BERITA

Cerita Berdampak

Kisah nyata dan inspiratif kegiatan kemanusiaan telah mengubah kehidupan individu, komunitas & lingkungan

Lanjut Baca

Alumni FEB UGM Dorong Pendidikan Berkelanjutan Melalui Program Beasiswa dari Mataram City

Kesuksesan alumni tidak hanya tercermin dari capaian profesional, tetapi juga dari kontribusi yang mereka berikan untuk membuka kesempatan bagi generasi berikutnya. Semangat itulah yang ditunjukkan oleh alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Bogat Agus Riyono, melalui inisiatif beasiswa yang terintegrasi dengan pengembangan kawasan Mataram City di Yogyakarta. Bogat merupakan alumni Jurusan Akuntansi FEB UGM angkatan 1983 yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID). Bersama CEO Saraswanti Group Hari Hardono alumni Fakultas Pertanian angkatan 1981, ia mengembangkan Mataram City sebagai kawasan hunian vertikal dan hospitality yang menjadi salah satu pusat pertumbuhan baru di Yogyakarta. Namun di balik pengembangan bisnis tersebut, terdapat komitmen untuk menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan melalui dukungan terhadap pendidikan tinggi. Melalui kerja sama antara SWID dan Universitas Gadjah Mada, perusahaan berkomitmen mengalokasikan dana beasiswa sebesar 1 persen dari setiap transaksi pembelian unit properti serta penggunaan fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di jaringan hotel milik SWID yang dilakukan oleh sivitas akademika UGM. “Sebagai bentuk nyata kontribusi terhadap dunia pendidikan, kerja sama ini menghadirkan skema timbal balik yang inovatif melalui program beasiswa. Dana yang terkumpul akan diakumulasikan dan disalurkan secara resmi setiap tahun untuk mendukung mahasiswa UGM,” ungkapnya, saat dihubungi Kamis (4/6/2026). Selain program beasiswa, kerja sama tersebut juga memberikan berbagai manfaat bagi sivitas akademika UGM, mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, keluarga inti, hingga jaringan alumni. Sivitas UGM memperoleh diskon khusus untuk pemesanan kamar hotel serta harga spesial untuk kepemilikan unit apartemen dan villa yang dikembangkan SWID. “Bagi kami, bekerja sama dengan UGM adalah bentuk bakti nyata kepada almamater. UGM memberikan banyak sekali bekal kehidupan dalam bentuk ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental untuk dapat bersaing di dunia usaha dan kehidupan pada umumnya. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa UGM merupakan pengubah nasib kami menjadi manusia yang berdaya dan berguna. Kini, saatnya kami kembali untuk memberikan sumbangsih,” papar Bogat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KAFEGAMA. Bagi Bogat, inisiatif tersebut bukan sekadar bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan, melainkan bentuk bakti kepada almamater yang telah memberikan fondasi penting dalam kehidupannya. Ia mengungkapkan bahwa kontribusi ini adalah sebuah panggilan jiwa. Komitmen tersebut berakar dari pengalaman pribadinya selama menempuh pendidikan di UGM. Menghabiskan masa kuliah yang kala itu masih bertempat di Gedung Pusat UGM, Bogat mengenang bagaimana ekosistem kampus membentuk karakternya. Menurutnya, masa studi yang saat itu relatif panjang justru menciptakan ikatan persaudaraan yang kuat. Para mahasiswa tidak hanya mengenal teman seangkatan, tetapi juga memiliki kedekatan dengan mahasiswa dari berbagai angkatan lainnya. Pengalaman tersebut melahirkan rasa kebersamaan yang tetap terjaga hingga puluhan tahun setelah lulus. “Dulu masa kuliah terhitung cukup panjang, sekitar lima hingga delapan tahun. Namun durasi itulah yang justru membuat ikatan persaudaraan di antara kami terjalin sangat erat. Bayangkan saja, kami bahkan bisa saling mengenal hingga lima atau enam angkatan sekaligus,” kenangnya. Keterikatan emosional yang kuat dengan almamater tersebut menjadi inspirasi lahirnya program beasiswa yang kini dijalankan melalui SWID. Baginya, keberhasilan yang diraih alumni tidak terlepas dari peran pendidikan dan lingkungan kampus yang telah memberikan kesempatan untuk berkembang. Program ini sekaligus menunjukkan bagaimana kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dapat menghasilkan manfaat yang berkelanjutan. Setiap transaksi bisnis tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi langsung pada peningkatan akses pendidikan bagi mahasiswa. Saat ditanya mengenai pentingnya menjaga solidaritas terhadap almamater, Bogat menitipkan pesan kepada seluruh alumni UGM agar terus memelihara semangat kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas keluarga besar UGM. “Teruslah menjaga semangat untuk saling guyub, hidup rukun, dan senantiasa migunani (red:membawa manfaat) bagi sesama serta almamater tercinta,” pesannya. Semangat Guyub, Rukun, Migunani yang diusung dalam kerja sama ini memperlihatkan bahwa kontribusi alumni dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk melalui model filantropi yang terintegrasi dengan aktivitas bisnis. Melalui langkah tersebut, alumni FEB UGM tidak hanya berkontribusi pada pembangunan ekonomi, tetapi juga membantu membuka jalan bagi lahirnya generasi penerus yang memperoleh kesempatan pendidikan lebih baik. Inisiatif yang digagas Bogat Agus Riyono menjadi contoh bagaimana hubungan antara alumni dan almamater dapat terus menghasilkan dampak nyata. Ketika keberhasilan profesional dipadukan dengan kepedulian terhadap pendidikan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh kampus, tetapi juga oleh masyarakat luas dan generasi masa depan. Reportase: Kurnia Ekaptiningrum Foto: Dok. SWID Sustainable Development Goals      

Lanjut Baca

Program Pengabdian Masyarakat UGM Hadirkan Teknologi Evaporator dan Kristalisator bagi Produsen Gula Semut Banyumas

Banyumas, 31 Mei 2026 – Menjawab tantangan peningkatan mutu gula semut untuk pasar ekspor, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) menerapkan teknologi evaporator dan kristalisator tepat guna di Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Banyumas. Program pengabdian masyarakat berbasis riset ini bertujuan meningkatkan kualitas, konsistensi, dan kapasitas produksi gula semut melalui penerapan teknologi pengolahan yang lebih terstandar, sekaligus memperkuat daya saing komoditas unggulan Banyumas di pasar internasional. Program Community Development berbasis riset aplikatif dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan berjudul “Penerapan Evaporator dan Kristalisator Tepat Guna untuk Meningkatkan Mutu dan Kuantitas Ekspor Gula Semut dari Nira Kelapa Genjah di Cilongok, Banyumas” ini dipimpin oleh Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P. dari Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian UGM, bersama tim dosen lintas bidang, yaitu Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., Dr. Arifin Dwi Saputro, S.T.P., M.Sc., Dr. Devi Yuni Susanti, S.T.P., M.Sc., Ir. Muslim Mahardika, S.T., M.Eng., Ph.D., serta mitra akademik internasional Prof. Ts. Dr. Rosnah Shamsudin dari Universiti Putra Malaysia. Program ini juga melibatkan mahasiswa dalam kegiatan survei, sosialisasi, pelatihan, dan penyusunan laporan. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan PT Integral Mulia Cipta (PT IMC) sebagai mitra industri, GIZ sebagai mitra penguatan budidaya berkelanjutan, dan KOPIPO (Koperasi Integrasi Petani Organik). PT IMC merupakan eksportir gula semut yang bermitra dengan ribuan petani di berbagai wilayah Jawa Tengah, salah satunya adalah KOPIPO. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permintaan gula semut sebagai pemanis alami di pasar domestik maupun internasional. Gula semut memiliki berbagai keunggulan, seperti mudah larut, praktis digunakan, memiliki umur simpan yang lebih panjang, serta banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pangan, minuman, dan produk organik. Seiring meningkatnya tren konsumsi pangan sehat, permintaan terhadap gula semut terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. [caption id="attachment_15150" align="alignnone" width="1024"] Proses Pemasakan Nira Kelapa menjadi Semut secara Tradisional[/caption] Indonesia merupakan salah satu produsen dan eksportir gula kelapa terbesar di dunia. Berdasarkan data Volza Export Trade Data periode 2024–2025, Indonesia mencatat lebih dari 4.200 pengiriman ekspor gula kelapa ke 73 negara tujuan, menempatkan Indonesia sebagai eksportir terbesar dunia untuk komoditas tersebut. Salah satu sentra produksi utama gula semut nasional adalah Kabupaten Banyumas. Menurut data Pemerintah Kabupaten Banyumas, daerah ini mengekspor sekitar 5.342 ton gula semut pada tahun 2024 dan berkontribusi sekitar 40–50 persen terhadap produksi gula kelapa nasional, sehingga menjadi salah satu wilayah terpenting dalam rantai pasok gula semut Indonesia. Meskipun memiliki potensi pasar yang besar, proses produksi gula semut di tingkat petani masih menghadapi berbagai kendala, seperti ketidakseragaman mutu produk, keterbatasan pengendalian proses, dan tingginya ketergantungan pada keterampilan operator. Proses evaporasi nira umumnya masih dilakukan secara konvensional, sementara proses kristalisasi masih banyak bergantung pada pengalaman produsen. Kondisi tersebut dapat menyebabkan variasi warna, tekstur, kadar air, dan ukuran partikel gula semut antarbatch sehingga berpotensi menurunkan daya saing produk di pasar. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas petani dan pelaku usaha melalui penerapan teknologi pengolahan yang lebih terstandar untuk menghasilkan gula semut yang berkualitas dan mampu memenuhi tuntutan pasar nasional maupun internasional. Melalui program ini, UGM memperkenalkan teknologi tepat guna berupa evaporator berpengaduk mekanis dan kristalisator putar untuk mendukung proses produksi gula semut yang lebih terukur, higienis, dan konsisten. Evaporator dirancang untuk mengentalkan nira hingga mencapai kondisi siap kristalisasi dengan suhu yang lebih terkendali. Sementara itu, kristalisator digunakan untuk membantu proses pembentukan kristal gula semut agar lebih cepat dan seragam. [caption id="attachment_15149" align="alignnone" width="1024"] Pelatihan pengoperasian evaporator gula semut[/caption] Dr. Sri Rahayoe menjelaskan bahwa pengembangan teknologi ini merupakan upaya untuk menjawab kebutuhan industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. “Selama ini proses produksi gula semut masih sangat bergantung pada pengalaman operator sehingga kualitas produk sering kali tidak seragam. Melalui penerapan evaporator dan kristalisator tepat guna, kami berharap proses pengolahan menjadi lebih terukur, efisien, dan menghasilkan gula semut dengan mutu yang lebih konsisten sesuai kebutuhan pasar ekspor,” ujarnya. [caption id="attachment_15151" align="alignnone" width="1024"] Alat Kristalisator (kanan) dan Evaporator (kiri) Gula Semut yang dihibahkan kepada Petani Produsen Gula Semut[/caption] Selain penerapan teknologi, kegiatan ini juga mencakup serangkaian pelatihan dan transfer pengetahuan yang menghadirkan narasumber dari berbagai bidang keahlian. Dr. Devi Yuni Susanti, S.T.P., M.Sc. menyampaikan materi mengenai penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) proses produksi dan standar mutu gula semut untuk mendukung konsistensi kualitas produk. Ir. Muslim Mahardika, S.T., M.Eng., Ph.D. memaparkan inovasi rekayasa alat pendukung penderesan nira kelapa serta pengembangan (improvement) teknologi kristalisator dan evaporator gula semut guna meningkatkan efisiensi dan keamanan proses produksi. Sementara itu, mitra akademik internasional dari Universiti Putra Malaysia (UPM), Prof. Ts. Dr. Rosnah Shamsudin, berbagi pengalaman mengenai budidaya dan pemanfaatan tanaman kelapa di Malaysia sebagai bagian dari praktik terbaik pengembangan industri kelapa yang berkelanjutan. [caption id="attachment_15152" align="alignnone" width="1024"] Prof. Rosnah menjelaskan materi budidaya kelapa dan pemanfaatannya di Malaysia[/caption] Kegiatan juga mencakup pelatihan sanitasi dan higiene pengolahan gula berbasis nira kelapa, karakterisasi gula dari nira kelapa, penanganan pascapanen nira kelapa, serta praktik pengolahan gula semut menggunakan evaporator dan kristalisator yang dikembangkan oleh Tim Fakultas Teknologi Pertanian UGM. [caption id="attachment_15153" align="alignnone" width="1024"] Prof. Eni Harmayani memberikan pelatihan GMP dan HACCP guna menjaga kualitas gula semut[/caption] Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh Dr. Sri Rahayoe beserta tim dalam mengembangkan program berbasis kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan bagaimana hasil riset dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan desa. “Saya memberikan apresiasi kepada Bu Yayuk atas inisiatif kegiatan ini. Program ini sangat baik karena mempertemukan unsur akademisi, industri, dan masyarakat dalam satu ekosistem pengembangan yang saling mendukung. FTP UGM akan selalu mendukung upaya mewujudkan kemandirian pangan, di mana desa dapat menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional. Dari pelatihan ini kami berharap terjadi transfer teknologi dan penguatan jejaring yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan asli desa (PAD) serta kesejahteraan masyarakat,” ungkap Prof. Eni. Dukungan terhadap program ini juga disampaikan oleh Mario Ngensowidjaja, Managing Director PT Integral Mulia Cipta (IMC). Dalam wawancara daring, ia menilai kolaborasi antara UGM dan industri memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas dan konsistensi produksi gula semut di tingkat petani. “Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki UGM, kegiatan pelatihan ini sangat membantu dalam menjaga kualitas produk, meningkatkan efisiensi produksi, serta membuat kegiatan pascapanen menjadi lebih terukur. Kerja sama antara UGM dan IMC membantu petani memahami proses yang mereka kerjakan dengan lebih baik sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan lebih konsisten,” ujarnya. Mario menambahkan bahwa pihaknya berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Harapan kami, kerja sama ini dapat terus memberikan sumbangsih kepada masyarakat dan membantu pengembangan produksi gula kelapa dengan mutu yang semakin baik serta volume yang semakin besar. Dengan demikian, Indonesia dapat semakin dikenal sebagai salah satu produsen gula kelapa berkualitas di dunia,” tambahnya. Salah satu petani peserta kegiatan, Bapak Mukamil, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari materi dan pelatihan yang diberikan selama program berlangsung. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis mengenai proses produksi gula semut, tetapi juga meningkatkan kesadaran para petani akan pentingnya menjaga mutu produk secara berkelanjutan. “Materi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi kami. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga menyadarkan dan memberikan semangat kepada kami untuk bersama-sama menjaga kualitas nira dan gula semut yang kami produksi. Kami jadi lebih memahami bahwa kualitas yang baik merupakan kunci agar produk kami dapat terus diterima di pasar,” ujar Mukamil. Ketua tim pelaksana, Dr. Sri Rahayoe, menyampaikan bahwa penerapan teknologi evaporator dan kristalisator ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperbaiki konsistensi mutu gula semut di tingkat petani. “Keberhasilan ekspor tidak hanya ditentukan oleh volume produksi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga mutu secara konsisten. Karena itu, selain menyediakan teknologi, kami juga memperkuat kapasitas petani melalui pelatihan, penyusunan SOP, dan pengendalian mutu agar produk yang dihasilkan mampu memenuhi standar pasar global,” jelasnya. Program ini juga diarahkan untuk mendukung produksi gula semut yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan. Budidaya kelapa genjah menjadi salah satu bagian penting dalam program karena tanaman ini memiliki batang lebih rendah dibandingkan kelapa dalam, sehingga proses penderesan nira dapat dilakukan dengan lebih aman dan berpotensi membuka ruang keterlibatan yang lebih luas bagi perempuan dan generasi muda. [caption id="attachment_15148" align="alignnone" width="1024"] Gula Semut hasil pelatihan bersama para produsen gula semut[/caption] Luaran utama dari kegiatan ini meliputi terpasangnya unit evaporator dan kristalisator yang operasional, meningkatnya kompetensi petani dan operator dalam penggunaan alat, tersusunnya SOP produksi dan mutu, serta terlaksananya sistem pengendalian mutu internal di tingkat kelompok. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengolahan gula semut berbasis teknologi tepat guna yang dapat direplikasi di wilayah sentra produksi gula semut lainnya. Melalui kegiatan ini, UGM berkomitmen untuk mendorong hilirisasi hasil riset agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, memperkuat kapasitas petani, meningkatkan mutu produk lokal, serta mendukung daya saing gula semut Indonesia di pasar global.

Selengkapnya

Charity Run MENEFEST 2026, Angkat Semangat Olarhraga dan Kepedulian Sosial

Charity run MENEFEST 2026 telah sukses diselenggarakan dengan meriah yang diikuti oleh 450 pelari dari berbagai kalangan pada Sabtu, (23/05/2026). Charity run ini merupakan salah satu rangkaian acara Management Festival (MENEFEST) 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Mahasiswa Manajemen (IKAMMA) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM). Mengusung tema “Endorphins: Steps We Take, Light We Create”, acara ini diharapkan dapat membawa semangat, inspirasi, serta harapan melalui olahraga dan aksi sosial yang dilakukan bersama-sama. Ketua panitia MENEFEST 2026, Dhafa Novendra (Manajemen 2025), mengatakan bahwa charity run tahun ini menghadirkan 2 kategori, yakni 5K dan 10K. Kemudian, acara ini juga menghadirkan seorang guest star, yakni Sabian Tama, seorang influencer pelari di media sosial. Dalam kesempatan ini, Sabian turut berbagi pengalaman dan tips bagi para pelari pemula. Selain meramaikan hari ulang tahun Manajemen FEB UGM melalui perayaan olahraga, MENEFEST 2026 juga mengadakan aksi sosial dengan menyalurkan donasi dari hasil charity run tersebut. Dana yang terkumpul tersebut didonasikan kepada SD Negeri Karangwuni 1 di Depok, Sleman pada Jum'at (29/05/2026). “Hasil charity run ini kami sampaikan kepada pihak SD Negeri Karangwuni 1. Selain itu, kami juga memberikan edukasi gizi kepada para siswa di sana,” terang Dhafa. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan manfaat kesehatan dari olahraga, tetapi juga dapat turut berkontribusi dalam kegiatan sosial bagi masyarakat. “Harapannya, setiap orang yang ikut secara tidak langsung juga  berkontribusi kepada kegiatan charity-nya. Jadi, tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga dapat memberikan dampak sosial bagi orang lain,” tutup Dhafa. Reportase: Najwa Anggi Namira Foto: Dokumentasi Panitia Menefest Editor: Kurnia Ekaptiningrum Sustainable Development Goals    

Selengkapnya

Salurkan Hewan Kurban, UGM Ajak Warga Bungkus Daging dengan Daun Jati

Sebanyak 17 anak-anak dari dusun Wukirsari Imogiri Bantul mengikuti khitanan massal yang diadakan oleh tim pengabdian Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) dalam rangka Kegiatan Bakti Sosial dan Penyembelihan Hewan Qurban pada Jumat (29/5) lalu. Selain melakukan khitanan massal, tim pengabdian FKK MK juga menyalurkan hewan kurban dan pemeriksaan gratis di Girimulyo Kulonprogo dan Playen Gunungkidul. Koordinator tim Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM, Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes., menyampaikan kegiatan bakti sosial dan penyaluran hewan kurban kali ini dilaksanakan agenda tahunan FK-KMK UGM sebagai bagian dari penguatan nilai kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Pada tahun ini, FK-KMK UGM menyalurkan tiga ekor sapi dan dua ekor kambing pada tiga kabupaten berbeda yaitu Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunung Kidul. “Shohibul qurban tidak hanya dosen dan tenaga kependidikan tetapi juga mahasiswa, residen hingga alumni sebagai bentuk dari pengabdian masyarakat,” ucap Supriyati. Supriyati mengatakan bahwa selain penyembelihan hewan kurban juga terdapat kegiatan bakti sosial berupa edukasi dan penyuluhan kesehatan dengan fokus yang berbeda sesuai dengan kondisi masyarakat masing-masing wilayah. Di Kabupaten Bantul tepatnya di Sanggar Among Budoyo Kampung Pramuka, Wukirsari, Imogiri, FK-KMK UGM berkolaborasi dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial Sahabat Pemerhati Difabel (LKS SAPADIFA). FK-KMK UGM menyalurkan satu ekor sapi dan satu ekor kambing. “Edukasinya mulai dari skrining reproduksi, USG, urologi, hingga pemeriksaan gigi dan mulut. Diadakan juga khitanan massal yang memiliki 17 orang pendaftar,” katanya. Selanjutnya di Kabupaten Kulon Progo, tepatnya di Mushola Al Mu’minun, Patihombo, Girimulyo disalurkan satu ekor sapi sekaligus memberikan edukasi dan penyuluhan terkait kesehatan mental anak dan gizi pada anak-anak Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) setempat sekaligus mengajak warga memilih menggunakan daun jati sebagai pembungkus daging kurban yang ramah lingkungan. Hal serupa juga dilakukan di Gunung Kidul yang menggunakan daun jati sebagai pembungkus daging kurban. Berlokasi di PS Lentera Keluarga, Getas, Playen, Gunung Kidul,  FK-KMK UGM menyalurkan satu ekor sapi dan satu ekor kambing Edukasi yang dilakukan di wilayah ini yaitu pemeriksaan kesehatan seperti kolesterol, gula darah, dan asam urat pada lansia setempat. Melalui momentum idul adha seperti ini, Supriyati berharap kegiatan ini dapat mengasah kepedulian terhadap sesama dengan berbagi kebahagiaan dan ilmu yang dimiliki oleh dosen dan mahasiswa FK-KMK UGM. “Kegiatan ini merupakan salah satu cara dengan mengedepankan kebersihan daging qurban dan tetap ramah lingkungan dengan membungkus daging menggunakan daun jati dan besek. Hal ini sejalan dengan misi UGM sebagai kampus sehat yang berdampak kepada masyarakat sekitar,” katanya. Dr. Ibrahim Rahmat, S.Kp., S.Pd., M.Kes selaku ketua panitia kegiatan ini juga berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan kebahagiaan terhadap sesama dan meningkatkan inklusivitas melalui kolaborasi. “Mudah-mudahan adanya kurban ini dapat membahagiakan hati dan psikologis para penyandang difabel yang turut menghadiri kegiatan ini,” tuturnya. Penulis: Jesi Editor: Gusti Grehenson Foto: Dok.Supriyati dan FK-KMK UGM

Selengkapnya

Dubes Belanda dan Jerman Kunjungi UGM, Dorong Kolaborasi Pendidikan Tinggi 

Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, dan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia pada Rabu (20/5) di Gedung Pusat UGM. Kunjungan ini menjadi momentum dalam rencana memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, riset, inovasi, serta pertukaran mahasiswa dan akademisi antara UGM dengan institusi pendidikan dan penelitian di kedua negara. Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai bahwa masih banyak peluang dalam memperluas kolaborasi riset antara UGM dengan institusi di Belanda dan Jerman, terkhusus pada pendanaan riset skala kecil sebagai langkah awal membangun kerja sama yang lebih besar. “Adapun kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat melalui diskusi lanjutan dan inisiatif konkret di berbagai bidang strategis,” jelasnya. Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, menilai bahwa UGM merupakan salah satu universitas paling prestisius di Indonesia yang memiliki pondasi kuat untuk memperluas kerja sama akademik dan ilmiah dengan Belanda. Tidak hanya itu, menurut Marc, UGM menunjukkan lingkungan kampus yang dinamis, di mana ilmu pengetahuan, seni, dan inovasi berkembang tidak hanya untuk mencapai standar akademik tertinggi, tetapi juga untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. “Pengetahuan idealnya tidak berhenti di kampus, tetapi juga harus diperkenalkan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tuturnya. Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa Belanda bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam memberikan beasiswa di bidang-bidang strategis seperti hortikultura, pertanian, pangan, serta pengelolaan dan kualitas air. Bidang tersebut merupakan kekuatan utama Belanda yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan Indonesia. “Kami ingin talenta Indonesia belajar di universitas seperti Wageningen University & Research dan Delft University of Technology, kemudian membawa kembali pengetahuan itu untuk menjawab tantangan di Indonesia,” katanya. Sementara itu, Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, menegaskan bahwa kerja sama dalam bidang pendidikan merupakan pondasi yang sangat penting dalam membangun hubungan jangka panjang antarnegara. Adapun program German Academic Exchange Service menjadi salah satu instrumen utama pemerintah Jerman dalam membangun hubungan pendidikan dan riset dengan Indonesia. “Program ini merupakan mesin pertukaran people-to-people yang telah berjalan selama lebih dari satu abad dan menjadi fondasi hubungan akademik yang bermakna,” ujarnya. Ia memberikan contoh mengenai Presiden ke-3 Republik Indonesia, B. J. Habibie, sebagai bukti bahwa pengalaman belajar di Jerman dapat memberikan dampak besar, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi pembangunan bangsa. Menurutnya, sistem pendidikan tinggi Jerman terus membutuhkan energi baru melalui mobilitas mahasiswa dan peneliti. Karena itu, pemerintah Jerman secara konsisten berinvestasi dalam program pertukaran dan kerja sama universitas ke universitas. “Oleh karena itu kami akan terus mendukung kerja sama akademik dan riset dengan Indonesia, termasuk dengan UGM, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia,” ucapnya. Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., menyampaikan optimismenya terhadap keberlanjutan kerja sama UGM dengan universitas-universitas di Belanda dan Jerman, baik dalam bidang publikasi ilmiah, mobilitas mahasiswa, maupun pendanaan riset bersama. Ia menjelaskan bahwa UGM telah mencatat lebih dari 600 publikasi bersama dengan universitas di Belanda dan hampir 500 publikasi dengan perguruan tinggi di Jerman. Menurutnya, capaian tersebut merupakan investasi akademik yang sangat berharga bagi semua pihak. “Ini merupakan investasi yang sangat baik bagi UGM dan universitas-universitas di Eropa,” katanya. Ia menambahkan bahwa negara Belanda dan Jerman merupakan dua destinasi studi yang paling diminati oleh mahasiswa UGM. Oleh sebab itu, UGM berupaya mendorong penguatan kerja sama yang lebih konkret, termasuk dengan melalui skema joint funding yang tengah dibahas bersama mitra dari Jerman. Selain itu, UGM terus memperluas kemitraan dengan berbagai institusi di Belanda, termasuk Wageningen University & Research, serta melalui program Erasmus+ yang mendukung mobilitas mahasiswa dan dosen. “Mobilitas mahasiswa sangat penting, selain tentu manfaat dari berbagai proyek riset dan kerja sama profesional,” ujarnya. CEO Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Alfatika Aunuriella Dini, turut menyampaikan peluang kolaborasi dengan Belanda dan Jerman melalui program magang mahasiswa internasional, residensi seniman, serta pengembangan ekosistem inovasi yang melibatkan industri dan investor. “GIK merupakan pusat kreativitas dan inovasi baru yang dibangun UGM untuk mempertemukan industri, inkubator, akselerator, dan modal ventura dalam mempercepat lahirnya inovasi,” ungkapnya. Menurutnya kerja sama ini tidak hanya dapat dikembangkan di bidang riset, tetapi juga terdapat peluang dalam kerja sama seni dan budaya. Ia menuturkan bahwa GIK UGM memiliki galeri seni serta ekosistem inovasi yang dapat menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa, seniman, dan pelaku industri dari berbagai negara. “Kami berharap dapat menerima lebih banyak mahasiswa internasional untuk magang di salah satu pusat kreativitas dan inovasi terbesar di kawasan ini,” katanya. Penulis : Cyntia Noviana Editor : Gusti Grehenson Foto : Donnie

Selengkapnya

BLC FH UGM dan RRI Pro 2 Jogja Dorong Literasi Legalitas UMKM melalui Siaran Penyuluhan Hukum Berbasis SDGs

Rabu (6/5/2026), Business Law Community (BLC) Fakultas Hukum UGM bekerja sama dengan RRI 2 Pro Jogja menyelenggarakan Siaran Penyuluhan Hukum bertajuk “UMKM Naik Kelas: Usaha Sah, Peluang Usaha Meluas” sebagai bentuk realisasi Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum UGM. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi hukum masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta terkait pentingnya legalitas usaha dalam mendorong keberlanjutan dan daya saing bisnis. Program siaran ini menghadirkan dua narasumber dari Fakultas Hukum UGM. Skolastika Probo Citaningrum, S.H., LL.M., alumnus Pascasarjana, dan Afanin Fariq Fajriya, selaku mahasiswa aktif. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pertumbuhan UMKM di Yogyakarta yang belum sepenuhnya diiringi dengan pemahaman terkait legalitas usaha. Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset DIY, jumlah UMKM di Yogyakarta terus mengalami peningkatan signifikan selama beberapa tahun terakhir, terutama pada sektor kuliner, ekonomi kreatif, perdagangan, dan jasa. Namun demikian, sebagian besar UMKM masih berada pada level mikro dan menghadapi tantangan dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Dalam siaran tersebut dibahas berbagai persoalan yang sering dihadapi pelaku UMKM, mulai dari minimnya pemahaman mengenai Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hingga akses terhadap pembiayaan dan peluang ekspor. Selain itu, narasumber juga menjelaskan transformasi sistem legalitas usaha melalui mekanisme Online Single Submission (OSS) yang saat ini dirancang untuk mempermudah pelaku usaha memperoleh legalitas secara cepat, mudah, dan tanpa biaya. Siaran ini juga mengangkat sejumlah studi kasus nyata yang menunjukkan risiko usaha tanpa legalitas. Salah satunya adalah kasus pelaku usaha frozen food di Sampit yang dijatuhi sanksi pidana akibat tidak memiliki izin edar dan label produk yang sesuai ketentuan. Selain itu, dibahas pula kasus UMKM keripik singkong di Malang yang gagal mengekspor produk ke Malaysia karena tidak memiliki Nomor Induk Berusaha. Kedua kasus tersebut menjadi gambaran konkret bahwa legalitas usaha tidak hanya berfungsi sebagai syarat administratif, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan hukum dan pintu masuk menuju pasar yang lebih luas. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pemahaman bahwa legalitas usaha memiliki manfaat strategis bagi keberlanjutan bisnis UMKM. Legalitas memberikan perlindungan hukum terhadap pelaku usaha, meningkatkan kepercayaan konsumen, mempermudah akses pembiayaan dari lembaga keuangan, serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Di sisi lain, legalitas juga membantu UMKM memperoleh akses terhadap program pemerintah, termasuk pendampingan usaha, bantuan pembiayaan, dan fasilitasi pengembangan pasar. Diskusi interaktif selama siaran berlangsung menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap isu legalitas usaha. Banyak pelaku UMKM yang menyampaikan pertanyaan mengenai proses pembuatan NIB, perlindungan merek dagang, hingga prosedur sertifikasi halal dan izin edar. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap edukasi hukum bisnis masih sangat besar, khususnya di tengah pertumbuhan ekonomi kreatif dan transformasi digital yang semakin pesat. Kegiatan penyuluhan hukum ini juga memiliki relevansi yang kuat terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, kegiatan ini mendukung SDG 8 mengenai Decent Work and Economic Growth melalui penguatan kapasitas UMKM agar mampu tumbuh secara berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja yang layak. Kedua, program ini mendukung SDG 9 mengenai Industry, Innovation, and Infrastructure melalui dorongan transformasi UMKM menuju sistem usaha yang lebih modern, legal, dan berbasis digital. Ketiga, kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 16 mengenai Peace, Justice, and Strong Institutions karena mendorong peningkatan kesadaran hukum, kepastian hukum, serta akses masyarakat terhadap sistem regulasi yang inklusif. Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, media publik, dan komunitas UMKM dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan. RRI 2 Pro Jogja sebagai media publik memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi edukatif yang mudah diakses masyarakat luas. Sementara itu, FH UGM melalui BLC berupaya menghadirkan pengabdian masyarakat berbasis akademik yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui siaran ini, diharapkan pelaku UMKM di Yogyakarta semakin memahami bahwa legalitas bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi penting untuk meningkatkan daya saing usaha, memperluas pasar, dan memperkuat perlindungan hukum. Dengan meningkatnya kesadaran terhadap legalitas usaha, UMKM diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan dan menjadi salah satu pilar utama pembangunan ekonomi daerah maupun nasional. Penulis: Maytri Gestart Ignatius (BLC)

Selengkapnya

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi UGM Selenggarakan Workshop Intensif MGMP Biologi SMA Kabupaten Sleman

Fakultas Biologi UGM bermitra dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi SMA Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk “Workshop Intensif MGMP Biologi SMA: Pendalaman Materi Esensial, Strategi Penyampaian Topik Kompleks dan Praktikum Terintegrasi untuk Mewujudkan Pendidikan Berkualitas (SDG 4)” melalui skema Hibah Pengadian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2025. Acara yang digelar di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM pada hari Kamis, 16 April 2026 mulai pukul 13.00 WIB ini merupakan pembukaan dari rangkaian kegiatan yang akan berlangsung hingga bulan November 2026. Kegiatan dihadiri oleh 27 peserta dari 40 guru yang diundang (67,5%) yang merupakan perwakilan dari berbagai kapanewon se-Sleman. [metaslider id="57895"] Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pendalaman materi esensial dan topik kompleks dalam mata pelajaran Biologi, terutama tema Genetika dan Fisiologi Manusia. Selain itu nantinya akan dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan praktik biologi sel dan molekuler serta teknik preparasi dan analisis sampel darah yang diintegrasikan dengan topik pendalaman materi/teori. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang menjadi narasumber dalam kegiatan workshop ini adalah: Prof. Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M.Sc., Dr. Laksmindra Fitria, S.Si., M.Si., dan Indra Lesmana, S,Si., M.Sc. Tim juga melibatkan anggota dari komponen mahasiswa mulai dari Program Sarjana, Magister, hingga Doktoral, yang akan membantu dalam pelaksanaan praktikum, yaitu: Khilda Aquilatin Nada, Audrey Azalia Jovita, Elisabet Lintang Permata, Nafisa Qotrunnada Arif, Alifa Tafrinjiyah, Angeline Steffany Sirami, S,Si., dan Firdaus, S.Pd., M.Sc. Acara dibuka oleh Ketua Tim PkM Fakultas biologi UGM yaitu Prof. Niken, dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua MGMP Biologi SMA Kabupaten Sleman yaitu Ibu Persita Pupung Hariadi, S.Pd., M.Pd. Acara dilanjutkan dengan pematerian oleh Prof. Niken tentang prinsip dasar genetika sel dan molekuler. Antusiasme peserta tercermin dari banyaknya pertanyaan yang diajukan sehingga membangun diskusi yang interaktif. Acara berikutnya adalah pembahasan terkait agenda kegiatan selanjutnya yang direncanakan akan diselenggarakan di sekolah secara bergiliran, Selain itu dibahas pula mengenai aktivitas pendampingan olimpiade, praktikum, penelitian, dan kegiatan lain untuk diterapkan oleh para guru kepada siswanya masing-masing sebagai bentuk tindak lanjut kolaborasi antara kedua belah pihak. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan workshop ini bagi Fakultas Biologi UGM sebagai lembaga pendidikan tinggi adalah menjadi wadah diseminasi dan hilirisasi keilmuan yang memastikan perkembangan ilmu tidak hanya berhenti di laboratorium. Selain itu, kegiatan ini menunjukkan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Sustainable Development Goal yaitu mewujudkan kontribusi nyata terhadap pendidikan berkualitas (SDG 4) dengan meningkatkan kompetensi tenaga pendidik di garda terdepan. Dengan membekali guru metode pengajaran yang menekankan Critical Thinking dan Higher Order Thinking Skills (HOTS), Fakultas Biologi UGM secara tidak langsung mempersiapkan siswa SMA sebagai input calon mahasiswa yang memiliki fondasi sains dan semangat riset yang kuat. Di sisi lain, bagi pihak MGMP Biologi SMA Kabupaten Sleman, kegiatan ini bermanfaat untuk memberikan nilai tambah yang signifikan bagi profesionalisme guru dan kualitas pembelajaran di kelas, melalui Pembaruan Kompetensi Konten (Content Knowledge). Guru mendapatkan pendalaman materi esensial (Fisiologi) dan topik kompleks (Dogma Sentral dan Ekspresi Gen) yang seringkali sulit dijelaskan karena keterbatasan referensi visual dan teknis di sekolah. Selain itu para guru memperoleh Peningkatan Keterampilan Teknis (Pedagogical Content Knowledge) melalui praktikum di laboratorium. Guru akan memperoleh pengalaman praktik secara langsung sehingga memberikan rasa percaya diri sebagai pengajar dan pendidik untuk membimbing para siswa dalam kegiatan praktikum serupa atau menjelaskan aplikasi klinis biologi secara lebih konkret.

Selengkapnya

DTETI UGM Gelar Sosialisasi dan Pelatihan PLTS bagi Warga Terban

Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bagi warga binaan Desa Terban, Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari program hibah KONEKSI bertajuk reNEWable Energy for Remote Island Sustainability and Economic LivElihoodS (NEWER-ISLES). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan dalam pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas, khususnya untuk mendukung keberlanjutan dan kemandirian energi di wilayah terpencil. Pelatihan dilaksanakan dalam beberapa sesi sejak Rabu (8/4) lalu hingga Sabtu (18/4), yang dibagi ke dalam enam kelompok warga. Nantinya, kegiatan khusus bersama Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak akan dijadwalkan pada Selasa (21/4) mendatang, bertempat di Ruang Sidang Laboratorium Teknik Tenaga Listrik (TTL) DTETI UGM. Materi pelatihan yang diberikan meliputi pengenalan dasar energi terbarukan, penggunaan teknologi pembuat es berbasis energi surya, penyampaian materi melalui media visual dan video, serta praktik langsung pengoperasian alat. Melalui pendekatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman praktis dalam memanfaatkan teknologi energi terbarukan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen DTETI UGM dalam mendorong pemanfaatan energi bersih yang inklusif dan berbasis masyarakat. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat mengembangkan keterampilan baru yang tidak hanya mendukung kebutuhan energi sehari-hari, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. (RAS)

Selengkapnya

Halal Bi Halal Kamipagama, Memperkuat Sinergi Alumni dan FMIPA UGM dalam Penyelesaian Isu-isu Nasional

Kegiatan Halal Bi Halal (HBH) Keluarga Alumni FMIPA UGM (KAMIPAGAMA) ini merupakan agenda rutin tahunan dari Kamipagama untuk memperkuat sinergi antar alumni dari berbagai angkatan. Pada tahun 2026 ini, acara HBH dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026 di Karinda Cafe and Resto, Jakarta. Kegiatan HBH tahun 2026 ini dihadiri lebih dari 80 alumni FMIPA yang tersebar dari berbagai angkatan, mulai dari alumni angkatan 1964 sampai dengan alumni angkatan 2021. Kegiatan ini sekaligus merupakan HBH dengan jumlah peserta terbanyak dan sebaran angkatan yang paling lengkap dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam sambutannya, Ketua Kamipagama, Daniel Oscar Baskoro, memaparkan berbagai kegiatan dan capaian dari Kamipagama selama periode kepengurusan dari tahun 2021 hingga tahun 2026 ini.  Testimoni dari beberapa mahasiswa yang menerima bantuan beasiswa dari alumni melalui program BAKPHIA juga disampaikan dalam bentuk video yang sekaligus sebagai laporan kepada para alumni yang telah menyisihkan sebagian dananya untuk membantu biaya dari para mahasiswa yang memiliki kendala dari sisi ekonomi dalam studinya. Selain itu, pada acara ini seperti biasa, Dekan FMIPA UGM selaku representasi dari Fakultas MIPA memberikan sharing berupa update informasi tentang perkembangan Fakultas MIPA saat ini dan beberapa agenda yang perlu mendapatkan dukungan dari Alumni sebagai salah satu pemangku kepentingan dari Fakultas. Beberapa kontribusi FMIPA untuk mendukung penyelesaian isu-isu nasional dari sisi scientific, seperti pengembangan berbagai teknologi untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), dan beberapa program lainnya dijelaskan dengan cukup detil kepada para alumni, yang sekaligus sebagai ajakan kepada Alumni untuk ikut berkontribusi dan mendukung kegiatan tersebut. Kegiatan diakhiri dengan silaturahmi dan ramah tamah agar lebih guyub, rukun, dan migunani. Penulis: Fajar Adi Kusumo Editor: Inna Mutifah Fotografer: Muhamad Muhibudin Zayn Tags:SDGs SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Selengkapnya

Kegiatan Perpustakaan Fakultas Biologi : Perkenalan Mahasiswa Volunteer baru 2026 dan Pengenalan Program Kerja Perpustakaan dalam Mewujudkan Ekosistem Pendidikan Berkualitas (SDG 4)

Selasa (6/4/2026) Perpustakaan Fakultas Biologi menyelenggarakan kegiatan first gathering serta pengenalan mahasiswa volunteer baru yang diikuti oleh seluruh SDM perpustakaan baik dari pustakawan maupun seluruh anggota mahasiswa volunteers. Kegiatan ini menjadi momentum ramah tamah pasca libur lebaran dan cuti bersama ASN 2026, selain itu juga kegitan ini untuk mempererat hubungan antara pengelola perpustakaan dengan para mahasiswa volunteers sahabat perpustakaan yang akan bersinergi dalam program kegiatan bersama dalam mewujudkan ekosistem pendidikan berkualitas di tahun akademik 2026/2027 ini. [metaslider id="57494"] Acara first gathering yang diadakan di ruang komputer perpustakaan ini diawali dipandu oleh MC-mhs volunteer Wahyu Febriani, S.Si. dengan gaya bicara penuh komunikatif dan bersemangat membuat suasana kegiatan ini semakin meriah dan berkesan mendalam bagi seluruh peserta. Kegiatan ini sebelumnya diisi dengan acara makan siang bersama untuk menciptakan ruang interaksi yang santai dan akrab antar peserta. Memasuki acara inti diawali dengan sambutan disampaikan oleh Bapak Drs. Ignatius Sudaryadi, M.Kes selaku penanggungjawab perpustakaan 2026. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran volunteer sebagai bagian penting dari pengembangan program kegiatan perpustakaan sejalan dengan visi misi fakultas. Kehadiran volunteer mampu mengisi celah-celah layanan yang belum optimal menjadi semakin sempurna dan bermakna baik layanan untuk internal maupun eksternal perpustakaan. Mahasiswa volunteers sahabat perputakaan ini telah memberikan energi baru, ide kreatif, serta membantu meningkatkan kualitas pelayanan kepada sivitas akademika utamanya untuk program kegiatan manajemen sitasi literasi, bedah buku karya dosen biologi, pengabdian masyarakat PkM), anjangsana/studi tiru, serta kegiatan lain dalam kerjasama dengan lembaga/institusi mitra Fakultas. Kemudian dilanjutkan dengan sesi perkenalan profil Perpustakaan Biologi yang mencakup informasi mengenai kegiatan layanan, program kerjasama, serta perkenalan seluruh SDM kepada mahasiswa volunteer baru. Sesi ini tentunya juga memperkenalkan empat volunteer baru yakni Anis Fauzia, Desti Liani, Nur Azizah, dan Faqih Ainun Lubab. Proses perkenalan dipandu langsung oleh pembimbing Volunteer Perpustakaan Ibu Rusna, yang juga memberikan arahan serta motivasi kepada para volunteer agar dapat menjalankan tugas dengan penuh semangat dan dedikasi. Sesi lanjutan yakni para mahasiswa volunteer bersama-sama melakukan sesi diskusi singkat mengenai program kerja dan kegiatan yang akan berlangsung selama periode tahun ini.  Melalui kegiatan first gathering ini, diharapkan seluruh SDM perpustakaan dapat saling terhubung dan bersinergi layaknya ‘enzim’ yang mempercepat setiap proses dalam pelayanan dan pengembangan perpustakaan. Dengan semangat kebersamaan, kolaborasi, dan energi positif yang terbangun, perpustakaan diharapkan mampu terus berkembang, menghadirkan inovasi, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi sivitas akademika guna mewujudkan ekosistem pendidikan yang berkualitas di Fakultas Biologi UGM ini.”. Salam literasi ~