBAHAN DI USIA 78 TAHUN Perayaan Dies Natalis ditutup dengan simbolisasi minum air hasil olahan hujan oleh pimpinan universitas dan fakultas. Aksi tersebut menegaskan pesan utama perayaan tahun ini: inovasi, keberanian ilmiah, dan tanggung jawab ekologis. Di usia ke-78, FKG UGM tidak hanya merayakan masa lalu sebagai salah satu cikal bakal UGM, tetapi juga menegaskan arah masa depan—menjadi institusi pendidikan kedokteran gigi yang unggul, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan global. (Reporter: Andri Wicaksono, Fotografi: Fajar Budi Harsakti)

Lanjut Baca

Rayakan HPTT ke-80, FT UGM Perkuat Komitmen Lingkungan melalui Penanaman Pohon

Dalam semangat merayakan 80 tahun Hari Pendidikan Tinggi Teknik (HPTT), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melaksanakan kegiatan peduli lingkungan melalui penanaman pohon di kawasan Taman Raya, pada Jumat, 9 Januari 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Senat, Dekan, Wakil Dekan, Kepala Departemen, Ketua HPTT, tenaga pendidik, serta mahasiswa FT UGM. Kawasan Taman Raya sendiri berlokasi di kawasan lereng selatan lingkar FT UGM. Dalam kegiatan tersebut, FT UGM menanam berbagai varietas tanaman sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan serta upaya mitigasi pemanasan global. Adapun tanaman yang ditanam meliputi pisang abaka (Musa textilis), tarum (Indigofera tinctoria), dan bambu petung (Dendrocalamus asper). Pisang abaka (Musa textilis) merupakan sumbangan dari Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada. Tanaman ini dikenal sebagai penghasil serat alami bernilai tinggi yang berpotensi mendukung pengembangan material ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta merupakan tanaman asli Filipina. Sementara itu, tarum (Indigofera tinctoria), yang disumbangkan oleh Prof. Edia Rahayu, merupakan tanaman penghasil pewarna alami indigo. Tanaman ini memiliki peran penting dalam pengembangan wastra Nusantara serta mendukung pertumbuhan industri kreatif berbasis bahan alam. Adapun bambu petung (Dendrocalamus asper), sumbangan dari Dr. Inggar Septhia, dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam penelitian bambu laminasi. Penelitian tersebut diarahkan untuk mengembangkan bambu petung sebagai material struktural alternatif yang kuat, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Tanaman-tanaman yang ditanam diproyeksikan akan mulai tumbuh dan berbuah dalam jangka waktu sekitar tiga bulan. Untuk mendukung pertumbuhan yang optimal, tanaman diberi pupuk KATRILI yang merupakan sumbangan dari Dr. Pri Utami. KATRILI merupakan booster cair berbahan dasar silika dari panas bumi yang bermanfaat untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan pupuk kandang, meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman, mengurangi bau pupuk kandang, serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Sementara itu, sumber air untuk pengairan tanaman berasal dari Selokan Mataram yang dialirkan menggunakan teknologi elevasi, mengingat posisi elevasi Selokan Mataram lebih rendah dibandingkan lokasi Taman Raya. Kegiatan penanaman pohon ini ditutup dengan doa yang mencerminkan harapan akan kebermanfaatan lingkungan, “Segeralah subur tanamanku, segeralah bermanfaat untuk lingkunganku,” penanda berakhirnya kegiatan penanaman pohon (9/1/2025). (Humas FT: Radaeva/ Dokumentasi: Opal)

Selengkapnya

Mahasiswa Penerima Beasiswa KIPK dan Afirmasi Diminta Tingkatkan Literasi Keuangan 

Sebanyak 670 mahasiswa UGM penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) dan 24 mahasiswa penerima beasiswa Afirmasi Dikti, mengikuti pembekalan di Auditorium Grha Sabha Pramana UGM, Selasa (2/12). Kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa penerima beasiswa siap menempuh pendidikan secara tepat waktu, bertanggung jawab, dan berintegritas. Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa pembekalan ini penting untuk membangun literasi finansial mahasiswa agar mampu mengelola bantuan pendidikan secara bijak dan tidak terjebak pada pengeluaran konsumtif. “Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan input kepada penerima beasiswa, khususnya dalam literasi keuangan agar bisa memanajemen keuangan dengan baik sehingga tidak terjebak dalam gaya hidup konsumtif. Harapan kami ini bisa menjadi modal bagi mahasiswa untuk menempuh kuliah dengan tepat waktu, dan Ditmawa akan terus melakukan pendampingan,” ujarnya. Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., menekankan bahwa konsistensi negara dalam menyediakan bantuan pendidikan merupakan amanat konstitusi yang harus dimanfaatkan mahasiswa sebaik mungkin. Ia menegaskan bahwa beasiswa bukan hanya fasilitas, tetapi tanggung jawab moral. “Gunakan beasiswa ini untuk menopang kesuksesan kalian. Jangan dipakai untuk hal-hal yang merusak seperti judi online atau gaya hidup yang menyusahkan. Ilmu harus dipakai untuk masyarakat, dan berbagi itu tidak membuat kita miskin,” tuturnya. Arie juga mendorong mahasiswa untuk tetap aktif berorganisasi, mengembangkan kemampuan di luar kelas, dan menjaga karakter sebagai mahasiswa UGM yang kritis dan adaptif. Materi literasi keuangan disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Sekolah Vokasi UGM, Dr. Leo Indra Wardhana, S.E., M.Sc., CFP, yang menyoroti tantangan finansial mahasiswa akibat budaya Fomo dan Yolo serta godaan konsumsi digital. Ia mengingatkan bahwa perilaku konsumtif, penggunaan paylater, dan pinjaman online dapat memicu masalah keuangan serius. “Pinjol itu makhluk berbahaya, bunganya bisa 0,4 persen per hari. Setiap satu rupiah yang kalian tabung adalah kemerdekaan masa depan,” ujarnya. Ia juga memberikan strategi mengelola dana beasiswa enam bulanan, seperti membuat anggaran realistis, memisahkan rekening pengeluaran, mengunci saldo tabungan, serta memberi batasan uang mingguan agar mahasiswa terhindar dari risiko kehabisan dana di awal periode. Pembekalan turut menghadirkan Ketua Tim Kerja KIP Kuliah dan ADik dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Muni Ika, M.Pd., yang menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan agenda penting pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa mahasiswa penerima beasiswa memiliki peran strategis dalam peningkatan daya saing bangsa. “Pendidikan tinggi memberikan kontribusi cepat untuk membangun SDM unggul. Kalian tidak salah memilih jalur ini untuk menjadi orang sukses,” ungkapnya. Ia menutup dengan empat prinsip untuk bisa sukses dalam menjalankan studi, yakni komitmen, kontributif, kolaboratif, dan adaptif. “Komitmen berarti lulus tepat waktu dan IPK bagus. Tidak ada tawar-menawar. Kesuksesan tidak dilakukan sendiri, tetapi melalui kolaborasi. Saya harap kalian menjadi orang-orang yang sukses,” pesannya. Kegiatan pembekalan ini diakhiri dengan seremoni penyerahan kartu identitas KIPK kepada dua perwakilan mahasiswa penerima. Melalui pembekalan ini, UGM berharap penerima beasiswa dapat menjalani studi dengan penuh integritas, menjaga kepercayaan negara, dan memaksimalkan kesempatan yang diberikan untuk menjadi generasi muda yang unggul, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat. Penulis : Hanifah dan Kezia Editor : Gusti Grehenson Foto : Donnie

Selengkapnya

After Movie Biak Elok 2024 Tuai Apresiasi di Yogyakarta

Pemutaran After Movie Biak Elok 2024 di Empire XXI Yogyakarta, Sabtu silam (15/11), menjadi ruang refleksi atas perjalanan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM di Biak Numfor, Papua. Acara ini mendapat respons positif dari para penonton karena film tersebut bukan semata dokumentasi kegiatan mahasiswa, melainkan medium untuk menampilkan kembali kedekatan, keberagaman budaya, serta dinamika sosial masyarakat Papua yang selama ini jarang tersampaikan melalui karya visual mahasiswa. Film ini mengajak penonton menyelami aktivitas sehari-hari masyarakat Biak Numfor melalui kisah budaya, relasi sosial, hingga kondisi ekologis yang ditemui selama penugasan mahasiswa. Melalui pendekatan visual yang hangat dan autentik, After Movie Biak Elok 2024 membingkai hubungan mahasiswa dengan warga lokal melalui edukasi pengelolaan sampah, inisiatif pemberdayaan pesisir, serta aktivitas pelestarian pariwisata berkelanjutan. Keindahan lanskap laut Biak, kehidupan pesisir, dan tradisi masyarakat menjadi dasar penceritaan film ini. Koordinator Mahasiswa Unit (Kormanit) KKN Biak Elok 2024, Anugrah Amin Ignatius Julio yang akrab disapa Wejai, membuka acara dengan membagikan refleksi tentang proses lahirnya film tersebut. Ia menekankan bahwa After Movie Biak Elok 2024 merupakan perjalanan batin yang terbangun dari kedekatan mahasiswa dengan warga Biak. Wejai juga menuturkan bagaimana plakat KKN UGM di kampung halamannya dulu memotivasinya hingga ia meraih beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi dan dapat berkuliah di UGM. Ia berharap kesempatan serupa dapat dinikmati generasi muda di Biak. “Kesuksesan ini harus bisa dinikmati semua anak di sana. Karena itu kami menginisiasi KKN Biak Elok bersama teman-teman,” ungkapnya. Ia kemudian menambahkan bahwa dokumenter tersebut tumbuh dari pengalaman hidup mahasiswa selama tinggal bersama masyarakat Biak. Menurutnya, film ini menjadi wujud pendekatan yang penuh cerita dan sukacita sebagaimana nilai yang dijunjung UGM. “Saya berharap film ini bisa menjadi tanda prasasti bagi kemajuan Papua yang berangkat dari rasa dan potensi yang ada di sana,” ucapnya. Direktur Pengabdian Kepada Masyarakat UGM, Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., hadir dan memberikan pandangannya. Ia melihat film ini sebagai penanda penting yang memperkuat kontribusi KKN UGM di berbagai daerah. “Film ini menjadi inspirasi bagi kita semua bagaimana kita melihat Indonesia dengan keberagamannya, terdiri dari banyak suku, bahasa, keindahan, hingga potensi,” jelasnya. Apresiasi juga disampaikan Gubernur DIY melalui Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Dr. Sukamto. Ia menilai After Movie Biak Elok 2024 sebagai karya yang menunjukkan kreativitas dan kepedulian anak muda. “Saya bangga melihat semangat dan kreativitas generasi muda dalam mengolah realitas menjadi karya yang berkarakter, bermakna, dan berintegritas,” katanya. Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, memberikan penghargaan mendalam atas dedikasi tim KKN Biak Elok 2024 dalam menghasilkan film ini. Ia menyebut bahwa film tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat Biak. “Kalian adalah jawaban doa-doa orang Biak,” ujarnya. Sutradara After Movie Biak Elok 2024, Fauzy Ash Siddiqiy, turut menjelaskan bahwa film ini merupakan hasil kolaborasi tim yang mengerahkan energi, pemikiran, dan waktu demi menampilkan wajah Biak secara jujur. Ia menyebut film ini sebagai ruang yang membuka kesempatan bagi publik untuk mengenal Biak secara lebih dekat. “Premis awal film ini adalah menghadirkan orang-orang yang tidak pernah mengenal tanah Papua agar bisa masuk ke dunia Biak,” jelasnya. Ia menutup dengan penegasan bahwa, di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan, film ini diselesaikan dengan pendekatan murni tanpa dukungan AI. “Bukan berarti kita tidak mendukung industri AI di Indonesia. Tetapi kita mencoba untuk memberikan audience how it feels like to be there, yang benar-benar nyata adanya,” pungkasnya. Penulis: Cyntia Noviana Foto: Ika Editor: Triya Andriyani

Selengkapnya

MBA SA Care 7.0: Kolaborasi Mahasiswa MBA FEB UGM untuk Menguatkan Kepedulian Sosial

Mahasiswa Master of Business Administration Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MBA FEB UGM) melaksanakan kegiatan sosial MBA SA Care Collaboration Charity 7.0 pada Sabtu, 15 November 2025, di Rumah Pengasuhan Anak Terlantar Wiloso, Jetis, Yogyakarta. Kegiatan bertema “CFC: Collab for Care, Melangkah Bersama untuk Sesama” ini merupakan bentuk kolaborasi antara MBA SA 19.0, KMK, dan FORKIS yang berupaya menghadirkan nilai solidaritas, kepedulian, dan toleransi di lingkungan mahasiswa. MBA SA Care 7.0 bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat empati, dan mendorong semangat berbagi sebagai bagian dari pembelajaran karakter kepemimpinan. “Saya sangat senang karena kegiatan ini tidak hanya berfokus pada agenda akademik, tetapi juga memberi ruang untuk berbagi dengan teman-teman yang membutuhkan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menghadirkan lebih banyak kebaikan,” ujar Andreas, selaku Ketua KMK sekaligus panitia kegiatan. Sebagai wujud kepedulian, mahasiswa menyerahkan bantuan sembako dan donasi kepada anak-anak panti. Kegiatan ini disambut baik oleh pihak pengurus panti. “Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan kepedulian mahasiswa. Kegiatan ini membawa manfaat positif bagi lembaga dan anak-anak di sini. Semoga empati dan kebaikan ini terus berlanjut,” ungkap Anissusilohadi, S.P, selaku Kepala Sub Bagian DUUPT Rumah Pengasuhan Anak Wilosoprojo. Sementara itu, salah satu peserta sekaligus anak panti, Kristia Arsi (16 tahun) juga menyampaikan kesan positifnya. “Acara ini sangat menyenangkan dan panitianya kompak. Semoga ke depan kegiatan seperti ini terus ada dan semakin baik dalam memberikan pengalaman bagi anak-anak panti,” tuturnya. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pengembangan kepemimpinan mahasiswa tidak hanya dilakukan melalui proses akademik, tetapi juga melalui kontribusi nyata kepada masyarakat. Melalui MBA SA Care 7.0, mahasiswa diharapkan terus termotivasi menguatkan nilai kemanusiaan, rasa saling peduli, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial. Reporter: Daniswara Rafi R Editor: Ayu Aprilia

Selengkapnya

Bupati Purworejo Resmikan Sumur Bor Bantuan SPs UGM

[metaslider id="1520314"] Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan mendukung terwujudnya kampus yang berdampak bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat berupa penyelidikan sumber air dan pembangunan enam sumur bor untuk irigasi serta kebutuhan air bersih di Kabupaten Purworejo. Adapun enam sumur bor tersebut tersebar di Desa Girimulyo (Kecamatan Kemiri), Desa Mendiro (Kecamatan Ngombol), Desa Purwodadi (Kecamatan Purwodadi), serta Desa Bagelen (Kecamatan Bagelen). Dalam sambutannya, Bupati Purworejo menyampaikan apresiasi atas kontribusi SPs UGM. Menurutnya, program ini sangat membantu pemerintah daerah dalam penyediaan sumber daya air bersih sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Program ini bukan hanya menyediakan air, tetapi juga mendukung peningkatan hasil pertanian seperti padi dan cabai, sehingga berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan. Kami titipkan agar sumur bor ini dirawat dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya saat meresmikan ke-6 sumur bor di Balai Desa Purwodadi, Jumat (31/10). Sementara itu, Dekan SPs UGM menyampaikan bahwa program ini memiliki nilai khusus karena melibatkan berbagai pihak. “Program ini sangat unik karena merupakan kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, pemerintah daerah, hingga mitra luar negeri. Namun, kolaborasi ini juga menghadirkan tantangan tersendiri, yaitu bagaimana memastikan penggunaan air secara bijaksana dan menjaga keberlanjutan program,” ungkapnya. Ia berharap sinergi ini dapat terus berjalan pada tahun-tahun mendatang. Program ini merupakan bagian dari Hibah Pengabdian kepada Masyarakat SPs UGM yang dipimpin oleh Dr. Sudaryatno dan telah berjalan sejak tahun 2022. Dalam perjalanannya, program ini berhasil menggandeng berbagai mitra strategis seperti Pemerintah Jepang, PDAM Purworejo, PP KAGAMA, Alumni Muda Ganesha (SMAN 1 Purworejo), dan Alumni SMP 8 Purworejo. Kolaborasi lintas lembaga ini didedikasikan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan akses air bersih yang lebih baik. (Suronokarti)