BERITA

Cerita Berdampak

Kisah nyata dan inspiratif kegiatan kemanusiaan telah mengubah kehidupan individu, komunitas & lingkungan

Lanjut Baca

UGM Bergerak Cepat Tangani Banjir di Pati, DERU DPkM dan Mahasiswa KKN-PPM Turun ke Lapangan

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggerakkan Disaster Responses Unit (DERU) bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) unit JT-159 untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga yang terdampak banjir di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah (16/1). Inisiatif ini merupakan bagian dari program UGM Peduli Bencana Banjir Jawa Tengah 2026, yang mencerminkan komitmen universitas terhadap tanggung jawab sosial dan dukungan kepada masyarakat di saat bencana. Penyaluran bantuan dilakukan di salah satu posko desa yang terdampak banjir, kebutuhan logistik dasar disalurkan, termasuk bahan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan darurat lainnya yang diperlukan oleh warga selama masa tanggap darurat. Tim DERU berkoordinasi dengan pejabat pemerintah setempat, relawan komunitas, TNI, Polri, dan lembaga penanganan bencana untuk memastikan bantuan tersalurkan secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dr. Djoko Santosa, Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat yang mengelola DERU UGM, menekankan bahwa kehadiran UGM di lokasi bencana adalah manifestasi nyata dari komitmen universitas terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. "UGM berusaha untuk hadir tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang merasakan dan membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,"ungkapnya. Kepala Desa Kedung Pancing, Didik Narwadi, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian UGM terhadap warganya di tengah masa sulit ini. Ia menjelaskan bahwa banjir mulai melanda wilayahnya sejak Sabtu lalu dan berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. "Saya dan seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Saat ini hampir 197 rumah terendam banjir dengan sekitar 750 jiwa terdampak. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi warga kami yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan tidak bisa melaut karena debit air yang terus meningkat serta arus yang deras," terang Didik. Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Dewi Riani, Ketua Tim Relawan Desa Tluwah. Ia memaparkan kondisi terkini banjir di desanya yang masih cukup memprihatinkan, dengan 362 rumah terdampak, 392 Kepala Keluarga, dan total 1.083 jiwa, dengan ketinggian air berkisar antara 5 hingga 145 sentimeter. "Kebutuhan utama warga saat ini adalah sembako dan kebutuhan sehari-hari. Idealnya kami membuka dapur umum, namun karena kondisi belum memungkinkan, sementara ini dapur umum baru tersedia di tingkat kecamatan. Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan, termasuk dari UGM. Semoga membawa berkah bagi warga kami," jelas Dewi. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena sejumlah program kerja mahasiswa KKN-PPM belum dapat berjalan optimal akibat situasi darurat bencana. Selain menyalurkan bantuan berupa bahan makanan, obat-obatan, dan perlengkapan pendukung evakuasi, mahasiswa KKN-PPM UGM juga terlibat langsung dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Mereka membantu proses evakuasi warga, pendistribusian logistik, serta pendampingan masyarakat di posko-posko siaga bencana. Muhammad Reza Oktavian, Koordinator Mahasiswa Subunit Kedungpancing, mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. "Kami sangat berterima kasih kepada UGM atas dukungan yang diberikan. Selama banjir, kami membantu evakuasi, penyaluran makanan, obat-obatan, dan logistik lainnya. Dari peristiwa ini, kami belajar tentang pentingnya rasa syukur, kerja sama, serta saling tolong-menolong dalam menghadapi situasi sulit," ujarnya. Sementara itu, Dimas Satria Utama, Koordinator Mahasiswa Subunit Desa Tluwah, menjelaskan bahwa sejak banjir melanda pada Minggu lalu, mahasiswa telah aktif berada di posko untuk membantu warga. "Kami membantu penyaluran bantuan ke RT 2 Desa Tluwah, termasuk donasi dari alumni SMP dan Badan Amil Zakat. Selain itu, kami juga melakukan pendampingan masyarakat dan pembentukan posko siaga bencana," jelasnya. Dimas menambahkan, pengalaman menghadapi banjir menjadi pembelajaran berharga bagi mahasiswa. "Kami belajar tentang solidaritas dan kerja sama, baik dengan warga maupun relawan, dalam proses evakuasi dan penanganan banjir. Ini juga menjadi pengalaman pertama bagi kami, sehingga ke depan kami lebih siap dan dapat mendorong upaya-upaya preventif," ungkapnya. Koordinator Mahasiswa Unit Desa Tluwah, Lara Daniswara, turut menambahkan bahwa banjir menjadi pengalaman baru yang membuka wawasan bagi mahasiswa. "Kami sempat kaget karena unit kami belum pernah mengalami banjir. Namun dari sini kami belajar dari masyarakat bagaimana cara menanggulangi bencana, tetap tenang, serta memahami kebutuhan warga," tuturnya. Prof. Ir. Nanung Agus Fitriyanto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM, selaku Kepala Sub Direktorat Pengelolaan KKN-PPM UGM, menyampaikan bahwa bencana tidak dapat dipahami semata sebagai angka dan data. Menurutnya, di balik setiap laporan terdapat keluarga yang kehilangan rasa aman dan aktivitas harian masyarakat yang terhenti. “Kehadiran mahasiswa KKN-PPM di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga menghadirkan empati, kepedulian, dan semangat kebersamaan bagi warga terdampak sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat,”pungkasnya. Penulis/Editor: DnHalimah&Ainun/Dn Halimah, Sumber/Foto: Tim Humas DPkM UGM

Lanjut Baca

 UGM Bersama KLUB Wujudkan Kebermanfaatan akan Masyarakat Luas Melalui Penyerahan Donasi Kegiatan UUCR 2025 

UGM bersama KAGAMA Lari untuk Berbagi (KLUB) melaksanakan penyerahan dana donasi sebesar Rp500.202.576,00 yang terhimpun melalui kegiatan UGM Ultra 76K Charity Run (UUCR) 2025 dalam rangka Dies Natalis Ke-76 UGM Tahun 2025. Kegiatan penyerahan dana berlangsung pada Kamis (22/01) di Ruang Sidang Pimpinan, Gedung Pusat UGM, dan dihadiri oleh 12 peserta. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, serta Budi Susilo selaku Ketua Panitia UUCR 2025. Dalam pemaparannya, Budi Susilo menjelaskan bahwa UUCR 2025 diikuti oleh 287 pelari dengan keterlibatan peserta dari berbagai latar belakang. Kegiatan yang dipersiapkan selama tiga bulan ini berhasil menghimpun dana donasi yang dialokasikan untuk berbagai program, antara lain bantuan beasiswa bagi mahasiswa terdampak bencana, program beasiswa reguler UGM, serta dana abadi UGM. Ia berharap pada pelaksanaan kegiatan selanjutnya, jumlah donasi dapat meningkat hingga mencapai target Rp1 miliar, seiring dengan peningkatan profesionalisme penyelenggaraan acara dan strategi penggalangan peserta serta donasi. “Diharapkan ke depan acara bisa lebih profesional dan terus di-improve. Meskipun pendaftarannya bersifat internal, upaya teman-teman dalam mengumpulkan peserta perlu diapresiasi dan terus ditingkatkan,” ujarnya. Apresiasi terhadap kegiatan ini disampaikan oleh Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si. Ia menegaskan bahwa KLUB merupakan komunitas alumni yang secara konsisten berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan sehingga UGM berkomitmen untuk terus mendukung berbagai inisiatif yang dilakukan oleh KLUB. Menurutnya, komunitas lari tidak hanya menjadi wadah aktivitas olahraga, tetapi juga ruang ekspresi, kolaborasi, dan inovasi yang dapat terus dikembangkan untuk memberikan dampak yang lebih luas. “Dalam komunitas lari ada banyak ekspresi yang bisa dikembangkan. Ke depan komunitas ini akan terus tumbuh, dan tentu masih banyak hal yang dapat diperbaiki dan ditingkatkan,” pungkasnya. Kegiatan penyerahan dana ini ditutup dengan sesi foto bersama serta diskusi terkait evaluasi dan rencana pengembangan kegiatan KLUB ke depan. Melalui kegiatan ini, UGM dan KLUB menegaskan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung penguatan kualitas pendidikan serta keberlanjutan program beasiswa bagi mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan, melalui sinergi antara universitas dan KLUB dalam mendorong kebermanfaatan bagi masyarakat.   [Kantor Alumni: Hansel, Foto: Nandik]

Selengkapnya

Kembangkan Alat Deteksi Cepat untuk Keamanan dan Keaslian Pangan, Dosen UGM Raih Penghargaan Internasional Hitachi Award

Persoalan keamanan dan keaslian pangan saat ini menjadi persoalan yang sering kita temukan di tengah masyarakat. Seperti kasus keracunan siswa yang menyantap menu program Makanan Bergizi Gratis di sekolah kerap terjadi. Belum lagi banyak konsumen yang merasa dirugikan karena membeli produk pangan palsu yang beredar di pasaran maupun di e-commerce. Tidak banyak alat yang mampu mendeteksi tingkat keamanan dan keaslian pangan dalam waktu cepat. Umumnya sampel produk pangan yang akan diuji tingkat keamanan dan keasliannya memerlukan waktu uji laboratorium berhari-hari. Di tangan dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc., berhasil mengembangkan alat deteksi cepat tingkat keamanan, keaslian dan kualitas pangan dalam waktu cepat. Melalui riset “Green Analytical Method for Rapid Assessment of Food Safety, Authenticity, and Functional Quality in Diverse Food Systems,” Widiastuti mengembangkan metode analisis kimia inovatif yang mampu mengevaluasi keamanan pangan, keaslian produk, dan kualitas fungsional secara cepat dalam hitungan menit, bahkan detik dengan penggunaan bahan kimia yang sangat minimal atau bahkan tanpa bahan kimia sama sekali. Pendekatan ini menjadi terobosan penting sebagai alternatif metode konvensional yang umumnya memerlukan waktu analisis panjang hingga berhari-hari serta bergantung pada bahan kimia berbahaya yang berdampak negatif bagi lingkungan. Widi, demikian ia akrab disapa, menyampaikan Inovasi yang dikembangkan berfokus pada tiga pilar utama, yaitu food safety (keamanan pangan), authenticity (keaslian pangan), dan functional quality (kualitas fungsional). Pendekatan ini dinilai relevan untuk menjawab tantangan pengawasan pangan modern yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan keberlanjutan. Selain cepat dan akurat, metode yang dikembangkan juga ramah lingkungan. Widi menerapkan teknik ekstraksi tingkat lanjut seperti ultrasound-assisted extraction dan microwave-assisted extraction, yang membutuhkan pelarut dalam jumlah jauh lebih sedikit. “Metode ini lebih cepat dan menggunakan solvent lebih minimal, sehingga lebih ramah lingkungan. Karena itulah disebut green analytical method,” jelasnya saat diwawancarai pada kamis (21/1).  Proses analisis dan kuantifikasi juga dipercepat dengan pemanfaatan metode spektroskopi, yaitu teknik analisis yang memanfaatkan interaksi radiasi elektromagnetik dengan materi untuk mengkaji sifat kimia dan fisika suatu senyawa. Dibandingkan metode kromatografi konvensional, spektroskopi memungkinkan analisis dilakukan tanpa tahap ekstraksi yang panjang, bahkan dalam beberapa kasus bersifat non-destruktif terhadap sampel. Meski demikian, Widi tetap mengembangkan metode kromatografi berkecepatan tinggi sebagai pembanding dan pelengkap. Pada kromatografi konvensional, proses analisis umumnya memerlukan waktu yang relatif lama. “Pada kromatografi konvensional, analisis bisa memakan waktu yang lama. Namun dengan Ultrahigh Performance Liquid Chromatography (UPLC), waktu analisis dapat dipangkas dari sekitar 30 menit menjadi hanya 3 menit,” jelasnya. Lebih lanjut, metode yang dikembangkan tidak hanya mampu mengidentifikasi dan mengkuantifikasi senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga mendeteksi berbagai senyawa berbahaya, seperti mikotoksin—termasuk aflatoksin dan okratoksin—serta NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) yang berpotensi disalahgunakan dalam produk pangan. Melalui pengembangan ini, Widiastuti berharap metode yang dihasilkan dapat diadopsi oleh BPOM dan institusi terkait guna memperkuat sistem pengawasan keamanan pangan nasional. Selain aspek keamanan, riset ini juga mencakup evaluasi kualitas fungsional pangan, seperti potensi antidiabetes dan antidepresan, pada berbagai sistem pangan. Sejumlah riset yang telah ia lakukan meliputi pengujian aktivitas antidepresan pada edible flowers yang didukung hibah L’Oréal, pengujian senyawa antidiabetes pada bunga rosella melalui hibah Kalbe.  “Dalam proposal untuk Hitachi, saya mengusung konsep diverse food systems, artinya tidak terbatas pada satu jenis pangan. Edible flowers yang saya teliti juga sangat beragam, mulai dari bunga pisang, rosella, kecombrang, senggani, turi, hingga safflower,” jelasnya. Menariknya, Widiastuti juga telah mengembangkan aplikasi berbasis web untuk analisis makroalga dan kakao. Melalui platform ini, laboratorium yang memiliki data spektroskopi dapat langsung mengunggah data mereka untuk memperoleh hasil analisis berupa interpretasi kualitas sampel secara cepat dan akurat. Aplikasi ini dirancang agar dapat diakses secara global dan digunakan secara gratis. Menurut penuturannya, ia juga mengembangkan metode analisis yang dapat membedakan produk kopi dari luwak liar maupun yang sengaja ditangkar, serta metode deteksi adulterasi kokoa untuk dapat melihat apakah bubuknya murni/asli atau tidak, serta mengetahui makroalga jenis apa dan dari daerah Indonesia di bagian mana.   Tak hanya pada bahan baku, metode analisis yang dikembangkannya juga diaplikasikan pada produk pangan olahan, seperti penentuan kandungan resveratrol, senyawa antioksidan, pada kue kering dan selai. Hal ini menegaskan bahwa pendekatan diverse food systems mencakup seluruh rantai pangan, dari bahan mentah hingga produk akhir. Ke depan, Widiastuti berharap hasil risetnya dapat diadopsi secara luas oleh industri, laboratorium pemerintah, kementerian terkait, Bea Cukai, serta BPOM, sekaligus berkontribusi dalam perumusan kebijakan dan regulasi keamanan pangan berbasis data ilmiah. “Harapannya, riset saya tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. Penulis : Leony Editor : Gusti Grehenson

Selengkapnya

Satu Rasa, Satu Keluarga: Tanda Kasih Radiologi UGM untuk Saudara di Sumatera

YOGYAKARTA – Musibah banjir yang melanda beberapa wilayah di Sumatera beberapa waktu lalu turut dirasakan kepedihannya oleh keluarga besar Departemen Radiologi FK-KMK UGM. Bencana ini tidak hanya berdampak pada masyarakat umum di sana, namun juga menimpa keluarga dari beberapa rekan Peserta Program Dokter Spesialis (PPDS) Radiologi. Merespons kondisi tersebut, rasa empati segera terwujud menjadi aksi nyata. Segenap civitas akademika, mulai dari staf pengajar, tenaga kependidikan, alumni, hingga sesama residen, bahu-membahu menggalang donasi untuk meringankan beban rekan sejawat. Penyerahan tali asih tersebut dilangsungkan di Ruang Pertemuan Departemen Radiologi FK-KMK UGM, dimana Kepala Departemen Radiologi FK-KMK UGM, dr. Yana Supriatna, Ph.D, Sp.Rad., Subsp. RI (K), menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan residen yang terdampak. Momen kebersamaan ini menjadi pengingat hangat bahwa pendidikan spesialis bukan hanya perjalanan akademik menuntut ilmu, melainkan juga tentang membangun ikatan persaudaraan yang kokoh. Upaya gotong royong ini secara esensial selaras dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs). Bantuan yang diberikan diharapkan turut berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan dasar pasca-bencana, sejalan dengan cita-cita tanpa kelaparan (SDGs 2), terjaminnya air bersih dan sanitasi (SDGs 6), kehidupan yang sehat dan sejahtera (SDGs 3), serta dukungan terhadap kota dan pemukiman yang berkelanjutan (SDGs 11). Bantuan yang disalurkan diharapkan tidak semata dinilai dari nominalnya, tetapi dimaknai sebagai pesan moral bahwa tidak ada residen yang berjalan sendirian saat menghadapi masa sulit. Dukungan psikososial dari "rumah kedua" di departemen ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan (resiliensi) rekan sejawat dan keluarganya, sehingga dapat segera bangkit dan beraktivitas kembali secara optimal. Semoga tali asih ini dapat sedikit meringankan beban keluarga di Sumatera dan semakin mempererat rasa kekeluargaan di lingkungan Radiologi FK-KMK UGM. (PL,MY)

Selengkapnya

78 Tahun FKG UGM ‘Meretas’ Air Hujan Menjadi Air Minum, Dorong Kampus Hijau Ramah Lingkungan

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) menandai Dies Natalis ke-78 dengan langkah yang melampaui seremoni akademik. Pada perayaan tahun ini, FKG UGM meluncurkan sistem panen air hujan yang diolah menjadi air layak konsumsi, sebuah inovasi yang menggabungkan sains kesehatan, teknologi lingkungan, dan komitmen keberlanjutan kampus. Peresmian dilakukan dalam rangkaian pembukaan Dies Natalis yang dihadiri Wakil Rektor UGM Bidang Perencanaan, Aset & Sistem Informasi Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., Dekan FKG UGM Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia (SDM)FKG UGM  drg. Margareta Rinastiti, M.Kes., Sp.KG. Subsp.KR(K)., Ph.D, sivitas akademika FKG UGM, mitra industri, serta perwakilan fakultas kluster kesehatan UGM. Dalam sambutannya, Dekan FKG UGM menegaskan bahwa usia 78 tahun bukan sekadar penanda historis, melainkan momentum refleksi atas peran fakultas dalam menjawab tantangan masa depan, khususnya krisis lingkungan dan efisiensi sumber daya air. DARI PENGELOLAAN SAMPAH KE PANEN AIR HUJAN FKG UGM sebelumnya dikenal sebagai salah satu fakultas yang konsisten mengelola sampah berbasis pemilahan dan daur ulang. Sampah anorganik seperti botol plastik dan kertas tidak hanya dipisahkan, tetapi juga dimanfaatkan untuk program donasi dan pengelolaan berkelanjutan. Tahun ini, pendekatan tersebut dikembangkan lebih jauh melalui pengelolaan air hujan. Air yang ditampung tidak langsung digunakan, melainkan melalui serangkaian proses teknologi: filtrasi, pengendapan, sterilisasi ultraviolet (UV), hingga reverse osmosis (RO). Hasil akhirnya adalah air dengan tingkat kemurnian tinggi yang aman untuk dikonsumsi serta berpotensi digunakan dalam kebutuhan klinik kedokteran gigi “Inovasi ini bukan sekadar memanen hujan lalu diminum. Ada tahapan ilmiah yang ketat agar air benar-benar steril dan aman,”, papar Dekan FKG UGM. “Keberadaan inovasi pemberdayaan air hujan ini, sebagai penanda komitmen terhadap inovasi serta keberlanjutan, hari ini juga kita kuatkan dengan agenda Peresmian Air Minum RO (Reverse Osmosis) dari air tadah hujan FKG UGM, sebagai langkah nyata menghadirkan kampus yang lebih sehat, adaptif, dan ramah lingkungan, ungkap Ketua Panitia Dies Natalis FKG UGM ke 78, Dr, drg. Bramasto Purbo Sejati, Sp.B.M.M., Subsp. T.M.T.M.J.(K), dalam sambutannya. Wakil Rektor UGM & Dekan FKG UGM mengamati instalasi air minum berbasis air hujan RELEVANSI MEDIS: AIR MURNI UNTUK PRAKTIK KEDOKTERAN GIGI Berbeda dari program lingkungan pada umumnya, sistem panen air hujan FKG UGM dirancang dengan orientasi medis. Air hasil RO memiliki konduktivitas listrik yang sangat rendah karena bebas dari partikel terlarut. Kondisi ini dinilai ideal untuk mendukung penggunaan alat-alat kedokteran gigi seperti bur dan ultrasonic scaler, karena dapat mengurangi risiko rasa ngilu pada pasien serta meningkatkan kenyamanan tindakan klinis Ke depan, fakultas berencana memanfaatkan menara penampungan air di area sekitar musala, Dental Learning Center, serta gedung OECF sebagai bagian dari sistem terpadu panen air hujan. JEJAK KARBON DAN BUDAYA INTROSPEKSI LINGKUNGAN Selain air, Dies Natalis ke-78 juga menjadi titik awal pengembangan penghitungan jejak karbon (carbon footprint) di lingkungan FKG UGM. Melalui indikator ini, setiap aktivitas sivitas akademika—mulai dari penggunaan kendaraan, listrik, hingga kebiasaan merokok akan dipetakan kontribusinya terhadap kerusakan lingkungan. Pendekatan ini bertujuan membangun budaya introspeksi kolektif. Fakultas berharap kesadaran lingkungan tidak berhenti pada slogan, tetapi terwujud dalam perubahan perilaku sehari-hari. APRESIASI UGM DAN HARAPAN REPLIKASI KE FAKULTAS LAIN Pimpinan universitas yang hadir menyebut FKG UGM sebagai contoh konkret bahwa inovasi lingkungan dapat lahir dari fakultas kesehatan, bukan hanya dari rumpun teknik atau sains murni. Inisiatif panen air hujan dan penghitungan jejak karbon dinilai berpotensi direplikasi oleh fakultas lain di UGM. “Acara besar tidak selalu identik dengan sampah berserakan. Apa yang dilakukan FKG UGM menunjukkan bahwa keberlanjutan bisa menjadi bagian dari budaya akademik,” ujar Wakil Rektor UGM Bidang Perencanaan, Aset & Sistem Informasi Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D. SIMBOL PERUBAHAN DI USIA 78 TAHUN Perayaan Dies Natalis ditutup dengan simbolisasi minum air hasil olahan hujan oleh pimpinan universitas dan fakultas. Aksi tersebut menegaskan pesan utama perayaan tahun ini: inovasi, keberanian ilmiah, dan tanggung jawab ekologis. Di usia ke-78, FKG UGM tidak hanya merayakan masa lalu sebagai salah satu cikal bakal UGM, tetapi juga menegaskan arah masa depan—menjadi institusi pendidikan kedokteran gigi yang unggul, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan global. (Reporter: Andri Wicaksono, Fotografi: Fajar Budi Harsakti)

Selengkapnya

Rayakan HPTT ke-80, FT UGM Perkuat Komitmen Lingkungan melalui Penanaman Pohon

Dalam semangat merayakan 80 tahun Hari Pendidikan Tinggi Teknik (HPTT), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) melaksanakan kegiatan peduli lingkungan melalui penanaman pohon di kawasan Taman Raya, pada Jumat, 9 Januari 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Senat, Dekan, Wakil Dekan, Kepala Departemen, Ketua HPTT, tenaga pendidik, serta mahasiswa FT UGM. Kawasan Taman Raya sendiri berlokasi di kawasan lereng selatan lingkar FT UGM. Dalam kegiatan tersebut, FT UGM menanam berbagai varietas tanaman sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan serta upaya mitigasi pemanasan global. Adapun tanaman yang ditanam meliputi pisang abaka (Musa textilis), tarum (Indigofera tinctoria), dan bambu petung (Dendrocalamus asper). Pisang abaka (Musa textilis) merupakan sumbangan dari Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada. Tanaman ini dikenal sebagai penghasil serat alami bernilai tinggi yang berpotensi mendukung pengembangan material ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta merupakan tanaman asli Filipina. Sementara itu, tarum (Indigofera tinctoria), yang disumbangkan oleh Prof. Edia Rahayu, merupakan tanaman penghasil pewarna alami indigo. Tanaman ini memiliki peran penting dalam pengembangan wastra Nusantara serta mendukung pertumbuhan industri kreatif berbasis bahan alam. Adapun bambu petung (Dendrocalamus asper), sumbangan dari Dr. Inggar Septhia, dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam penelitian bambu laminasi. Penelitian tersebut diarahkan untuk mengembangkan bambu petung sebagai material struktural alternatif yang kuat, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Tanaman-tanaman yang ditanam diproyeksikan akan mulai tumbuh dan berbuah dalam jangka waktu sekitar tiga bulan. Untuk mendukung pertumbuhan yang optimal, tanaman diberi pupuk KATRILI yang merupakan sumbangan dari Dr. Pri Utami. KATRILI merupakan booster cair berbahan dasar silika dari panas bumi yang bermanfaat untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan pupuk kandang, meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman, mengurangi bau pupuk kandang, serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Sementara itu, sumber air untuk pengairan tanaman berasal dari Selokan Mataram yang dialirkan menggunakan teknologi elevasi, mengingat posisi elevasi Selokan Mataram lebih rendah dibandingkan lokasi Taman Raya. Kegiatan penanaman pohon ini ditutup dengan doa yang mencerminkan harapan akan kebermanfaatan lingkungan, “Segeralah subur tanamanku, segeralah bermanfaat untuk lingkunganku,” penanda berakhirnya kegiatan penanaman pohon (9/1/2025). (Humas FT: Radaeva/ Dokumentasi: Opal)

Selengkapnya

Penyaluran Dana Bantuan dari Masjid Jogokariyan Untuk 18 Mahasiswa FIB UGM yang Terdampak Bencana Banjir Sumatera

Yogyakarta, 8 Januari 2025 - Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Masjid Jogokariyan untuk penyerahan donasi kepada 18 mahasiswa FIB UGM asal Sumatera yang terdampak bencana banjir. Penyerahan bantuan ini menjadi wujud kepedulian dan solidaritas berbagai elemen masyarakat terhadap mahasiswa yang terdampak langsung bencana alam. Kegiatan ini dihadiri oleh empat perwakilan mahasiswa terdampak bencana dari Sumatra, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Prof. Dr. Setiadi, M.Si., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, Dr. Mimi Savitri, M.A., Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Suray Agung Nugroho, S.S., M.A., Ph.D., Paksi Raras Alit selaku Ketua Kagama FIB, Alit Jevi Prabangkoro selaku  perwakilan seniman penggalangan dana Jogja Hanyengkuyung Sumatra, Muhammad Rizqi Rahim dan rekan-rekan, serta perwakilan dari Masjid Jogokariyan. Paksi Raras Alit menyampaikan bahwa pada Selasa, 23 Desember 2025, telah dilaksanakan kegiatan Jogja Hanyengkuyung Sumatra sebagai bentuk solidaritas para musisi, penggiat event, relawan, dan masyarakat Yogyakarta untuk membantu saudara-saudara di Sumatra yang terdampak bencana banjir. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kagama dan Kagama Care untuk pembangunan fasilitas MCK di wilayah terdampak, yang saat ini telah mulai berjalan. Penggalangan donasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Masjid Jogokariyan yang dikenal memiliki sistem pengelolaan dana yang transparan dan terpercaya, sehingga diharapkan bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran. Perwakilan relawan menyampaikan bahwa kehadiran mereka di FIB UGM juga menjadi momentum silaturahmi dan diharapkan dapat menjadi awal dari kerja sama lanjutan dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Sementara itu, perwakilan pengurus Masjid Jogokariyan menjelaskan bahwa pihaknya menerima amanah dari panitia Jogja Hanyengkuyung Sumatra serta rekomendasi dari Kagama FIB untuk menyalurkan bantuan kepada mahasiswa FIB UGM yang terdampak bencana di Sumatra. Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM, Prof. Dr. Setiadi, M.Si., menyampaikan bahwa FIB UGM sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi, khususnya yang berkaitan dengan pendampingan masyarakat dan kegiatan pengabdian. Ia juga menegaskan dukungannya terhadap sinergi antara perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan bersama. Donasi yang disalurkan oleh Masjid Jogokariyan kepada mahasiswa FIB UGM terdampak bencana Sumatra sebesar Rp3.000.000 per mahasiswa. Penyaluran donasi diberikan setiap bulan sekali, bantuan disalurkan melalui Fakultas Ilmu Budaya UGM Kegiatan penyaluran donasi ini tidak hanya bertujuan untuk meringankan beban ekonomi mahasiswa terdampak bencana, tetapi juga menjadi upaya menjaga keberlanjutan pendidikan serta memperkuat semangat gotong royong dan kemitraan lintas komunitas. Melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, komunitas keagamaan, seniman, relawan, dan alumni, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya dalam pengentasan dampak sosial pascabencana, pemenuhan akses pendidikan yang inklusif, serta penguatan kemitraan untuk pembangunan yang berkelanjutan. [Humas FIB UGM, Alma Syahwalani]

Selengkapnya

Perkuat Kerja Sama Riset dan Pengabdian, SV UGM Mendapat Hibah Dump Truck dari TID

Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Tempopress International Delivery (TID). Kerja sama ini disimbolkan dengan penandatanganan nota kesepahaman dan naskah perjanjian kerjasama oleh Dekan Sekolah Vokasi, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng., dan CEO PT TID, Rennie Wihardani SH, Msi., di Ruang 201 Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC), Selasa (9/12). Acara ini diakhiri dengan seremoni serah terima unit dump truck shacman F3000 dengan simbolis pemberian kunci dari CEO PT TID kepada Dekan Sekolah Vokasi UGM. Kesepakatan ini merupakan langkah awal dalam memperkuat kontribusi pendidikan vokasi terhadap pembangunan sektor industri di Indonesia. Agus Maryono menyampaikan bahwa melalui kerjasama ini mahasiswa bisa memperoleh manfaat dalam penggunaan fasilitas industri, peluang magang, serta akses pada lingkungan kerja profesional yang mendukung pengembangan kompetensi mereka. Sehingga akan menghasilkan lulusan unggul yang siap menghadapi dunia industri. “Kolaborasi dengan PT Tempopress International Delivery merupakan langkah strategis untuk memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman bagi mahasiswa kami,” ungkapnya. Ia juga mengucapkan apresiasi atas hibah yang diberikan oleh PT TID yaitu sebuah unit Dump Truck Shacman F3000. Fasilitas ini akan digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan terapan dan penelitian mahasiswa Sekolah Vokasi UGM. “Unit dump truck yang dihibahkan akan membuka ruang praktik yang lebih luas dan relevan, sehingga mahasiswa dapat memahami standar industri secara langsung,” tambahnya. CEO PT TID, Rennie Wihardani SH, Msi., juga mengungkapkan rasa bangga dan senang karena telah diterima dengan baik di Sekolah Vokasi UGM. Terlebih karena lulusan yang diberikan dari sarjana terapan UGM memiliki kualitas yang sangat memuaskan dalam berbagai aspek. Harapan besar kelanjutan penandatangan kerja sama ini turut diungkapkannya. “Kami berharap setelah ini akan ada proses research mendatang yang bisa dilakukan,” harapnya. Menanggapi harapan tersebut, Agus Maryono mengatakan terdapat dua hal yang bisa dilakukan untuk menindak lanjuti kesepakatan ini, yakni mendorong penelitian yang dilakukan oleh dosen serta mahasiswa dari berbagai permasalahan yang dialami oleh dunia industri. Selanjutnya, di bidang pengabdian masyarakat dengan mengkolaborasikan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki untuk keberlanjutan dalam kolaborasi yang dibangun kedua belah pihak. Penulis: Jesi Editor: Gusti Grehenson Foto: Firsto

Selengkapnya

Peduli Bencana Sumatra, KAFEGAMA-FEB UGM Gelar Konser Amal

Galang dana beasiswa sekaligus dana untuk kemanusian bagi korban bencana di Sumatra, Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) bersama FEB UGM menggelar Konser Amal. Konser amal berlangsung di Grand Pacific Hotel, Yogyakarta, Sabtu malam (6/12) menghadirkan Sheila on 7 dan Jikustik. Pada konser amal, ini KAFEGAMA menyerahkan donasi beasiswa sebesar Rp 250 juta ke FEB UGM. Secara simbolis, penyerahan dilakukan oleh Ketua Pengurus Pusat KAFEGAMA, Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., kepada Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA. Sementara upaya penggalangan lain untuk kemanusiaan yang dibuka sejak 1 Desember 2025 telah berhasil menghimpun Rp 525.800.000, dan penggalangan ini akan terus dibuka hingga 10 Desember 2025. Ketua Pengurus Pusat KAFEGAMA, Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., menjelaskan konser amal yang digelar KAFEGAMA dan FEB UGM menjadi seruan untuk berempati dan bertindak nyata membantu masyarakat yang tertimpa musibah di wilayah Sumatra.  Ia pun tak henti-hentinya mengajak seluruh keluarga besar FEB UGM untuk bisa berdonasi guna meringankan beban para korban bencana banjir dan longsor, khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. “Acara ini tidak memiliki arti, apabila kita tidak berempati atas apa yang terjadi kepada Saudara kita yang sedang dilanda bencana. Mari kita berdoa agar proses pemulihan pasca bencana berjalan aman dan lancar, serta masyarakat di wilayah terdampak senantiasa dilimpahkan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan,” ujar Kiki, sapaan akrab Friderica. Menurut Kiki, aksi kemanusiaan nyata sebagai dampak dari penyelenggaraan konser amal menjadi bukti komitmen KAFEGAMA menjadi organisasi yang “Migunani” atau bermanfaat. Dampak kemanfaatan yang bisa dirasakan, kata Kiki, berupa aksi kemanusiaan para alumni dengan menyalurkan bantuan senilai Rp80 juta kepada 400 penerima manfaat melalui  sinergi aktif dengan tujuh cabang Pengurus Daerah KAFEGAMA. KAFEGAMA juga menyalurkan bantuan beasiswa sebesar Rp250 juta untuk mahasiswa FEB UGM. “Tentu saja upaya ini menjadi investasi alumni untuk memastikan bibit-bibit unggul masa depan tidak terhalang oleh kendala finansial dalam meraih prestasi, dan acara ini merupakan realisasi dari motto organisasi “Guyub Rukun Migunani”. Di usia ke-10, KAFEGAMA membutuhkan energi, gagasan, dan kontribusi dari kita semua untuk melangkah menuju dekade berikutnya,” jelasnya. Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA., menyampaikan ucapan terima kasih atas kontribusi para alumni dalam mendukung mahasiswa FEB UGM melalui program beasiswa. Dukungan alumni, disebutnya, berperan penting dalam menjaga keberlanjutan studi mahasiswa FEB UGM. Sementara kolaborasi antara fakultas dan alumni menjadi pilar penting dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan. “Terima kasih atas dukungan dari alumni selama ini baik melalui program beasiswa maupun magang bagi mahasiswa,” ucapnya. Konser Amal KAFEGAMA ini, kata Didi, tidak hanya menjadi sarana penggalangan dana beasiswa namun sebagai bentuk kepedulian bersama untuk membantu korban bencana di Sumatera. Inisiatif ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara alumni dan institusi dapat menghadirkan manfaat luas, baik bagi dunia pendidikan maupun masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Iapun berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang terus memperkuat jaringan alumni agar bisa memperluas impak sosial FEB UGM. Ketua Panitia Konser Amal KAFEGAMA, Tur Nastiti, M.Si., Ph.D., menyampaikan konser yang menghadirkan Sheila on 7 dan Jikustik ini menjadi salah satu upaya untuk menggalang dana. Dana yang diperoleh digunakan untuk beasiswa bagi mahasiswa FEB UGM dan disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. “Seluruh dana donasi dialokasikan sepenuhnya untuk mahasiswa dan Saudara-saudara kita yang dilanda musibah di Sumatera,” jelasnya. Konser amal yang dihadiri lebih dari 3.000 penonton sekaligus sebagai rangkaian penutupan Dies Natalis ke-70 dan Lustrum XIV FEB UGM. Konser digelar secara gratis untuk keluarga besar FEB UGM, termasuk alumni lintas angkatan, dosen, staf profesional, mahasiswa, dan pengurus KAFEGAMA, serta  memfasilitasi kebutuhan peserta disabilitas. Dalam penyelenggaraannya, konser ini turut melibatkan 16 UMKM dari Yogyakarta dan Malang serta mahasiswa sebagai bagian dari panitia dan pelaksanaan acara. Sebelumnya, setiap Pengurus Daerah (Pengda) KAFEGAMA di berbagai daerah juga telah mengadakan kegiatan bakti sosial di wilayah masing-masing guna memperkuat semangat berbagi. Reportase: Kurnia Ekaptiningrum/ Humas FEB UGM Penulis : Agung Nugroho Foto : Dok. FEB UGM

Selengkapnya

Baksos Besar 2025: Komitmen Departemen Radiologi FK-KMK UGM dalam Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Cangkringan

Sebagai institusi akademik yang menjunjung tinggi tridarma perguruan tinggi, Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada terus memperkuat kontribusinya dalam pengabdian kepada masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui Radiocare, sebuah program pengabdian resmi yang menjadi wadah kegiatan sosial dan edukasi kesehatan yang dilaksanakan secara terstruktur setiap tahunnya. Pada tahun 2025, Radiocare kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan puncak yang dikenal sebagai Baksos Besar Radiocare 2025. Dengan mengusung tema “Radiologi Mengabdi: Sehatkan Diri, Berdayakan Potensi, Ceriakan Hati”, acara ini memadukan kegiatan edukatif, pemeriksaan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu rangkaian terpadu. Tiga kegiatan utama dilaksanakan di tiga lokasi berbeda, yaitu Balai Desa Argomulyo, Puskesmas Cangkringan, dan Panti Asuhan Al Hikmah Sejalan Cangkringan. Rangkaian kegiatan dimulai di Balai Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Lokasi ini memiliki potensi besar pada komoditas hasil bumi, terutama singkong, yang menjadi bahan pangan khas dan melimpah. Potensi tersebut kemudian diangkat dalam kegiatan demo masak dan edukasi pangan sehat sebagai bentuk pemberdayaan pangan lokal dan peningkatan literasi gizi. Acara dibuka secara resmi oleh dr. Torana, Sp.Onk.Rad, selaku penanggung jawab Baksos Besar Radiocare 2025. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri, salah satunya melalui pilihan makanan bergizi dari bahan lokal yang mudah diperoleh. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai manfaat ketela untuk kesehatan oleh dr. Vincent, Ph.D, staf pengajar Departemen Radiologi FK-KMK UGM. Beliau menjelaskan berbagai kandungan penting dalam singkong, seperti serat, vitamin, dan indeks glikemiknya yang relatif rendah. Selain itu, ketela juga memiliki potensi sebagai alternatif pangan sehat yang mampu mendukung program diversifikasi pangan nasional. Acara selanjutnya yang ditunggu tunggu oleh para peserta yang merupakan  ibu-ibu PKK dan para kader kesehatan dari lingkungan Desa Argomulyo, adalah demo pembuatan “Cassava Pastel”, sebuah kreasi pangan sehat berbahan dasar singkong yang dipandu langsung oleh pelaku UMKM lokal Singkong Anak Tani. Melalui aktivitas langsung seperti melihat, mencicipi, hingga mempraktikkan pembuatan pastel singkong, peserta dapat memperoleh pengalaman nyata tentang pengolahan makanan sehat dan berbeda dari kebiasaan sehari-hari. Kepala Desa Cangkringan, Bapak Danang Hendri Bintoro, S.E., turut memberikan sambutan positif terhadap kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi bersama institusi pendidikan tinggi seperti departemen radiologi FK-KMK UGM ini sangat membantu desa dalam memaksimalkan potensi lokal, terutama dalam hal edukasi kesehatan dan ekonomi kreatif berbasis pangan. Kegiatan kedua Baksos Besar Radiocare 2025 menggandeng Puskesmas Cangkringan untuk melaksanakan pelayanan kesehatan berupa penyuluhan awam dan skrining USG payudara. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran dan deteksi dini penyakit payudara pada wanita, terutama kanker payudara yang masih menjadi salah satu penyebab terbesar angka kesakitan di Indonesia. Kepala Puskesmas Cangkringan, dr. Lilis Setyaningkrum, MARS, menyambut baik kegiatan ini dan menekankan bahwa edukasi kesehatan masyarakat mengenai kanker payudara sangatlah penting, mengingat banyak pasien datang ke fasilitas kesehatan ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut. Hadirnya skrining USG secara gratis tentu memberi kesempatan bagi warga untuk melakukan pemeriksaan dini secara akurat. Sesi penyuluhan mengenai kanker payudara disampaikan oleh dr. Zakia Ftirani, Sp.PD dan dr. Devina Yudistiarta, M.Sc., Sp.Rad. Materi mencakup anatomi payudara, faktor risiko, tanda-tanda bahaya, cara pencegahan, hingga pentingnya deteksi dini. Penyampaian yang komunikatif dan menggunakan bahasa awam membuat peserta lebih mudah memahami dan aktif bertanya mengenai masalah yang sering mereka hadapi. Setelah penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan USG payudara bagi 30 peserta yang telah mendaftar melalui Puskesmas Cangkringan. Pemeriksaan USG ini disupervisi langsung oleh dr. Devina Yudistiarta, M.Sc., Sp.Rad dan dr. Naela Himayati Afifah, Sp.Rad., M.Sc, sementara pelaksanaannya dilakukan oleh para peserta pendidikan dokter spesialis radiologi FK-KMK UGM. Pemeriksaan berjalan tertib, nyaman, dan sesuai standar protokol radiologi. Banyak peserta menyampaikan rasa bersyukur karena dapat mengikuti skrining yang biasanya membutuhkan biaya tidak sedikit. Beberapa peserta mengaku bahwa ini merupakan pengalaman USG breast pertama mereka, sehingga sangat membantu dalam memberikan pemahaman tentang kondisi kesehatan payudara masing-masing. Sebagai penutup rangkaian Baksos Besar Radiocare 2025, Departemen Radiologi FK-KMK UGM juga melakukan kegiatan sosial di Panti Asuhan Al Hikmah Sejalan Cangkringan. Kegiatan di panti asuhan ini sudah menjadi agenda rutin Radiocare, termasuk layanan pengobatan gratis dan penyuluhan kesehatan untuk anak-anak panti. Pada kegiatan puncak tahun 2025 ini, Radiocare tidak hanya memberikan donasi kebutuhan pokok dan perlengkapan anak-anak, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang menyenangkan dan edukatif dengan membawa anak-anak berekreasi ke Taman Pintar, Kota Yogyakarta. Di Taman Pintar, anak-anak panti dapat belajar sains dengan cara yang menyenangkan melalui permainan interaktif, percobaan sederhana, dan eksplorasi berbagai wahana edukatif. Kegiatan rekreasi edukatif ini bertujuan memperluas wawasan anak-anak panti asuhan, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta memotivasi mereka untuk terus belajar dan bermimpi mengenai masa depan. Interaksi hangat antara staf Departemen Radiologi FK-KMK UGM, para residen, dan anak-anak panti menciptakan suasana ceria yang menjadi makna dari tagline Radiocare: menyehatkan, memberdayakan, sekaligus menceriakan. Seluruh rangkaian kegiatan ini berada di bawah supervisi dan arahan dr. Yana Supriana, Sp.Rad., Ph.D, selaku Kepala Departemen Radiologi FK-KMK UGM. Melalui tiga pilar kegiatan yang telah dilaksanakan, yaitu peningkatan gizi berbasis potensi desa, deteksi dini penyakit, serta pemberdayaan dan edukasi generasi muda, Bakti Sosial Radiocare 2025 menanamkan pesan bahwa kesehatan tidak terpisahkan dari kesejahteraan dan masa depan. Dengan semangat “Sehatkan Diri, Berdayakan Potensi, Ceriakan Hati”, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlangsung dan berkembang pada tahun-tahun berikutnya. Radiocare menunjukkan bahwa ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan kepedulian, maka pengabdian bukan hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga panggilan nurani untuk membangun masyarakat yang lebih sehat dan berdaya. Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Departemen Radiologi FK-KMK UGM dalam menjalankan SDGs 1 "No poverty", SDGs 2 “Zero hunger” dan SDGs 10 “Reduced inequality”  dengan memberikan bantuan dan kepedulian pada Panti Asuhan Al Hikmah sejalan dan kegiatan pemberdayaan diri di Desa Argomulyo, serta SDGs 3 “Good health and well-being” dengan melakukan screening USG dan seminar awam pada Puskesmas Cangkringan. Kontributor : Aulia, Karsa, Nisa, Ridwan